You Tell News

Puluhan Ribu Warga Jawa Barat Banjiri Kota Bandung Saksikan Puncak Milangkala Tatar Sunda

Kota Bandung – YUTELNEWS.com// Puluhan ribu warga dari berbagai daerah, tumpah ruah di Kota Bandung untuk menyaksikan puncak Milangkala Tatar Sunda yang dirangkaikan dengan Kirab Mahkota Binokasih, pada Sabtu (16/05/2026).Tujuan Wisata

Mereka rela berdesakan demi bisa menyaksikan lebih dekat kemegahan acara yang merupakan rangkaian terakhir dari Milangkala Tatar Sunda. Tak hanya dari Bandung, mereka juga datang dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Bahkan tak sedikit di antaranya datang dari luar Jabar.

Kiara Artha Park yang menjadi titik awal kirab budaya mulai dipenuhi penonton sejak siang. Bahkan menjelang pukul 17.30 WIB, area parkir di kawasan tersebut sudah penuh. Petugas terpaksa mengatur kendaraan untuk parkir di luar area.

Kehebohan mulai terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai tampak didepan panggung utama yang disaksikan puluhan ribu pasang mata. Petugas keamanan pun mulai terlihat kewalahan menahan desakan penonton untuk dapat lebih dekat dengan idola mereka.

Tak berselang lama, suasana mulai terasa khidmat ketika Dedi Mulyadi duduk di tengah lintasan kirab diiringi alunan gamelan khas Sunda, menyambut kedatangan Mahkota Binokasih yang siap di kirab menuju Gedung Sate.

Namun tak lama suasana berubah kembali meriah ketika gubernur yang akrab disapa KDM itu mulai menaiki kuda putih yang berada di barisan paling depan dari sejumlah kereta kencana serta iring-iringan kesenian daerah.

Mahkota Binokasih yang menjadi simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran mulai diarak menggunakan kereta kencana dengan pengawalan ketat mengikuti langkah KDM dengan kudanya.

Penonton semakin antusias saat iring-iringan mulai bergerak. Ribuan ponsel dengan kemera mode aktif menunjukkan tingginya semangat mereka mengabadikan momen yang jarang mereka temukan.

Diakui Indri, salah seorang penonton asal Cirebon, kedatangannya ke Bandung sengaja ia jadwalkan demi menyaksikan kirab Mahkota Binokasih dan KDM secara langsung.

“Makanya sengaja kita datang bareng -bareng kesini. Inginnya kita kebudayaan ini lebih rame lagi. Saya senang karena budaya kita yang hampir punah sekarang digali lagi, jadi bangga dengan acara seperti ini,” ujarnya.

Sementara penonton lainnya asal Kabupaten Garut bernama Ridwan mengaku tak menyangka acara di Kiara Artha Park itu akan semeriah malam itu. Baginya, itu menjadi pengalaman pertama menyaksikan acara yang menampilkan seni tradisional dengan penonton sangat banyak.

“Ini keren banget kalau menurut aku, sangat jarang kalau aku lihat acara tradisional tapi penontonnya membeludak begini. Berarti sebenarnya masyarakat sangat merindukan yang begini sebenarnya,” ucap nya ridwan.

Milangkala Tatar Sunda dengan mata acara utama Kirab Mahkota Binokasih, sebelumnya dimulai dari Kabupaten Sumedang, tempat mahkota tersebut disimpan, yakni di kerajaan Sumedang Larang.

Acara kemudian dilanjutkan secara beruntun di Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Depok, Karawang, Cirebon, dan berakhir di Kota Bandung.

Yans.

Pangdam III/Slw Hadiri Launching KDKMP Bersama Presiden RI.

Kab.Bandung Barat – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 1.061 titik wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, bertempat di KDKMP Desa Cilame Perumahan Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam III/Siliwangi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, Kajati Jawa Barat, para Asisten Kasdam III/Siliwangi, Danpomdam III/Siliwangi, Kapendam III/Siliwangi, Walikota Cimahi, Wakil Bupati Bandung Barat, Dandim 0609/Cimahi, serta Kapolres Cimahi.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pilar utama dalam memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi nasional. Menurut Presiden, koperasi merupakan “soko guru” ekonomi desa yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.

Pentingnya memutus rantai distribusi yang panjang dan ketergantungan terhadap tengkulak. Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, para petani diharapkan memperoleh harga jual yang lebih adil, sementara masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau melalui gerai dan gudang desa.

Selain itu, Presiden mengingatkan semangat “berdikari” sebagaimana dicita-citakan Proklamator Soekarno, yakni kemampuan bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat.

Program KDKMP juga diarahkan agar dikelola secara modern, transparan, dan berbasis digital. Presiden menilai koperasi tidak lagi dapat dijalankan secara tradisional, melainkan harus profesional sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial serta pemerataan ekonomi, sehingga perputaran uang tidak hanya terpusat di kota-kota besar tetapi juga dapat dirasakan hingga pelosok desa.

Melalui program nasional tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya lebih dari satu juta lapangan kerja di seluruh Indonesia, dengan estimasi setiap koperasi mampu menyerap sekitar 18 tenaga kerja.

Sumber : (Pendam III/Siliwangi).

Yans.

Pesona Malam Minggu di Tugu Golong Gilig Yogyakarta

Yutelnews.com
Yogyakarta selalu memiliki cara istimewa untuk menghadirkan suasana hangat bagi siapa saja yang datang berkunjung. Pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, kawasan Tugu Golong Gilig di Jalan Jenderal Sudirman tampak dipenuhi masyarakat dan wisatawan yang menikmati indahnya malam akhir pekan di Kota Gudeg.

Keramaian mulai terlihat sejak sore hari. Cahaya lampu kota yang menghiasi kawasan tugu menciptakan pemandangan yang cantik dan menenangkan. Banyak pengunjung berjalan santai, duduk bersama keluarga maupun sahabat, serta mengabadikan momen di sekitar ikon terkenal Yogyakarta tersebut.

Di sepanjang area tugu, para pedagang kuliner juga ramai melayani pembeli. Aroma lezat dari sate ayam yang dibakar berpadu dengan hidangan nasi cumi-cumi dan berbagai makanan lainnya membuat suasana semakin hidup. Sebagian pengunjung memilih menikmati makanan langsung di tempat sambil menikmati lalu lalang kendaraan dan suasana malam kota yang khas.

Tidak hanya warga Yogyakarta, wisatawan dari berbagai daerah turut memeriahkan suasana malam itu. Salah satunya adalah Ibu Sinda yang datang dari Natuna. Ia mengaku senang dapat menikmati keramahan masyarakat dan keindahan suasana malam di kawasan Tugu Golong Gilig.

Malam Minggu di Tugu Golong Gilig bukan sekadar tentang keramaian, tetapi juga tentang kebersamaan, kehangatan, dan pesona budaya Yogyakarta yang selalu dirindukan banyak orang. Kawasan ini terus menjadi tempat favorit untuk cerita.(Bani)

Gelper di Mitra Mall Diminta Ditutup, Pengawasan Dipertanyakan

YUTELNEWS.com | Dugaan Aktivitas Perjudian Modus Gelper (Gelanggang Permainan) di Mitra Mall Batu aji semakin bebas beroperasi tanpa pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Beberapa sumber dipercaya menyampaikan bahwa aktivitas tersebut dikendalikan oleh beberapa oknum.

Diminta perhatian Polresta Barelang agar Pelaku Perjudian dan Pengelola ditindak tegas. Jika terbukti adanya perjudian maka sudah seharusnya APH dan Dinas terkait untuk menutup arena tersebut agar warta setempat tidak menjadi korban.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan investigasi dan konfirmasi kepada pihak terkait. /Tim

Part 1

Mendagri Tito Karnavian Dampingi Presiden Prabowo, Resmikan Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Nganjuk –YUTELNEWS.com// Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Prabowo bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Mendagri Tito, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta pihak terkait lainnya.

Operasionalisasi 1.061 KDKMP tersebut mencakup 530 unit di Jawa Timur yang tersebar di tujuh kabupaten dan 531 unit di Jawa Tengah yang tersebar di delapan kabupaten/kota.

Sebelum secara resmi meluncurkan operasionalisasi KDKMP, Presiden Prabowo yang didampingi Mendagri Tito terlebih dahulu meninjau KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Di koperasi tersebut, Mendagri mendampingi Presiden Prabowo meninjau sejumlah layanan yang tersedia. Kehadiran Mendagri dalam acara tersebut merupakan bentuk komitmen dukungan terhadap program prioritas nasional itu.

Sebelumnya, Mendagri juga telah menerbitkan sejumlah regulasi dan kebijakan bagi daerah yang memuat dukungan terhadap program KDKMP. Aturan tersebut antara lain Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Dukungan Bupati/Wali Kota dalam Pendanaan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Surat Edaran (SE) Nomor 500.3/2438/SJ tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta SE Nomor 100.3.1.3/8944/SJ tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” ujar Presiden Prabowo sebelum menekan sirine yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pembentukan KDKMP merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong akselerasi perekonomian di tingkat desa dan kelurahan. Melalui operasionalisasi KDKMP, masyarakat diharapkan memperoleh berbagai manfaat, antara lain akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta layanan kredit modal dengan bunga murah.

“Melalui Koperasi Merah Putih juga kita salurkan nanti kredit-kredit murah untuk rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden optimistis kehadiran KDKMP akan mampu memacu geliat ekonomi di desa. Menurut Presiden Prabowo, masyarakat desa maupun kelurahan akan semakin mandiri dengan mengoptimalkan potensi ekonomi di daerah masing-masing. Hal ini juga didukung oleh kelengkapan layanan KDKMP dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan gerai sembako, penyaluran gas LPG, pupuk bersubsidi, layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, hingga gerai apotek.

“Akan ada apotek obat murah. Obat yang kita tekan sehingga semurah-murahnya dapat dicapai oleh rakyat di seluruh Indonesia,” tandas Presiden Prabowo.

Turut hadir dalam acara tersebut seluruh anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI, para kepala daerah se-Jawa Timur, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Puspen Kemendagri

Yans.

Pentahelix Dayeuhkolot Lanjutan: Pengerukan Manual Fokus Tangani Penumpukan Sedimen

Bandung –YUTELNEWS.com// Sinergi lintas sektor atau pentahelix kembali lakukan dalam upaya penanganan lingkungan dan pengendalian banjir di wilayah ini.Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Pada tahap lanjutan yang berlangsung hari ini, pada sabtu (16/05/2026). kegiatan difokuskan pada pengerukan sedimen secara manual di sepanjang aliran air yang menjadi titik kritis penumpukan material lumpur dan endapan.

Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, serta media massa yang bekerja bahu-membahu. “Berbeda dengan wilayah lain yang lebih banyak memanfaatkan alat berat, tahap ini memprioritaskan metode pengerukan manual, terutama di area-area sempit, berdekatan dengan pemukiman, atau lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh mesin alat berat. Fokus utamanya adalah mengangkat sedimen yang terbukti menjadi penyebab utama pendangkalan saluran air dan penyempitan aliran sungai.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto, menyampaikan bahwa penumpukan sedimen yang dibiarkan akan mengurangi kapasitas tampung air, sehingga meningkatkan risiko luapan saat curah hujan tinggi. “Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya membersihkan saluran, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar aliran air agar tetap berfungsi maksimal,” ujarnya.

Warga setempat menyambut baik langkah lanjutan ini dan turut berpartisipasi aktif. Mereka berharap kegiatan ini dapat berjalan berkelanjutan agar masalah pendangkalan sungai dan risiko banjir di lingkungan mereka dapat teratasi secara tuntas. Kegiatan pentahelix ini direncanakan akan terus berlanjut ke titik-titik penanganan lainnya guna memastikan saluran air kembali dalam kondisi prima.

Yans.

Buka Festival Telaga Air Merah, Bupati Asmar Apresiasi Kolaborasi Desa dan Perusahaan Bangun Wisata

MERANTIYUTELNEWS.com
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, membuka Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang digelar di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Asmar mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes dan PT Imbang Tata Alam (ITA) dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal di Desa Tanjung.

Menurutnya, Festival Telaga Air Merah bukan sekadar ajang hiburan dan wisata, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam membangun sektor pariwisata yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat desa.

“Festival ini dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal mampu dikembangkan menjadi potensi pariwisata yang berdampak terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah,” ujar Asmar.

Ia mengatakan, Festival Telaga Air Merah juga menjadi sarana pelestarian budaya Melayu sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat serta mengenalkan permainan olahraga tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

“Festival Telaga Air Merah ini merupakan salah satu bentuk usaha kita dalam menjaga khasanah budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.

Selain sektor pariwisata, Bupati Asmar juga mengapresiasi kontribusi PT Imbang Tata Alam dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa melalui pembangunan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sangat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil perkebunan maupun pertanian warga.

“Kami berharap keberadaan jalan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengatakan Festival Telaga Air Merah yang telah memasuki tahun keenam merupakan hasil kebersamaan antara pemerintah desa, BUMDes Tanjung Mandiri dan PT Imbang Tata Alam dalam mengembangkan potensi wisata desa.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kami dari Desa Tanjung bekerja sama dengan BUMDes dan PT Imbang Tata Alam kembali melaksanakan Festival Telaga Air Merah yang ke-VI. Tentunya ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, keberadaan Wisata Telaga Air Merah yang dikelola melalui unit usaha BUMDes Tanjung Mandiri terus memberikan kontribusi positif bagi desa dan masyarakat.

“Alhamdulillah pada tahun 2025 lalu, BUMDes Tanjung Mandiri berhasil menghasilkan PAD atau keuntungan sekitar Rp183 juta yang sedikit demi sedikit dapat memberikan kontribusi bagi desa dan masyarakat,” katanya.

Perwakilan Manajemen EMP PT Imbang Tata Alam (ITA), Arif Hidayatullah, mengatakan Festival Telaga Air Merah menjadi bukti nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam membangun potensi wisata daerah.

“PT Imbang Tata Alam bukan Superman, tetapi kami berupaya menjadi super team bersama masyarakat dan pemerintah dalam membangun Meranti yang lebih maju,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pengembangan Wisata Telaga Air Merah menunjukkan semangat masyarakat Desa Tanjung yang mampu mengubah kawasan embung menjadi destinasi wisata yang produktif dan menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah.

“Bagaimana kondisi yang tidak optimal dan berada di kampung ternyata bisa dibangun menjadi seperti ini. Kami belajar dari semangat juang masyarakat Desa Tanjung dalam mengembangkan wisata,” katanya.

Arif juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, BUMDes dan masyarakat yang menyediakan homestay serta mendukung aktivitas wisata selama festival berlangsung sehingga berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.

“Boleh jadi kita berbeda, ada Jawa, Sunda dan Melayu, tetapi di sini kita bersatu dan berkolaborasi membangun Meranti lebih maju,” ungkapnya.

Di sela kegiatan festival, PT Imbang Tata Alam turut menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim yang berasal dari Desa Tanjung, Maini Darul Aman, Tenan dan Tanjung Darul Takzim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Usai membuka festival, Bupati Asmar juga membuka lomba pacu sampan dan lomba mencucuk atap yang menjadi rangkaian Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, Bupati Asmar bersama tamu undangan turut melakukan penanaman pohon di kawasan wisata Telaga Air Merah.

Rangkaian Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, di antaranya lomba pacu sampan, lomba mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK dan RA se-Kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat, malam apresiasi seni budaya, pertunjukan barongsai, tari tradisional, orkes Melayu, api unggun, hingga camping ground di kawasan wisata Telaga Air Merah.

Sebelumnya, Bupati Asmar juga terlebih dahulu meresmikan Jalan Tanjung Darul Takzim yang dibangun melalui dukungan PT Imbang Tata Alam.(Bom)

Keude Geudong Jadi “Kota Hantu”, Praktisi Hukum dan Ketua APPI Desak Aparat Usut Tuntas Proyek PT Bina Usaha.

Aceh UtaraYUTELNEWS.com Kondisi Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, kini menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat itu kini disebut berubah menjadi “kota tak bertuan” akibat proyek pembangunan yang mangkrak dan terbengkalai selama bertahun-tahun.

Sorotan keras datang dari Praktisi hukum sekaligus putra daerah Samudera, Riki Iswandi, yang mempertanyakan sikap aparat penegak hukum karena dinilai belum melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap proyek pembangunan Keude Geudong yang dibangun oleh PT Bina Usaha, perusahaan milik Pemerintah Daerah Aceh Utara.

Menurut Riki, pembangunan tersebut dilakukan setelah penggusuran pedagang kaki lima di sekitar kawasan pasar sekitar lima tahun lalu. Namun hingga saat ini, bangunan yang diharapkan menjadi pusat ekonomi baru masyarakat justru terbengkalai tanpa kejelasan.

“Yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat, kenapa sampai hari ini aparat penegak hukum belum melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait penyebab dan akibat terbengkalainya pembangunan tersebut. Padahal dampaknya sangat nyata terhadap kehidupan ekonomi masyarakat,” ujar Riki.

Ia menilai, terbengkalainya proyek tersebut telah menghancurkan denyut ekonomi Keude Geudong yang dahulu hidup dan ramai. Kini kawasan itu terlihat kumuh, tidak terurus, minim kebersihan, dan kehilangan fungsi sebagai pusat perdagangan masyarakat.

“Dulu Keude Geudong dikenal hidup dan ramai. Sekarang masyarakat melihatnya seperti kota hantu. Ini sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua APPI Rimung Buloh, Rimung Buloh, juga menyampaikan penyesalannya terhadap sikap PT Bina Usaha yang dinilai tidak lagi memperdulikan kondisi bangunan dan kawasan pasar yang kini semakin memprihatinkan.

Rimung menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan langkah nyata dari pemerintah maupun aparat penegak hukum agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

“Kami berharap aparat segera turun melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar diketahui apa penyebab proyek ini terbengkalai bertahun-tahun. Jangan sampai ada dugaan permainan atau kepentingan tertentu di balik mangkraknya pembangunan ini,” tegas Rimung.

Riki dan Rimung sama-sama berharap agar Keude Geudong dapat kembali hidup seperti sediakala dan menjadi pusat ekonomi masyarakat sebagaimana harapan awal pembangunan tersebut.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, penyalahgunaan wewenang, maupun dugaan pelanggaran hukum lain dalam proyek tersebut.

“Jika nantinya ditemukan pihak-pihak yang bermain atau mengambil keuntungan dari terbengkalainya pembangunan ini, maka kami berharap aparat menindak tegas sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku,” tutup Riki.

@⁨Pengguna tak dikenal⁩
izin lon rilis saboh beuh,


demi kecamatan samudera yg lebih baik lagi khusunya keude geudong.

Ribka Tjiptaning Gandeng Bambang Pacul, Gelar Sosialisasi MPR RI 2026 Bersama Tenaga Kesehatan di Sukabumi

YUTELNEWS.com  | SUKABUMI ,Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning, menggandeng Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul, menggelar kegiatan sosialisasi MPR RI Tahun Anggaran 2026 sekaligus silaturahmi bersama ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (16/5/2026). Acara ini berlangsung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Jalan Slakopi, Desa Lembur Sawah, Kecamatan Cicantayan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang bertugas di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi. Turut mendampingi dalam acara tersebut jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, struktur PAC Kecamatan Cicantayan, serta pengurus Ranting Desa Lembur Sawah.

Dalam sambutannya, dr. Ribka Tjiptaning menekankan pentingnya pertemuan ini. Sebagai dokter dan politisi yang membidangi kesehatan, ia menilai tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, ia juga menegaskan bahwa para nakes tidak hanya perlu menguasai keahlian medis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

“Kita bersilaturahmi dengan teman-teman bidan dan perawat ini, karena selain mereka memiliki keahlian tinggi di bidang kesehatan, mereka juga sangat penting untuk menguasai wawasan kebangsaan. Setiap warga negara wajib memahami UUD 1945, dan di dalamnya tertuang aturan-aturan hukum kesehatan yang harus diketahui dan dipahami sepenuhnya. Semoga pertemuan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan mereka, bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal negara dan aturan yang melindungi profesi serta masyarakat,” ujar dr. Ribka di sela-sela kegiatan.

Sementara dalam kesempatan tersebut di lakukan pula sambutan secara Daring dari Bambang pacul yang di wakil Stap Khusus nya Muhammad Al Amien yang di sampaikan kepada para peserta , beliau memberi salam dan semangat kepada ratusan tenaga kesehatan yang ikut hadir di acara tersebut

Reporter : Mirna

( Kabiro Sukabumi )

Tokoh Masyarakat Apresiasi Percepatan Langkah Pentahelix Dayeuhkolot dalam Penanganan Banjir

Bandung, 16 Mei 2026 – YUTELNEWS.com// Upaya penanganan lingkungan dan pengendalian banjir yang digerakkan melalui sinergi pentahelix terus menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh masyarakat. Keterlibatan aktif dan langkah cepat yang diambil dalam serangkaian kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata yang sangat dibutuhkan warga, terutama dalam mengatasi permasalahan pendangkalan aliran air yang kerap memicu luapan.

Salah satu tokoh masyarakat Asep Sumirat menyampaikan rasa syukur dan penghargaannya atas percepatan pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada pengerukan sedimen dan pembersihan saluran air tersebut. “Menurutnya, kehadiran kolaborasi lintas unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, hingga media, membuktikan bahwa penanganan masalah banjir tidak lagi menjadi tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan dalam kegiatan ini. Masalah pendangkalan sungai, sudah lama kami rasakan dampaknya, dan dengan adanya gerakan ini yang berjalan makin dipercepat, kami berharap risiko banjir di lingkungan kami bisa berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi dan kecepatan kerja yang telah terjalin ini dapat terus dipertahankan dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari masyarakat pun siap diberikan demi menjaga hasil kerja yang telah dicapai, agar saluran air tetap berfungsi maksimal dan lingkungan menjadi lebih aman dari ancaman bencana.

Yans.

HUT Ke-21 Desa Sukaharja Meriah, Semangat Gotong Royong dan Santunan Anak Yatim Warnai Perayaan Menulis

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial begitu terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, yang digelar meriah di Lapangan Bola Sukaharja, Sabtu (16/05/2026).

Dengan mengusung tema “Gotong Royong Membangun Desa”, acara berlangsung penuh antusias dan dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Kegiatan semakin hangat dengan adanya santunan bagi puluhan anak yatim piatu, gerak jalan santai, hingga pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.

Kepala Desa Sukaharja, Asep Dedi Suryadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan desa serta turut memeriahkan HUT Desa Sukaharja ke-21.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan sekolah-sekolah SD, MI, maupun IT yang telah memberikan dukungan dan doorprize pada kegiatan hari ini. Semoga kebersamaan ini terus terjalin demi kemajuan Desa Sukaharja,” ujarnya.

Selain menggelar hiburan rakyat dan jalan santai, momen HUT Desa Sukaharja juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur atas perjalanan desa selama 21 tahun.

Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan pesan khusus kepada para sesepuh dan tokoh pemekaran Desa Sukaharja. Ia mengakui masih banyak kekurangan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

“Saya sebagai Kepala Desa memohon maaf apabila dalam kinerja kami masih banyak kekurangan. Mudah-mudahan para sesepuh, khususnya Bapak Giri Sugiri, terus membimbing dan memberikan support kepada kami,” ungkapnya.

Perayaan HUT Desa Sukaharja turut dihadiri Camat Warungkiara Toni Sugiarto, para kepala desa se-Kecamatan Warungkiara, Ketua RT/RW, Bhabinkamtibmas Polsek Warungkiara, tokoh masyarakat, anggota Linmas, BPD Sukaharja, serta masyarakat Desa Sukaharja.

Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, mengapresiasi kemajuan pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Desa Sukaharja. Ia berharap desa tersebut terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya sangat mendukung program pembangunan yang telah dilaksanakan Desa Sukaharja. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sukaharja, desa ini semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Menurut Toni, pembangunan di wilayah Warungkiara juga terus mengalami perkembangan, termasuk pembangunan kantor kecamatan yang disebutnya sebagai fasilitas penting bagi pelayanan masyarakat.

Sementara itu, penggagas Desa Sukaharja, Giri Sugiri, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat dalam memeriahkan hari jadi desa tersebut. Ia berharap semangat gotong royong tetap menjadi jiwa masyarakat dalam membangun desa.

“Gotong royong harus benar-benar menjiwai masyarakat supaya semua tujuan pembangunan bisa tercapai. Saya bangga melihat kekompakan warga Sukaharja di usia desa yang ke-21 ini,” tuturnya.

Perayaan HUT ke-21 Desa Sukaharja bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi bukti nyata kuatnya persatuan warga dalam membangun desa yang lebih maju, harmonis, dan peduli terhadap sesama.

Reporter :Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Ketum MASDA Jabar H Anton Carliyan: Majalengka ” Langkung Sae ” Dalam Memajukan Budaya,Karna Pernah Berdirinya 3 Kerajaan Besar .

Majalengka – YUTELNEWS.com//
Ketua Umum Majelis Adat Sunda ( MASDA JABAR ) Irjen Pol Purn DR Drs H Anton Charliyan MPKN , Mantan Kapolda Jabar yang kini lebih dikenal akrab Abah Anton , Menghadiri Milangkala Paguyuban Budaya Dangiang Rundayan Talaga yang ke 1 di Talaga Banjaran Kabupaten Majalengka.pada rabu 13/05/2026. ” “Hadir dalam Acara tsb Bupati Majalengka H Eman Suherman , Kadis Parbud , Anggota DPRD Tk 2 Dapil 4 , utusan dari Keraton Kasepuhan Cirebon , Kanoman, Sumedang larang , Para Kepala desa , Kang Ohang Deni Mulyadi , Ceu Popon , Abah H Baya , Abah H Tatang , Ormas Pemuda Pancasila ,Manggala Garuda Putih Tasikmalaya , Cilogak Padakembang Tasikmalaya dll .

Dalam rangka Milangkala Pertama yang diadakan di komplek Wisata Gununglaya Argasari ini menampilkan berbagai Pagelaran budaya daerah Al : Silat , Debus , Tari jaipong dll ,
Dalam Sambutanya Bupati Kab Majalengka H Eman menyampaikan bahwa Pemajuan Budaya di Majalengka Harus LANGKUNG SAE ( Lebih Baik ) Bahkan harus SAE PISAN ,( Baik Sekali ) sejalan dengan Moto Pembangunan Kab Majalengka.

Adapun yang menjadi Kapital Sosial Bahwa Pemajuan budaya akan Langkung Sae adalah sbb :
Disini sudah berdiri Musium Talaga Manggung , Majalengka Kaya akan situs2 Budaya dan berbagai Kesenian daerah khas , termasuk Batik makanan kuliner khas Pituin Majalengka , Kontur wilayah Alam yang Indah yang betul2 di lingkari
Pegunungan , Adanya Danau dll , semua ini merupakan Aset Dasar yang luar biasa yang harus dikembangkan dg maksimal atau SAE PISAN , dan kapital sosial budaya kuat lainya bahwa setiap mengadakan Kegiatan Gelar budaya selalu di ikuti dengan antusias oleh masyarakat , bahkan 3 Bulan kedepan setelah Acara Pagelaran ini dilaksanakan , direncanakan pada Tgl 03 Agustus 2026 mendatang akan diadakan Pagelaran Budaya agi yakni Pagelaran Budaya Akbar yang akan mengerahkan seluruh kekuatan unsur budaya yg ada di Majalengka bahkan di tatar Sunda , yang Insya Allah akan dihadiri Gub Jabar KDM .

SAE juga bisa diartikan sbg SAHABAT AKANG EMAN . pungkas Bupati Majalengka dalam sambutanya .
Anton Charliyan selaku Ketum MASDA Jabar yang juga sekaligus sbg Ketua Dewan Penasihat Paguyuban Dangiang Rundayan Talaga menyampaikan : Bahwa Kab Majalengka dalam Pemajuan kebudayaan memang harus bisa LANGKUNG SAE bahkan Harus SAE PISAN Sesuai dg Harapan Bupati. karena Majalengka ini merupakan salah satu Pusat Perkembangan Budaya Sunda dimasa lalu.

Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa di kabupaten Majalengka ini bukan hanya pernah berdiri 1 satu Kerajaan saja , tapi pernah ada dan Lahir 3 (tiga) Kerajaan besar Sunda sekaligus yakni : Kerajaan Talaga Manggung , Kerajaan Raja Galuh dan Kerajaan Sindangkasih sekitar Abah XV , yang mana di kab atau kota lain jangankan 3 Kerajaan sekaligus, Satupun belum tentu punya .

Hal ini membuktikan bahwa secara Historis sejak dulu memang wilayah Majalengka ini sudah punya Sistem Budaya dan Peradaban yang tinggi.
Sehingga punya potensi Yang luar biasa , maka dalam hal ini MASDA Jabar mendukung penuh, Kab Majalengka harus bisa langkung SAE di bidang Pemajuan Budaya. dari Kab dan kota lain yang ada di Jawa barat .
Sebagai Ketua Panitia Abah H Ujang Ketika diminta tanggapan oleh awak media kami dilapangan mengatakan : Alhamdulillah bahwa Acara Milangkala telah terlaksana dg lancar , dan dihadiri oleh Bupati , Ketua Umum MASDA Jabar, para pejabat Pemda , para anggota DPRD dll ,serta mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekaligus memohon. Maap bila dalam penyelenggaraan kurang maksimal dan Insya Allah utk kedepan akan lebih besar dan lebih baik Lagi.

Acara ditutup dengan Pemotongan tumpeng , photo bersama dan Isoma , botram makan siang di Cafe Argasari .

Yans.

Pengerjaan Manual Sepanjang Ratusan Meter,Pentahelix Dayeuhkolot Percepat Normalisasi Saluran Irigasi Cipalasari

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Semangat gotong royong dan keteguhan hati terus ditunjukkan oleh Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot dalam menyelesaikan pekerjaan normalisasi saluran irigasi di wilayah Cipalasari. Selain memanfaatkan dukungan alat berat dari Dinas Sumber Daya Air, tim Pentahelix berkolaborasi bersama Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) secara aktif menggenjot pengerjaan secara manual sepanjang 100 meter pada ruas yang sulit dijangkau kendaraan berat, demi memastikan seluruh aliran air dapat dibersihkan dan dikembalikan fungsinya secara sempurna, pada Jumat (15/05/2026).

Sebagaimana diketahui, saluran irigasi Cipalasari yang telah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan kini menjadi prioritas utama penanganan. Meskipun alat berat telah dikerahkan untuk mengeruk bagian utama yang luas dan mudah diakses, terdapat sejumlah ruas sempit, berkelok, serta berdekatan dengan pemukiman warga yang tidak dapat dijangkau oleh mesin. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menyurutkan langkah Pentahelix yang telah berkomitmen penuh menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto ,Tanpa menunggu bantuan tambahan, unsur Pentahelix yang terdiri dari perwakilan pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta akademisi,awak media langsung turun tangan secara fisik. Mereka membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, keranjang angkut, dan parang, lalu bahu-membahu membersihkan sedimen lumpur tebal, memotong semak belukar, mengangkat tumpukan sampah, serta meratakan dasar saluran sepanjang 100 meter tersebut.

Suasana kerja terlihat sangat akrab dan penuh semangat. Di bawah teriknya matahari, tak ada rasa lelah yang terlihat, melainkan kekompakan yang terjalin erat. Setiap orang memiliki peran dan tugasnya masing-masing, saling bergantian dan saling membantu, seolah-olah bekerja untuk kepentingan rumah tangga sendiri. Gerakan ini dilakukan dengan tujuan agar tidak ada satu pun titik saluran yang terlewatkan penanganannya, sehingga aliran air nantinya dapat berjalan lancar tanpa hambatan sekecil apa pun.

“Bagian ini memang sulit dimasuki alat berat, jadi kami putuskan, kami sendiri yang turun mengerjakannya secara manual sepanjang 100 meter ini. Bagi kami, tidak ada kata mundur apalagi berhenti sebelum semuanya selesai. Kami genjot terus, kerjakan dengan tenaga sendiri, agar pekerjaan ini tuntas, rapi, dan benar-benar berfungsi maksimal. Ini bukti keseriusan kami, bahwa kami tidak hanya mengajukan usulan, tapi juga ikut terjun langsung mengerjakannya,” tegas Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata semangat “Bedas” atau Bersama Membangun yang menjadi ciri khas kerja sama di Dayeuhkolot. Pengerjaan manual ini dinilai sangat penting, karena jika bagian yang sempit dibiarkan tetap tersumbat, maka seluruh pekerjaan yang sudah dilakukan pada ruas utama akan menjadi kurang maksimal dan risiko tersumbatnya aliran air bisa terulang kembali di masa mendatang.

“Kami ingin hasilnya benar-benar sempurna. Kalau satu bagian saja masih tersumbat, air tidak akan mengalir lancar. Oleh karena itu, kami genjot terus pengerjaan manual ini, meski terasa berat, tapi melihat kebutuhan warga yang sudah menunggu puluhan tahun, rasa lelah itu terbayarkan lunas. Kami pastikan 100 meter ini selesai dengan baik, sama bagusnya dengan bagian yang dikerjakan mesin,” tambahnya.

Upaya keras ini mendapat dukungan dan apresiasi yang sangat tinggi dari warga sekitar. Banyak warga yang melihat antusiasme tersebut turut bergabung, membawa minuman, makanan, hingga ikut membantu meringankan pekerjaan. Mereka mengaku sangat terharu melihat kesungguhan Pentahelix yang tidak segan-segan bekerja keras hingga ke titik yang paling sulit sekalipun.

“Kami tidak menyangka Bapak-bapak dari Pentahelix mau turun tangan mengerjakan bagian yang sulit ini. Sungguh luar biasa perhatiannya. Kalau bukan karena kesungguhan seperti ini, mungkin kami masih harus menunggu bertahun-tahun lagi. Kami doakan semoga pekerjaan ini lancar dan semuanya diberikan kesehatan,” ujar salah seorang warga yang ikut membantu.

Dengan dikerjakannya bagian sepanjang 100 meter secara manual ini, kini total ruas saluran irigasi Cipalasari yang ditangani mencapai lebih dari 2 kilometer, semuanya dalam kondisi bersih, dalam, dan lebar sesuai fungsi semula. Pentahelix menargetkan dalam waktu dekat seluruh pekerjaan dapat dinyatakan selesai sepenuhnya, sehingga saluran irigasi ini segera dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah, melancarkan aliran air hujan, serta menghilangkan kekhawatiran genangan dan banjir yang selama ini menjadi momok warga Cipalasari.

Yans .

Pengerjaan Manual Sepanjang 100 Meter,Pentahelix Dayeuhkolot Percepat Normalisasi Saluran Irigasi Cipalasari

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Semangat gotong royong dan keteguhan hati terus ditunjukkan oleh Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot dalam menyelesaikan pekerjaan normalisasi saluran irigasi di wilayah Cipalasari. Selain memanfaatkan dukungan alat berat dari Dinas Sumber Daya Air, tim Pentahelix berkolaborasi bersama Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) secara aktif menggenjot pengerjaan secara manual sepanjang 100 meter pada ruas yang sulit dijangkau kendaraan berat, demi memastikan seluruh aliran air dapat dibersihkan dan dikembalikan fungsinya secara sempurna, pada Jumat (15/05/2026).

Sebagaimana diketahui, saluran irigasi Cipalasari yang telah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan kini menjadi prioritas utama penanganan. Meskipun alat berat telah dikerahkan untuk mengeruk bagian utama yang luas dan mudah diakses, terdapat sejumlah ruas sempit, berkelok, serta berdekatan dengan pemukiman warga yang tidak dapat dijangkau oleh mesin. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menyurutkan langkah Pentahelix yang telah berkomitmen penuh menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto ,Tanpa menunggu bantuan tambahan, unsur Pentahelix yang terdiri dari perwakilan pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta akademisi,awak media langsung turun tangan secara fisik. Mereka membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, keranjang angkut, dan parang, lalu bahu-membahu membersihkan sedimen lumpur tebal, memotong semak belukar, mengangkat tumpukan sampah, serta meratakan dasar saluran sepanjang 100 meter tersebut.

Suasana kerja terlihat sangat akrab dan penuh semangat. Di bawah teriknya matahari, tak ada rasa lelah yang terlihat, melainkan kekompakan yang terjalin erat. Setiap orang memiliki peran dan tugasnya masing-masing, saling bergantian dan saling membantu, seolah-olah bekerja untuk kepentingan rumah tangga sendiri. Gerakan ini dilakukan dengan tujuan agar tidak ada satu pun titik saluran yang terlewatkan penanganannya, sehingga aliran air nantinya dapat berjalan lancar tanpa hambatan sekecil apa pun.

“Bagian ini memang sulit dimasuki alat berat, jadi kami putuskan, kami sendiri yang turun mengerjakannya secara manual sepanjang 100 meter ini. Bagi kami, tidak ada kata mundur apalagi berhenti sebelum semuanya selesai. Kami genjot terus, kerjakan dengan tenaga sendiri, agar pekerjaan ini tuntas, rapi, dan benar-benar berfungsi maksimal. Ini bukti keseriusan kami, bahwa kami tidak hanya mengajukan usulan, tapi juga ikut terjun langsung mengerjakannya,” tegas Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata semangat “Bedas” atau Bersama Membangun yang menjadi ciri khas kerja sama di Dayeuhkolot. Pengerjaan manual ini dinilai sangat penting, karena jika bagian yang sempit dibiarkan tetap tersumbat, maka seluruh pekerjaan yang sudah dilakukan pada ruas utama akan menjadi kurang maksimal dan risiko tersumbatnya aliran air bisa terulang kembali di masa mendatang.

“Kami ingin hasilnya benar-benar sempurna. Kalau satu bagian saja masih tersumbat, air tidak akan mengalir lancar. Oleh karena itu, kami genjot terus pengerjaan manual ini, meski terasa berat, tapi melihat kebutuhan warga yang sudah menunggu puluhan tahun, rasa lelah itu terbayarkan lunas. Kami pastikan 100 meter ini selesai dengan baik, sama bagusnya dengan bagian yang dikerjakan mesin,” tambahnya.

Upaya keras ini mendapat dukungan dan apresiasi yang sangat tinggi dari warga sekitar. Banyak warga yang melihat antusiasme tersebut turut bergabung, membawa minuman, makanan, hingga ikut membantu meringankan pekerjaan. Mereka mengaku sangat terharu melihat kesungguhan Pentahelix yang tidak segan-segan bekerja keras hingga ke titik yang paling sulit sekalipun.

“Kami tidak menyangka Bapak-bapak dari Pentahelix mau turun tangan mengerjakan bagian yang sulit ini. Sungguh luar biasa perhatiannya. Kalau bukan karena kesungguhan seperti ini, mungkin kami masih harus menunggu bertahun-tahun lagi. Kami doakan semoga pekerjaan ini lancar dan semuanya diberikan kesehatan,” ujar salah seorang warga yang ikut membantu.

Dengan dikerjakannya bagian sepanjang 100 meter secara manual ini, kini total ruas saluran irigasi Cipalasari yang ditangani mencapai lebih dari 2 kilometer, semuanya dalam kondisi bersih, dalam, dan lebar sesuai fungsi semula. Pentahelix menargetkan dalam waktu dekat seluruh pekerjaan dapat dinyatakan selesai sepenuhnya, sehingga saluran irigasi ini segera dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah, melancarkan aliran air hujan, serta menghilangkan kekhawatiran genangan dan banjir yang selama ini menjadi momok warga Cipalasari.

Yans .

Puluhan Tahun Cipalasari Belum Pernah Dinormalisasi, SDA Propinsi Jabar Gerak Cepat Tindaklanjuti Ajuan Pentahelix Dayeuhkolot

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Keluhan warga yang menumpuk selama puluhan tahun akhirnya menemui titik terang. Kawasan aliran sungai dan saluran irigasi di wilayah Cipalasari, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang nyaris tak pernah tersentuh perbaikan atau normalisasi sejak puluhan tahun silam, akhirnya mendapat perhatian serius. Berkat upaya keras dan ajuan resmi yang disampaikan oleh Pentahelix Dayeuhkolot, Dinas Sumber Daya Air (SDA) propinsi Jawa barat langsung bergerak cepat menindaklanjuti permasalahan mendesak tersebut, pada Rabu (13/05/2026).

Selama lebih dari tiga dekade, kondisi aliran air di Cipalasari memang memprihatinkan. Saluran yang seharusnya berfungsi lancar sebagai penampung dan pengalir air hujan kini tertimbun sedimen lumpur tebal, ditumbuhi semak belukar lebat, serta tersumbat tumpukan sampah yang makin hari makin menumpuk. Akibatnya, setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat, air tak mampu mengalir sempurna dan meluap melampaui tanggul, menyebabkan genangan bahkan banjir yang merendam pemukiman warga, merusak pekarangan, hingga mengganggu jalan raya dan aktivitas ekonomi dan kesehatan lingkungan secara terus-menerus.

“Sudah puluhan tahun kami menanti. Sejak orang tua kami masih muda, saluran ini kondisinya begini-begini saja. Belum pernah sekalipun dikeruk atau dinormalisasi secara menyeluruh. Kalau hujan sedikit saja, rumah kami sudah tergenang. Kami takut jika hujan deras, bisa masuk ke dalam rumah. Sudah banyak keluhan disampaikan, tapi baru kali ini benar-benar ada tanggapan nyata,” ungkap salah satu warga yang telah puluhan tahun bermukim di Cipalasari dengan nada lega.

Melihat kondisi yang sangat mendesak dan sudah mengancam keselamatan serta kenyamanan ratusan kepala keluarga, Pentahelix Dayeuhkolot yang menggabungkan unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan awak media segera turun tangan. Melalui pengamatan langsung ke lapangan, rapat koordinasi, hingga penyusunan laporan teknis, pentahelix ini mengajukan permohonan resmi kepada Dinas Sumber Daya Air untuk segera memprioritaskan lokasi Cipalasari sebagai titik penanganan utama.

Ajuan tersebut ternyata mendapat respon yang sangat cepat dan positif. Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air propinsi jawa barat Endang stap SDA, menyatakan bahwa pihaknya langsung memprioritaskan lokasi ini begitu menerima usulan dan bukti kondisi riil yang disampaikan oleh Pentahelix Dayeuhkolot.

“Kami sangat mengapresiasi kerja nyata Pentahelix Dayeuhkolot yang tanggap dan peduli terhadap lingkungan warganya. Mendengar bahwa wilayah ini belum pernah dinormalisasi selama puluhan tahun dan menjadi langganan banjir, kami langsung bergerak cepat. Ini adalah kondisi darurat yang tidak bisa ditunda lagi. Hari ini kami turunkan tim teknis untuk langsung pekerjaan fisik normalisasi akan segera dimulai,” tegas perwakilan Dinas SDA.

Normalisasi yang akan dilaksanakan mencakup rangkaian pekerjaan menyeluruh: pengerukan sedimen lumpur hingga kedalaman semula, pembersihan seluruh tumbuhan liar dan sampah yang menyumbat aliran, perbaikan dan penguatan tanggul, hingga pelebaran sebagian ruas saluran agar daya tampung air kembali maksimal. Dengan selesainya pekerjaan ini, diharapkan risiko genangan dan banjir di wilayah Cipalasari dapat ditekan hingga mendekati nol persen.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyatakan bahwa keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan sinergi yang solid dan semangat gotong royong, persoalan yang terpendam puluhan tahun pun akhirnya dapat dipecahkan. Ia pun berharap langkah cepat yang ditunjukkan oleh Dinas SDA propinsi jabar ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap suara masyarakat akar rumput.

“Ini adalah kemenangan bersama. Selama puluhan tahun terlantar, akhirnya saluran irigasi cipalasari akan dibenahi. ” Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas SDA propinsi yang tanggap dan cepat bertindak. Semoga pekerjaan ini selesai tepat waktu, hasilnya maksimal, dan benar-benar membawa manfaat nyata bagi warga dayeuhkolot agar hidup lebih tenang, aman, dan sejahtera,” ujar Ketua Pentahelix.

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.