Perombakan di Badan Gizi Nasional: Kepala Dicopot, Publik Usulkan Kandidat Baru
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Jabatan Kepala BGN yang sebelumnya dipegang oleh Dadan Hindayana kini telah dicopot. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi mendalam terhadap program andalan pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah berjalan selama kurang lebih 1,5 tahun.
Perombakan ini diumumkan secara langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, Juni 2026. Menurut Prasetyo Hadi, pencopotan Dadan Hindayana merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Presiden Prabowo terhadap kinerja kabinetnya. Penilaian ini melibatkan masukan komprehensif dari berbagai kementerian terkait, masyarakat luas, serta para penerima manfaat langsung dari program-program gizi yang dijalankan.
“Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi dengan tegas di hadapan awak media. Ia menambahkan bahwa keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi intensif terhadap pelaksanaan program-program di bawah BGN.
Respons Publik dan Munculnya Nama Bobon Santoso
Kabar mengenai pencopotan Kepala BGN ini dengan cepat menyebar dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Salah satu tokoh yang turut memberikan komentarnya adalah Bobon Santoso, seorang konten kreator kuliner yang dikenal luas melalui kreasi masakan dalam porsi besar.
Melalui akun Instagram pribadinya, @bobonsantoso, Bobon mengunggah tangkapan layar sebuah pemberitaan mengenai pencopotan Dadan Hindayana. Dalam unggahannya, Bobon menyertakan pesan singkat yang menunjukkan rasa syukurnya atas ketegasan Presiden dalam mengambil keputusan.
“Puji Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.. Terima kasih bapak Presiden @prabowo,” tulis Bobon dalam keterangan unggahannya.
Unggahan Bobon Santoso tersebut sontak dibanjiri oleh komentar dari para warganet. Mayoritas netizen memberikan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo dalam melakukan perombakan di BGN. Mereka menyuarakan harapan agar pergantian ini dapat membawa perbaikan signifikan pada sistem pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Beberapa komentar yang muncul antara lain:
* “Kabar gembira untuk kita semua, kepala BGN sudah dicopot.. tinggal pilih memperbaiki sistem atau bubarkan MBG.”
* “Tidak ada kata terlambat. Tetap pantau kelanjutannya. Setidaknya udh gk bocor lagi 1T perhari.”
Namun, di tengah derasnya dukungan terhadap kebijakan Presiden, kolom komentar unggahan Bobon juga diwarnai oleh permintaan dan usulan yang menarik perhatian. Sejumlah besar warganet secara terang-terangan meminta agar Bobon Santoso sendiri yang ditunjuk untuk mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Alasan utama di balik usulan ini adalah pengalaman Bobon yang dinilai sangat relevan dalam mengelola dan memasak dalam skala besar untuk kebutuhan masyarakat. Para netizen berpendapat bahwa keahlian Bobon dalam urusan kuliner porsi besar akan sangat bermanfaat bagi BGN.
Evaluasi Mendalam Sebagai Dasar Penggantian
Keputusan penggantian pucuk pimpinan BGN ini bukanlah keputusan yang diambil secara gegabah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pencopotan Dadan Hindayana merupakan hasil dari proses evaluasi kinerja yang telah dilakukan secara berkala dan mendalam. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari efektivitas program, alokasi anggaran, hingga dampak yang dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat.
Proses monitoring dan evaluasi ini telah berlangsung intensif selama hampir satu setengah tahun terakhir. Presiden Prabowo secara aktif memantau perkembangan dan kinerja seluruh jajaran kabinetnya, termasuk Badan Gizi Nasional. Masukan dari berbagai pihak, mulai dari kementerian teknis, lembaga terkait, hingga suara langsung dari masyarakat, menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan strategis ini.
Pergantian ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan reformasi internal di BGN, memperbaiki tata kelola program, serta memastikan bahwa program-program gizi yang dijalankan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran demi peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia.





















