You Tell News

BBM Subsidi Seret di Serasan: Kuota Minim, Nelayan Terancam Tak Melaut

YUYELNEWS.COM |
Serasan, Natuna – Krisis distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan di wilayah Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Nelayan skala kecil mengeluhkan keterbatasan kuota solar subsidi yang dinilai tidak proporsional dengan kebutuhan operasional melaut.

Berdasarkan laporan lapangan, sistem penyaluran melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) belum berjalan optimal. Frekuensi operasional yang tidak reguler serta stok yang cepat habis menyebabkan disrupsi aktivitas perikanan tangkap.

“Distribusi tidak kontinyu, kadang hanya buka dua minggu sekali dan kuota langsung habis. Ini sangat mengganggu produktivitas kami,” ujar salah satu nelayan.

Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan intensitas melaut, efisiensi operasional, hingga pendapatan harian nelayan tradisional yang bergantung penuh pada BBM subsidi sebagai komponen utama biaya produksi.

Para nelayan mendesak adanya intervensi kebijakan dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk melakukan rasionalisasi kuota serta optimalisasi tata kelola distribusi energi subsidi agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Mereka juga menyoroti disparitas distribusi dibanding wilayah lain seperti Bunguran Barat, yang dinilai memiliki sistem suplai BBM subsidi lebih stabil dan aksesibel.

Menanggapi hal tersebut, Camat Serasan, Iwan, mengakui bahwa defisit kuota BBM subsidi merupakan persoalan struktural yang telah berlangsung lama. Pihak kecamatan, kata dia, telah melakukan berbagai upaya fasilitasi melalui forum koordinasi dan rapat bersama nelayan.

“Kuota saat ini sekitar 50 ton per bulan untuk dua kecamatan, sementara kebutuhan riil mencapai sekitar 100 ton per kecamatan. Artinya, terjadi gap yang cukup signifikan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kewenangan kecamatan terbatas pada fungsi rekomendasi kebutuhan, sementara penetapan alokasi kuota berada pada instansi teknis terkait.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Natuna, Agino Riko, menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan kuota BBM subsidi dilakukan melalui proses verifikasi dan administrasi berjenjang. Mulai dari pendataan kebutuhan di tingkat kecamatan, pengajuan ke SPBU, hingga diteruskan ke pemerintah daerah.

Selanjutnya, usulan tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai regulator dalam menetapkan alokasi kuota.

“Penambahan kuota dimungkinkan, terutama menjelang akhir periode distribusi, tergantung kebijakan otoritas terkait,” ujarnya.

Hingga kini, nelayan di Serasan berharap adanya kebijakan afirmatif dan solusi konkret guna memastikan ketersediaan BBM subsidi yang berkeadilan, sehingga keberlanjutan aktivitas ekonomi sektor perikanan tetap terjaga.

Sumber: Tim IWO-I Redaksi: Yutelnews.com
Editor: Darmansyah Kabiro Natuna

Inovasi Layanan Saksi Prima dan Memperjuangkan Restitusi Bagi Korban Kekerasan Seksual, Kajati Sulsel Raih Penghargaan Dari LPSK 

Yutelnews.com//

Makassar– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyelenggarakan acara Pemberian Dana Bantuan Korban dan Sosialisasi Mewujudkan Hak Atas Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Acara ini dilangsungkan di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi XIII DPR RI, Hj. Meity Rahmatia; Ketua LPSK, Brigjen Pol (Purn) Dr. Achmadi beserta jajaran Wakil Ketua dan Sekjen LPSK; Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, YM Dr. Nirwana; Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi; para Asisten, serta jajaran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sulawesi Selatan yang turut hadir secara daring.

Pemenuhan Hak Korban Melalui Restitusi dan Bantuan LPSK

Kajati Sulsel, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian restitusi kepada korban kekerasan seksual yang dilakukan hari ini merupakan yang pertama kali diadakan di Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi sebuah penghormatan bagi kami, karena jaksa telah berupaya maksimal dalam melakukan eksekusi terhadap putusan pengadilan. Di Kejaksaan Negeri (Kejari) Barru, jaksa mengupayakan pemenuhan hak korban hingga ke tahap asset tracing (penelusuran aset). Karena tidak ditemukannya aset pelaku, maka langkah yang diambil adalah melalui pemberian dana bantuan korban dari LPSK,” kata Kajati Sulsel.

Berdasarkan ketentuan pasal Pasal 1 angka 43UU nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP Restitusi adalah “pembayaran ganti rugi yang dibebankan kepada pelaku atau pihak ketiga berdasarkan penetapan atau putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, atas kerugian material dan/atau imaterial yang diderita korban atau ahli waris.

Kajati Sulsel juga memaparkan inovasi kolaboratif antara Kejaksaan dan Pengadilan Tinggi berupa Layanan Saksi Prima. Layanan ini menyediakan ruang khusus yang nyaman dan aman bagi para saksi di persidangan. Saat ini, hampir 100 persen pengadilan di wilayah Sulsel telah memiliki fasilitas tersebut guna mendorong kesediaan warga menjadi saksi tanpa merasa terbebani atau terintimidasi.

Apresiasi Langkah Kolaboratif Penegak Hukum

Anggota Komisi XIII DPR RI, Hj. Meity Rahmatia, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin. Ia menyoroti mekanisme restitusi melalui dana bantuan korban yang dikelola LPSK sebagai terobosan luar biasa.

“Saya memberikan apresiasi kepada LPSK yang untuk pertama kalinya menyalurkan bantuan kepada korban kekerasan seksual di Sulsel. Ini merupakan langkah kolaboratif yang sangat baik antara aparat penegak hukum, LPSK, dan kami DPR sebagai perwakilan masyarakat. Kami juga mengapresiasi Layanan Saksi Prima yang digagas Bapak Kajati Sulsel bersama Ibu Ketua PT Makassar dalam memberikan rasa aman kepada saksi di persidangan,” ujar Meity.

Penegasan Keberpihakan pada Saksi dan Korban

Ketua LPSK, Brigjen Pol (Purn) Dr. Achmadi, turut memuji program Layanan Saksi Prima sebagai bentuk nyata keberpihakan negara terhadap saksi dan korban. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras Kejaksaan  dalam pemenuhan hak restitusi bagi Korban.

Menurut data yang disampaikan oleh Ketua LPSK, pembayaran restitusi oleh pelaku telah berhasil dieksekusi di beberapa wilayah, antara lain: Kejari Makassar 4 korban, Kejari Jeneponto 2 korban, Kejari Gowa 1 korban dan Kejari Maros 1 korban.

“Kami berharap capaian ini terus meningkat. Sebagai Ketua LPSK, kami juga menitipkan harapan agar ke depan upaya sita aset untuk menutupi kekurangan pembayaran restitusi dapat terus dimaksimalkan, tidak hanya pada kasus kekerasan seksual, tetapi juga pada kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” tambah Achmadi.

Pemberian Penghargaan dan Dana Bantuan

Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja luar biasa aparat penegak hukum di wilayah Sulawesi Selatan, acara ditutup dengan sesi pemberian penghargaan dari LPSK, yang terdiri dari:

1. Penghargaan Layanan Saksi Prima: Diberikan kepada Kajati Sulsel dan Ketua PT Makassar atas inisiatif dan realisasi layanan persidangan yang berpihak pada keamanan dan kenyamanan saksi.

2. Penghargaan Upaya Asset Tracing: Diberikan kepada Kajati Sulsel, Kajari Barru, Kasi Pidum Kejari Barru, serta dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas dedikasi mereka dalam menelusuri aset pelaku kekerasan seksual guna pembayaran restitusi.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan langsung Dana Bantuan Korban dari LPSK kepada 2 (dua) orang korban tindak pidana kekerasan seksual, masing-masing Rp69.310.000 untuk ATR dan Rp27.172.600 untuk korban W yang diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan memberikan rasa keadilan.
(abu algifari)

Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi ‘Wake-Up Call’ Bersama

Yutelnews.com//

Pekanbaru -Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba sekaligus mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso, serta para Pejabat Utama Polda Riau.

Turut hadir unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Kajati Riau, Kepala BNN Provinsi Riau, Bea Cukai Riau, Kemenkumham Riau, Ketua LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua Granat Riau Freddy Simanjuntak, Bupati Rokan Hilir Bistamam, serta tokoh agama dan masyarakat Desa Panipahan.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta pemutaran video pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Polda Riau.

Momen utama ditandai dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba oleh Kapolda Riau melalui pemasangan selempang kepada para duta, yang terdiri dari 5 duta nasional dan 18 duta lokal.

Perwakilan duta nasional, Okan Cornelius, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan juga diwarnai penampilan seni budaya berupa pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari serta teatrikal dari Riau Creative Hub (RCH).

Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba oleh Kapolda Riau bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan perwakilan Desa Panipahan yang diwakili Bupati Rokan Hilir.

Dalam arahannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah konkret membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.

“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” tegas Kapolda.

Kapolda mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, Polda Riau telah mengungkap 3.287 kasus narkoba dengan 4.719 tersangka.

“Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 juta jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.

Kapolda juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang memerlukan perhatian serius. Ia mengungkap banyak keluarga terdampak langsung oleh narkoba, terutama para istri nelayan yang mengadu karena suaminya terjerat kasus narkotika.

“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Kapolda menegaskan telah dilakukan evaluasi internal di Polsek Panipahan.

“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Selain langkah penegakan hukum, Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat, sebagai upaya membuka alternatif mata pencaharian yang lebih produktif dan legal.

“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” tambahnya.

Kapolda juga menitipkan harapan kepada para Duta Anti Narkoba yang baru dikukuhkan agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” pesannya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba, bincang santai bersama duta nasional, serta penampilan musik dari Riau Rhythm.

Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan, demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

(A.S)

Nelayan Serasan, Kabupaten Natuna Keluhkan Kuota BBM Subsidi Minim,

NatunaYutelnews.com ||
Camat Akui Sudah Lama Terjadi
Serasan, Kabupaten Natuna – Sejumlah nelayan kecil di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, mengeluhkan keterbatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dinilai belum mencukupi kebutuhan melaut sehari-hari.

Keluhan tersebut disampaikan para nelayan kepada awak media, Kamis (16/4/2026). Mereka menyebut, selain kuota yang terbatas, operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di wilayah Serasan juga belum berjalan optimal.

Kadang buka hanya dua minggu sekali, itu pun minyak cepat habis. Kami jadi kesulitan untuk melaut,” ungkap salah satu nelayan yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas dan pendapatan nelayan kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM subsidi untuk melaut.

Para nelayan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, khususnya dalam hal penambahan kuota BBM subsidi serta optimalisasi operasional SPBUN agar dapat melayani kebutuhan secara berkelanjutan.

Mereka juga membandingkan kondisi tersebut dengan wilayah lain di Natuna, seperti Bunguran Barat, yang dinilai memiliki distribusi BBM subsidi untuk nelayan yang lebih lancar.

Harapan kami, di Serasan juga bisa seperti di Bunguran Barat. BBM subsidi tersedia dan mudah diakses nelayan,” tambah nelayan lainnya.

Sementara itu, Camat Serasan, Iwan, saat dikonfirmasi media melalui sambungan telepon pada hari yang sama, membenarkan adanya keterbatasan kuota BBM subsidi tersebut. Ia menyebut kondisi ini bukan hal baru dan sudah berlangsung cukup lama.

“Memang benar ada kekurangan kuota, dan ini sudah lama terjadi. Kami dari pihak kecamatan juga sudah dua kali mengadakan rapat bersama nelayan untuk membahas persoalan ini,” ujarnya.

Menurut Iwan, kuota BBM subsidi yang diterima saat ini masih jauh dari kebutuhan. Ia menjelaskan bahwa untuk dua kecamatan di wilayah Serasan, kuota yang tersedia hanya sekitar 50 ton per bulan, sementara usulan yang diajukan mencapai 100 ton per kecamatan.

Kami sudah beberapa kali mengupayakan berbagai cara, termasuk berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pemerintah daerah, khususnya bagian ekonomi. Namun hingga saat ini, penambahan kuota belum sesuai harapan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kecamatan pada dasarnya hanya dapat merekomendasikan kebutuhan nelayan, sementara kewenangan penetapan kuota berada pada pihak terkait.

Di sisi lain, Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Natuna, Agino Riko, saat dikonfirmasi terpisah, membenarkan apa yang disampaikan Camat Serasan. Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan kuota BBM subsidi dilakukan melalui tahapan administrasi yang melibatkan beberapa pihak.

Untuk pemenuhan kuota, biasanya dilakukan pendataan ulang oleh kecamatan, kemudian diajukan ke SPBU. Selanjutnya, SPBU menyurati pemerintah daerah melalui bagian ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa camat berperan dalam menyampaikan kebutuhan riil di lapangan, sementara penetapan kuota tetap berada pada kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Biasanya, jika ada usulan, penambahan kuota bisa saja diberikan, terutama di akhir bulan, tergantung kebijakan dari pihak yang berwenang,” pungkasnya.

Hingga kini, para nelayan berharap adanya solusi konkret agar distribusi BBM subsidi di Serasan, Kabupaten Natuna, dapat berjalan lebih optimal dan berkeadilan, sehingga aktivitas melaut tidak lagi terganggu oleh keterbatasan pasokan.(Bani)

Kabid Humas Polda Jawa Barat Raih Tiga Penghargaan di Rakernis Humas Polri 2026.

Bandung, Jawa Barat – YUTELNEWS.com// ​Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H meraih sejumlah penghargaan bergengsi dari Divisi Humas Polri dalam rangkaian Rakernis Humas Polri 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas capaian kinerja kehumasan Polda Jabar yang dinilai unggul dalam pengelolaan informasi publik dan manajemen media modern.

​Rakernis Humas Polri Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan pada Selasa hingga Rabu, 14-15 April 2026. Kegiatan ini berlangsung secara serentak di satuan kerja (satker) dan satuan wilayah (satwil) di seluruh lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

​Dalam ajang tersebut, Kombes Pol. Hendra Rochmawan sukses membawa pulang tiga penghargaan dari Divisi Humas Mabes Polri, yaitu ​Juara 1 Zona A dalam kategori Cipta Trending Topik pada Biro Multimedia,
​Juara 1 kategori E-Learning di Portal Humas untuk pelaksanaan sertifikasi kehumasan
serta ​Juara 3 kategori Keaktifan pengiriman berita SPIT dan Media Hub pada Biro Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID).

​Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyatakan bahwa prestasi yang diraih oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H ini merupakan langkah strategis dalam meraih kepercayaan masyarakat melalui media.

​”Tujuan akhirnya adalah berdampak pada Reputasi Polisi Indonesia yang Baik sehingga semakin dicintai oleh masyarakat,” tegas Kadiv Humas dalam arahannya. Mendukung Astacita dan Indonesia Emas 2045.

Sebagai Narasumber Utama ​Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menekankan bahwa fungsi Humas saat ini sangat krusial dalam menjaga kondusifitas di ruang publik.Hal ini menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan nasional yang tertuang dalam program Astacita Presiden serta menyongsong Visi Indonesia Emas 2045. Humas Polri diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan stabilitas informasi demi kelancaran program- program strategis pemerintah.

​Menanggapi penghargaan tersebut, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa capaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh personel Humas Polda Jabar.
​“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim Humas Polda Jawa Barat yang terus bekerja maksimal dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” ujar Hendra, Kamis (16/04/2026)

​Ia menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi di bidang komunikasi publik. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas komunikasi publik Polri dengan memanfaatkan teknologi digital serta memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan informasi yang transparan dan humanis,” tutupnya.

Bandung, 16 April 2026

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Yans.

Penemuan Kerangka Manusia di Perbatasan Baleendah–Dayeuhkolot, Diduga Terkait Laporan Orang Hilang

Bandung – YUTELNEWS.com// Penemuan kerangka manusia menggegerkan warga di wilayah perbatasan Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (16/04/2026).

Kapolsek Baleendah, Hendri, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 12.30 WIB terkait temuan tersebut.

Kerangka manusia ditemukan di area tumpukan sampah yang berada di bawah jembatan perbatasan Kecamatan Baleendah–Dayeuhkolot.

“Awalnya terlihat dari atas seperti bentuk tubuh manusia. Setelah dicek, ternyata benar merupakan kerangka manusia yang sebagian tertutup tumpukan sampah,” ujar Hendri.

Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena posisi kerangka tertimbun sampah. Namun, berkat bantuan tim Basarnas, kerangka tersebut berhasil diangkat dan diamankan.

Dari hasil pengamatan awal, kondisi jasad sudah berupa tulang belulang. Meski demikian, masih terdapat beberapa bagian pakaian yang melekat, di antaranya kaos yang diduga dikenakan korban saat kejadian.

Kerangka tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Welas Asih untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Polisi menduga temuan ini berkaitan dengan laporan orang hilang yang masuk ke Polsek Baleendah pada 10 April 2026. Laporan tersebut menyebutkan seorang laki-laki kelahiran tahun 1999 yang hingga kini belum ditemukan.

“Sudah tujuh hari sejak laporan orang hilang itu dibuat. Namun, kami belum bisa memastikan apakah kerangka ini adalah orang yang sama. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan identifikasi,” tambah Hendri.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit guna membantu proses identifikasi. Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

Yans.

Sinergi Pemkab Sukabumi dan Lapas Warungkiara Kian Kuat, Jalan Menuju SAE Kini Makin Optimal

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara terus diperkuat. Hal ini terlihat dari kunjungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi ke Lapas Warungkiara pada kamis (16/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan menuju Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), yang sebelumnya telah dilakukan pengerasan menggunakan hot mix. Jalan tersebut menjadi akses utama dalam menunjang aktivitas pembinaan warga binaan di lingkungan lapas.

Dalam peninjauan itu, tim Disperkim bersama jajaran Lapas Warungkiara melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kualitas jalan, mulai dari kondisi fisik hingga aspek keberlanjutan infrastruktur. Hal ini dilakukan guna memastikan jalan tetap layak digunakan dan mampu mendukung kegiatan pembinaan secara optimal.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, peningkatan kualitas jalan menuju SAE merupakan langkah strategis dalam memperkuat program pembinaan berbasis kemandirian.

“Dengan akses jalan yang baik, kegiatan pembinaan di lahan SAE bisa berjalan lebih maksimal. Ini sangat membantu kami dalam menciptakan warga binaan yang mandiri dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Disperkim Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang berdampak luas, termasuk bagi lembaga pemasyarakatan.

Peninjauan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada masyarakat umum, tetapi juga menyentuh sektor pembinaan sebagai bagian penting dalam sistem pemasyarakatan nasional.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan hubungan antara Pemkab Sukabumi dan Lapas Warungkiara semakin solid, serta mampu menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan, produktif, dan memberikan manfaat nyata di masa depan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

FORUM JAMSOS INGATKAN DIREKSI BPJS TK WASPADAI KETAHANAN DANA JAMSOS AKIBAT PERANG IRAN-AS

YUTELNEWS.com | Jakarta — Forum Jamsos lintas Federasi dan Konfederasi Pekerja dan Buruh ingatkan Direksi dan Dewas BPJS Ketenagakerjaan (TK) waspadai menurunnya ketahanan dana Jamsos akibat perang Iran vs Amerika yang terus berlangsung.

“Konflik yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2026 memiliki korelasi langsung dan signifikan terhadap ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK),” tegas Koordinator Forum Jamsos, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta.

Menurut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo itu, dampak utamanya merambat bisa melalui jalur volatilitas pasar keuangan dan stabilitas sektor riil (ketenagakerjaan) di Indonesia.

Berikut disampaikan Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) korelasi ketahanan dana BPJS TK dengan perang Iran vs Amerika Serikat

Pertama, berdampak pada Investasi dan Hasil Pengembangan Dana (Yield)

BPJS Ketenagakerjaan dalam mengelola dana ratusan triliun rupiah yang ditempatkan di berbagai instrumen (SBN, saham, obligasi, deposito).

• Volatilitas Pasar Modal: Konflik Iran-AS memicu ketidakpastian global, menyebabkan investor asing melakukan capital outflow (penarikan modal) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini berpotensi menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang dapat menurunkan nilai investasi BPJS Ketenagakerjaan di sektor saham.

• Tekanan pada Obligasi: Kenaikan harga minyak dunia akibat krisis ini berisiko memicu inflasi tinggi dan memaksa Bank Indonesia mempertahankan suku bunga tinggi, yang dapat menekan harga obligasi (instrumen portofolio terbesar BPJS TK).

Kedua, kemungkinan bisa terjadi lonjakan Klaim Akibat PHK (Sisi Kewajiban) Korelasi langsung lainnya adalah meningkatnya risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

• Gangguan Ekonomi Global: Konflik Iran-AS mengganggu jalur pasokan energi (Selat Hormuz) dan memicu inflasi biaya hidup.

• PHK Imbas Konflik: Lonjakan harga energi dan ketidakpastian ekonomi global membuat perusahaan melakukan efisiensi, yang berdampak pada meningkatnya kasus PHK di Indonesia.

• Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP): Lonjakan PHK memaksa BPJS Ketenagakerjaan membayarkan klaim manfaat JKP dan Jaminan Hari Tua (JHT) lebih besar dari biasanya, yang menuntut ketersediaan likuiditas yang tinggi.

Namun kedepan akibat perang Iran vs AS yang berkelanjutan menurut Forum Jamsos akan dapat meningkatkan risiko penurunan hasil investasi (karena volatilitas pasar) sekaligus meningkatkan beban klaim (karena PHK).

“Direksi dan Dewas harus memiliki kiat menjaga ketahanan dana Jamsos. Punya strategi yan jitu, jangan sampai klaim terhadap produknya gagal bayar,” tegas Jusuf Rizal, salah satu tokoh terkemuka Madura, Ketum Ormas Madas Nusantara itu. (*)

Hadiri Ziarah Bupati Bandung, Kepala UPTD Dalduk PK Dayeuhkolot Hj Wahidatun Hikmah Ikuti Doa Bersama

Bandung – YUTELNEWS.com// Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dalduk Pelayanan Kependudukan (PK) Kecamatan Dayeuhkolot hj Wahidatun Hikmah menghadiri kegiatan ziarah yang dipimpin langsung oleh Bupati Bandung di makam Bupati pertama Kabupaten Bandung.di Kqmpung Kaum Rw 11 Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Pada kamis 16/04/2026.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan, penghargaan, dan doa bersama bagi para pendahulu yang telah berjasa besar dalam memimpin dan membangun daerah Kabupqten Bandung di masa lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna beserta jajaran pejabat, termasuk perwakilan dari UPTD Dalduk PK Dayeuhkolot, memanjatkan doa keselamatan dan ketenangan bagi Almarhum Bupati pertama. Selain itu, momen ini juga dijadikan sebagai sarana untuk mengambil hikmah dan semangat pengabdian dalam melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ziarah ke makam para pendiri bangsa dan pemimpin terdahulu mengingatkan kita untuk terus meneladani dedikasi dan kerja keras mereka dalam melayani masyarakat,” ujar Kepala UPTD Dalduk PK Dayeuhkolot hj wahidatun usai kegiatan.

Hadirnya jajaran pemerintahan kecamatan dalam kegiatan ini juga menunjukkan sinergi dan kesatuan dalam menjaga nilai-nilai sejarah serta mempererat tali silaturahmi antar instansi demi kemajuan daerah.

Yans.

Langkah Tegas! Puskesmas Cicantayan Kebut Pendataan Balita Rawan Stunting

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Upaya percepatan penanganan stunting terus dilakukan. Kali ini, Puskesmas Kecamatan Cicantayan menggelar kegiatan screening dan pendataan bagi anak-anak yang masuk kategori rawan stunting sebagai langkah awal sebelum penyaluran bantuan Pangan Makanan Tambahan (PMT) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kegiatan screening ini merupakan rangkaian pemeriksaan medis untuk mendeteksi secara dini kondisi kesehatan, faktor risiko, hingga potensi gangguan tumbuh kembang pada anak, bahkan sebelum muncul gejala klinis.

Program ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap di delapan desa wilayah kerja Puskesmas Cicantayan, yakni Desa Cicantayan, Sukadamai, Hegarmanah, Cimanggis, Cimahi, Cisande, Cijalingan, dan Lembur Sawah. Masing-masing desa menjadi lokasi kegiatan selama delapan hari.
Pada Kamis (16/4/2026), kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Desa Sukadamai.

Tercatat lebih dari 80 balita mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, serta indikator tumbuh kembang lainnya.

Pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan lancar berkat kolaborasi tim medis Puskesmas Cicantayan bersama kader Posyandu, serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Sukadamai yang dipimpin Kepala Desa Rudi Hartono.
Para balita tampak mengikuti proses pemeriksaan secara bergiliran di bawah pengawasan tenaga medis, sementara para orang tua turut mendampingi dengan antusias.

Bidan Risma dari tim medis Puskesmas Cicantayan menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi tahapan penting sebelum bantuan disalurkan.

“Screening ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat. Nantinya, data tersebut menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan PMT dari Kemenkes agar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan PMT akan disalurkan melalui Pokja IV dan kader Posyandu di masing-masing desa, sehingga distribusinya lebih efektif dan tepat guna.

Sementara itu, Kepala Desa Sukadamai, Rudi Hartono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Sukadamai mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Dengan adanya screening ini, balita yang rawan stunting dapat terdata dengan baik dan selanjutnya mendapatkan bantuan PMT melalui Puskesmas yang disalurkan oleh kader Posyandu. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena sangat membantu dalam meningkatkan kesehatan anak dan mengurangi jumlah balita yang berisiko stunting,” ungkapnya.

Melalui langkah terstruktur ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kecamatan Cicantayan semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi)

Di Sela Ziarah ,Tengah Musibah Banjir, Bupati Kang DS: Kita Kerja Keras Selesaikan Masalah Bersama Pentahelix

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385, Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna bersama Forkopimda, para Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Bandung melaksanakan silaturahmi dan ziarah ke makam para mantan Bupati Bandung.

Rombongan Bupati Bandung mengawali ziarah ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Cikutra. Dari Cikutra, rombongan kemudian menuju Makam Para Bupati Bandung di kawasan Dalem Kaum Kota Bandung, Makam Karang Anyar, TPU Porib dan Situs Makam Bupati Bandung pertama, R TMG Wira Angun Angun di Dayeuhkolot.

Selain memanjatkan do’a untuk para mantan Bupati Bandung terdahulu yang telah wafat, Bupati Dadang Supriatna beserta rombongan secara bergantian melakukan tabur bunga di pusara sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa-jasa para pemimpin terdahulu.

Usai tabur bunga, Bupati yang akrab disapa KDS itu menyempatkan untuk menyimpan karangan bunga. Suasana haru dan penuh khidmat terasa di setiap tempat peristirahatan terakhir para mantan Bupati Bandung tersebut.

Bupati yang akrab disapa KDS itu mengatakan kunjungan ziarah ke makam para mantan Bupati Bandung ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan refleksi untuk mengenang jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu yang telah membangun fondasi Kabupaten Bandung.

“Kita do’akan para pahlawan terutama para pendiri Kabupaten Bandung, para Bupati Bandung terdahulu yang telah wafat semoga ditempatkan di sisi Allah SWT. Banyak sekali yang telah diberikan dan diwariskan para alrmahum para Bupati Bandung terdahulu untuk perkembangan Kabupaten Bandung saat ini,” tutur KDS.

Selain itu, KDS mendo’akan para mantan Bupati Bandung yang masih hidup yakni Obar Sobarna dan Dadang Naser agar selalu diberikan kesehatan dan dapat bersama-sama membangun Kabupaten Bandung.

Ziarah ke makam para Bupati Bandung yang telah menjadi agenda rutin Pemkab Bandung ini adalah bentuk penghormatan atas jasa-jasa para mantan Bupati Bandung terdahulu. Oleh karena, KDS menekankan kepada para ASN mengenai pentingnya meneladani kepemimpinan dan dedikasi para mantan Bupati Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, KDS mengaku sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar Raden Adipati (RA) Wiranatakusumah II, yaitu tokoh pendiri Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, saya berkesempatan bertemu dengan keluarga dari pendiri Kabupaten Bandung. Saat ini Kabupaten Bandung sudah berusia 385 tahun. Almarhum RA Wiranatakusumah II dahulu memimpin Kabupaten Bandung dari tahun 1794 hingga 1829, kemudian dilanjutkan oleh para bupati berikutnya yang telah mendahului kita semua,” ujar KDS.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dadang Supriatna tak lupa menyampaikan rasa duka cita yang mendalam untuk masyarakat Kabupaten Bandung yang tengah dirundung bencana alam banjir terutama kepada korban dan keluarga korban banjir di Ciapus Banjaran.

“Mengingat saat ini kita sedang dikepung musibah bencana alam, kami berdo’a semoga musibah bencana alam ini cepat selesai,” tambah KDS.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu juga memberikan instruksi khusus kepada para camat agar tidak meninggalkan wilayah masing-masing serta cepat tanggap dan turun langsung melihat kondisi masyarakat.

“Tolong kepada para Kepala OPD dan para camat untuk turun ke lapangan. Bantu masyarakat. Jangan ada yang terpaksa. Ini adalah kewajiban kita. Niatkan lillahi ta’ala,” ucap Bupati.

KDS menegaskan Pemkab Bandung serta jajaran Forkopimda dan Forkopimcam akan berupaya keras menyelesaikan permasalahan banjir ini melalui kolaborasi pentahelix baik dengan pemerintah pusat maupun provinsi serta memastikan aktifitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (**)

Yans

Detik-Detik Mencekam di Laut Natuna: 11 Awak KM Timbul Barokah 2 Lolos dari Kobaran Api”

YUTELNEWS.COM |
Natuna, 16 April 2026 – Aksi sigap unsur TNI AL kembali diuji. Sebanyak 11 awak kapal KM Timbul Barokah 2 berhasil diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi dilalap api di perairan utara Natuna.

Insiden kebakaran terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di koordinat 05°46.936′ LU dan 107°29.840′ BT, atau sekitar 81 mil laut dari perairan Pulau Laut, Natuna. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan di tengah kondisi laut yang cukup dinamis.

Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai langsung merespons cepat setelah menerima laporan dari nelayan dan kapal yang lebih dahulu melakukan pertolongan awal.

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, menegaskan bahwa unsur patroli terdekat, KRI WIR-379, segera digerakkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi evakuasi.

“Begitu menerima distress call, KRI WIR-379 langsung kami arahkan ke titik koordinat guna melaksanakan SAR dan evakuasi korban,” ujarnya.

Sebelumnya, seluruh korban telah dievakuasi lebih dahulu oleh kapal nelayan KM Cahaya Abadi. Selanjutnya, dilakukan proses ship to ship transfer ke KRI WIR-379 guna memastikan penanganan lanjutan yang lebih optimal.

Setelah menempuh pelayaran, para korban tiba di Posal Sabang Mawang pada Kamis (16/4/2026) pukul 06.45 WIB. Tim medis Lanal Ranai langsung melakukan pemeriksaan kesehatan awal (initial assessment) terhadap seluruh korban.

Hasilnya, seluruh awak kapal dinyatakan selamat dengan kondisi stabil. Meski demikian, beberapa korban mengalami trauma ringan dan luka lecet akibat insiden tersebut.

Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kompor minyak tanah yang masih menyala. Guncangan gelombang menyebabkan kompor terjatuh dan memicu api yang dengan cepat membesar hingga menghanguskan kapal berbobot 28 GT tersebut.

Namun demikian, penyebab pasti (root cause) masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang.

Nahkoda kapal, Abdul Malik, mengungkapkan rasa syukur atas keselamatan seluruh awak.

“Kami sangat bersyukur bisa selamat. Terima kasih kepada nelayan dan TNI AL yang cepat membantu,” ucapnya.

Danlanal Ranai juga menekankan pentingnya standar keselamatan pelayaran (safety compliance), khususnya bagi nelayan yang beroperasi di wilayah perairan Natuna yang dikenal memiliki karakter gelombang yang fluktuatif.

“TNI AL akan terus hadir dalam misi kemanusiaan. Kami mengimbau agar setiap kapal dilengkapi alat keselamatan, termasuk APAR, guna mitigasi risiko kebakaran di laut,” tegasnya.

Selanjutnya, para korban akan dipulangkan kepada keluarga masing-masing setelah proses administrasi dan koordinasi lintas instansi rampung.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI AL dalam menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya pada misi Search and Rescue (SAR) di wilayah perbatasan.

Sumber: Tim IWO-I
Redaksi: Yutelnews.com
Editor: Darmansyah
Kabiro Natuna

Dijanjikan Waterboom, Kini Batal! Warga Fitra Pratama Residence Layangkan Somasi

YUTELNEWS.com  | SUKABUMI ,Kekecewaan mendalam dirasakan warga Perumahan Fitra Pratama Residence, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.
Janji pembangunan fasilitas umum berupa kolam renang (waterboom) dan aula yang sempat menjadi daya tarik utama saat pemasaran, hingga kini tak kunjung direalisasikan oleh pihak pengembang. Kamis ( 16/4/2026 )

Ketua lingkungan, Roni Melias, mengungkapkan bahwa sejak awal, developer menjanjikan pembangunan fasilitas tersebut sebagai bagian dari sarana dan prasarana (fasos dan fasum) perumahan. Namun, setelah sebagian besar unit hunian terjual, rencana tersebut justru dibatalkan.

“Awalnya dijanjikan akan dibangun waterboom. Tapi setelah kami datangi kantor developer dan menggelar pertemuan, pihak manajemen justru menyatakan tidak akan membangunnya. Ini tentu sangat mengecewakan warga,” ujar Roni.

Merasa dirugikan, warga telah menempuh berbagai upaya, mulai dari komunikasi langsung hingga rapat bersama pihak pengembang. Namun karena tidak membuahkan hasil, warga akhirnya melayangkan surat somasi pada 17 Maret 2026 sebagai bentuk peringatan resmi.

“Somasi sudah kami kirimkan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan ataupun komitmen dari developer. Padahal fasilitas itu menjadi salah satu alasan utama warga membeli rumah di sini,” tambahnya.

Selain waterboom, warga juga menuntut realisasi pembangunan aula sebagai fasilitas penunjang kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungan perumahan. Ketiadaan fasilitas tersebut dinilai mengurangi hak konsumen yang seharusnya dipenuhi oleh pengembang.

Warga berharap pihak developer dapat segera memberikan kejelasan dan bertanggung jawab atas janji yang telah disampaikan di awal pemasaran.

“Kami hanya menuntut apa yang sudah dijanjikan. Jangan sampai konsumen merasa dirugikan karena janji yang tidak ditepati,” tegas Roni.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak developer Fitra Pratama Residence belum memberikan keterangan resmi terkait somasi dan tuntutan warga tersebut.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Polda riau hadir menjembatin harapan Masyarakat kandis

Yutelnews.com//

Siak — Kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan doa bersama dalam rangka pembangunan/renovasi jembatan oleh Polda Riau di wilayah hukum Polsek Kandis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (16/04/2026) pagi, bertempat di Jalan Mutiara RT 002 RW 004, Kelurahan Telaga Sam Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi” tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kandis, KOMPOL Herman Pelani, S.H., M.H., serta dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Siak, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kapolsek Kandis menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons kebutuhan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga.

“Jembatan ini menjadi akses utama bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan keselamatan dan kenyamanan warga tetap terjaga,” ujarnya.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Kandis Kompol Herman Pelani, S.H.,M.H turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata program Polri Presisi dalam memberikan pelayanan yang responsif dan humanis kepada masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat. Pembangunan jembatan ini adalah bentuk kepedulian kami untuk mendukung aktivitas warga agar berjalan lancar, aman, dan produktif,” ungkap Kapolsek Kandis mewakili Kapolres Siak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan para tokoh, doa bersama, hingga pemasangan kayu cerucuk secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan sinergitas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki akses transportasi warga, namun juga mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Polri juga menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), dengan menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Masyarakat Kelurahan Telaga Sam Sam pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Polda Riau bersama jajaran Polres Siak dan Polsek Kandis.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan kondusif, serta diharapkan pembangunan jembatan ini dapat segera selesai dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat secara optimal.
(Ade Saputra)

PHK Superitendent di PT RAPI, Tripartit Ketiga Masih Berproses di Disnaker Pelalawan

PELALAWAN, YUTELNEWS.COM —Kasus pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan besar PT RAPI yang beroperasi di lingkungan April Group Pangkalan Kerinci, kini terus bergulir pada tahap Tripartit ketiga di kantor dinas ketenagakerjaan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada, Senin (13/4/2026).

Pekerja yang menjabat sebagai Superitendent hampir 6 tahun masa kerja di perusahaan itu mengungkapkan saat ini sedang meminta haknya dan kehilangan pekerjaan. Namun atas perselisihan hubungan industrial yang dialaminya berharap pemerintah andil dan bisa menegakkan hukum yang berlaku atas alasan perusahaan dalam melakukan pemutusan hubungan kerja berdasarkan pasal 43 ayat 2 PP 35 tahun 2021 tentang efisiensi mencegah kerugian.

Iyus Timotius, saat dimintai keterangannya menyampaikan bahwa di ruangan mediasi mediator Disnaker Pelalawan, Idrus terlihat tegas menegakkan hukum dan undang-undang ketenagakerjaan, bahkan sempat meminta kepada perusahaan untuk menyampaikan apa saja yang menjadi hal yang dialami perusahaan terkait alasan PHK terhadap Iyus Timotius pada Pasal 43 ayat 2 untuk melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap seorang jabatan superitendent itu,” jelasnya.

Bahkan Disnaker Kabupaten Pelalawan memberikan kesempatan kepada perwakilan perusahaan yang dihadiri oleh Firdaus sebagai IR PT. RAPI, untuk menjelaskan peristiwa yang berkaitan dengan apa yang dialami perusahaan mulai dari sisi performance pekerja, hasil produksi, maupun operasional dan hasil audit internal atau eksternal,” tambahnya.

“Namun perusahaan menyampaikan terkait efesiensi mencegah kerugian, tidak dibutuhkan hasil Audit internal ataupun eksternal tentang kondisi PT. RAPI hingga melakukan pemutusan hubungan kerja,” bebernya.

Dalam Tripartit ketiga dihadiri oleh Kabid PHI Disnaker Kabupaten Pelalawan, Zulkifli, SE., President FSP2KI, H. Hamdani, Ketua DPW Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Riau, Arbaa Silalahi, dan Iyus Timotius Sebagai Superitendent yang sedang memperjuangkan haknya dan  kehilangan pekerjaan.

Di tempat yang sama President FSP2KI, H. Hamdani menegaskan bahwa PHK Iyus Timotius adalah salah satu anggota Federasi Serikat Pekerja (FSP2KI).

“Hari Ini agenda mediasi ketiga, tadi dihadiri oleh perusahaan. Yang pertama mereka tidak hadir, yang kedua tidak ada titik temu kesepakatan, hari ini mediasi ketiga juga belum ada titik temu. Perusahaan tetap kekeh pada putusannya menawarkan 1 kali ketentuan jika alasannya efesiensi untuk mencegah kerugian,” jelasnya.

“Lalu menurut kami, itu sesuai dengan peraturan pemerintah, PP 35 Tahun 2021 bahwa alasan efesiensi itu tidak masuk dalam kategori yang dianjurkan pada PP 35 tersebut. Jadi pada intinya kami Serikat Pekerja mengikuti aturan pemerintah, ” tutur Hamdani.

“Kita masih berharap ada diskusi sebelum ada kesimpulan mediator dan kesepakatan di tingkat mediasi Disnaker. Menunggu informasi dari Disnaker sebab tadi perusahaan meminta waktu sekali lagi untuk mediasi pada hari Rabu depan tanggal 15 April 2026,” tambahnya.

Selain itu, Hamdani mengungkapkan bahwa dalam mediasi pihak perusahaan tersebut menyampaikan alasan dasar PHK berawal adanya warning later kesatu, kedua dan ketiga, dan dimediasi kedua yang lalu itu kita bantah. Bahwa itu tidak bisa dijadikan alasan untuk efesiensi mencegah kerugian. Kemudian terkait performa pekerja dan juga pihak perusahaan menyampaikan saat ini produksi yang tidak produktif, banyak produksi mereka saat ini tercancel. Itu yang dijadikan alasan sehingga mereka melakukan PHK,” pungkasnya.

“Tuntutan pekerja agar disnaker netral. Posisi pekerja  secara sosial ekonomi itu dibawah dari pada pengusaha, maka netral itu pemerintah harus membela orang yang lemah, bukan membiarkan saja, dan itu di Aminin oleh pihak disnaker. Mereka siap dan selama ini juga mereka membantu memastikan hak-hak pekerja,” lanjutnya.

Menanggapi alasan perusahaan di ruang mediasi, Ketua DPW KPBU Provinsi Riau, Arbaa Silalahi, menegaskan terkait tidak perlu diaudit performance produktivitas terkait efesiensi mencegah kerugian mengatakan “Ini kan pasal yang mengada-ngada dan sebagai case senjata pamungkas perusahaan untuk memPHK. Maka karena tidak ada titik terangnya kemungkinan kita lanjut:

1. PHI apa bila keluar anjuran

2. Aksi unjuk rasa di kantor perusahaan atau di lingkungan perusahaan.

Hingga MAYDAY akan kita jelaskan ke perusahaan bahwa PHK model seperti ini sangat mengada-ngada dan harus dilawan. Melalui aksi 1 mayday akan kami suarakan,” ucapnya.

Konfirmasi kepada pihak perusahaan melalui Budi sebagai Humas perusahaan menanggapi sebagai berikut:

“Perusahaan menghormati perhatian publik terhadap pemberitaan yang beredar terkait proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di salah satu entitas usaha kami. Namun demikian, kami menegaskan bahwa informasi yang berkembang di ruang publik perlu dipahami secara utuh dan berdasarkan fakta yang akurat,” jawabnya. Rabu (15/4/2026).

“Dapat kami tegaskan bahwa setiap keputusan PHK yang dilakukan oleh Perusahaan, termasuk dalam kasus ini, telah melalui mekanisme internal yang berlaku secara prosedural serta mengacu pada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan di Indonesia. Keputusan tersebut juga mempertimbangkan hasil evaluasi internal yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian terhadap standar kinerja dan kepatuhan terhadap ketentuan perusahaan, setelah melalui proses pembinaan sesuai mekanisme yang berlaku,” terangnya.

“Perusahaan memastikan bahwa seluruh hak karyawan yang terdampak telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku. Kami juga tetap mengedepankan prinsip hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan, serta terbuka terhadap proses klarifikasi yang dilakukan oleh pihak berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Disra Alldrick sebagai Corporate Communications Manager.

Pihak Disnaker Kabupaten Pelalawan melalui Kabid PHI Zulkifli, SE, saat di konfirmasi belum memberikan tanggapannya.

Mediasi Tripartit ketiga Di Kantor Disnaker Kabupaten Pelalawan masih menunggu keterangan resmi. Pekerja berharap pemerintah dapat memberikan kepastian penyelesaian mediasi ini agar tidak berlarut-larut.||

(TIM)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.