YUTENEWS.com Lima Puluh Kota, 28 Februari 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan labuah kareta simpang taeh guguak pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang bertempat di depan Mushola Al-Khadijah Jorong Guguak Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat sosial berbagi dalam bentuk program amaliah warga LDII dalam momentum bulan suci Ramadan untuk banyak bersedekah. Ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa yang dimulai dari pukul 17.00 WIB, para pengurus tampak membagikan takjil secara tertib kepada pengendara roda dua, roda empat, serta warga sekitar. Masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan penuh rasa syukur. Ketua DPD LDII Kabupaten Lima Puluh Kota H. Muhammad Ridha Ilahi, S.Pt, didampingi jajaran pengurus dan generusnya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa, menumbuhkan semangat sedekah dan mempererat ukhuwah Islamiyah serta mempererat hubungan silaturahmi antara organisasi dan masyarakat. “Berbagi takjil ini adalah wujud nyata kepedulian sosial warga LDII kepada sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya Alhamdulillah kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, melibatkan pengurus, muda-mudi generus serta warga LDII setempat. Selain berbagi takjil, DPD LDII Kabupaten Lima Puluh Kota juga berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan. DPD LDII Kabupaten Lima Puluh Kota berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari kontribusi positif organisasi dalam mendukung terciptanya masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.
YUTELNEWS.com | Senin (23/2) sore itu, ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau, penuh sesak dengan puluhan pasang mata yang menyaksikan Fandi Ramadhan (25), anak buah kapal (ABK) Sea Dragon Terawan pembawa sabu seberat hampir 2 ton, membacakan pembelaannya (pledoi) atas tuntutan mati yang dialamatkan kepadanya.
Fandi mulai membacakan pledoinya yang ditulis pada secarik kertas setelah Majelis Hakim PN Batam yang diketuai Hakim Tiwik mempersilahkannya untuk menyampaikan pembelaan.
Pemuda asal Medan, Sumatera Utara itupun mencoba berdiri, membuka dengan salam dan rasa hormat yang diutarakannya kepada majelis hakim serta jaksa penuntut umum. Namun, kegetiran atas kasus hukum yang menyeretnya ke jeruji membuatnya tak kuasa menahan emosi.
Suaranya berat, isak tangisnya pecah saat membacakan pembelaannya untuk mendapatkan keadilan agar tidak dituntut mati atas peristiwa hukum yang dia tak punya kendali dan kuasa untuk mencegahnya, karena statusnya hanya sebagai ABK bagian mesin.
Dalam pledoinya yang singkat tersebut, Fandi dengan runtut mengisahkan tentang dirinya dan keluarganya yang berasal dari keluarga nelayan yang hidup serba kekurangan. Dengan tangis yang tak mampu dia tahan, terbata-bata dia membacakan suara hatinya.
Bahwa dia adalah putra pertama dari enam bersaudara yang menjadi tumpuan kedua orang tuanya yang hidup serba kekurangan. Ayahnya yang seorang nelayan telah membanting tulang untuk membiayai pendidikannya hingga perguruan tinggi.
Fandi berkuliah di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, dengan modal rumah papan dan atap reyot di daerah pesisir Medan yang digadaikan oleh ibu dan bapaknya.
Selama menempuh pendidikan tinggi, Fandi pun harus berjuang untuk bertahan hidup dengan berjualan nasi goreng dari pintu ke pintu asrama.
Setelah dinyatakan lulus tahun 2022, bermodal ijazahnya pelayaran, dia pun mencoba peruntungan untuk mendaftar bekerja sebagai AKB kapal lintas negara. Niatnya satu, mengubah nasib miskin keluarganya.
Setelah mendapat informasi adanya kesempatan berlayar ke luar negeri. Fandi pun menyerahkan dokumen persyaratan pelayaran dan menjelaskan kepada agen jasa tenaga kerja perkapalan.
Pada saat mendaftar bekerja sebagai ABK Kapal Sea Dragon Terawa, Fandi dibantu ayah dan ibunya untuk menyiapkan dokumen untuk dihantarkan ke rumah Kapten Hasiholan Samosir. Pada saat itu dia tidak mendapatkan penjelasan mengenai kapal tersebut akan mengangkut barang terlarang (Narkotika).
Bermodal harapan orang tua dan adik-adiknya, Fandi melamar kerja dan akhirnya diterima. Pekerjaan yang mengharuskan dirinya untuk berangkat ke luar negeri.
Petaka itu terjadi di tanggal 14 Mei 2025, ketika dia menaikkan barang ke Kapal Sea Dragon Terawa yang belayar menuju Phuket, Thailand bersama lima ABK lainnya yakni Richard Halomoan, Lea Candra Samosir, Hasiholan Samosir dan dua arga negara Thailan, Teerapong Lekpradube serta Weerepat Phongwan.
Fandi menyadari dirinya tidak memiliki wewenang dan kuasa untuk bertanya kepada kapten kapal mengapa barang dipindah di laut tidak di pelabuhan resmi, serta apa isi muatan yang dipindahkan tersebut.
Muatan itu berupa 67 kardus berwarna cokelat berbungkus plastik bening dengan rincian 66 kardus berisi 30 bungkus plastik teh china merk Guanyinwang warna hijau yang berisi satu bungkus narkotika jenis sabu, dan 1 kardus warna cokelat berisi 20 bungkus plastik kemasan teh china warna hijau berisi serbuk kristal narkotika jenis sabu golongan 1, berat netto 1.995.139 gram (hampir 2 ton).
“Saya hanya ABK kapal yang baru bergabung mustahil memiliki keberanian untuk bertanya. Saya tidak memiliki hak, tidak memiliki wewenang, tidak ada keberanian dan tidak memiliki pengalaman untuk menelaah situasi saat itu,” ujar Fandi.
Permohonannya
Pada saat itu yang Fandi sadari hanya perintah kapten wajib dilaksanakan, wajib dituruti, yang merupakan fakta dalam dunia pelayaran.
Dia diperintah untuk mengangkut kardus, tampa bisa bertanya apa isi muatan itu, kenapa di muat di tengah laut, karena relasi kuasa seorang ABK yang tidak berani menolak perintah atasan.
Fandi pun bertanya, apakah ada bawahan yang berani bertanya pada pimpinannya? Fakta ini yang dianggap oleh penuntut umum sebagai pihak yang mengetahui (adanya tindak pidana) sehingga membuat hatinya tersayat-sayat.
Atas ketidaktahuannya itu, Fandi tidak punya hak menolak, sehingga apa yang didakwakan jaksa penuntut umum agar dia menolak perintah, dan memberikan informasi terkait aktivitas itu. Posisinya yang berada di tengah laut, hanya kesunyian yang menjadi saksi atas kondisinya saat itu.
Sembari memberikan rasa hormat kepada majelis hakim, dan jaksa penuntut umum, dengan tercekat Fandi mengutarakan pembelaannya sebagai pihak yang tidak pernah terlibat dan dilibatkan mengenai muatan kapal, rute kapal, dan pelabuhan mana yang akan disandari.
Sehingga, ketika dirinya ditanya mengapa mengangkut barang di tengah laut, maka dirinya tidak mengetahui alasan tersebut, termasuk apa isi muatan kapal tersebut.
Fandi juga menjelaskan tugas pokok dan fungsinya sebagai ABK bagian mesin, tapi diminta untuk memindahkan kardus, dan dia tidak bisa menolak. Dia hanya menjalankan perintah dengan pikiran positif bahwa muatan tersebut tidak melanggar hukum.
Poin berikut pledoinya, Fandi mengatakan dirinya tidak memiliki motif atau alasan untuk terlibat dalam kegiatan ilegal seperti penyimpanan narkotika.
Dia juga tidak pernah memiliki masalah atau pelanggaran hukum, belum pernah dipenjara atas kasus tindak pidana. Tujuannya bekerja dengan baik agar mendapatkan uang yang halal.
Fandi juga menegaskan dirinya memiliki rekam jejak yang baik dan telah menunjukkan komitmen untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Dia juga tidak menerima upah apapun selain haknya sebagai pekerja dengan upah Rp8,2 juta. (*)
Sumber antaranews
Foto : Istimewa – Terdakwa ABK Kapal Sea Dragon Terawan pembawa hampir 2 ton sabu, Fandi Ramadhan menjelani sidang pemeriksaan di Pengadilan Negeri Batam, Kepri, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty.
BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) mengajak 100 anak yatim piatu berbelanja pakaian Lebaran di Pusat Perbelanjaan Jogja Soreang, Kabupaten Bandung, pada Minggu (01/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut, setiap anak mendapatkan voucher belanja senilai Rp500.000 untuk membeli pakaian dan makanan favorit mereka sesuai pilihan masing-masing. Kang DS mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian agar anak-anak yatim piatu dapat merasakan kebahagiaan menyambut Hari Raya Idulfitri seperti anak-anak lainnya.
“Saya ingin melihat kebahagiaan mereka dan merasakan belanja di pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan masing-masing seperti anak lainnya,” ujar Kang DS.
Suasana haru dan bahagia tampak jelas saat anak-anak bebas memilih celana, sepatu, kaos, pakaian muslim, jilbab, sandal, hingga makanan favorit mereka tanpa dibatasi pilihan.
Beberapa di antara mereka bahkan terlihat bingung saat memilih barang, karena mengaku belum pernah merasakan pengalaman berbelanja langsung di pusat perbelanjaan. Selama ini, jika menerima pakaian Lebaran, mereka hanya menerima pemberian tanpa bisa menentukan model, ukuran, maupun warna sesuai keinginan.
Ahmad, salah satu anak yatim piatu, mengaku sangat bahagia bisa membeli baju lebaran sesuai seleranya.
“Terima kasih Pak Bupati. Kenangan ini tidak akan terlupakan. Pak Bupati orang tua pertama yang membawa saya belanja pakaian ke pusat perbelanjaan sesuai keinginan saya, jenis dan modelnya,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kang DS didampingi pimpinan dan pengurus BAZNAS Kabupaten Bandun turut membantu anak-anak memilih pakaian yang sesuai ukuran, warna, dan corak yang mereka sukai.
Kang DS mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri melihat raut wajah anak-anak yang antusias dan ceria saat berbelanja kebutuhan lebaran.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk komitmen dan kepedulian agar anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan menyambut Idulfitri seperti anak-anak lainnya yang didampingi orang tua.
“Saya ingin melihat kebahagiaan mereka. Mereka juga harus merasakan suasana belanja di pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan masing-masing seperti anak lainnya. Belanja bersama anak-anak istimewa ini sudah kami lakukan selama dua tahun. Insya Allah ke depan jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya.
Ia berharap, pada Ramadhan 2027 mendatang, semakin banyak anak yatim piatu yang dapat merasakan kebahagiaan serupa.
YUTELNEWS.com – BATAM 1 Maret 2026 – Pengumuman dari sebuah sekolah swasta di Batam yang melarang siswa mengikuti ujian STS besok karena belum melunasi SPP, uang buku, dan PPDB memicu kekhawatiran orang tua. Pesan ini dikirim ke seluruh orang tua atau wali murid.
Padahal, aturan tegas sudah menetapkan bahwa sekolah swasta dilarang keras menghalangi siswa ikut ujian atau mengenakan sanksi akademik hanya karena tunggakan pembayaran.
Dasar Hukum
UUD 1945 Pasal 28B Ayat 1 – Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan.
UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 5 – Setiap warga negara berhak atas pendidikan bermutu.
PP No. 48 Tahun 2008 Pasal 52 huruf h – Pungutan pendidikan tidak boleh dikaitkan dengan syarat ujian atau kelulusan.
Permendikbud No. 44 Tahun 2012 Pasal 11 huruf b – Pungutan, termasuk SPP dan uang buku, tidak boleh menghalangi hak siswa ikut ujian, terutama bagi yang tidak mampu secara ekonomi.
Masalah pembayaran merupakan urusan administrasi antara sekolah dan orang tua dan tidak boleh menghalangi hak siswa ikut ujian.
Sanksi Bagi Sekolah yang Melanggar
UU No. 20 Tahun 2003 – Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembekuan izin operasional, hingga pencabutan izin pendirian sekolah.
Peraturan lain yang relevan – Jika melanggar hukum lain atau menyebabkan kerugian, sekolah juga bisa dikenakan sanksi perdata atau pidana sesuai ketentuan berlaku.
Tempat Pengaduan
Orang tua atau wali murid yang mengalami hal ini dapat mengadu ke:
Dinas Pendidikan setempat
Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui laman ult.kemdikbud.go.id atau posko-pengaduan.itjen.kemendikdasmen.go.id
KOTA BEKASI – YUTELNEWS.com || Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan 1447 H terlihat nyata di wilayah Jatiwaringin. Dalam upaya mengantisipasi kenakalan remaja saat malam hingga menjelang sahur, Polsek Pondok Gede menggandeng Jajaka Jatiwaringin untuk turun langsung menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolsek Pondok Gede, Bambang, memimpin patroli sahur bersama jajaran personel kepolisian. Kegiatan ini turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Jatiwaringin Bripka Wardoyo, Kanit Binmas Iptu Prasetyo, serta Kanit Lantas AKP Parlan, bersama anggota lainnya. Patroli menyasar sejumlah titik rawan yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari.
Fokus utama adalah mencegah potensi tawuran, balap liar, penggunaan petasan berlebihan, serta konvoi kendaraan yang dapat mengganggu ketenangan warga yang tengah beristirahat dan mempersiapkan sahur.
Dengan pendekatan humanis dan dialogis, aparat bersama pemuda memberikan imbauan agar para remaja tidak terlibat dalam aktivitas negatif. Kehadiran polisi yang bersinergi dengan elemen pemuda ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Menariknya, dalam kegiatan patroli sahur tersebut tidak terlihat keterlibatan anggota Satpol PP. Seluruh pengamanan sepenuhnya dilakukan oleh jajaran Polsek Pondok Gede bersama Jajaka Jatiwaringin.
Hal ini menunjukkan kesiapan serta komitmen kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah secara mandiri dan solid. Warga menyambut positif langkah cepat tersebut. Banyak orang tua merasa lebih tenang karena aparat aktif melakukan pengawasan di jam-jam rawan.
Di sisi lain, keterlibatan Jajaka Jatiwaringin menjadi contoh bahwa pemuda dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan kondusif.
Melalui sinergitas yang kuat dan patroli rutin selama bulan suci, Polsek Pondok Gede berharap potensi kenakalan remaja dapat ditekan secara signifikan. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang menjaga harmoni sosial.
Dengan kebersamaan dan komitmen yang terbangun, malam-malam sahur di Pondok Gede diharapkan tetap aman, tertib, dan penuh keberkahan sepanjang Ramadhan 1447 H.
KOTA BEKASI – YUTENEWS.com || Setiap datangnya bulan suci Ramadan, pola pengamanan wilayah di Pondok Gede seakan berulang.
Saat masyarakat terlelap dan waktu sahur semakin dekat, aparat kepolisian justru mulai bergerak menyisir jalanan dan lingkungan permukiman.
Polsek Pondok Gede melalui para Bhabinkamtibmasnya konsisten hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tahun demi tahun tanpa jeda.
Di bawah koordinasi Polres Metro Bekasi Kota, patroli dini hari digelar bersama Mitra Polri Pamwil dan Linmas Jati Cempaka. Titik-titik rawan tawuran remaja, konvoi motor liar, hingga gangguan ketertiban umum menjadi perhatian utama.
Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar pembubaran, melainkan dialogis dan persuasif, agar potensi konflik bisa dicegah sebelum membesar. Warga merasakan langsung dampaknya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah sunyi malam Ramadan memberi rasa aman yang nyata.
Mereka tidak hanya datang ketika ada kejadian, tetapi aktif mencegah, menegur dengan bijak, serta membangun komunikasi dengan para orang tua dan tokoh masyarakat. Namun refleksi tahunan juga kembali mencuat.
Sebagai unsur penegak Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pondok Gede dinilai belum terlihat maksimal dalam pengamanan sahur. Dari tahun ke tahun, sebagian warga menilai keterlibatan Satpol PP dalam patroli terpadu masih minim. Kesan “alergi” turun ke tengah masyarakat pun muncul dalam perbincangan warga.
Padahal, tugas menjaga ketertiban umum dan menegakkan Perda merupakan mandat yang melekat pada Satpol PP sebagai perangkat daerah. Momentum Ramadan, yang setiap tahunnya menghadirkan potensi gangguan kamtibmas di jam rawan, seharusnya menjadi ruang kolaborasi lintas instansi.
Polsek Pondok Gede bersama Pamwil dan Linmas Jati Cempaka telah menunjukkan konsistensi kehadiran setiap sahur Ramadan.
Kini publik berharap ada sinergi yang lebih utuh, agar seluruh unsur pemerintah daerah turut hadir secara nyata. Karena pada akhirnya, keamanan bukan sekadar kewenangan struktural, melainkan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ramadan datang setiap tahun, dan harapan warga pun tetap sama: seluruh aparat, tanpa terkecuali, berdiri bersama menjaga ketenangan sahur dan menciptakan kamtibmas yang benar-benar kondusif.
YUTELNEWS.com – KOTA BEKASI ||Ramadhan selalu menjadi momentum introspeksi, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi institusi yang mengemban amanah publik.
Saat masyarakat terbangun menjelang sahur, berharap suasana tenang dan aman, aparat keamanan pun menjalankan tugasnya menjaga ketertiban lingkungan. Di wilayah Jatirahayu dan sekitarnya, Bhabinkamtibmas Polsek Pondok Gede di bawah naungan Polres Metro Bekasi Kota, Aipda Putra bersama Linmas, konsisten hadir di tengah masyarakat. Patroli dini hari, pemantauan titik rawan, hingga pendekatan dialogis kepada remaja menjadi langkah nyata mencegah potensi tawuran dan gangguan kamtibmas saat sahur. Kehadiran itu bukan simbolis.
Warga melihat langsung upaya yang dilakukan, merasakan dampaknya, dan memberikan apresiasi. Dalam sunyi malam Ramadan, langkah-langkah patroli menjadi bukti bahwa keamanan adalah kerja nyata, bukan sekadar wacana. Namun refleksi publik tak berhenti di sana.
Sebagai unsur penegak Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memiliki mandat jelas dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Peran tersebut bukan hanya administratif, melainkan operasional di lapangan.
Sebagian warga Pondok Melati mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Satpol PP dalam pengamanan sahur selama Ramadhan.
Mereka menilai, sebagai penegak Perda Kota Bekasi, Satpol PP seharusnya menjadi bagian aktif dalam patroli terpadu, terutama pada momentum rawan seperti dini hari menjelang sahur.
Istilah “mandul” yang beredar di tengah masyarakat lebih mencerminkan rasa kecewa atas ekspektasi yang belum terpenuhi.
Bukan semata-mata serangan, tetapi cermin harapan agar seluruh unsur pemerintah kota hadir secara nyata dan terkoordinasi.
Ramadan mengajarkan nilai tanggung jawab dan evaluasi diri. Jika satu unsur telah bergerak, maka unsur lainnya diharapkan tidak absen.
Keamanan lingkungan bukan hanya domain kepolisian atau Linmas, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh perangkat pemerintah daerah.
Sebagai penegak Perda Pemerintah Kota Bekasi, Satpol PP memiliki posisi strategis dalam memastikan aturan berjalan dan ketertiban terjaga.
Masyarakat tentu berharap ada sinergi yang lebih kuat, kehadiran yang lebih terasa, dan langkah konkret yang menjawab kebutuhan warga.
Karena pada akhirnya, rasa aman bukan dibangun dari struktur jabatan, melainkan dari keberanian untuk hadir dan bertindak.
Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat komitmen bersama—agar keamanan dan ketertiban bukan hanya slogan, tetapi kenyataan yang dirasakan setiap warga Kota Bekasi.
BANDUNG – YUTELNEWS.com ||Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna menghadiri agenda Qiro’ah Al-Qur’an Bulan Ramadhan (QORMA) dan buka puasa bersama Keluarga Besar PC Fatayat NU Kabupaten Bandung di Masjid Agung Al-Fathu, pada Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan spiritual di bulan suci Ramadhan. Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Kang DS menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun umat serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Ramadhan ini bukan hanya momentum meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun umat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk Fatayat NU,” ujar Kang DS.
Ia menyampaikan, capaian pembangunan Kabupaten Bandung terus menunjukkan progres positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung telah mencapai angka 75,70, dengan realisasi rencana aksi visi-misi sebesar 74 persen.
“Alhamdulillah IPM Kabupaten Bandung sudah mencapai 75,70 dan realisasi program visi-misi 74 persen. Ini adalah hasil kerja bersama. Ke depan, saya ingin Fatayat NU menjadi garda terdepan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, menjaga ketahanan pangan, serta mendukung penurunan stunting di Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Kang DS juga mengapresiasi peran aktif Fatayat NU dalam kegiatan sosial dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, sinergi yang dibangun tidak hanya berdampak pada penguatan spiritual, tetapi juga mendukung berbagai program strategis daerah, mulai dari pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, hingga peningkatan literasi digital di tingkat akar rumput.
“Perempuan adalah pilar ketahanan keluarga. Ketika perempuan berdaya, ekonomi keluarga kuat, pendidikan anak terjaga, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Semangat tersebut selaras dengan misi Kabupaten Bandung dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak, berkarakter, serta menjunjung tinggi kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan.
Dalam kesempatan yang sama, Kang DS turut menyampaikan sejumlah program kolaboratif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya:
1. Pendidikan Berkelanjutan, melalui akses Beasiswa BESTI untuk jenjang perguruan tinggi serta program PKBM bagi warga yang ingin memperoleh ijazah SMP/SMA;
2. Ekonomi Mandiri, melalui fasilitas dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan untuk modal usaha UMKM.
3. Kesehatan dan Gizi, melalui pembangunan RS Cimenyan serta sinergi program Makan Bergizi (MBG) guna mendukung generasi sehat dan cerdas;
4. Ketahanan Pangan, melalui Gerakan Tanam di Halaman (Gertaman) untuk memperkuat kedaulatan pangan keluarga.
Di akhir sambutannya, Kang DS menyampaikan bahwa pada momentum Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.
YUTELNEWS.com – Kota Bekasi / Upaya antisipasi kenakalan remaja pada malam sahur Ramadan 1447 H di wilayah Jatimakmur, Pondok Gede, dilakukan secara intensif oleh jajaran Polsek Pondok Gede bersama Satlinmas Kelurahan Jatimakmur, 01 Maret 2026.
Patroli difokuskan pada titik-titik rawan yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja menjelang sahur.
Kanit Lantas AKP Parlan turun langsung melakukan pengawasan arus lalu lintas guna mencegah aksi balap liar dan konvoi kendaraan bermotor.
Sementara Kanit Binmas Iptu Prasetyo mengedepankan pendekatan persuasif, memberikan pembinaan serta imbauan kepada para remaja agar tidak melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Sinergitas Polri dan unsur kelurahan ini mendapat apresiasi warga.
Namun di tengah kerja nyata aparat kepolisian dan Satlinmas, muncul pertanyaan yang mengemuka di masyarakat: di mana peran Satpol PP Kecamatan Pondok Gede?
Sebagai bagian dari Satpol PP Kota Bekasi di bawah naungan Pemerintah Kota Bekasi, Satpol PP memiliki kewenangan tegas dalam menegakkan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.
Aktivitas konvoi liar, kebisingan, penggunaan fasilitas umum tanpa izin, hingga kerumunan yang meresahkan jelas masuk dalam ranah penegakan Perda.
Sayangnya, di lapangan, keberadaan Satpol PP Kecamatan Pondok Gede dinilai belum terlihat signifikan. Kondisi ini memunculkan kesan seakan-akan Satpol PP “tutup mata” terhadap dinamika yang terjadi saat sahur.
Padahal, penegakan Perda bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen hukum daerah yang harus ditegakkan secara konsisten.
Jika kepolisian sudah bergerak melalui pendekatan preventif dan pembinaan, maka Satpol PP seharusnya memperkuat dengan tindakan administratif dan penertiban sesuai kewenangan. Tanpa kehadiran aktif penegak Perda, upaya menjaga ketertiban menjadi tidak maksimal.
Ramadan adalah momentum menjaga kekhusyukan ibadah dan ketenangan warga.
Sinergitas lintas instansi bukan hanya slogan, tetapi harus nyata di lapangan. Masyarakat Pondok Gede menunggu langkah konkret—karena ketertiban bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan juga tanggung jawab penuh aparat penegak Perda.
GUNUNGSILTOLI – YUTELNEWS.com ||Dalam rangka Musyawarah Cabang ke III DPC Partai Hanura yang dilaksanakan di gedung wisma soliga .sabtu 28 02 2026 Kegiatan ini di ikuti oleh kader -kader partai Hanura dan beberapa kepala daerah,anggota DPR di empat Kabupaten satu kota dan di hadiri oleh rombongan Fraksi Hanura se-sumatra. Dalam kata sambutan dan sekaligus membuka musyawarah yang di sampaikan Bapak EL Andrian shah SE.M.iP sebagai Ketua DPD partai Hanura Sumatra.Mengucapkan banyak terimakasih kepada beberapa kepala daerah dan juga kepada seluruh anggota DPR se Kepulauan Nias dan sekaligus kepada seluruh panitia yang telah bersusah payah melaksanakan Muscab ke III yang sedang berlangsung.Ia juga berharap kedepan partai Hanura dapat lebih berkembang untuk melanjutkan Tongkat Estafet demi kemajuan bangsa yang diamanatkan oleh UU dan dalam mewujudkan Daerah Berdaya,Indonesia Sejahtera.
Lanjut,dalam agenda acara panitia yang di pimpin oleh DR Hepy Krisman Laia SH.M.H,Membacakan keputusan-keputusan serta membacakan Nama-nama anggota PAC- PAC di wilayah masing masing daerah serta penyerahan SK masing-masing anggota PAC terpilih.
untuk melanjutkan kepemimpinan Partai Hanura di beberapa daerah,Bedali lase sebagai wakil ketua DPR Kabupaten Nias utara,mewakili semua ketua PAC ,berterima kasih kepada semua yang hadir yang memberikan kepercayaan untuk berusaha lebih maju dan berkembang untuk mendapatkan kepercayaan kepada masyarakat.
NATUNA – YUTELNEWS.com || Kegiatan Pesantren Kilat Remaja se-Kelurahan Sedanau resmi digelar di Masjid Adz-Zikra Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Jumat (27/2/2026), bertepatan dengan 9 Ramadhan 1447 Hijriyah. Kegiatan bertema “Membentuk Generasi Unggul dan Berakhlak di Masa Depan” ini diikuti 75 peserta dari lima sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Kelurahan Sedanau, masing-masing sekolah mengirimkan 15 siswa.
Sekolah yang berpartisipasi antara lain:
SMPN 1 Bunguran Barat
MTsN 1 Natuna
SMA N 1 Bunguran Barat
SMKN 1 Bunguran Barat
MAN 2 Natuna
Pembukaan Kegiatan
Acara pembukaan dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat, Dela Pulda, S.HI. Dalam sambutannya, beliau mengajak para remaja menjadikan Ramadhan sebagai momentum tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Pesantren kilat ini adalah ruang pembinaan akhlak dan karakter Islami. Dari masjid inilah diharapkan lahir generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akidah, dan indah dalam akhlak,” ujarnya.
Rangkaian Materi
Pesantren kilat berlangsung selama 3 hari 2 malam (27 Februari – 1 Maret 2026 / 9–11 Ramadhan 1447 H). Selain buka puasa dan sahur bersama, kegiatan diisi dengan pembinaan keagamaan dan wawasan kebangsaan oleh para ustaz dan narasumber.
1. Akmaludin, M.Pd menyampaikan materi Pentingnya Shalat dan Al-Qur’an dengan tema “Remaja Hebat Dimulai dari Sujud dan Tilawah.”
5. Harjono, S.Pd.I menyampaikan materi Berbakti kepada Kedua Orang Tua dan Zikir Pagi.
6. Syu’if, S.Pd.I memberikan materi praktik Fardhu Kifayah.
7. Said Syukrilah, S.Pd.I membawakan materi Membentuk Generasi Unggul dan Berakhlak di Masa Depan.
8. Letda Laut (P) Nor Rudianto (Danposal Sedanau) menyampaikan materi Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Remaja Masa Kini dengan slogan “Remaja Hebat, Indonesia Kuat.”
Pendampingan Peserta
Setiap peserta didampingi oleh guru dari sekolah masing-masing sebagai bentuk amanah dalam membina generasi. Para guru tidak hanya memastikan kegiatan berjalan tertib, tetapi juga membersamai para siswa dalam setiap rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan, membimbing bacaan Al-Qur’an, meluruskan adab dalam shalat, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah sehingga suasana tetap aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Para guru pendamping menilai pesantren kilat ini menjadi momentum tarbiyah ruhiyah yang sangat berharga dalam membentuk karakter Islami remaja.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh menjadi cahaya dalam kehidupan mereka. Semoga anak-anak semakin mencintai shalat, dekat dengan Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta istiqamah dalam kebaikan,” ungkap salah seorang guru pendamping.
Awak media juga menyapa salah satu peserta pesantren kilat dari SMA N 1 Bunguran Barat, Ikbal. Ia mengaku sangat bersyukur dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang mengikuti pesantren kilat ini, karena banyak ilmu keagamaan yang sebelumnya belum kami pahami, kini menjadi lebih jelas dan kami mengerti. Materi tentang shalat, Al-Qur’an, adab, serta peningkatan ketakwaan sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap Ramadhan.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin ke depan. Kami ingin terus mendapatkan pembinaan dan materi yang dapat meningkatkan ketakwaan kami kepada Allah SWT, terutama dalam memperbaiki kualitas ibadah shalat dan amalan lainnya,” tambahnya.
Dukungan dan Harapan
Kegiatan ini dipimpin Ketua Panitia Pelaksana, Tas Riadi, bersama jajaran panitia dan didukung berbagai pihak, termasuk pemerintah Kecamatan Bunguran Barat, KUA Kecamatan Bunguran Barat, Kelurahan Sedanau, unsur TNI-Polri, serta tokoh ulama dan masyarakat.
Kegiatan Pesantren Kilat Remaja Sedanau ini juga turut disponsori oleh Bang Wan Safri (BWS) sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda dan penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan remaja. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Berkat sinergi dan dukungan berbagai pihak tersebut, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Pesantren kilat ini diharapkan menjadi wasilah lahirnya generasi muda Sedanau yang unggul, beriman, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam ibadah, sebagai bekal membangun masa depan yang diridhai Allah SWT.
NATUNA – YUTELNEWS.com || Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., menerima cinderamata dari Camar Family Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (28/2/2026).
Penyerahan berlangsung di Gedung Graha Serasan Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Komandan didampingi Kadisops Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., saat menerima cinderamata tersebut.
Cinderamata itu menjadi wujud penghargaan serta kenangan atas kebersamaan selama pelaksanaan tugas dan penerbangan di Natuna, di wilayah Laut Sakti Rantau Bertuah yang sarat nilai historis dan strategis.
Lukisan menggambarkan pesawat Boeing 737 TNI AU nomor registrasi AI-7302 terbang di atas runway Lanud RSA dengan latar hanggar dan Gunung Ranai, ketika menjalankan patroli wilayah udara perbatasan utara NKRI.
Cinderamata diserahkan langsung oleh Kapten Pnb L. Brianntyo P didampingi para penerbang Skadron Udara 5. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan antar satuan.
NATUNA – YUTELNEWS.com ||Memasuki Ramadhan hari ke-10 1447 H/2026 M, Polsek Bunguran Barat memaknai momentum bulan suci sebagai ruang penguatan empati, solidaritas sosial, dan pengabdian nyata kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial yang digelar di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Sabtu, 28 Februari 2026.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bunguran Barat, Iptu Raja Oloan Furba, didampingi jajaran personel bersama Bhayangkari Ranting Bunguran Barat. Kehadiran institusi kepolisian ini menjadi representasi komitmen Polri dalam mengedepankan pendekatan humanis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Bantuan sosial yang disalurkan secara khusus diperuntukkan bagi para lanjut usia (lansia) yang membutuhkan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Iptu Raja Oloan Furba kepada para penerima manfaat sebagai simbol kepedulian institusional dan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan secara sosial maupun ekonomi.
Dalam keterangannya, Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan implementasi nilai pengabdian dan tanggung jawab moral kepolisian terhadap masyarakat.
“Memasuki Ramadhan ke-10 ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Bukan besar kecilnya yang menjadi ukuran, melainkan ketulusan serta komitmen kami untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Momentum Ramadhan, lanjutnya, menjadi sarana strategis memperkuat silaturahmi, membangun kedekatan emosional, serta meneguhkan sinergitas dalam menjaga stabilitas kamtibmas yang aman dan kondusif.
Warga penerima bantuan menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas perhatian yang diberikan. Ucapan terima kasih dan doa dipanjatkan agar keluarga besar Polsek Bunguran Barat senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, mencerminkan eksistensi Polri sebagai institusi yang tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga aktif menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
YUTELNEWS.com | Jakarta– Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, HM.Jusuf Rizal, SH akan melaporkan Ketum APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia), Juswandi cs kepihak kepolisian terkait penyebaran hoax dan diskriminasi.
Demikian dikemukakan pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo Subianto kepada media di Jakarta, yang menyiapkan aksi demo ke Kantor Pusat APBMI terkait sikap organisasi yang melecehkan pekerja dan buruh TKBM Pelabuhan anggota Koperasi TKBM.
“Awalnya kami berusaha mencari solusi atas tindakan diskriminatif APBMI. Mengabaikan penyebaran informasi bohong Juswandi cs, tapi mereka makin melecehkan. Karena itu aliansi bergerak,” tegas Jusuf Rizal, Ketum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI) itu.
Pertikaian antara Jusuf Rizal dengan Juswandi cs sudah berlangsung lama, saat APBMI memutar balikkan fakta yang menyebut Koperasi TKBM Pelabuhan mau memonopoli Pelabuhan. Koperasi TKBM itu sudah ada sejak lama dan 1985 dilindungi dengan SKB Tiga Kementerian (Tenagakerja, Perhubungan dan Koperasi)
Justru sebaliknya APBMI yang baru dibentuk mau memonopoli dan melarang Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan bekerja di Floating Crane. Melakukan diskriminasi. Padahal pekerja memiliki Sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan pemerintah.
Atas diskriminasi itu, Jusuf Rizal, Ketum Ormas Madas Nusantara dan Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) memimpin demo mengkritisi kebijakan Kementerian Perhubungan yang terpengaruh provokasi APBM yang mau melarang pekerja dan buruh tidak bisa bekerja di Floting Crane. Jusuf Rizal menduga mereka mau menggunakan tenaga kerja asing, seolah-olah tenagakerja bangsa Indonesia, tidak kompeten.
“Saya memang memimpin demo turun ke Pelabuhan Tanah Bumbu di Kalsel dan ke Menterian Perhubungan. Pemerintah kemudian sepakat Perkerja TKBM bisa kerja di Floting Crane. Tapi diganggu terus oleh APBMI dalam implementasinya,” tegas Jusuf Rizal Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.
Karena diganggu terus, Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, berang. Sebab ditingkat lokal Pengurus APBMI jalin kerjasama harmonis dengan Koperasi TKBM. Namun Juswandi Cs di Pusar cari gara-gara.
“Kami tetap ikuti sesuai aturan pemerintah. Masak pekerja bersertifikat kompetensi tidak boleh kerja di Floiting Crane. Itu namanya APBMI melecehkan pemerintah. Mau monopoli dan menggusur pekerja dan buruh TKBM yang sudah tahunan cari makan di Pelabuhan,” tegas Jusuf Rizal
Perlawanan pun dilakukan Jusuf Rizal bersama Koperasi TKBM dan Aliansi Serikat Pekerja TKBM. Jusuf Rizal akan melaporkan Juswandi Cs, baik karena menyebar Hoax melalui statement di media, surat-surat ke Kementerian Perhubungan, Koperasi maupun Asosiasi Pengusaha, Provokasi, Diskriminasi, maupun Pelecehan yang tidak menghargai Serifikat Kompetensi yang diterbitkan Pemerintah.
Jusuf Rizal juga melakukan investigasi dan menemukan data, menduga jika APBMI tidak transparan. Sampai saat ini APBMI tidak pernah transparan tarif jasanya ke mitra kerja dan pemeritah terkait. Karena itu patut diduga pembayaran pajaknya bermasalah.
“Tim Hukum dari LBH LSM LIRA juga menyiapkan data-data pelanggaran hukumnya untuk segera memproses hukum. Nanti pekerja dan buruh TKBM ramai-ramai ikut dalam pelaporan ke Mabes Polri,” papar aktivis pekerja dan buruh yang dikenak Vokal itu.
Berdasarkan catatan Redaksi Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indinesia beranggotakan Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI), Koperasi TKBM Pelabuhan, SBSI 92, Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) dan Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) /Tim
YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Langkah berani dan penuh komitmen kembali ditunjukkan PT Muara Tunggal bersama koperasi. Tahun buku 2025 ditutup dengan capaian membanggakan: pembagian Simpanan Sukarela anggota dan Sisa Hasil Usaha (SHU) dengan total fantastis Rp7.130.000.000 (tujuh miliar seratus tiga puluh juta rupiah).
Di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif, perusahaan justru tampil solid. Bukan hanya mampu menjaga stabilitas usaha, tetapi juga memastikan setiap keuntungan yang dihasilkan kembali ke tangan anggota. Ini bukan sekadar pembagian dana, melainkan bukti nyata tata kelola yang disiplin, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan bersama.
Pimpinan PT Muara Tunggal, Pak Darno, menegaskan bahwa capaian miliaran rupiah tersebut adalah hasil dari kerja keras, kekompakan, dan komitmen menjaga amanah anggota.
“Kami tidak ingin hanya tumbuh sebagai perusahaan, tetapi juga memastikan pertumbuhan itu dirasakan langsung oleh anggota. Kepercayaan adalah fondasi utama, dan kami menjaganya dengan kerja nyata,” tegas Pak Darno.
Antusiasme anggota terlihat jelas saat proses pembagian berlangsung.
Banyak yang mengaku bangga karena koperasi yang mereka bangun bersama mampu menunjukkan performa yang kuat dan konsisten.
Dana yang diterima pun dinilai sangat membantu untuk kebutuhan keluarga, pendidikan anak, hingga penguatan ekonomi rumah tangga.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi PT Muara Tunggal dan koperasi sebagai entitas usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga pada pemerataan hasil dan kebermanfaatan jangka panjang.
Dengan torehan Rp7,13 miliar di tahun 2025, manajemen optimistis tren positif ini akan terus meningkat. Sinergi, transparansi, dan kepemimpinan yang tegas menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota di masa mendatang.