You Tell News

‎DPD LEMTARI Lima Puluh Kota Gedor Pusat Kekuasaan: Desak Perda Adat, Tata Ruang Jelas, hingga Evaluasi Birokrasi

YUTELNEWS.COM ||
Lima Puluh Kota, Kamis 2 April 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (LEMTARI) Kabupaten Lima Puluh Kota tidak sekadar datang bersilaturahmi. Mereka datang dengan gagasan, tekanan moral, dan arah kebijakan yang tegas. Melalui agenda audiensi resmi di kantor Bupati dan DPRD, DPD LEMTARI menyerahkan dokumen aspirasi dan rekomendasi strategis kepada Bupati H. Safni dan Ketua DPRD Doni Ikhlas—sebuah langkah yang menandai peran aktif masyarakat adat dalam mengawal masa depan daerah.

Langkah ini bukan seremoni. Ini adalah peringatan halus namun tegas: pembangunan tidak boleh tercerabut dari akar adat, hukum, dan kepentingan masyarakat luas.

‎Ketua DPD LEMTARI, M. Joni, S.T., Dt. Bosa Nan Panjang, didampingi Sekretaris H. Muhammad Ridha Ilahi, S.Pt, menegaskan bahwa rekomendasi yang disampaikan bukan sekadar wacana, melainkan hasil kajian strategis yang siap dijadikan pijakan kebijakan.

‎Desakan Perda Pengakuan Masyarakat Adat: Negara Jangan Abai
‎Poin paling tajam yang disuarakan adalah dorongan pembentukan Peraturan Daerah tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Minangkabau. LEMTARI menilai, hingga hari ini, eksistensi masyarakat adat masih berada di ruang abu-abu hukum.

‎“Tanpa payung hukum yang jelas, hak-hak adat berpotensi tergerus oleh kepentingan lain,” menjadi pesan kuat yang disampaikan.

‎Wakil Sekretaris DPD, M. Rabil Septinas, S.T., Dt. Simarajo, menambahkan bahwa penguatan limbago adat bukan hanya soal budaya, tetapi juga solusi konkret dalam meredam konflik sako, pusako, hingga persoalan sosial yang kerap muncul di tengah masyarakat.

‎RDTR Mandek, Investasi Tersendat
‎Tak kalah tajam, DPD LEMTARI menyoroti lambannya pembentukan Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Mereka mengingatkan, tanpa RDTR yang jelas dan rinci, tata ruang daerah berpotensi menjadi sumber konflik dan hambatan investasi.

‎Sekretaris DPD, H. Muhammad Ridha Ilahi, menegaskan bahwa RDTR adalah kunci menuju sistem perizinan modern yang transparan dan terintegrasi. Tanpa itu, proses seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) akan terus berbelit, memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Pesannya jelas: jika ingin investasi masuk, kepastian ruang harus lebih dulu ditegakkan.

‎“Balai Adat” Dikritik: Jangan Asal Label
‎Dalam nada yang tetap konstruktif, LEMTARI juga mengkritisi rencana penamaan “Balai Adat” pada proyek pembangunan daerah nantinya. Bagi mereka, istilah tersebut bukan sekadar nama—melainkan simbol sakral dengan fungsi adat yang spesifik, sehingga tidak menimbulkan polemik dan kegaduhan ditengah masyarakat dimasa yang akan datang.

‎Penggunaan istilah yang tidak tepat dinilai berpotensi mereduksi makna adat itu sendiri.

‎Sebagai solusi, LEMTARI merekomendasikan penggunaan konsep “Rumah Gadang” yang dianggap lebih representatif, inklusif, dan tetap mencerminkan identitas Minangkabau tanpa mengaburkan fungsi adat yang sesungguhnya.

‎OPD Disorot: Efisiensi atau Pemborosan?

‎Tak berhenti di ranah adat dan tata ruang, LEMTARI juga menyorot kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka mendorong evaluasi menyeluruh terhadap struktur birokrasi yang dinilai masih menyimpan potensi tumpang tindih fungsi.

‎Penataan ulang OPD dianggap mendesak untuk memastikan anggaran daerah tidak terbuang sia-sia dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

‎“Birokrasi harus ramping, efektif, dan berbasis kinerja—bukan sekadar struktur,” menjadi garis tegas dalam rekomendasi tersebut. Prinsip dari semangat efisiensi melihat kondisi Negara dan Daerah saat ini adalah” Miskin struktur kaya fungsi bukan sebaliknya miskin fungsi kaya struktur yang berdampak pemborosan pada postur APBD 80% belanja pegawai dan operasional.

‎Momentum Sinergi atau Sekadar Formalitas?

‎Audiensi ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah dan DPRD: apakah aspirasi masyarakat adat akan dijadikan arah kebijakan, atau hanya berhenti sebagai dokumen seremonial?

‎DPD LEMTARI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini. Bagi mereka, pembangunan Lima Puluh Kota ke depan harus berdiri di atas tiga pilar: keadilan, budaya, dan keberlanjutan.

‎Kini bola ada di tangan pemerintah.

‎Apakah rekomendasi ini akan menjadi fondasi kebijakan, atau sekadar arsip yang dilupakan waktu?

‎Wartawan : Yori Despianto

Malam Penutupan Pertandingan Rakyat di Desa Meliah Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan

NATUNAYUTELNEWS.COM ||
Desa Meliah, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna — Penutupan pertandingan rakyat Desa Meliah tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh kehangatan pada Sabtu malam, 3 April 2026, pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian perlombaan yang telah dilaksanakan dengan penuh semangat oleh masyarakat.

Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Kepala Desa Meliah, Zamri, S.Kom, yang didampingi oleh Ibu Kepala Desa, Antika Mayasari. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Suasana malam penutupan semakin semarak dengan berbagai hiburan yang ditampilkan. Acara dibuka dengan penampilan tarian dari siswa-siswi SD Negeri 002 yang berhasil memukau para hadirin. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya kehadiran warga yang ikut menyaksikan hingga akhir acara, menciptakan suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan.

Berbagai pertandingan yang telah digelar meliputi voli putra dan putri, sepak bola putri, domino, tenis meja, serta permainan rakyat lainnya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Meliah.

Pelaksanaan kegiatan ini didukung dengan total anggaran sebesar Rp8.888.000 yang bersumber dari berbagai pihak, yaitu PKK sebesar Rp500.000, Toko Arpan Rp100.000, Kader Bintang Timur Rp200.000, Sukarmawan Rp50.000, BPD Rp200.000, serta kontribusi dari Desa Meliah sebesar Rp3.500.000.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang, panitia menyediakan hadiah dengan rincian: voli putra dan putri masing-masing Rp2.200.000, lomba domino Rp620.000, tenis meja Rp480.000, serta permainan rakyat sebesar Rp3.388.000.

Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Yakup dengan penuh khidmat. Turut hadir dalam acara tersebut BPD, RT, RW, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu Desa Meliah yang turut memeriahkan suasana hingga selesai.

Penutupan pertandingan rakyat ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong masyarakat Desa Meliah. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai wadah hiburan sekaligus mempererat persatuan warga.

(Bani)

Pengelola Kolam Renang Bahagia Akan Evaluasi Internal Demi Keamanan Pengunjung

MEDAN- Yutelnews.com
Sehubungan dengan adanya informasi/isu yang beredar di masyarakat mengenai Insiden tragis yang terjadi di Kolam Renang Bahagia yang berlokasi di Jalan Bahagia BY Pass No. 35, Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, pada Sabtu (14/3/2026).

Atas insiden yang terjadi Kolam Renang, bahagia Medan, bersama ini kami selaku pengelola menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

Bahwa informasi yang beredar terkait adanya dua orang siswi A (11) dan C (11) dilaporkan tenggelam saat mengikuti kegiatan berenang di lokasi kolam renang sekitar pukul 10.15 WIB.

Peristiwa tenggelamnya kedua siswi tersebut diduga terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadar oleh pihak pengelola kolam renang, keduanya kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Estomihi Medan untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada saat kejadian, petugas pengawas (lifeguard) sedang bertugas di area kolam.

Kami juga telah memberikan bantuan dan perhatian kepada keluarga korban, baik yang terdampak maupun yang dalam kondisi sehat, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian kami.

Kami telah melakukan evaluasi internal dan meningkatkan pengawasan serta standar keselamatan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini dan mengimbau seluruh pengunjung untuk selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di area kolam.

Terkait kejadian, kami telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi pihak pengelola melalui kontak resmi.

Demikian surat klarifikasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan pengertiannya, kami ucapkan terima kasih.

(EMEN)

Bupati Pelalawan H.Zukri Misran Hadiri Kunker Komisi II DPR RI

Pelalawan – yutelnews.com ||
Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Riau dalam rangka pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan bank daerah sebagai pilar penting dalam peningkatan pendapatan asli daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Pekanbaru, Kamis (2/4/2026).

Kunjungan kerja ini dipimpin oleh anggota Komisi II DPR RI Dr. H. M. Taufan Pawe, S.H., M.H dan dihadiri oleh Plt. Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Plt. Direktur Utama Bank Riau Kepri, Direktur BUMD, BLUD dan BMD Drs. H. Yudia Ramli, M.Si, para kepala daerah se-Provinsi Riau, Tim Komisi II DPR RI, serta direksi BUMD dan para undangan.

Dalam arahannya, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi menegaskan bahwa keberadaan BUMD diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian fiskal daerah. Ia menyampaikan bahwa hampir seluruh daerah di Riau telah memiliki BUMD, meskipun kondisi kinerjanya masih bervariasi.

“Kita berharap ke depan, dengan dukungan regulasi seperti Undang-Undang BUMD, tata kelola BUMD semakin profesional, akuntabel, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi daerah.” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk menangkap peluang strategis dalam pengelolaan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, agar daerah memiliki peran lebih besar dalam pengelolaan sumber daya unggulan.

Dalam forum tersebut, Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan pentingnya penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pilar utama dalam mendorong kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, BUMD harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi, bukan sekadar pelengkap dalam struktur pembangunan.

Bupati Zukri juga menyampaikan bahwa besarnya potensi sumber daya alam di Kabupaten Pelalawan, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit, seharusnya dapat dikelola secara optimal melalui BUMD agar memberikan nilai tambah langsung bagi daerah.

“BUMD harus diberi ruang yang lebih luas untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sektor strategis daerah. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati pihak luar, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah.” ujarnya.

Bupati Zukri juga mendorong adanya kebijakan yang memungkinkan BUMD menjalin kemitraan dengan koperasi dan masyarakat, sehingga tercipta penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Zukri berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat dan DPR RI dalam memberikan fleksibilitas regulasi, agar BUMD dapat berkembang lebih profesional, adaptif, dan mampu menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi daerah.|| AS

SPPG Sedanau Ditutup Sementara, Investor Ungkap Dugaan Pelanggaran SOP dan Mark Up Harga — Tegaskan Komitmen Jaga Program MBG Sesuai Amanah Presiden

NATUNAYUTELNEWS.COM || Jumat, 3 April 2026
Penutupan sementara Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bunguran Barat, Sedanau, Kabupaten Natuna, memunculkan sejumlah fakta baru. Investor sekaligus mitra pemilik fasilitas, Safruddin (BWS), mengungkap adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) hingga indikasi mark up harga bahan baku dalam operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BWS menjelaskan, sejak awal dirinya membangun fasilitas dapur dengan tujuan mendukung program pemerintah agar berjalan profesional, transparan, dan sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN). Namun dalam pelaksanaannya, ia menemukan berbagai kejanggalan di lapangan.

Beberapa temuan di antaranya meliputi lemahnya pengawasan operasional, penurunan kualitas bahan pangan, hingga ditemukannya bahan baku berupa daging ayam dalam kondisi membusuk. Selain itu, terdapat dugaan selisih harga bahan baku seperti tempe, tahu, dan LPG yang nilainya disebut tidak wajar dibanding harga pasar.

“Ini berpotensi merugikan negara dan mencederai tujuan program,” tegasnya.

Selain persoalan teknis, penutupan sementara juga dipicu belum adanya kesepakatan kerja sama resmi antara pemilik fasilitas dan pihak pengelola yayasan.

Meski demikian, BWS menegaskan bahwa langkah yang diambil bukan untuk menghambat program, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab agar pelaksanaannya tetap berjalan sesuai tujuan awal.

Dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (3/4/2026) pukul 16.12 WIB melalui sambungan telepon, BWS menyampaikan komitmennya terhadap program MBG.

“Saya sejak awal berkomitmen mendukung program Presiden Prabowo ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak Indonesia, dengan penyediaan makanan bergizi yang layak. Harapan kita, generasi bangsa tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Ini amanah yang harus kita jaga bersama dengan penuh tanggung jawab,” ujar Wan Safri/BWS.

Sementara itu, pihak BGN melalui Wakil Kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Soni Sonjaya, memastikan akan melakukan investigasi internal. Jika ditemukan pelanggaran, kasus tersebut tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan ke aparat penegak hukum.

Ke depan, diharapkan operasional SPPG Sedanau dapat kembali berjalan dengan sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Perkembangan lebih lanjut terkait persoalan ini akan terus dipantau dan diberitakan.

Sumber: Batammoranews.com | Diolah oleh Redaksi YUTELNEWS.COM | Editor: Darmansyah Kabiro Natuna

Humas PT BSA Kec. Galang, : Masyarakat yang Meminta Tambak Udang Disana, AMDAL dan Peraturan Terabaikan

YUTELNEWS.com / Salah satu Humas PT BSA menyampaikan bahwa berdirinya perusahaan tersebut atas dukungan masyarakat.

“Masyarakat yang meminta agar tambak Udang disana bisa beroperasi, masyarakat disana sangat mendukung, 1 kampung disana dapur 3 mendukung semua dengan menandatangani,” jawab Aslan.

Aslan yang merupakan humas atau kepercayaan dari perusahaan tersebut menyampaikan bahwa selain RT, RW, beliaulah yang pertama dihubungi sehingga kegiatan tersebut bisa beroperasi hingga saat ini.

“Kami mendukung investor yang datang untuk menciptakan lapangan kerja, itu harapan kami,” tambah Aslan melalui WhatsApp.

Sebelumnya Tim media telah melakukan konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam namun terkesan Bungkam saat konfirmasi adanya Tambak Udang di wilayah Dapur Arang 3, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam yang diduga beroperasi secara ilegal, kamis (02/4/2026).

Tim media pun sudah berusaha meminta konfirmasi kepada pihak PT BSA namun disampaikan masih di Lingga.

“Maaf bg sy lg di lingga Pulang baru jumpa y,” balasnya, [2/4, 10.46].

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, usaha tambak udang itu diduga belum mengantongi legalitas dan perizinan seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut dan darat, dokumen lingkungan AMDAL, UKL/UPL, dokumen IPAL serta sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Pihak Kesatuan Pengelolaan Hutang Lindung (KPHL) Unit II Kota Batam, keberadaan Tambak udang itu berdiri diatas kawasan Hutan. Pasalnya, usaha Tambak udang yang disebut-sebut dikelola oleh PT. Bertuah Samudera Abadi (PT BSA) beromzet milyaran itu berada persis di lereng bukit di atas permukaan laut.

Dikutip dari sumber salah satu warga Desa Air Naga, awal keberadaan usaha tambak udang milik seorang pria berinisial ALX itu sempat terjadi penolakan oleh masyarakat setempat khususnya para nelayan tradisional.

Bagaimana tidak, setiap usaha tambak udang tentu memiliki limbah dari feses, bangkai udang dan sisa pakan yang mengandung kimia.

“Pastinya ini akan merusak ekosistem laut. Apalagi mereka tidak memiliki IPAL yang standar. Belum lagi usaha mereka tepat diatas permukaan laut, sehingga dampaknya sangat terasa dengan berkurangnya mata pencarian nelayan lokal di sini,” ucap satu warga setempat kepada sumber.

Tentu, sejumlah pelanggaran ini akan berdampak penghentian hingga penyegelan lokasi seperti yang terjadi pada tahun 2023 silam di kawasan Rempang Galang, Batam. Dimana, Kementerian Kelautan dan Perikanan segel 2 lokasi tambak udang milik PT. DMMP dan PT. TJSU.

Ketika itu, sejumlah pelanggaran ditemukan. Para pelaku usaha tambak udang tidak mengantongi dokumen CCIB dan tidak menerapkan kaidah CCIB yang telah ditentukan. selain itu, usaha yang diajukan dalam sistem OSS adalah Mikro, namun fakta dilapangkan usaha tambak itu beromzet Milyaran.

Sampai berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pengelola, Dinas Terkait soal keberadaan tambak udang milik PT. BSA yang diduga beroperasi ilegal di Dapur 3 Galang, Kota Batam. (Tim Red)

Part 2

PUD/DISTRIBUTOR PT MTS DAYAT SIREGAR & PPTS/KIOS UD CHRISTMAS Mengucapkan Selamat HUT Ke-14 Tahun 2026 PT PUPUK INDONESIA (Persero).

Nias / Bawolato – YUTELNEWS.com
PPTS/Kios UD CHRISTMAS Kecamatan Bawolato Kabupaten Nias.

Mengucapkan

Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-14 Tahun 2026 PT Pupuk Indonesia (Persero).

Kami dari PPTS dan PUD Kabupaten Nias PT Makmur Tunggal Sentosa Mengucapkan Dirgahayu Ulang Tahun PT Pupuk Indonesia (Persero) yang ke-14 Tahun 2026. “Transform, Sustain, Empower.”

Pupuk indonesia merupakan perusahaan yang sangat berperan dalam mendukung program Bapak Presiden yaitu dalam swasembada pangan.
Menebar kemakmuran untuk semua petani.

Tema Utama:
1. Bergerak Maju Bersama Pupuk Indonesia Membuka Harapan Baru Untuk Ketahanan Pangan.

Fokus Stategis:
2. Melangkah lebih jauh dengan semangat transformasi yang matang, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika industri.

Komitmen Lingkungan:
3. Mendorong operasional yang lebih hijau dan bersih (Go Green) serta mendukung tercapainya target Net Zero Emission.
Penguatan Ketahanan Pangan:
Memastikan ketersediaan pupuk domestik dan mendukung program pemerintah dalam swasembada pangan.

Pupuk Indonesia sebagai motor penggerak industri pertanian yang terus bertransformasi menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Ttd.
PUD/Distributor PT MTS (Dayat Siregar) & PPTS/Kios UD CHRISTMAS. (BL).

(EMEN)

Diduga Diabaikan, Jembatan Ambruk Saat Warga Akan Memilih, Lima Korban Jatuh di Tegal Buleud.

YUTELNEWS.COMSUKABUMI|| Kondisi infrastruktur yang diduga dibiarkan tanpa perbaikan kembali menimbulkan korban.

Jembatan penghubung di Kampung Lingkung Sari, RT 04 RW 04, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Kamis (2/4/2026), saat warga melintas untuk mengikuti Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Sumberjaya.

Peristiwa terjadi ketika warga dari Dusun Kampung Cilampahan tengah menuju lokasi pemilihan. Jembatan yang menjadi akses utama tersebut tiba-tiba putus saat dilalui.

Warga menyebut kondisi jembatan sudah lama rusak dan minim perawatan, namun tetap digunakan karena tidak tersedia jalur alternatif.
Akibatnya, lima orang menjadi korban, terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun para korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tegal Buleud setelah dievakuasi warga menggunakan ambulans desa.

Kejadian ini memicu kritik keras dari masyarakat. Mereka menilai kerusakan jembatan sudah lama dilaporkan, namun tidak kunjung mendapat penanganan.

Warga menilai lambannya respons terhadap kondisi infrastruktur berisiko membahayakan keselamatan.

“Sudah sering dilaporkan, tapi tidak ada perbaikan. Baru setelah ada korban, kejadian ini kembali diperhatikan,” ujar seorang warga.

Ambruknya jembatan juga berdampak pada terganggunya proses PAW Kepala Desa Sumberjaya. Dari 18 pemilih yang terdaftar, sebagian tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat akses utama terputus.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera melakukan perbaikan darurat serta audit kondisi jembatan di wilayah Tegal Buleud. Mereka khawatir, tanpa langkah cepat, kejadian serupa bisa kembali terjadi dengan dampak yang lebih serius.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penyebab ambruknya jembatan maupun rencana penanganan.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan infrastruktur di daerah pelosok yang dinilai belum menjadi prioritas, meski menyangkut keselamatan masyarakat.

(Wowo)

Kejari Natuna Gandeng Kemenag dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah

YUTELNEWS.COM | Natuna, 2 April 2026 — Kejaksaan Negeri Natuna terus memperkuat peran strategisnya dalam pengamanan aset keagamaan dengan menjalin sinergi lintas instansi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna dan Kantor Pertanahan Kabupaten Natuna.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis (2/4/2026), ini menjadi langkah konkret dalam mendorong percepatan sertifikasi serta pengamanan tanah wakaf dan tempat peribadatan di wilayah Kabupaten Natuna.

Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, Erwin Indrapraja, bersama Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Muhd. Sabirin, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Natuna, Amir Nugroho.

Kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan koordinasi dan kolaborasi antar lembaga dalam rangka optimalisasi tugas dan fungsi masing-masing instansi, khususnya di bidang pertanahan dan aset keagamaan.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi inventarisasi dan identifikasi tanah wakaf serta tempat ibadah, pertukaran data dan informasi antar instansi, percepatan proses sertifikasi, hingga pemberian bantuan hukum oleh Kejaksaan Negeri Natuna, baik secara litigasi maupun non-litigasi.

Peran Kejaksaan sebagai pengacara negara juga menjadi krusial dalam memberikan pendampingan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya guna memitigasi potensi sengketa di bidang perdata dan tata usaha negara.

Melalui sinergi ini, diharapkan seluruh aset keagamaan di Kabupaten Natuna dapat memiliki kepastian hukum yang kuat, sehingga mampu mencegah konflik, meningkatkan tertib administrasi pertanahan, serta mendukung tata kelola aset yang transparan dan akuntabel.

Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam percepatan legalisasi aset dan reformasi birokrasi di sektor pertanahan, khususnya terkait perlindungan tanah wakaf dan fasilitas tempat ibadah.

Kejaksaan Negeri Natuna menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam pengamanan aset negara dan aset keagamaan melalui pendekatan yang profesional, berintegritas, dan humanis.

Sumber: Free Release Kejaksaan Natuna, diolah Redaksi Yutelnews.com
Editor: Darmansyah, Kabiro Natuna Yutelnews.com)

DLH Batam Bungkam Konfirmasi Tambak Udang Ikan di Kecamatan Galang yang Diduga Milik PT BSA

YUTELNEWS. com / Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam terkesan Bungkam saat konfirmasi adanya Tambak Udang di wilayah Dapur Arang 3, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam yang diduga beroperasi secara ilegal, kamis (02/4/2026).

Tim media pun sudah berusaha meminta konfirmasi kepada pihak PT BSA namun disampaikanasih di lingga.

” PT Bertuah Samudra Abadi: Maaf bg sy lg di lingga Pulang baru jumpa y,” balasnya, [2/4, 10.46].

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, usaha tambak udang itu diduga belum mengantongi legalitas dan perizinan seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut dan darat, dokumen lingkungan AMDAL, UKL/UPL, dokumen IPAL serta sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Pihak Kesatuan Pengelolaan Hutang Lindung (KPHL) Unit II Kota Batam, keberadaan Tambak udang itu berdiri diatas kawasan Hutan. Pasalnya, usaha Tambak udang yang disebut-sebut dikelola oleh PT. Bertuah Samudera Abadi (PT BSA) beromzet milyaran itu berada persis di lereng bukit di atas permukaan laut.

Dikutip dari sumber salah satu warga Desa Air Naga, awal keberadaan usaha tambak udang milik seorang pria berinisial ALX itu sempat terjadi penolakan oleh masyarakat setempat khususnya para nelayan tradisional.

Bagaimana tidak, setiap usaha tambak udang tentu memiliki limbah dari feses, bangkai udang dan sisa pakan yang mengandung kimia.

“Pastinya ini akan merusak ekosistem laut. Apalagi mereka tidak memiliki IPAL yang standar. Belum lagi usaha mereka tepat diatas permukaan laut, sehingga dampaknya sangat terasa dengan berkurangnya mata pencarian nelayan lokal di sini,” ucap satu warga setempat kepada sumber.

Tentu, sejumlah pelanggaran ini akan berdampak penghentian hingga penyegelan lokasi seperti yang terjadi pada tahun 2023 silam di kawasan Rempang Galang, Batam. Dimana, Kementerian Kelautan dan Perikanan segel 2 lokasi tambak udang milik PT. DMMP dan PT. TJSU.

Ketika itu, sejumlah pelanggaran ditemukan. Para pelaku usaha tambak udang tidak mengantongi dokumen CCIB dan tidak menerapkan kaidah CCIB yang telah ditentukan. selain itu, usaha yang diajukan dalam sistem OSS adalah Mikro, namun fakta dilapangkan usaha tambak itu beromzet Milyaran.

Sampai berita ini dipublikasikan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pengelola dan pihak-pihak terkait soal keberadaan tambak udang milik PT. Bertuah Samudera Abadi yang beroperasi ilegal di Dapur 3 Galang, Kota Batam. (Red)

Ket. Ft Ist

Kunjungan Industri SMK MUTIPUGA ke TVRI Yogyakarta, Fokus pada Dunia Kreatif dan Penyiaran

Yogyakarta, Yutelnews.com – Sebanyak 37 siswa SMK Muhammadiyah 3 Pucang Gading (SMK MUTIPUGA) mengikuti kegiatan Kunjungan Industri (KI) ke TVRI Yogyakarta pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi oleh 10 guru sebagai bagian dari pembelajaran berbasis dunia kerja.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), khususnya di bidang yang relevan dengan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Selama kegiatan, siswa mendapatkan gambaran mengenai proses produksi siaran, pengelolaan media, hingga peluang karier di industri pertelevisian dan kreatif.

Kepala SMK MUTIPUGA, Jasno, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Kunjungan Industri ini sangat penting untuk memberikan wawasan nyata kepada siswa tentang dunia kerja, sehingga mereka memiliki gambaran yang jelas terkait kompetensi yang harus dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari TVRI Yogyakarta, Gunawan, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

“Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan lain seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL). Selain itu, kami juga membuka peluang agar ke depan SMK MUTIPUGA dapat kembali melaksanakan kunjungan industri ke TVRI,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi di bidang Desain Komunikasi Visual serta siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Pengalaman langsung di lapangan dinilai menjadi bekal penting dalam membangun kesiapan dan profesionalisme siswa.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Puma Tour & Travel Semarang atas dukungan yang diberikan dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.

M. Efendi

Bangkitkan Literasi Anak Negeri, Perpustakaan Jadi Kunci Masa Depan Generasi

NATUNA
YUTELNEWS.COM || Meningkatkan wawasan dan kualitas generasi muda tidak terlepas dari budaya literasi yang kuat. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, kebiasaan membaca menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pikir kritis dan cerdas bagi anak negeri.

Di mana pun seseorang berdomisili, jika tersedia fasilitas perpustakaan, hal tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang belajar yang membuka jendela dunia dan memperluas wawasan.

Semangat literasi ini juga terinspirasi dari pengalaman nyata yang diceritakan oleh salah satu rekan awak Yutelnews berinisial DI. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah membiasakan diri membaca berbagai jenis buku tanpa memilih-milih. Konsistensi tersebut terbukti membentuk wawasan yang luas serta pola pikir yang matang hingga saat ini. Pengetahuan yang dimilikinya pun tidak diragukan lagi, menjadi contoh nyata bahwa kebiasaan membaca sejak dini mampu mengubah masa depan seseorang.

Sayangnya, minat baca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, masih perlu terus didorong. Padahal, dengan rajin membaca, seseorang tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memahami berbagai persoalan secara lebih bijak dan objektif.

Melalui pemberitaan ini, awak Yutelnews berharap dapat memberikan motivasi kepada seluruh anak negeri, khususnya yang berada di wilayah 3T, untuk terus semangat meningkatkan literasi. Adapun 3T merupakan singkatan dari Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, yaitu daerah yang memiliki keterbatasan akses, baik dari segi infrastruktur, pendidikan, maupun informasi.

Momentum ini menjadi ajakan bersama agar masyarakat mulai bangkit dan menumbuhkan kembali kebiasaan membaca. Peran orang tua, guru, serta lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk membangun budaya literasi sejak dini.

Dengan memanfaatkan perpustakaan yang ada di lingkungan tempat tinggal, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berwawasan luas, serta mampu bersaing di masa depan. Karena pada akhirnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat literasi masyarakatnya.

Red:Darmansyah, Kabiro Natuna Yutelnews.com

LAPAS Kelas IIA Batam Gelar Halal Bihalal Bersama Insan Pers

YUTELNEWS.com / Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam (LAPAS) menggelar kegiatan halal bihalal dan silaturahmi bersama insan pers sebagai upaya memperkuat kemitraan serta mendorong Keterbukaan Informasi Publik. Acara tersebut digelar di Aula Lapas Batam pada Rabu (1/4/2026) sekira pukul 13.00 Wib.

Pentingnya kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara Lapas Batam dengan insan pers. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca momentum keagamaan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam penyampaian informasi publik.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Diskusi ringan antara jajaran Lapas dan para jurnalis turut mewarnai kegiatan, membahas berbagai hal terkait tugas pemasyarakatan serta peran media dalam mengedukasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Yosafat menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara transparan, objektif, dan berimbang.

“Media merupakan mitra strategis kami dalam menyampaikan berbagai informasi kepada publik. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya,” ujarnya.

Foto bersama dengan Ka Lapas Kelas II Batam dengan Beberapa Insan Pers

Beberapa Rangkaian kegiatan di dalam lapas salah satunya kerajinan /keterampilan dan kesenian serta beberapa karya lainnya dari warga Binaan sehingga hasil karya warga binaan tersebut menerima penghargaan.

Dipaparkan juga bahwa hubungan Petugas Lapas dengan warga Bina tidak terlalu dekat tidak terlalu jauh namun dilakukan sesuai SOP petugas untuk mengontrol, memantau baik itu kebersihan, kesehatan dan lainya.

” Kita ingin warga Binaan berubah menjadi lebih baik terutama pada tingkat kebersihan, tata Krama, beretika baik, sopan santun,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi yang telah terbangun dapat semakin solid, sehingga mampu mendukung terciptanya keterbukaan informasi publik serta pemberitaan yang kredibel dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Acara ini dipimpin langsung oleh Ka Lapas Batam, Bapak Yosafat yang didampingi Humas Lapas Batam, Andre, serta dihadiri sejumlah perwakilan media di Kota Batam.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga hubungan baik antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam dan insan pers. /Tim

 

Tokoh PKB Kabupaten Bandung H. Asep Bubun Hadiri Acara Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi Pengurus Se-Kabupaten

Bandung –YUTELNEWS.com//  Tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung H. Asep Bubun menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh DPC PKB Kabupaten Bandung. Acara yang diikuti oleh pengurus PKB dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung menjadi ajang penting untuk mempererat tali silaturahmi dan menyatukan komitmen antar kader. pada rabu 01/04/2026.

Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Bubun menekankan bahwa kekompakan antar pengurus adalah kunci keberhasilan partai dalam menjalankan mandat rakyat. “Acara halal bihalal ini bukan hanya untuk saling memaafkan, tetapi juga untuk menyatukan visi dan misi kita dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik. Kita harus terus memperkuat sinergi agar program kerja PKB dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Acara juga menyaksikan sesi pembahasan arah program kerja PKB Kabupaten Bandung untuk tahun mendatang, serta penegasan komitmen para pengurus dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan nilai-nilai yang diemban oleh partai. Para hadirin pun saling berbagi pengalaman dan strategi untuk meningkatkan peran serta partai di tingkat lokal”, tukasnya.

 

 

Yans.

Desa Tenjojaya Jadi Desa Unggulan, Kades Jamaludin Aziz Dorong Inovasi Selada dan Talas Pratama

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan geliat positif sebagai desa unggulan melalui pengembangan sektor pertanian. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Tenjojaya, Jamaludin Aziz, berbagai inovasi mulai dikembangkan, salah satunya budidaya selada dan talas pratama yang kini menjadi andalan desa.Kamis ( 2/4/2026 ).

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat. Selada dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil, sementara talas pratama menjadi komoditas lokal unggulan yang terus dikembangkan agar memiliki daya saing.

“Kami ingin Desa Tenjojaya dikenal sebagai desa yang produktif dan inovatif. Selada dan talas pratama ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan perekonomian warga,” ujar Jamaludin Aziz.

Selain fokus pada produksi, pemerintah desa juga mendorong pelatihan bagi petani, mulai dari teknik budidaya modern hingga pemasaran hasil panen. Dengan begitu, para petani tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih luas.

Dukungan masyarakat pun terlihat dari semangat gotong royong dalam mengembangkan lahan pertanian. Program ini diharapkan mampu menjadikan Desa Tenjojaya sebagai contoh desa mandiri berbasis pertanian di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Ke depan, Desa Tenjojaya menargetkan peningkatan produksi serta pengembangan produk turunan dari selada dan talas pratama agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar regional hingga nasional.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.