You Tell News

Olahraga Bersama FORKOPIMDA dan Pemkab Bandung Semarakkan Hari K3 Sedunia 2026

KAB. BANDUNG – YUTRLNEWS.com// Dalam rangka memperingati Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia Tahun 2026, jajaran TNI-Polri bersama Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar kegiatan olahraga bersama di Lapangan Upakarti, Soreang. pada Selasa (28/04/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi wujud nyata sinergi dan kebersamaan lintas sektor dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung.

“Terima kasih atas terselenggaranya olahraga bersama pada pagi hari ini. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Kondisi Kabupaten Bandung yang aman dan terkendali ini tentunya merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama Forkopimda, termasuk Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan seluruh unsur terkait,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa KDS itu juga mengajak seluruh peserta untuk menikmati momentum kebersamaan ini dengan penuh semangat.

“Selamat berolahraga bersama Forkopimda Kabupaten Bandung. Nikmati, tetap happy, sehat, bugar, dan luar biasa,” tambahnya.

Kegiatan olahraga bersama ini berlangsung semarak dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Sejak pagi hari, ratusan peserta telah memadati area Lapangan Upakarti untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Berbagai aktivitas digelar untuk menyemarakkan acara, mulai dari senam bersama yang diikuti secara massal hingga kegiatan jalan santai dan jogging di sekitar area lapangan. Para peserta dari berbagai latar belakang tampak berbaur tanpa sekat.

Selain menjadi ajang menjaga kebugaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarinstansi dan masyarakat. Interaksi yang terjalin secara santai tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam berbagai program pembangunan ke depan.

Momentum ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga menjadi bentuk nyata soliditas antarlembaga sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari budaya kerja yang aman dan produktif.

Peringatan Hari K3 Sedunia ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja dalam setiap aktivitas. Dengan tubuh yang sehat dan lingkungan kerja yang aman, produktivitas dan kualitas hidup masyarakat diharapkan dapat terus meningkat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin solid, serta mampu mendorong terciptanya Kabupaten Bandung yang kondusif dan lebih bedas.

Yans.

Petani Menjerit, Irigasi Tak Kunjung Diperbaiki: Advokat Muda Riki Iswandi Soroti Kinerja Dinas Pertanian Aceh Utara

YUTELNEWS.com / Kondisi memprihatinkan tengah dirasakan para petani di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Harapan untuk mengairi sawah justru berubah menjadi kekecewaan akibat saluran irigasi yang tak kunjung diperbaiki oleh Dinas Pertanian setempat.

Padahal, masyarakat di sejumlah desa telah menunjukkan itikad baik dan semangat gotong royong dengan mengumpulkan dana hingga Rp10 juta per desa. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki saluran utama Krueng Lancang yang mengalir hingga ke Krueng Kuala Pasee Blang Mee, sebagai upaya menghidupkan kembali aliran air ke persawahan.

Namun ironisnya, meski saluran utama telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat, saluran lanjutan yang menjadi tanggung jawab pemerintah justru terbengkalai hampir satu tahun lamanya. Akibatnya, air tak kunjung mengalir ke sawah-sawah warga yang kini mulai mengering dan terancam gagal panen.

Advokat muda, Riki Iswandi, menyampaikan kegeramannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai adanya kelalaian serius dari Dinas Pertanian Aceh Utara dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat petani.

“Ini sangat memprihatinkan. Masyarakat sudah berkorban, mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki saluran utama. Tapi pemerintah justru terkesan tutup mata. Hampir satu tahun saluran tak diperbaiki, sawah-sawah kering, petani dirugikan,” tegas Riki.

Ia juga meminta agar pihak terkait tidak hanya hadir dalam program seremonial semata, tetapi benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat, khususnya petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya petani yang merugi, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah secara keseluruhan. /*

Pemko Payakumbuh Bersama Kalaksa BPBD Devitra Lakukan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat setelah Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana pada, Senin (27/04/2026).

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana, diikuti Sekretaris BPBD Hermanto, Kabid  PK Arman Riska, Kasi Syafrizal, Kabid RR Andenitral, Kasi Yuliman, Kabid KL HEPI, Kasi Yoserizal beserta staf lainnya.

Walikota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Staf Ahli pemko, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk masyarakat.

Staf Ahli pemko menjelaskan, bahwa bencana dapat terjadi kapan saja sehingga keterlibatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Linmas, dan relawan sangat penting di 5 Kecamatan serta Seluruh Kelurahan yang ada dikota Payakumbuh,” ujarnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh 150 perwakilan yang akan dilengkapi dengan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD, Devitra, menyatakan bahwa masyarakat di area rawan bencana harus memiliki pengetahuan cukup melalui sosialisasi dan latihan,” kata Devitra.

Masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan pohon tumbang.

Selanjutnya Devitra mengatakan, “Materi pelatihan mencakup berbagai perspektif, termasuk dari sudut pandang Islam dan kesiapsiagaan terhadap likuifaksi,” ungkap Devitra.

Peserta pelatihan berharap program serupa dapat diadakan hingga ke tingkat kelurahan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat.

Dengan demikian pelatihan mitigasi ini merupakan langkah penting dalam membekali masyarakat Payakumbuh agar lebih siap menghadapi bencana yang mungkin terjadi,” ungkapnya .

Kalaksa BPBD Devitra menyampaikan, Kerja sama antara semua elemen masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam penanggulangan bencana,” ujar Devitra.

(MMD)

Tabrakan KRL dan KAJJ di Bekasi Timur, Jalur Lumpuh Total Kecelakaan hebat terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Yutelnews.comkota Bekasi. Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB. KRL Commuter Line yang berhenti darurat diduga akibat mobil mogok di perlintasan, ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Benturan keras menyebabkan gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL ringsek parah, bahkan tertembus moncong lokomotif. Asap tebal dan kepanikan melanda lokasi, dengan sejumlah penumpang dilaporkan masih terjepit saat evakuasi berlangsung.
Insiden ini melumpuhkan total jalur kereta di lintas Bekasi, memicu keterlambatan hingga pembatalan perjalanan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan fokus pada evakuasi dan penanganan korban, serta menyampaikan permohonan maaf.
Jumlah korban masih dalam pendataan, sementara Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan menyelidiki penyebab kecelakaan.

Wowo

Di Balik Badai Medali: Kisah Perjuangan Atlet Taekwondo Polri Menaklukkan Dunia.

Yutelnews.comOsaka, Jepang.    Riuh tepuk tangan menggema di Ohama Arena Sakai saat bendera Merah Putih perlahan naik. Di balik momen kemenangan itu, ada cerita panjang tentang disiplin, pengorbanan, dan mimpi yang tak pernah padam dari para atlet Taekwondo Garbha Presisi Polri.
Bagi banyak orang, angka 21 medali—terdiri dari 14 emas, 5 perak, dan 2 perunggu—mungkin terlihat sebagai hasil akhir yang gemilang. Namun bagi para atlet, itu adalah akumulasi dari keringat, cedera, latihan panjang, serta waktu yang dikorbankan jauh dari keluarga.

Salah satu atlet, Bripda Rizky Irma Suryani, misalnya, harus melewati fase latihan intensif berbulan-bulan dengan tekanan tinggi. Setiap hari dimulai sejak pagi dengan pemanasan, dilanjutkan teknik berulang, hingga evaluasi gerakan yang tak jarang harus diulang ratusan kali demi mencapai kesempurnaan.

Di sudut lain, rekan-rekannya di nomor kyorugi menghadapi tantangan berbeda. Pertarungan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal keberanian mengambil keputusan dalam hitungan detik. Satu kesalahan kecil bisa berarti kehilangan peluang meraih medali.
Namun justru di situlah mental mereka ditempa.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menyebut bahwa pembinaan atlet Polri kini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan mental dan karakter.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses panjang yang dijalani dengan konsistensi dan komitmen,” ungkapnya.

Perjalanan ke Jepang bukanlah perjalanan biasa. Bagi sebagian atlet, ini adalah kesempatan pertama tampil di panggung internasional. Ada rasa gugup, ada tekanan, tetapi juga ada tekad besar untuk membuktikan diri—bahwa mereka mampu berdiri sejajar dengan atlet dunia.

Dukungan institusi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Sejak dibentuknya Komite Olahraga Polri oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, ruang bagi para atlet untuk berkembang semakin terbuka lebar. Mereka tidak hanya dilatih untuk menjadi anggota Polri yang profesional, tetapi juga atlet yang berprestasi.

Di balik setiap medali emas, ada cerita tentang bangkit dari kelelahan.
Di balik setiap perak dan perunggu, ada pelajaran tentang ketangguhan menerima hasil dan terus melangkah.
Ketika pertandingan usai dan podium telah ditinggalkan, yang tersisa bukan hanya kemenangan, tetapi juga rasa bangga—bahwa perjuangan mereka membawa nama Indonesia berkibar di negeri orang.

Bagi para atlet Taekwondo Polri, kemenangan ini bukanlah akhir. Ia adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Target berikutnya sudah menanti, tantangan baru sudah di depan mata.
Namun satu hal yang pasti: mereka telah membuktikan bahwa di balik seragam, ada mimpi besar yang diperjuangkan dengan sepenuh hati.
Dan dari Osaka, dunia belajar satu hal—bahwa kekuatan sejati tidak hanya lahir dari otot, tetapi dari keteguhan untuk tidak pernah menyerah. 🇮🇩  

(TIM)

Apresiasi Capaian Pemkab Bandung, Tri Rahmanto: Ini Bukti Bukti Nyata Kepemimpinan Bupati KDS

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, dengan menempati peringkat ketiga terbaik secara nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan terbaik di Indonesia.

Pencapaian luar biasa ini disambut antusias dan mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk dari Tri Rahmanto, Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot sekaligus tokoh masyarakat Dayeuhkolot.

Menurutnya, capaian ini adalah bukti nyata transformasi dan kemajuan signifikan yang terjadi di berbagai sektor pemerintahan selama masa kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi dan capaian luar biasa yang diraih oleh Pemkab Bandung. Menjadi yang terbaik ketiga secara nasional adalah sebuah kehormatan besar dan bukti bahwa arah kebijakan serta kepemimpinan Bapak Bupati Dadang Supriatna sudah sangat tepat dan membawa perubahan positif,” ujar Tri Rahmanto kepada awak media, Senin (27/4/2026).

Tri Rahmanto menilai bahwa salah satu faktor utama di balik capaian gemilang ini adalah membaiknya kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh elemen pemerintahan.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna yang menerapkan disiplin, profesionalisme kepada para ASN dan karyawan Pemkab Bandung. Menurutnya, KDS menunjukkan komitmen nyata untuk meningkatkan pelayanan publik hingga hasilnya dapat dirasakan serta diakui secara nasional.

“Kemajuan ini tidak lepas dari kepemimpinan KDS yang secara konsisten terus mendorong etos kerja dan peningkatan kinerja ASN Pemkab Bandung. Prestasi ini bukan hanya angka, ini membuktikan kerja nyata Bupati KDS yang dinilai baik oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tri menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi yang solid dari seluruh stakeholder di Kabupaten Bandung.

“Prestasi ini merupakan buah kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dedikasi seluruh ASN dan karyawan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Bandung. Ini adalah kebanggaan bersama. Saya ucapkan selamat,” ungkapnya.

Tri berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Semoga capaian ini semakin memacu semangat bagi jajaran Pemkab Bandung dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih optimal, transparan, dan memuaskan masyarakat,” pungkas Tri Rahmanto.

Dengan raihan ini, Kabupaten Bandung membuktikan diri sebagai daerah yang mampu melakukan transformasi tata kelola pemerintahan yang baik dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.(**)

Yans.

Apresiasi Capaian Pemkab Bandung, Tri Rahmanto: Ini Bukti Bukti Nyata Kepemimpinan Bupati KDS

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, dengan menempati peringkat ketiga terbaik secara nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan terbaik di Indonesia.

Pencapaian luar biasa ini disambut antusias dan mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk dari Tri Rahmanto, Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot sekaligus tokoh masyarakat Dayeuhkolot.

Menurutnya, capaian ini adalah bukti nyata transformasi dan kemajuan signifikan yang terjadi di berbagai sektor pemerintahan selama masa kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi dan capaian luar biasa yang diraih oleh Pemkab Bandung. Menjadi yang terbaik ketiga secara nasional adalah sebuah kehormatan besar dan bukti bahwa arah kebijakan serta kepemimpinan Bapak Bupati Dadang Supriatna sudah sangat tepat dan membawa perubahan positif,” ujar Tri Rahmanto kepada awak media, Senin (27/4/2026).

Tri Rahmanto menilai bahwa salah satu faktor utama di balik capaian gemilang ini adalah membaiknya kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh elemen pemerintahan.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna yang menerapkan disiplin, profesionalisme kepada para ASN dan karyawan Pemkab Bandung. Menurutnya, KDS menunjukkan komitmen nyata untuk meningkatkan pelayanan publik hingga hasilnya dapat dirasakan serta diakui secara nasional.

“Kemajuan ini tidak lepas dari kepemimpinan KDS yang secara konsisten terus mendorong etos kerja dan peningkatan kinerja ASN Pemkab Bandung. Prestasi ini bukan hanya angka, ini membuktikan kerja nyata Bupati KDS yang dinilai baik oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tri menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi yang solid dari seluruh stakeholder di Kabupaten Bandung.

“Prestasi ini merupakan buah kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dedikasi seluruh ASN dan karyawan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Bandung. Ini adalah kebanggaan bersama. Saya ucapkan selamat,” ungkapnya.

Tri berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Semoga capaian ini semakin memacu semangat bagi jajaran Pemkab Bandung dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih optimal, transparan, dan memuaskan masyarakat,” pungkas Tri Rahmanto.

Dengan raihan ini, Kabupaten Bandung membuktikan diri sebagai daerah yang mampu melakukan transformasi tata kelola pemerintahan yang baik dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.(**)

Yans.

Implementasi MBG di Kabupaten Bandung Diakui, KDS Sabet Penghargaan pada Food Summit 2026

JAKARTA – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award pada ajang Food Summit 2026 yang digelar oleh CNBC, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam keterangannya, KDS menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program MBG di Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terbangun secara solid. Pemerintah daerah bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang terintegrasi dalam dashboard pimpinan, sehingga seluruh data di lapangan dapat terpantau secara real-time.

“Kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah memiliki kantor bersama, bahkan ini yang pertama di Indonesia. Dengan begitu, jika ada permasalahan di lapangan, dapat langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Dinas Kesehatan pun bisa berkoordinasi langsung dengan BGN, termasuk memastikan kelayakan para penjamah makanan,” ujar KDS.

Lebih lanjut, KDS mengungkapkan bahwa program MBG memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Bandung, potensi serapan anggaran program ini bahkan mencapai Rp5,4 triliun, dengan nilai perputaran ekonomi bersih di masyarakat sekitar Rp3,7 triliun setelah dikurangi biaya operasional.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi seiring meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kebutuhan protein seperti telur di Kabupaten Bandung bisa mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara kondisi peternakan di kami berbeda dengan daerah lain seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur. Artinya, perlu kerja sama antardaerah untuk saling melengkapi kebutuhan pangan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, KDS menegaskan bahwa produksi beras Kabupaten Bandung yang mencapai 328.000 ton per tahun masih mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, untuk komoditas lain seperti sayur mayur, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari daerah lain.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung menggencarkan program GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman) guna mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Minimal kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi sendiri. Jika berlebih, hasilnya bisa dijual ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau langsung ke SPPG,” tambahnya.

KDS juga mendorong adanya regulasi yang dapat memperkuat sinergi antara program MBG dan kebijakan nasional, termasuk perlunya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tercipta keselarasan harga antara KDKMP dan pasar.

“Kalau ini terwujud, saya yakin ekonomi sirkular di masyarakat bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan ketersediaan bahan baku program MBG. Menurutnya, program ini sekaligus menjadi off taker bagi hasil pertanian masyarakat.

“Peran kepala daerah sangat penting dalam memastikan ketersediaan bahan baku. MBG ini pada dasarnya dibeli oleh negara, sehingga menjadi pasar bagi hasil tani masyarakat. Namun, masyarakat juga tetap perlu ikut mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya ***

Yans.

Upaya Penanganan Pasca Banjir, Kolaborasi Pentahelix Dayeuhkolot Sedot Genangan Air Di Depan Ria Busana.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Sebagai bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana banjir yang melanda wilayahnya, kolaborasi Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot melakukan tindakan nyata dengan melakukan penyedotan genangan air yang masih menggenang di kawasan depan Ria Busana. pada senin 27/04/2026. Langkah ini diambil agar kawasan tersebut dapat segera berfungsi kembali dan terhindar dari risiko munculnya berbagai penyakit akibat genangan air yang mengendap.

Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) dayeuhkolot yang tergabung dalam Pentahelix, serta warga masyarakat dan juga didukung oleh unsur media massa yang turut menyebarkan informasi penting kepada publik. Semua pihak bersatu padu memadukan sumber daya, tenaga, dan pikiran agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sejak pagi hari, peralatan penyedot air telah didatangkan dan dipasang di lokasi yang tergenang. Para anggota prima dan warga yang terlibat bekerja secara terkoordinasi, mengatur aliran air yang disedot agar dapat mengalir menuju saluran pembuangan yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi prioritas karena kawasan depan Ria Busana merupakan daerah yang padat aktivitas, baik sebagai jalur lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki, serta lokasi pusat kegiatan usaha warga.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memulihkan kondisi wilayah pasca terjadinya banjir. “Kami menyadari bahwa genangan air yang tertinggal tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Melalui kerja sama lintas unsur ini, kami berusaha meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan dan memulihkan kondisi wilayah secepatnya,” ujarnya.

Perwakilan dari unsur dunia usaha juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih atas perhatian dan upaya yang dilakukan ini. Kawasan yang bersih dan bebas genangan tentu akan membuat aktivitas usaha dan kehidupan warga kembali berjalan dengan lancar seperti sediakala,” ujarnya.

Warga yang melintas dan beraktivitas di lokasi menyambut baik langkah yang diambil tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur karena masalah yang mereka hadapi segera mendapatkan penanganan yang serius dan terkoordinasi.

Setelah proses penyedotan selesai, tim yang bertugas juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa air banjir agar kawasan tersebut kembali bersih dan layak digunakan. Para anggota prima bersama seluruh unsur yang tergabung dalam Pentahelix berkomitmen untuk terus memantau kondisi wilayah dan menangani berbagai masalah yang muncul pasca bencana hingga kondisi pulih sepenuhnya.

Yans.

Bedas Pisan! KDS Sabet Penghargaan Nasional, MBG Kabupaten Bandung Jadi Model Ketahanan Pangan

JAKARTA -YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award pada ajang Food Summit 2026 yang digelar oleh CNBC, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam keterangannya, KDS menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program MBG di Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terbangun secara solid. Pemerintah daerah bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang terintegrasi dalam dashboard pimpinan, sehingga seluruh data di lapangan dapat terpantau secara real-time.

“Kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah memiliki kantor bersama, bahkan ini yang pertama di Indonesia. Dengan begitu, jika ada permasalahan di lapangan, dapat langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Dinas Kesehatan pun bisa berkoordinasi langsung dengan BGN, termasuk memastikan kelayakan para penjamah makanan,” ujar KDS.

Lebih lanjut, KDS mengungkapkan bahwa program MBG memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Bandung, potensi serapan anggaran program ini bahkan mencapai Rp5,4 triliun, dengan nilai perputaran ekonomi bersih di masyarakat sekitar Rp3,7 triliun setelah dikurangi biaya operasional.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi seiring meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kebutuhan protein seperti telur di Kabupaten Bandung bisa mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara kondisi peternakan di kami berbeda dengan daerah lain seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur. Artinya, perlu kerja sama antardaerah untuk saling melengkapi kebutuhan pangan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, KDS menegaskan bahwa produksi beras Kabupaten Bandung yang mencapai 328.000 ton per tahun masih mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, untuk komoditas lain seperti sayur mayur, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari daerah lain.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung menggencarkan program GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman) guna mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Minimal kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi sendiri. Jika berlebih, hasilnya bisa dijual ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau langsung ke SPPG,” tambahnya.

KDS juga mendorong adanya regulasi yang dapat memperkuat sinergi antara program MBG dan kebijakan nasional, termasuk perlunya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tercipta keselarasan harga antara KDKMP dan pasar.

“Kalau ini terwujud, saya yakin ekonomi sirkular di masyarakat bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan ketersediaan bahan baku program MBG. Menurutnya, program ini sekaligus menjadi off taker bagi hasil pertanian masyarakat.

“Peran kepala daerah sangat penting dalam memastikan ketersediaan bahan baku. MBG ini pada dasarnya dibeli oleh negara, sehingga menjadi pasar bagi hasil tani masyarakat. Namun, masyarakat juga tetap perlu ikut mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya ***

Yans.

Lapas Kelas IIA Warungkiara Ikuti Rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Salurkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat

YUTELNEWS.com | Warungkiara ,Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan nasional yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.Senin (27/04/2026)

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sejalan dengan semangat pengabdian dan pelayanan yang humanis.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Warungkiara melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Selain itu, bantuan berupa gerobak usaha juga diberikan kepada keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan kemandirian keluarga.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Pemasyarakatan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya keluarga warga binaan. Bantuan gerobak ini diharapkan dapat menjadi sarana usaha yang produktif sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kurnia Panji Pamekas.

Lebih lanjut, Kurnia menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan melalui pemberdayaan keluarga.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat yang merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membuka peluang usaha.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Warungkiara berharap dapat terus menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta memperkuat peran Pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya membina, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

56 Anggota Baru ORARI Lokal Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadan Konjala Mengaku Senang Ada Penambahan Anggota.

Bandung -YUTELNEWS.com// Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Bandung, melaksanakan agenda pengukuhan anggota baru, bertempat di Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami, Desa Warnasari Pangalengan, Sabtu dan Minggu 25-26 April 2026.

Menurut Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, H. Dadan Konjala, SH pengukuhan anggota baru ORARI dilaksanakan setelah calon anggota ORARI menyelesaikan persyaratan administrasi dan teknis. Untuk sampai pada tahap pengukuhan, calon anggota harus melewati beberapa langkah sesuai panduan dari ORARI Lokal. Dimulai dari proses pendaftaran Ujian Amatir Radio (UNAR) melalui sistem e-Licensing SDPPI. Kemudian mengikuti UNAR sesuai jadwal yang ditentukan. Setelah dinyatakan lulus UNAR, calon anggota akan mendapatkan Izin Amatir Radio (IAR) lalu dikukuhkan sebagai anggora ujar pemegang Callsign YB1MYT.

H. Dadan Konjala mengaku senang dan gembira dengan kehadiran anggota baru ORARI Kabupaten Bandung sebanyak 56 orang dari angkatan 67. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat akan kegiatan amatir radio yang tidak pernah berkurang. Meskipun saat ini kita berada pada era teknologi digital, namun aktivitas amatir radio terus berkembang. Para insan amatir radio terus menyesuaikan keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan era digital. Insan amatir radio juga terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa para insan amatir radio tidak ditinggalkan oleh zaman digital, melainkan terus beradaptasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut ungkap Dadan Konjala yang sudah menjadi anggota ORARI sejak tahun 1984 atau 42 tahun.

Senada dengan Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, Ketua ORARI Daerah Jawa Barat Ir. H. Yana Koryana, MP yang hadir dalam pengukuhan itu mengatakan,
di era digital saat ini, amatir radio tidak lagi hanya mengandalkan komunikasi suara analog, melainkan telah bertransformasi menjadi hobi yang memadukan teknologi komputer dan jaringan global.
Saat ini, insan insan amatir radio telah mengadopsi mode digital. Komunitas kini telah melampaui telegrafi manual (kode Morse) dan banyak beralih ke mode digital seperti FT8, JS8Call, dan DMR (Digital Mobile Radio). Mode ini memungkinkan pengiriman data yang lebih efisien dan audio yang jauh lebih jernih.

Tidak hanya itu, kita sudah melakukan pula
konvergensi dengan Internet. Para insan amatir radio kini memanfaatkan internet untuk memperluas jangkauan melalui teknologi seperti Echolink atau sistem gateway digital, yang memungkinkan komunikasi antar-benua hanya dengan perangkat genggam. Kita juga manfaatkan
komunikasi Satelit Amatir. Kemudahan akses ke teknologi membuat para amatir kini lebih sering berkomunikasi melalui satelit amatir yang mengorbit bumi, ungkap pemegang Callsign YB1AR.

Selain menyesuaikan dengan perkembangan digital, insan amatir radio juga tetap memainkan peran sosial kemasyarakatan. ORARI juga bukan sekadar wadah hobi, melainkan mitra strategis pemerintah dan masyarakat yang memiliki peran vital dalam berbagai situasi, terutama saat infrastruktur komunikasi publik tidak memadai. Dalam penanggulangan bencana dan kedaruratan
ORARI menjadi garda terdepan dalam menyediakan komunikasi darurat (emergency communication) ketika jaringan seluler atau internet lumpuh akibat bencana alam.

Kami juga memiliki CORE ORARI (Communications & Rescue), satuan khusus yang diterjunkan untuk memberikan dukungan komunikasi dalam operasi pencarian, pertolongan (SAR), dan koordinasi bantuan logistik di lokasi bencana, ungkap Ir. Yana Koryana, MP.

Ketua ORARI Daerah Jawa Barat ini juga mengapresiasi peran ORARI Kabupaten Bandung yang tetap eksis setelah penggabungan dua lokal ORARI Bandung Selatan dan Bandung Timur. Dengan motto “Kagok Edan Jawara Sakalian” ORARI Kabupaten Bandung selalu tampil dalam berbagai kegiatan, baik kegiatan amatir radio maupun tanggal darurat kebencanaan. Bahkan ORARI Lokal Kabupaten Bandung satu satunya lokal yang selalu berjaya dalam even Jawa Barat Field Day dengan meraih empat kali juara umum secara berturut-turut. Jabar Field Day merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh ORARI Daerah Jawa Barat untuk mengasah keterampilan teknis amatir radio, pungkasnya.***

Yans.

HBP ke-62, Lapas Warungkiara Tebar Kepedulian: Bansos hingga Gerobak Usaha untuk Keluarga Warga Binaan

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dimanfaatkan Lapas Kelas IIA Warungkiara dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial dan pembinaan yang menyentuh langsung masyarakat serta keluarga warga binaan, Senin (26/04/2026).

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, peringatan HBP bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian dan kolaborasi.

“Di Hari Bakti Pemasyarakatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, baik, dan lancar,” ujarnya.

Dalam rangka HBP ke-62, Lapas Warungkiara melaksanakan sejumlah kegiatan, di antaranya penyaluran bantuan sosial (bansos), pemberian bantuan kepada keluarga warga binaan, serta pemberian penghargaan kepada mitra kerja.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pemberian bantuan gerobak usaha bagi keluarga warga binaan. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha produktif.

“Bantuan gerobak ini diharapkan dapat membantu keluarga warga binaan tetap produktif dan memiliki penghasilan, bahkan berpeluang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Selain itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat sekitar dalam bentuk kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan perlengkapan sehari-hari.

“Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat langsung dan membantu mengurangi beban hidup masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Lapas Warungkiara juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra yang dinilai aktif mendukung program pembinaan, di antaranya Majelis Ulama Indonesia, Dinas Pendidikan, serta Kwartir Cabang Pramuka.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dalam pembinaan keagamaan, program pendidikan melalui Kejar Paket A, B, dan C, serta kegiatan kepramukaan bagi warga binaan.

Di akhir pernyataannya, Kalapas turut menyampaikan apresiasi kepada insan media yang telah membantu menyebarluaskan informasi positif terkait pemasyarakatan.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media. Dalam momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, pemasyarakatan tetap jaya,” pungkasnya.

Reporter: Mirna
Kabiro Sukabumi

OTDA XXX, Bupati Pastikan Pelayanan Publik Lebih Cepat, Tepat, dan Berdampak

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 Tahun 2026 di Lapangan Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/04/2026).

Upacara yang mengusung tema “Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, sebagai pembina upacara. Sementara Camat Cireunghas, Lan Maulana Yusup, bertindak sebagai pemimpin upacara.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari OTDA ke-30 harus menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, semangat otonomi daerah harus mendorong perubahan paradigma birokrasi menjadi pelayan publik yang responsif dan solutif. Capaian 30 tahun pelaksanaan otonomi daerah pun menjadi pijakan untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan di tengah berbagai tantangan yang ada.

“Terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik agar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya kemudahan investasi sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam mendukung optimalisasi pajak kendaraan bermotor.

Kepatuhan dalam membayar pajak dinilai sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Melalui tertib administrasi dan kepatuhan pajak, kita bangun fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” ungkapnya.

Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan berbagai kemudahan layanan pajak sebagai bentuk gotong royong dalam membangun infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih baik.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

KDS Perluas Kerja Sama Pendidikan, ASN Kabupaten Bandung Didorong Lanjut Studi

KAB. GRESIK – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten Bandung dan Universitas Sunan Gresik (USG) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya aparatur sipil negara (ASN), guna menjawab tantangan digitalisasi dan menyongsong Indonesia Emas 2045. Penandatanganan dilaksanakan pada Minggu (26/04/2026) di Kampus USG, Kabupaten Gresik.

Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, hadir langsung bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, jajaran Bagian Kerja Sama, Protokol Pimpinan, serta BKPSDM dalam agenda tersebut.

Dalam sambutannya, KDS mengapresiasi langkah Universitas Sunan Gresik yang terus berinovasi, termasuk rencana penambahan program studi dari 37 menjadi 38 program studi di enam fakultas. Menurutnya, hal ini merupakan terobosan penting dalam menyiapkan SDM unggul.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Universitas Sunan Gresik. Penambahan program studi ini menunjukkan komitmen dalam menyiapkan SDM yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar KDS.

KDS menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM yang profesional dan adaptif terhadap digitalisasi menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, siap mendukung melalui kebijakan anggaran secara bertahap guna mengimplementasikan kerja sama tersebut.

“Sesuai arahan Presiden, peningkatan SDM yang memahami digitalisasi menjadi hal yang sangat penting. Kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, KDS juga menekankan pentingnya penerapan sistem reward and punishment bagi ASN. Ia mendorong ASN yang belum menempuh pendidikan tinggi untuk melanjutkan ke jenjang S-1, serta mendorong ASN yang telah lulus S-1 dan berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang S-2. Kebijakan ini akan diperkuat melalui Peraturan Bupati sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM.

“Kami akan memberikan keleluasaan bagi ASN untuk meningkatkan kompetensinya. Yang belum kuliah kami dorong untuk S-1, dan yang sudah S-1 serta berprestasi kami dorong untuk bisa melanjutkan ke S-2,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KDS juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), guna memperkuat kolaborasi antar daerah dengan Universitas Sunan Gresik.

“Kebetulan saya Ketua Harian APKASI. Silakan bekerja sama dengan kami, insyaallah saya siap memfasilitasi melalui APKASI agar kerja sama ini bisa menjangkau lebih banyak daerah,” tambah KDS.

Sementara itu, Rektor Universitas Sunan Gresik, Abdul Muhith menyampaikan bahwa program studi di kampusnya telah disesuaikan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pembelajaran.

“Kami telah menyesuaikan program studi dengan kebutuhan zaman, termasuk integrasi teknologi dan Artificial Intelligence dalam sistem pembelajaran. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif,” ujar Abdul Muhith.

Ia menjelaskan bahwa USG telah menerapkan sistem pembelajaran terintegrasi berbasis teknologi, termasuk model perkuliahan hybrid yang memungkinkan pelaksanaan kuliah secara daring maupun luring sesuai kebutuhan.

“Perkuliahan kami sudah fleksibel, bisa hybrid, bahkan full online atau offline sesuai kesepakatan. Ini membuka peluang besar, termasuk bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, USG juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan, termasuk dalam pengembangan program studi kedokteran. Fasilitas penunjang seperti rumah sakit pendidikan, unit usaha, koperasi, perbankan, hotel, hingga produksi air minum turut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di kampus tersebut.

Abdul menambahkan, peluang bagi ASN Kabupaten Bandung untuk melanjutkan pendidikan di USG sangat terbuka, termasuk melalui skema beasiswa, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas SDM, khususnya bagi ASN, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.