Kisah Karel Abraham Asal Republik Ceko, Pembalap Muslim MotoGP yang Dipandang Sebelah Mata

OLAHRAGA30 Dilihat

YUTELNews.com | KISAH Karel Abraham pembalap muslim MotoGP yang dipandang sebelah mata. Pasalnya ia dinilai tidak memiliki prestasi dan mengandalkan kekayaan orang tuanya supaya berhasil menembus ajang MotoGP.

Karel Abraham adalah seorang pembalap MotoGP asal Republik Ceko. Lahir pada tanggal 2 Januari 1990, Abraham merupakan putra dari mantan pembalap Grand Prix, Karel Abraham Sr. Sejak kecil, ia telah memiliki minat yang kuat untuk mengikuti jejak ayahnya.

Sebagai seorang Muslim, Abraham menghadapi tantangan menarik di dunia balap yang didominasi oleh budaya barat. Sejauh ini hanya ada dua pembalap musim yaitu Karel Abraham dan Hafiz Syahrin.

Lantas bagaimana kisah Karel Abraham pembalap muslim MotoGP yang dipandang sebelah mata?

Sejak memulai debutnya di MotoGP pada tahun 2011, Abraham menghadapi berbagai kesulitan dalam mencapai kesuksesan. Meskipun memiliki bakat dan kemampuan yang mumpuni, ia sering kali dianggap sebagai pembalap hanya berhasil masuk ke ajang tingkat tertinggi berkat dukungan finansial dari keluarganya.

Ayah Abraham tidak hanya sebagai mantan pembalap Grand Prix, dia juga merupakan pemilik sirkuit Brno di Ceko, sekaligus mantan pemimpin tim Cardion AB yang pernah berpartisipasi dalam ajang MotoGP.

Karel Abraham memulai debutnya di ajang MotoGP di bawah naungan Cardion AB tahun 2011. Banyak yang berspekulasi bahwa Karel Abraham mendapatkan kesempatan berkompetisi di MotoGP karena ayahnya membeli tim untuknya.

Melihat rekam jejaknya, Karel Abraham tidak pernah naik podium selama berpartisipasi dalam kategori 125 cc-250 cc dari tahun 2005 hingga 2009. Dia juga selalu gagal finis di posisi 10 besar dalam klasemen akhir.

Karel Abraham berhasil meraih satu-satunya podiumnya pada tahun 2010 ketika ia berkompetisi di ajang Moto2. Namun, ia hanya finis di posisi 10 dalam klasemen akhir. Prestasi terbaik Karel Abraham yaitu setelah ia mampu finis di posisi 14 pada akhir musim.

Meskipun demikian, pembalap berusia 33 tahun ini tidak terlalu memikirkan prestasinya yang kurang memuaskan. Ia juga tidak peduli dengan berbagai tuduhan negatif yang ditujukan padanya.

Sumber Sport.Okezone.com

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *