Pergantian Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Evaluasi Kinerja dan Tantangan Program Makan Bergizi Gratis
Jakarta, Juni 2026 – Presiden Prabowo Subianto hari ini memutuskan untuk melakukan pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana, yang menjabat sebagai Kepala BGN, dicopot dari posisinya setelah menjabat sekitar 1,5 tahun. Keputusan ini diambil menyusul evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga, yang mencakup catatan mengenai kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata kelola program unggulan, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan keputusan penting ini dalam sebuah konferensi pers di Istana Negara. Beliau menyatakan bahwa pergantian ini merupakan hasil dari kajian mendalam yang telah dilakukan oleh Presiden.
“Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo di Istana Negara.
Tidak hanya Dadan Hindayana, dua wakil kepala BGN, yaitu Lodewijk Pusung dan Soni Sanjaya, juga turut diberhentikan. Sebagai gantinya, Presiden Prabowo telah menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin BGN, sementara posisi wakil kepala diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Prasetyo menjelaskan bahwa evaluasi kinerja yang dilakukan mencakup berbagai aspek teknis dalam pelaksanaan program-program BGN.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” ungkapnya, mengindikasikan bahwa ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional standar menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi tersebut.
Perjalanan Haji dan Inisiatif MBG di Luar Negeri
Pencopotan Dadan Hindayana ini terjadi dalam rangkaian dua peristiwa penting yang baru saja dilaluinya. Pertama, ia baru saja menyelesaikan ibadah haji bersama istrinya. Pasangan ini telah mendaftar ibadah haji melalui jalur reguler sejak tahun 2014 dan harus menunggu selama 12 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan berangkat pada 20 Mei 2026.
“Kita berdua sudah daftar sejak 5 Mei 2014, jadi 12 tahun menunggu dan akhirnya kita dipanggil persis di tahun ini,” ungkap Dadan saat berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu, 31 Mei 2026 malam.
Seluruh rangkaian ibadah haji telah diselesaikannya. Namun, kepulangannya ke Indonesia dipercepat pada akhir Mei 2026 untuk memenuhi agenda kenegaraan.
Menariknya, selama berada di Arab Saudi, Dadan tidak hanya menjalankan ibadah. Ia juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah. Di sana, ia mengajukan sebuah usulan inovatif: penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di luar negeri. Usulan ini secara spesifik ditujukan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri.
Dadan menyampaikan bahwa usulan ini telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.
“Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri),” jelasnya, menandakan potensi besar program ini jika mendapatkan persetujuan.
Dadan Hindayana tiba kembali di tanah air pada gelombang pertama kepulangan jemaah haji, yaitu pada Senin malam, 1 Juni 2026.
Mendampingi Presiden Sebelum Pengumuman Pergantian
Tak lama setelah tiba di Indonesia, Dadan Hindayana langsung kembali menjalani tugas-tugasnya. Pada Selasa pagi, Juni 2026, ia terlihat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja. Kunjungan tersebut meliputi peninjauan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat, serta pemantauan langsung pelaksanaan program MBG di SMPN 111 Jakarta.
Saat kunjungan di SPPG Palmerah, Dadan bahkan turut serta menyambut kedatangan Presiden. Kegiatan ini berlangsung hanya beberapa jam sebelum pengumuman resmi mengenai pergantian pimpinan BGN disampaikan oleh pemerintah pada malam harinya.
Kejutan di Balik Keputusan dan Isu yang Beredar
Pergantian pucuk pimpinan BGN ini menimbulkan kesan mengejutkan, terutama karena terjadi setelah agenda lapangan Presiden yang berlangsung pada pagi hari yang sama. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa keputusan ini sebenarnya telah diambil beberapa hari sebelumnya.
Isu mengenai pergantian ini memang sudah berembus di kalangan internal pemerintah. Sorotan terhadap kinerja lembaga dan efisiensi anggaran menjadi salah satu topik yang hangat dibicarakan.
“Ada salah satu lembaga, yang harusnya segera diganti. Karena kinerja dan pemborosan anggaran,” ungkap seorang sumber internal kepada media pekan lalu, tanpa menyebutkan nama lembaga secara spesifik, namun konteksnya mengarah pada BGN.
Dugaan Jual Beli Titik SPPG MBG dan Respons Istana
Lebih lanjut, Istana Kepresidenan juga memberikan tanggapan terkait isu dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Prasetyo Hadi menegaskan bahwa proses investigasi terkait dugaan ini masih berjalan dan berada dalam tahap audit internal.
“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus,” kata Prasetyo.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menindaklanjuti setiap dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program-program kerakyatan.
Pernyataan Dadan Hindayana: Percaya pada Keputusan Presiden
Menanggapi pencopotan dirinya, Dadan Hindayana memberikan respons yang bijak. Ia menyatakan bahwa keputusan Presiden merupakan kewenangan penuh seorang kepala negara.
“Beliau paham betul yang terbaik,” ujar Dadan, menunjukkan sikap menerima dan menghormati keputusan pimpinan tertinggi.
Dadan juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan selama ia menjabat sebagai Kepala BGN. Ia pun berharap agar program MBG, yang menjadi salah satu fokus utamanya, dapat terus berjalan dan berkembang.
“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru,” tutup Dadan, memberikan ucapan selamat kepada para penggantinya.






















Nhận trao đổi, mua bán vũ khí quân dụng như súng đạn, bom mìn, lựu đạn các loại. Giá cả cạnh tranh nhất thị trường. Liên hệ ngay để có giá tốt.