You Tell News

Persiapan Normalisasi Cipalasari, Elemen Pentahelix Dayeuhkolot Tebas Ranting Pohon Pengganggu

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Upaya persiapan untuk kegiatan normalisasi Sungai Cipalasari terus dilakukan oleh unsur Pentahelix Dayeuhkolot. Pada Minggu (03/05/2026), sekitar pukul 10.30 WIB, terlihat aksi nyata berupa pemangkasan pohon dan ranting yang dianggap mengganggu diatas aliran air serta akses di sekitar bantaran sungai.

Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat penting sebelum dilakukannya pengerukan atau perbaikan saluran air secara menyeluruh. Pohon-pohon yang tumbuh lebat dan ranting yang menjalar ke arah atas aliran sungai berpotensi menjadi pengganggu acara pengerukan tiba.

-Sinergi Pentahelix Bergerak Cepat

Melalui konsep kerjasama Pentahelix yang melibatkan Kolaborasi bersama Dinas BPBD Kabupaten Bandung, Prima dan masyarakat, upaya pembersihan ini berjalan lancar dan tertib. Para personel terlihat bekerja sama memotong dahan dan ranting yang rimbun agar area sungai menjadi lebih bersih dan lebar.

KetuanPentahelix dayeuhkolot Tri Rahmanto pun menyatakan, bahwa Kami melakukan pemangkasan ini sebagai persiapan utama sebelum normalisasi sungai cipqlqsari dilakukan. Tujuannya agar nantinya pekerjaan normalisasi bisa berjalan maksimal dan menjadi lebih lancar, sehingga risiko banjir di wilayah Dayeuhkolot dapat diminimalisir,” ujar ketua Tri Rahmanto di lapangan.

-Wujud Komitmen Kenyamanan Warga

Warga sekitar menyambut baik langkah cepat yang dilakukan ini. Mereka berharap setelah pemotongan ranting dan rencana pembersihan dan normalisasi sampai selesai, kondisi lingkungan menjadi lebih baik dan tidak lagi terancam genangan air saat hujan deras.

Hingga saat ini, kegiatan persiapan terus berlanjut dengan fokus pemotongan ranting dan membersihkan seluruh vegetasi yang menghalangi. Diharapkan dengan sungai yang bersih dan normalisasi yang baik, kualitas hidup masyarakat di sekitar Cipalasari dapat meningkat signifikan.

Yans.

Panen Raya Bawang Merah BUMDes Cijalingan Sukses Besar! Hanya 60 Hari, Kini Jadi Harapan Baru Kebangkitan Ekonomi Warga

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Keseriusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cijalingan dalam membangun sektor pertanian akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Program budidaya bawang merah yang dikembangkan secara mandiri bersama masyarakat sukses menggelar panen raya dengan hasil melimpah hanya dalam waktu sekitar 60 hari masa tanam. Minggu ( 3/4/2026 )

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa desa mampu berkembang dan mandiri melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat sasaran. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, hadirnya program pertanian produktif ini menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi warga.

Hamparan lahan pertanian bawang merah yang sebelumnya digarap bersama masyarakat kini berubah menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.

Saat panen raya berlangsung, suasana penuh semangat terlihat jelas dari para petani dan warga yang turun langsung ke lahan untuk memanen hasil kerja keras mereka selama dua bulan terakhir.

Bawang merah hasil panen terlihat tumbuh subur dengan kualitas yang baik.
Hasil tersebut dinilai cukup memuaskan dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat maupun pengelola BUMDes.

Tidak sedikit warga yang mengaku bangga karena program yang dijalankan desa mampu menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat.

Pengelola BUMDes Cijalingan menyampaikan bahwa program budidaya bawang merah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan desa sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat menggembirakan.
Ini membuktikan bahwa pertanian masih menjadi sektor yang sangat potensial jika dikelola dengan serius dan melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi desa,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut tidak didapat secara instan.Mulai dari proses pengolahan lahan, pemilihan bibit, perawatan tanaman hingga masa panen dilakukan dengan penuh keseriusan dan kerja sama seluruh pihak.

Semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat program tersebut berhasil.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, program ini juga dinilai mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Banyak warga terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan bawang merah sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi desa.

Program pertanian yang dijalankan BUMDes Cijalingan pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa desa bisa maju apabila memiliki program yang jelas dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal panen bawang merah, tetapi tentang bagaimana desa bisa bangkit dan masyarakat punya harapan ekonomi yang nyata,” ungkap salah seorang warga.

Keberhasilan panen raya bawang merah tersebut kini mulai menjadi perhatian karena dianggap mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian produktif. Banyak pihak berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan agar desa-desa lain juga mampu memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki.
BUMDes Cijalingan sendiri dikabarkan tidak akan berhenti sampai di sini.

Setelah sukses dengan budidaya bawang merah, pengelola berencana memperluas pengembangan sektor pertanian lainnya untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa desa tidak hanya mampu menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga bisa tampil sebagai pelaku utama yang menciptakan perubahan nyata bagi masyarakatnya.

Panen raya bawang merah ini akhirnya menjadi simbol keberhasilan kerja keras, kebersamaan, dan semangat membangun desa. Dari lahan pertanian sederhana, kini tumbuh harapan besar untuk masa depan ekonomi masyarakat yang lebih baik, mandiri, dan sejahtera.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Lima Tahun Terbengkalai, Keude Geudong Menjadi “Kota Hantu”: Rakyat Kecil Menanggung Derita

YUTELNEWS.com— Harapan yang pernah tumbuh di jantung Keude Geudong kini perlahan memudar, berganti dengan pemandangan bangunan kosong yang berdiri tanpa kepastian. Proyek pembangunan ruko yang digagas oleh perusahaan milik daerah itu justru menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Hampir lima tahun berlalu, namun tak ada tanda-tanda penyelesaian—yang tersisa hanyalah kesunyian dan kerugian.

Bangunan-bangunan itu kini tampak kusam, tak terurus, dan menimbulkan kesan menyeramkan. Di siang hari terlihat mati, di malam hari menjadi gelap dan sunyi. Warga setempat bahkan mulai menyebut kawasan itu sebagai “kota hantu”—simbol kegagalan sebuah proyek yang dulunya dijanjikan membawa kemajuan ekonomi.

Yang paling terpukul adalah para pedagang kecil. Mereka yang dulu menggantungkan hidup dari ramainya aktivitas pasar kini kehilangan sumber penghasilan. Sejak proyek dimulai dan kawasan dirombak, perlahan roda ekonomi masyarakat terhenti.

“Kami bukan hanya kehilangan tempat berdagang, tapi juga kehilangan harapan,” ungkap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk advokat muda Riki Iswandi Bersama rekannya Chaidir Anhar Ia mereka, menilai bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

“Ini bukan sekadar proyek mangkrak. Ada dampak besar terhadap ekonomi rakyat kecil. Kita patut mempertanyakan bagaimana prosesnya, mulai dari perizinan hingga pengelolaan anggaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini ke jalur hukum jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran.

“Kita ingin kejelasan dan tanggung jawab. Tidak boleh ada pembiaran terhadap kondisi seperti ini. Jika ada unsur yang melanggar hukum, maka harus diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Masyarakat kini hanya bisa menunggu—menunggu keadilan, menunggu perhatian, dan menunggu perubahan. Di tengah bangunan yang membisu, tersimpan suara-suara kecil yang selama ini terabaikan.

Keude Geudong hari ini bukan lagi tentang geliat ekonomi, melainkan tentang kehilangan. Kehilangan mata pencaharian, kehilangan kepercayaan, dan kehilangan janji yang tak pernah ditepati./ Tim

Pemerintah Liat Sebelah Mata, Teriakan Warga Tak Digubris! Rumah Pa Usman di Ujung Runtuh, Pengajuan Sejak 2024 Diduga Dibiarkan

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Potret pilu kembali terjadi di Kampung Cipatat RT 04 RW 10, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Di tengah gencarnya program bantuan dan janji kesejahteraan, seorang warga bernama Pa Usman justru harus bertahan hidup dalam ancaman nyata: rumahnya yang nyaris ambruk kapan saja.

Kondisi bangunan yang ditempati Pa Usman sangat memprihatinkan. Dinding retak di berbagai sisi, tiang penyangga mulai lapuk, dan atap rumah tampak tak lagi mampu menahan beban. Setiap hembusan angin dan guyuran hujan menjadi momok menakutkan yang mengancam keselamatan dirinya dan keluarga.pada Minggu (03/05/2026)

Lebih ironis lagi, upaya untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah bukan hal baru. Pengajuan telah dilakukan sejak tahun 2024. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan, tidak ada realisasi, bahkan terkesan tidak ada kepedulian dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Warga sekitar pun angkat bicara. Mereka menyayangkan sikap aparat setempat yang dinilai lamban, bahkan terkesan tutup mata terhadap kondisi darurat yang jelas terlihat di depan mata. Padahal, persoalan rumah tidak layak huni bukan sekadar administrasi , ini menyangkut keselamatan jiwa manusia.

“Sudah sering diajukan, sudah disampaikan, tapi hasilnya nihil. Jangan sampai harus menunggu rumah itu benar-benar roboh dan menelan korban dulu baru ada tindakan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang keberpihakan terhadap masyarakat kecil. Di saat bantuan sosial dan program perumahan digembar-gemborkan, mengapa masih ada warga yang luput dari perhatian? Di mana letak tanggung jawab moral dan fungsi pelayanan aparat kepada rakyat?

Kini, masyarakat berharap ada langkah nyata dan cepat dari pemerintah desa hingga instansi terkait di tingkat yang lebih tinggi. Jangan biarkan Pa Usman terus hidup dalam bayang-bayang bencana di rumahnya sendiri.

Karena sejatinya, negara hadir untuk melindungi setiap warganya—bukan membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah ancaman yang nyata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya rumah yang runtuh, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kepedulian aparat yang ikut hancur.**

Yans.

10 Pekerja Bandara Binaka Diduga Dipecat Usai Protes Gaji Tak Sesai UMK Tak Dapat THR dan Cuti

YUTELNEWS.com | GUNUNGSITOLI – Sebanyak 10 orang pekerja di Bandara Binaka, Gunungsitoli, diduga diberhentikan secara sepihak oleh manajemen setelah melakukan aksi protes menuntut hak-hak mereka yang dianggap tidak adil. Para pekerja menyoroti ketidaksesuaian besaran gaji yang diterima dengan Upah Minimum Kota (UMK) yang berlaku, serta tidak adanya hak-hak normatif lainnya seperti Tunjangan Hari Raya (THR) dan cuti.

Salah satu korban pemberhentian, Syukur Iman Zandroto, mengaku kecewa atas perlakuan yang diterimanya dan rekan-rekannya. Menurutnya, mereka telah bekerja dalam kurun waktu yang lama, namun nasib kesejahteraan tidak pernah berubah.

“Kami sudah lama bekerja di Bandara Binaka, tapi gaji tak pernah naik. Padahal, UMK yang tercatat adalah Rp3.228.949, namun yang kami terima dan tercatat di slip gaji hanya Rp2.600.000,” ujar Syukur kepada awak media, Minggu (03/05/2026).

Syukur juga menegaskan bahwa selama bekerja, pihaknya tidak pernah mendapatkan hak-hak dasar pekerja lainnya. Ia mengaku tidak pernah menerima Tunjangan Hari Raya (THR), tidak diberikan hak cuti, hingga tidak ada kejelasan mengenai skema kenaikan gaji berkala.

“Kami tidak pernah menerima THR, hak cuti pun tidak ada, apalagi kenaikan gaji. Itu semua tidak pernah kami rasakan selama bekerja di sini,” tambahnya.

Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam bagi para pekerja. Mereka menilai perlakuan tersebut sangat merugikan dan melanggar hak-hak pekerja yang seharusnya dilindungi undang-undang.

Harapan Pada Pemerintah Daerah

Merespons situasi ini, Syukur mewakili rekan-rekannya menyampaikan harapan besar agar pemerintah turun tangan. Ia berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat menindaklanjuti kasus ini demi terciptanya keadilan.

“Kami berharap kepada pihak Pemerintah Kota Gunungsitoli dan kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Nasution, untuk dapat menegakkan keadilan bagi kami para pekerja di Bandara Binaka, Gunungsitoli,” pungkasnya.

(Y,z)

Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi SH : Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Kabupaten Bandung

Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei 2026.

Dalam momentum peringatan tahun ini, ia menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan, sejalan dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang tangguh, berdaya saing, serta memiliki integritas tinggi.

“Melalui kebersamaan dan kepedulian semua pihak, mari kita dorong pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ia juga berharap peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berkomitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Lebih lanjut, Hj. Renie Rahayu Fauzi menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat luas.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks, terutama di era digitalisasi yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan inovasi, kolaborasi, dan komitmen yang berkelanjutan agar kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Momentum Hari Pendidikan Nasional ini harus kita jadikan sebagai titik refleksi sekaligus penguatan tekad untuk menghadirkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dengan demikian, lanjutnya, cita-cita mewujudkan masa depan Kabupaten Bandung yang lebih maju dan berdaya saing dapat tercapai.**

Yans.

Polsek Majalaya Polresta Bandung Gelar Apel Gabungan, Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Elemen Masyarakat

Bandung — YUTELNEWS.com// Untuk memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Majalaya, Polresta Bandung menggelar apel gabungan di halaman Mapolsek Majalaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam, (02/05/2026).

Apel ini turut dihadiri oleh unsur masyarakat dan mitra kepolisian, di antaranya Pokdar Kamtibmas, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), serta komunitas Majalaya Awas.

Kapolsek Majalaya Kompol Suyatno, S.Pd.I., M.M., yang diwakili Kanit Intel AKP Ate Jumara, S.H.I. dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian dengan elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Sinergitas antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Kami mengajak seluruh elemen untuk terus aktif berperan serta dalam menjaga lingkungan masing-masing,” ujar AKP Ate Jumara.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, serta mengimbau seluruh peserta apel untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial di masyarakat.

Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, koordinasi dan komunikasi antar unsur keamanan dan masyarakat semakin solid demi terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Majalaya.**

Yans.

Presiden GANN Sanghaji Bima: Kolaborasi Masyarakat Kunci Cegah Narkoba

Jakartayutelnews.com ||
Penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan peredaran dan dampak negatifnya, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Menghadapi narkoba membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi agar hasilnya efektif dan berkelanjutan.

Cara Menghadapi Narkoba Secara Komprehensif dan Terintegrasi

Menghadapi narkoba memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Langkah pertama yang dinilai penting adalah meningkatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba melalui edukasi dan kampanye informasi. Hal ini diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan sejak dini.

Selain itu, membangun hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, dan komunitas menjadi faktor penting dalam membentengi diri dari pengaruh negatif. Aktivitas positif seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial juga berperan sebagai alternatif yang produktif.

Bagi individu yang telah terjerumus, mencari bantuan profesional dari dokter, konselor, atau lembaga rehabilitasi sangat penting. Di sisi lain, meningkatkan ketahanan mental dan kemampuan mengatasi stres juga diperlukan agar seseorang mampu menghadapi tekanan tanpa bergantung pada narkoba.

Menghindari lingkungan berisiko tinggi, seperti pergaulan yang tidak sehat atau tempat-tempat yang rawan penyalahgunaan, menjadi langkah strategis dalam pencegahan.

Peran Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN)

Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN), adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis MASSA. GANN lahir dan bangkit dari keprihatinan, serta rasa sayang orang tua terhadap anak. Dimana setiap orang tua pasti menginginkan anaknya sukses di kemudian hari.

Namun dengan fenomena yang ada sekarang di Indonesia yang sudah dinyatakan darurat narkoba, maka mustahil akan terwujud semua cita-citanya.

GANN adalah swadaya masyarakat berbasis MASSA, dimana kita mengharapkan seluruh lapisan masyarakat untuk secara bersama-sama dalam menumpas peredaran gelap narkoba.

Tujuan GANN Adalah berusaha membantu program pemerintah dalam pencegahan pemberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Minimal di lingkungan terdekat kita agar generasi penerus kita yg merupakan anak cucu kita bisa menjadi generasi emas generasi yang bebas dari narkoba.

Fungsi GANN adalah membantu pemerintah dalam hal Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang sudah menjadi fenomena di Indonesia.

Tugas pokok GANN adalah memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama kepada siswa-siswi SMP, SMA dan lain-lain, agar mengetahui bahaya daripada penggunaan narkoba sejak dini.

Wewenang GANN adalah untuk membantu meringankan tugas aparat, terkait dalam penanganan dan penanggulangan permasalahan narkotika, serta membangun sinergitas yang baik dengan seluruh instansi-instansi pemerintah, termasuk dengan TNI dan Polri, ataupun BNN.

Dalam hal anggaran GANN sudah jelas didalam APBN dan APBD, terdapat alokasi dana untuk penanggulangan permasalahan narkoba dengan demikian GANN akan mewujudkan kerja nyata, agar dana tersebut bisa dikeluarkan untuk semua kegiatan GANN.

Sifat organisasi GANN adalah lembaga Swadaya masyarakat yang berbasis massa. Kemudian kata Swadaya, berarti independent. Tetapi kita menjalin sinergitas dengan BNN, TNI dan POLRI, serta instansi terkait lainnya, termasuk Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Pendidikan Nasional dan BPOM.

Visi dan Misi Terbentuknya GANN

Visi :

GANN berupaya untuk terus melakukan kegiatan dalam berperan memerangi, memberantas dan mencegah peredaran, serta penyalahgunaan narkoba.

Misi :

1. Meningkatkan fungsi dan peranan lembaga, serta kualitas sumber daya manusia.

2. Membantu meningkatkan penegakan hukum tentang penyalahgunaan narkoba.

3. Meningkatkan peran masyarakat untuk bersama memerangi, memberantas, mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

4. Bersama dengan organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, instansi dan lembaga pemerintahan untuk melakukan upaya penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

5. Demi menyelamatkan anak Bangsa dari maraknya peredaran Narkotika yang sudah merambah ke kampung-kampung dan setiap pelosok daerah.

Selain itu, GANN juga mengajak pada seluruh Instansi Pemerintah, LSM, Organisasi dan masyarakat Indonesia, untuk bersama-sama dalam mencegah peredaran Narkoba.

Ajakan Bersama untuk Indonesia Bebas Narkoba

Dengan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Presiden GANN Sanghaji Bima menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman narkoba.

“Perang terhadap narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat. GANN hadir untuk mengajak seluruh elemen bangsa bergerak bersama, memperkuat edukasi, dan membangun kesadaran kolektif demi menyelamatkan generasi penerus dari bahaya narkotika,” ujarnya. Sabtu (2/5/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai lembaga menjadi fondasi penting dalam menciptakan Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.|| TIM

Bukit Panenjoan Tenjojaya Meledak di Media Sosial, Jadi Buruan Wisatawan dan Konten Kreator Pemburu Citylight Sukabumi

YUTELNEWS.com | CIBADAK ,Kabupaten Sukabumi kembali memiliki destinasi wisata yang tengah viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bukit Panenjoan yang berada di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, kini menjadi magnet baru bagi wisatawan hingga para konten kreator yang berburu panorama citylight Sukabumi dari atas ketinggian, Sabtu (02/05/2026).

Keindahan panorama alam yang disuguhkan Bukit Panenjoan sukses mencuri perhatian publik. Dari atas bukit, pengunjung dapat menikmati hamparan permukiman warga, jalur utama Sukabumi Utara, hingga lalu lalang kendaraan yang terlihat begitu indah saat malam mulai tiba.

Gemerlap lampu kendaraan dan cahaya rumah warga menciptakan panorama citylight memukau yang kini menjadi daya tarik utama lokasi wisata tersebut. Tak heran jika Bukit Panenjoan mulai dipadati pengunjung, terutama kalangan anak muda dan para konten kreator yang sengaja datang untuk membuat konten foto maupun video estetik.

Ramainya unggahan di TikTok, Instagram, Facebook, hingga platform digital lainnya membuat nama Bukit Panenjoan Tenjojaya semakin viral dan dikenal luas masyarakat. Banyak konten kreator memanfaatkan panorama alam dari atas bukit sebagai latar video cinematic, fotografi, hingga konten wisata yang menarik perhatian warganet.

Selain panorama alam yang indah, suasana sejuk khas perbukitan juga menjadi alasan banyak wisatawan betah berlama-lama di lokasi tersebut. Pengunjung dapat menikmati momen matahari terbenam, udara malam yang dingin, hingga suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tak hanya menjadi tempat wisata favorit, Bukit Panenjoan kini juga dikenal sebagai salah satu kemping ground hits di Sukabumi.

Area terbuka yang luas membuat banyak wisatawan memilih bermalam sambil mendirikan tenda dan menikmati panorama citylight dari atas bukit.

Menjelang malam, suasana di kawasan tersebut semakin ramai dipenuhi pengunjung dan komunitas camping. Banyak wisatawan berkumpul sambil menikmati kopi hangat, bersantai bersama sahabat, hingga membuat konten media sosial dengan latar gemerlap lampu Sukabumi.

“Tempatnya keren banget buat camping dan bikin konten. View malamnya luar biasa, citylight-nya bagus dan suasananya adem,” ujar salah seorang konten kreator yang datang ke lokasi.

Perlahan namun pasti, Bukit Panenjoan Tenjojaya kini menjelma menjadi destinasi wisata alternatif yang tengah naik daun di Kabupaten Sukabumi.

Keberadaan wisata tersebut diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan panorama alam memukau, suasana sejuk, serta pesona citylight yang viral di media sosial, Bukit Panenjoan Tenjojaya diprediksi akan terus menjadi salah satu destinasi wisata dan kemping ground favorit di Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Dituding Rugikan Nelayan, PT. Permata Hijau Lestari Didemo Ratusan Warga

Pelalawanyutelnews.com || Gelombang protes warga pecah di Kabupaten Pelalawan. Ratusan massa dari Desa Kuala Terusan dan Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, menggeruduk kantor Pabrik Kelapa Sawit milik PT. Permata Hijau Lestari pada Kamis, 30 April 2026.

Aksi ini dipicu akumulasi kekecewaan warga terhadap dugaan perusakan lingkungan dan abainya tanggung jawab sosial perusahaan. Massa membawa spanduk dan pengeras suara, menuntut PT. PHI segera menghentikan apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan lingkungan dan sosial”.

*Empat Tuntutan Pokok*
Koordinator aksi, Josef S, didampingi Qodri, menegaskan empat tuntutan utama warga:

1. *Pembukaan anak sungai* yang diduga ditutup oleh aktivitas perusahaan.
2. *Realisasi pola KKPA* atau Kredit Koperasi Primer untuk Anggota yang hingga kini belum berjalan.
3. *Penyerapan tenaga kerja lokal* dari dua desa yang masuk ring 1 perusahaan.
4. *Pelaksanaan CSR* yang sesuai UU dan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Satu-satunya sumber pencaharian kami sebagai nelayan telah dirusak. Sungai ditutup, CSR hanya janji, KKPA tak jalan, dan anak-anak kami susah masuk kerja di PT. PHI,” ujar Josef di tengah orasi.

*Dampak ke Ekonomi Warga*
Warga menyebut mata pencaharian utama di dua desa itu bertumpu pada sungai. Sejak anak sungai tertutup, hasil tangkapan nelayan anjlok drastis. Kondisi ini diperparah dengan minimnya kontribusi perusahaan melalui program CSR dan belum terealisasinya pola kemitraan KKPA.

*Ultimatum 2 Minggu*
Massa memberi tenggat 2 minggu kepada manajemen PT. PHI untuk memberi jawaban konkret. Jika tidak ada solusi, warga berjanji menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar.

“Kami akan bawa persoalan ini ke kementerian dan aparat penegak hukum kalau dalam 2 minggu tidak ada itikad baik,” tegas Qodri.

*Rekam Jejak Perusahaan*
PT. PHI merupakan perusahaan di bawah Permata Hijau Grup. Perusahaan ini adalah alih kelola dari PT. Langgam Inti Hibrido yang sebelumnya juga pernah tersandung masalah lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, Humas PT. PHI Yusman belum memberikan tanggapan saat dihubungi.|| TIM

PT Bina Usaha Aceh Utara Disorot, Adv. Riki Iswandi : Diminta Pertanggungjawaban Pemda

YUTELNEWS.com /Bayangkan sebuah pusat ekonomi rakyat yang dulu hidup, ramai, dan penuh harapan—kini berubah menjadi deretan bangunan kosong yang dingin dan menyisakan luka.

Di Kecamatan Samudera, tepatnya di Keude Geudong, pembangunan ruko oleh perusahaan milik daerah, PT Bina Usaha Aceh Utara, justru menjadi simbol kegagalan yang menyakitkan. Proyek yang digadang-gadang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat itu kini terbengkalai selama kurang lebih lima tahun. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas perdagangan, kini berdiri kaku—kusam, tak terawat, dan menyerupai “rumah hantu” di tengah keramaian yang telah lama hilang.

Lebih memilukan lagi, keberadaan proyek tersebut justru mematikan denyut ekonomi masyarakat kecil. Para pedagang yang sebelumnya menggantungkan hidup di kawasan Keude Geudong terpaksa kehilangan tempat dan pelanggan. Sebagian dari mereka gulung tikar, sebagian lainnya bertahan dengan kondisi serba kekurangan, dan tak sedikit yang akhirnya menyerah pada keadaan.

Advokat muda, Riki Iswandi, mengungkapkan kegeramannya terhadap kondisi ini. Ia menilai pengelolaan proyek tersebut sebagai bentuk ketidakseriusan dan ketidakpedulian terhadap nasib rakyat kecil.

“Ini bukan sekadar bangunan mangkrak. Ini adalah simbol penderitaan masyarakat yang hak ekonominya dirampas secara perlahan. Bagaimana mungkin proyek pemerintah yang seharusnya mensejahterakan rakyat justru menjadi penyebab matinya usaha mereka?” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pihak terkait harus segera bertanggung jawab. Ketidakjelasan arah pembangunan, lemahnya pengawasan, serta dugaan perencanaan yang tidak matang menjadi faktor utama terbengkalainya proyek tersebut.

Hari demi hari berlalu, namun tak ada tanda-tanda kehidupan kembali di bangunan itu. Cat yang mulai mengelupas, halaman yang ditumbuhi semak, serta suasana sunyi menjadi saksi bisu dari harapan masyarakat yang perlahan memudar.

Kini, masyarakat hanya bisa bertanya—untuk apa sebenarnya ruko itu dibangun? Siapa yang diuntungkan? Dan sampai kapan mereka harus menunggu keadilan?

Di tengah diamnya bangunan-bangunan itu, tersimpan jeritan yang tak terdengar—jeritan para pedagang kecil yang kehilangan segalanya./ Tim

Ketua Rw 04 Palasari Suherman Gelar Retret “Bangkit Bersama” : Palasari 04 Dirancang Khusus Perkuat Sinergitas Antar Elemen

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua Rw 04 Palasari Suherman menggelar kegiatan retret bertajuk “Bangkit Bersama” Palasari 04, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang berlangsung di Wisata Carita Alam Pangalengan .pada Sabtu (02/05/2026), mulai pukul 16.00 WIB. “Kegiatan ini dirancang secara khusus sebagai wadah strategis untuk mempererat sinergitas, menyatukan visi, dan memperkuat kolaborasi di lingkungan pemerintahan Rw serta masyarakat.

Retret ini dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat Rw, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari elemen lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun Palasarin 04 yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

-Fokus Penguatan Sinergitas dan Pembangunan

Dalam sambutannya, Ketua Rw 04 palasari Suherman menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah forum evaluasi dan perencanaan yang mendalam. Tema “Bangkit Bersama” diangkat sebagai semangat untuk bangkit dari berbagai tantangan dan melangkah maju bersama-sama.

“Retret Palasari 04 ini kami rancang khusus untuk memperkuat sinergitas. Kita sadar bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, butuh kerjasama yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” ungkap salah satu panitia.

Selama kegiatan berlangsung, berbagai materi penting disampaikan, mulai dari pembahasan mengenai tata kelola pemerintahan yang baik, strategi peningkatan pelayanan publik, hingga upaya pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Diskusi berjalan sangat interaktif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, ide, dan solusi kreatif demi kemajuan wilayah.

-Mewujudkan Palasari 04 yang Lebih Baik

Suasana kegiatan terasa sangat hangat, kekeluargaan, namun tetap kondusif dan fokus. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sesi materi hingga diskusi kelompok.

Diharapkan melalui retret “Bangkit Bersama” Palasari 04 ini, dapat terlahir kesepahaman yang mendalam serta komitmen yang kuat dari semua nya. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah -langkah nyata dalam pembangunan, sehingga Palasari 04 dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh hasil diskusi dan kesepakatan yang telah dibuat dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sejahtera.

Yans.

Pemkab Sukabumi Berikan Beasiswa di Momentum Hardiknas 2026, Bupati Asep Japar: Wujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing melalui pemberian beasiswa kepada para siswa berprestasi pada momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026).

Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar usai Upacara Peringatan Hardiknas yang digelar di Lapang Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar.

Berdasarkan data yang dihimpun, penerima beasiswa terdiri dari siswa tingkat SD dan SMP yang memiliki prestasi di bidang keagamaan, khususnya para penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafizah).

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa program beasiswa merupakan bagian nyata dari visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik melalui pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan.

“Peningkatan SDM menjadi salah satu prioritas kami. Karena itu pemerintah daerah terus menghadirkan program beasiswa di berbagai jenjang pendidikan,” ujar Bupati.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggulirkan berbagai program bantuan pendidikan untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat agar dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Pemda memberikan banyak beasiswa, baik untuk hafiz Al-Qur’an maupun program pendidikan lainnya. Bahkan sampai beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Bupati juga menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan kemudahan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak Kabupaten Sukabumi.

“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan terbaik demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang penerima beasiswa hafiz Al-Qur’an, Azizah Noor Fitriani, mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Siswi kelas IX SMPN 1 Cikembar tersebut mengatakan, beasiswa yang diterimanya merupakan hasil dari proses seleksi yang cukup panjang dan penuh perjuangan.

“Alhamdulillah sangat senang bisa mendapatkan beasiswa ini. Prosesnya cukup panjang dan penuh perjuangan,” ujarnya.

Azizah mengungkapkan, dirinya telah menekuni hafalan Al-Qur’an sejak lama melalui pengajian rutin di lingkungan rumahnya. Berkat ketekunan tersebut, kini dirinya telah menghafal sekitar lima juz Al-Qur’an.

“Sudah cukup lama belajar menghafal Al-Qur’an di pengajian rumah. Insya Allah sekarang hafal lima juz,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Peninjauan Lahan Danau, KDS: Tangani Banjir Tegalluar Ada Beberapa Opsi yang Akan Dilaksanakan

KAB.BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna melaksanakan peninjauan sejumlah lokasi yang akan dibangun danau atau kolam retensi di kawasan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada Jumat (01/05/2026). Rencana pembangunan danau itu untuk mengatasi atau menanggulangi banjir yang terjadi di kawasan Tegalluar.

Saat melaksanakan peninjauan lahan itu, KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna didampingi Anggota Komisi IX DPR RI H. Asep Romy Romaya, keduanya adalah putra daerah Desa Tegalluar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta, Kepala Satpol Kabupaten Bandung Uwais Qorni, dan Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin turut mendampingi Bupati KDS.

Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan beserta sejumlah tokoh masyarakat dan Ketua RW juga turut hadir dalam peninjauan lahan yang akan dibangun danau buatan maupun kolam retensi tersebut.

“Hari ini, kita mengecek lapangan, supaya Tegalluar tidak banjir lagi,” kata Bupati KDS di sela-sela meninjau lokasi pembangunan danau di Desa Tegalluar.

Bupati Bandung menengaskan dalam penanganan banjir di Desa Tegalluar ada beberapa opsi yang akan dilaksanakan. Pertama, setelah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jalan provinsi di kawasan Tegalluar itu akan ditinggikan pembangunannya.

“Insya Allah tahun ini kurang lebih sepanjang 1 km oleh Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) sudah setuju dan siap menganggarkan untuk pembangunan danau, salah satunya di Desa Tegalluar,” katanya.

KDS mengatakan pertemuan dengan Menteri PU RI di Jakarta beberapa waktu lalu setelah didorong oleh Wakil Ketua DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, dan program pembangunan danau untuk penanggulangan banjir akan dilaksanakan tahun ini.

“Maka saya mengecek langsung ke lapangan dan melihat situasi dan kondisi. Ada beberapa yang dilaksanakan secara pentahelix, kita akan mulai minggu depan,” ujarnya.

Tetapi, lanjut Bupati KDS, untuk lokasi pembangunan danau, pihaknya akan menertibkan dulu di lokasi atau lahan yang akan dibangun danau sebelum tanggal 5 Mei 2026.

“Bagi pengembang atau investor yang sudah memiliki lahan di kawasan Tegalluar, tetapi tidak ada kejelasan pembangunan. Kita kembalikan ke semula untuk memenuhi LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat,” tuturnya.

Meski demikian, kata KDS, DPMPTSP Kabupaten Bandung akan tetap mengundang para investor atau pengembang yang sudah membebaskan lahan di wilayah Tegalluar.

“Untuk itu mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, terutama warga Tegalluar. Insya Allah kita akan selesaikan persoalan sampah, termasuk persoalan banjir di wilayah Tegalluar,” tuturnya.

Bupati KDS mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya yang terus mengawal aspirasi warga tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, termasuk kepada para kepala dinas yang terus mengawal rencana pembangunan kolam retensi tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa kami sudah mengusulkan tiga titik lokasi. Pertama adalah retensi satu di Tegalluar, kedua retensi 5 di Sukamanah. Ketiga, normalisasi Sungai Cisunggalah yang anggarannya kurang lebih Rp151 miliar yang langsung disetujui oleh Menteri PU. Yang lain-lainnya kurang lebih sekitar Rp68 miliar untuk lokasi yang terkena bencana. Sehingga totalnya yang disepakati oleh Pak Menteri PU itu sekitar Rp220 miliar,” tuturnya.

Bupati KDS berharap program pembangunan infrastuktur untuk penanganan banjir itu bisa terlaksana tahun ini dan lancar.

“Termasuk jalan provinsi yang berada di Desa Tegalluar sepanjang 1 km sudah dianggarkan oleh Pak Gubernur Jawa Barat. Terimakasih Pak Menteri PU, terima kasih Pak Gubernur, terima kasih Pak Wakil Ketua DPR RI, terima kasih Bang Asep Romy yang selalu mengawal. Termasuk terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung. Mohon doanya, semoga lancar. Aamiin yra,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan bahwa Bupati Bandung sudah dua kali bertemu dengan Menteri PU RI di Jakarta.

“Itu membuktikan bahwa Pak Bupati sangat konsen sekali terhadap infrastruktur khususnya, pertemuan terakhir antara Pak Bupati dengan Pak Menteri PU membahas pengendalian banjir di Tegalluar dan di Kabupaten Bandung wilayah timur khususnya. Beliau sudah mengajukan proposal, dan sudah disetujui oleh Pak Menteri PU untuk membangun kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Tegalluar dan Bandung wilayah timur,” tuturnya.

Di hadapan Bupati KDS, kata Zeis, bahwa pihaknya sudah intens melakukan komunikasi dengan BBWS Citarum untuk menyediakan DED untuk pembebasan fisik pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta mengatakan penyerahan lahan untuk danau, sebenarnya sudah ada aturannya, sudah ada Perda dan Perbupnya.

“Sebenarnya, kita tinggal menindaklanjuti yang sudah ditandatangani pernyataan oleh para pengusaha atau investor yang berada di kawasan Kota Baru Tegalluar ini. Kita siap melakukan verifikasi ulang, sesuai dengan perintah Pak Bupati. Dan dikasih deadline hingga tanggal 5 Mei, kita akan terus kerja, sehingga nanti apabila ada investor yang tidak memenuhi persyaratan akan kita evaluasi untuk mengembalikan fungsi ruang sesuai dengan eksisting sekarang,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Uwais Qorni menegaskan Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah dan Perbup, apabila ada yang melanggar aturan tentu akan ditertibkan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan bahwa dengan hadirnya sejumlah pemangku kebijakan dalam pemantauan lokasi yang akan dibangun danau buatan atau kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung ada sebuah solusi terbaik. Dengan harapan persoalan banjir di Tegalluar dan sekitarnya segera bisa diatasi dengan baik.

“Rencana pembangunan kolam retensi atau danau buatan tidak hanya wacana semata, tetapi harus dilaksanakan. Ada beberapa terobosan yang harus ditempuh, seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna sebagai itikad baik untuk tercapainya tujuan kedepannya. Yaitu untuk penanganan banjir di kawasan Tegalluar,” tuturnya.

Asep Romy juga berharap kepada para pengusaha atau pelaku usaha minta kerja samanya untuk membebaskan lahannya untuk pembangunan danau buatan dalam upaya penanganan banjir di kawasan Tegalluar.

Ia juga turut menyampaikan dengan hadirnya Bupati Bandung, sejumlah kepala dinas, kepala desa maupun para Ketua RW dan tokoh masyarakat dalam peninjauan kawasan yang akan dibangun danau retensi itu sebagai wujud kebulatan nyata dalam upaya penyelesaian masalah banjir di Tegalluar.**

Yans.

Tepati Janji, Bupati Bandung KDS Terima PSU TCI: Pengembang Wajib Taat Aturan.

Kab Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi menerima serah terima prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) Perumahan Taman Cilbaduyut Indah (TCI) di  Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dari pengembang PT Marga Tirta Kencana, pada Kamis (30/04/2026).

Penyerahan PSU tersebut menjadi momentum penting bagi warga, mengingat fasilitas lingkungan di kawasan tersebut telah lama dinantikan, bahkan hingga puluhan tahun.

“Saya pernah berjanji satu bulan akan selesai, dan alhamdulillah hari ini PSU Taman Cibaduyut Indah resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung,” ujar Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS).

Ia menyebutkan, penyerahan PSU ini merupakan bentuk ikhtiar bersama antara pemerintah daerah dan pengembang dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur lingkungan.

KDS juga menyampaikan apresiasi kepada pihak pengembang yang telah menyerahkan sarana, prasarana, dan utilitas kepada pemerintah daerah.

“Ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya para ketua RT, RW, dan warga. Bahkan sudah hampir 30 tahun menunggu,” kata dia.

Dengan telah diserahkannya PSU tersebut, Pemkab Bandung kini memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penataan dan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut.

“Setelah PSU diserahkan, maka bisa dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bandung untuk perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas lainnya. Pemerintah desa juga bisa ikut mengintervensi,” jelasnya.

Selain itu, KDS juga menginstruksikan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti aspek administrasi, termasuk pengurusan sertifikasi aset agar memiliki kepastian hukum.

Lebih jauh, KDS menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengembang yang tidak memenuhi kewajiban penyerahan PSU.

Ia mencontohkan, salah satu sanksi tegas yang akan diterapkan adalah tidak memberikan izin pengembangan perumahan baru bagi pengembang yang belum menyelesaikan kewajiban PSU.

“Kalau PSU belum diserahterimakan, maka izin pengembangan berikutnya tidak akan diberikan,” tegasnya.

Menurut KDS, langkah tersebut penting untuk melindungi hak masyarakat, terutama warga perumahan yang telah memenuhi kewajibannya seperti membayar pajak, namun belum mendapatkan fasilitas yang layak.

“Selamat menikmati PSU yang sudah lama dinanti. Insyaallah pemerintah akan terus hadir untuk membantu perbaikan ke depan,” ucapnya.

Dengan diserahkannya PSU tersebut, diharapkan kualitas infrastruktur dan lingkungan di kawasan Taman Cilbaduyut Indah semakin baik, sekaligus menjadi contoh bagi pengembang lain untuk taat terhadap kewajiban penyerahan PSU kepada pemerintah daerah.(*)

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.