You Tell News

Legislator Toni Permana SH, Sosialisasikan Hak Akses Keadilan Penyebarluasan Perda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin.

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi Nasdem, Toni Permana, S.H, menggelar kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Bantuan Hukum untuk Orang Miskin, pada Selasa (02/06/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Gor Dua Putri Balaendah, Kecamatan Balaendah, Kabupaten Bandung.

Acara ini dihadiri oleh dinsos Kabupaten Bandung, Praktisi Hukum Riyan, jajaran Relawan Toni, serta Majelis Pertimbangan Partai Kabupaten Bandung. ” Kegiatan penyebarluasan perda ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak memperoleh bantuan hukum secara gratis bagi warga kurang mampu.

Dalam pemaparannya, Toni Permana SH , menegaskan bahwa Perda Nomor 22 Tahun 2022 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses keadilan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga miskin yang menghadapi persoalan hukum.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan hukum tanpa biaya melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan daerah tersebut. Oleh karena itu, sosialisasi perda menjadi langkah penting agar informasi ini dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kehadiran Perda Bantuan Hukum untuk Orang Miskin merupakan wujud nyata perlindungan negara terhadap warga yang membutuhkan pendampingan hukum. Tidak boleh ada masyarakat yang kehilangan hak keadilan hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya Toni.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai bantuan hukum tersebut agar semakin banyak warga yang mengetahui hak-haknya dan dapat memperoleh perlindungan hukum secara layak.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait mekanisme pengajuan bantuan hukum, kriteria penerima manfaat, serta peran pemerintah daerah dalam memberikan layanan hukum kepada masyarakat kurang mampu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Perda Nomor 22 Tahun 2022 semakin meningkat sehingga akses terhadap keadilan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bandung.

Yans.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Toni Permana, S.H., Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Kader Terbaik Nasdem Balaendah

Bandung – YUTELNEWS.com// Kabar duka menyelimuti keluarga besar Partai Nasdem Kabupaten Bandung. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, Toni Permana, S.H., menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Alm Asep Nanang salah satu kader terbaik dan kader teladan Partai Nasdem dari wilayah Balaendah. pada 02/06/2026.

Kehilangan sosok kader yang dikenal militan, setia, dan berdedikasi tinggi ini disampaikan Toni Permana SH sebagai duka yang mendalam bagi seluruh elemen partai maupun masyarakat di sekitar tempat almarhum Asep Nanang bertugas. “Menurutnya, kepergian almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi perjuangan dan kiprah Partai Nasdem di tingkat akar rumput.

“Atas nama pribadi dan rekan-rekan di DPRD Kabupaten Bandung, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Alm.Asep Nanang Telah berpulang ke Rahmatullah, saudara kami, kader terbaik Partai Nasdem dari Balaendah. ‘Sosok yang selama ini dikenal memiliki semangat juang tinggi, loyalitas luar biasa, dan selalu hadir untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Toni Permana saat memberikan keterangan.

Toni Permana SH, mengenang almarhum Asep Nanang sebagai sosok kader yang rendah hati, gigih, dan senantiasa menjaga nama baik partai melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Dedikasi almarhum dalam membangun organisasi serta kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar menjadi teladan bagi kader-kader lainnya.

“Beliau adalah contoh nyata kader partai yang bekerja dengan hati. Kehadirannya di tengah masyarakat Balaendah sangat dirasakan manfaatnya. Kami sangat kehilangan sosok yang tulus dan berdedikasi seperti beliau. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, segala khilaf dan kesalahannya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Toni Permana berharap semangat dan jejak kebaikan yang telah ditinggalkan almarhum dapat menjadi inspirasi dan diteruskan oleh kader-kader Nasdem lainnya. Ia juga mengajak seluruh elemen partai untuk mendoakan kebaikan bagi almarhum Asep Nanang sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian yang telah diberikan selama ini.

“Kepergian beliau adalah pelajaran bagi kita semua untuk terus berbuat kebaikan dan berbakti semaksimal mungkin selama masih diberi kesempatan. Kami mendoakan semoga almarhum husnul khotimah dan damai di sisi-Nya,” pungkas Toni Permana.

Ucapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai kalangan, rekan sejawat di legislatif, serta masyarakat luas yang mengenal sosok almarhum sebagai pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Almarhum dikenal banyak orang sebagai kader yang selalu siap membantu dan menjaga persatuan di wilayah Balaendah.

Yans.

Gold Coast Internasional Ferry Terminal Bengkong Menarik Konektivitas Penumpang Lintas Negara, Dukung Event Family Rally Wisata

YUTELNEWS.com / Beberapa Pimpinan Media Online kunjungan silaturahmi di Pelabuhan Gold Coast Internasional Ferry Terminal Bengkong. Beberapa poin penting terkait keunggulan pelabuhan tersebut. Selasa, 2 Juni 2026

Demi Kemajuan dan Kesejahteraan Bersama membangun Pariwisata Batam, Gold Coast Internasional Ferry Terminal Bengkong dukung  Meeting Point & Finish Gold Coast IFT Bengkong dalam Even Family Really Wisata 2026 pada tanggal 4 Juni 2026 yang akan digelar di Pasifik.

Dalam event ini mengangkat “Motto membangun prestasi, Menyatukan Bangsa dan Memajukan Batam”,Turnamen Sepak Bola internasional untuk Usia Muda.

Dukungan Pemko Batam pada event Family Rally Wisata

Pihak manajemen Gold Coast Internasional Ferry Terminal Bengkong melalui Bapak Rusli menyatakan, 5 point penting dalam wawancara pihak management pelabuhan bengkong.

1. Menarik wisatawan asing dari luar untuk masuk ke Batam hingga 78 % sementara dari lokal (Batam) hanya sekitar 25 %

2. Pelayanan yang serba Cepat

3. Perkapalan yang Serba Baru

4. Harga tiket yang sangat terjangkau (murah)

5. Tingkat Keamanan dan Kebersihan Terjamin

Rusli juga sangat termotivasi dengan Bapak ABI bahwa

Kehadiran Gold Coast International Ferry Terminal akan menjadi gerbang baru konektivitas penumpang lintas negara untuk mendukung pariwisata internasional di Kepri. Nantinya, pelabuhan ini akan melayani rute Batam (Indonesia)–Stulang Laut (Malaysia), dengan operator kapal Dolphin Ferry.

“Dan karena start dan finish nya di Gold Coast, tentu titik2 wisata di Colden City Bengkong dimasukkan sbg titik singgah dalam rute rally wisata, Tgl 4 Juni itu Launching nya. Even nya nanti 21-23Agu 2026,” terangnya.

/Tim

Masyarakat Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Marao ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan TA 2025

Nias Selatan – Yutelnews.com
Dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Marao, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan, kembali mencuat. Seorang warga, Temaziduhu Buulolo, secara resmi menyampaikan surat pengaduan masyarakat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan pada 2 Juni 2026.

Ia meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap penggunaan Dana Desa Marao yang dipimpin Kepala Desa Kasinudi Ndruru. Laporan itu disampaikan berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan pelapor bersama masyarakat.

Temaziduhu, mengungkapkan adanya sejumlah temuan yang dinilai mengindikasikan ketidaksesuaian antara laporan realisasi anggaran dengan kondisi nyata di lapangan.

“Diduga terdapat perbedaan antara laporan penggunaan anggaran yang telah dilaporkan dengan fakta yang ditemukan di lapangan,” ungkapnya.

Beberapa poin yang disampaikan dalam laporan tersebut antara lain adanya kegiatan fisik yang disebut telah direalisasikan dalam laporan anggaran, namun diduga tidak ditemukan wujud fisiknya di lokasi.

Selain itu, kondisi sejumlah ruas jalan di desa disebut masih rusak dan belum menunjukkan adanya pembangunan yang sesuai dengan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Pelapor juga menyebut informasi yang diperoleh dari sejumlah pihak di desa, termasuk unsur RT, BPD, dan Kepala Desa, yang menurutnya mengindikasikan bahwa anggaran Dana Desa tahun 2025 telah habis digunakan, namun hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat dinilai belum sebanding dengan besarnya anggaran yang dikelola.

Atas dasar temuan tersebut, masyarakat meminta Kejaksaan Negeri Nias Selatan segera melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa Marao, termasuk menelusuri dokumen pertanggungjawaban anggaran, realisasi kegiatan, serta pelaksanaan proyek-proyek yang bersumber dari Dana Desa.

Warga berharap laporan tersebut mendapat perhatian serius agar tercipta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.

“Kami meminta aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan untuk memastikan apakah penggunaan Dana Desa telah sesuai dengan ketentuan atau terdapat penyimpangan yang merugikan masyarakat dan keuangan negara,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Marao maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait laporan pengaduan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan dari pihak yang disebutkan dalam laporan.

Catatan Redaksi: Informasi dalam pemberitaan ini berdasarkan surat pengaduan masyarakat yang telah disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Nias Selatan. Dugaan yang disampaikan masih memerlukan verifikasi dan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang.


ESON

Dr. Teguh Suharto Utomo, S.H., M.H. (Waketum DPN Peradi): Kasus Kecelakaan Keputih Berakhir Damai, Anak Advokat Ternama dan Seluruh Pihak Sepakat Lepas Segala Tuntutan

YUTELNEWS.com | SURABAYA ,Titik terang akhirnya ditemukan dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang sempat menyita perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 02.50 WIB di Jalan Keputih Tegal, tepat di depan SD Muhammadiyah 26 Surabaya, kini resmi diselesaikan melalui jalan damai. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Teguh Suharto Utomo, S.H., M.H., selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PERADI sekaligus kuasa hukum yang menangani perkara ini.

Persetujuan perdamaian disepakati antara pihak korban yang diwakili Danny Boy Ilmi Shinenullah – putra dari pasangan Advokat kenamaan Kurnia Junaidi Nababan, S.H., M.H. dan Swastikaningsih, S.H. – dengan pengemudi kendaraan, Iwan Bintoro, yang seluruh kepentingannya didampingi dan diwakili secara hukum oleh Dr. Teguh Suharto Utomo, S.H., M.H.

Rangkaian Kejadian yang Tidak Terduga

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula saat mobil Wuling Almaz bernomor polisi L-1167-ABA yang dikemudikan Iwan Bintoro bersenggolan dengan becak motor milik Miftahul Ulum. Alih-alih berhenti, kendaraan tersebut terus melaju ke arah timur dan tak lama kemudian menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BG-3406-EAF.

Sepeda motor itu dikendarai Faras Thorfata Bima dengan penumpang Danny Boy Ilmi Shinenullah. Akibat benturan keras, Danny Boy mengalami luka fisik dan kerugian materi, sementara Miftahul Ulum juga menjadi korban dalam rangkaian musibah tersebut.

Akui Kelalaian, Serahkan Ganti Rugi Sebagai Tanggung Jawab Penuh

Menyadari bahwa kelalaian dalam mengemudi menjadi penyebab utama kecelakaan, Iwan Bintoro menunjukkan sikap bertanggung jawab dan itikad baik yang tinggi. Melalui dokumen kesepakatan yang ditandatangani bersama, ia secara terbuka mengakui kesalahannya dan menyerahkan uang tali asih kepada seluruh korban beserta keluarga sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Pemberian tersebut diterima dengan hati ikhlas oleh Danny Boy beserta kedua orang tuanya, Faras Thorfata Bima (putra Lettu TNI Rifkon Soleh), serta keluarga almarhum Miftahul. Seluruh pihak sepakat memandang kejadian ini sebagai takdir yang tidak terduga, sehingga saling memaafkan dan melepaskan segala hak untuk menuntut, baik di jalur pidana maupun perdata, untuk selamanya.

“Seluruh korban sudah menerima ganti rugi sepenuhnya dan menyatakan tidak ada lagi hak yang akan dituntut. Masalah ini sudah dianggap selesai dan berakhir secara kekeluargaan,” tegas Dr. Teguh.

Diproses Hingga Memiliki Kekuatan Hukum Sempurna

Terkait laporan polisi nomor LP/A/1451/X/2025/SPKT yang tercatat di Satlantas Polrestabes Surabaya, Dr. Teguh menegaskan bahwa kesepakatan ini akan segera disempurnakan jalur hukumnya.

“Kami akan menindaklanjuti seluruh administrasi dan prosesnya secara lengkap hingga ke Pengadilan Negeri Surabaya. Tujuannya agar kesepakatan ini sah, mengikat, dan memiliki kekuatan hukum yang sempurna, sehingga tidak akan bisa dipermasalahkan lagi di masa mendatang,” jelasnya.

Ia berharap penyelesaian damai ini menjadi penutup yang baik dan sempurna. “Semoga setelah ditetapkan secara resmi di pengadilan, lembaran masalah ini tertutup rapat, semua pihak merasa adil dan tentram, serta hubungan baik antar keluarga kembali terjalin seperti sediakala,” pungkasnya.

(Redaksi)

Hj Emma Dety Dorong Inovasi Kriya dan Wastra Kabupaten Bandung di Ajang Nasional

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 dan Pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, pada Selasa (02/06/2026).

Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung, hj Emma Dety Permanawati mengatakan HUT Dekranas ke-46 akan dilaksanakan di Makassar pada Juli 2026. Sementara itu, Kabupaten Bandung juga tengah mempersiapkan keikutsertaan pada Pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) yang akan digelar pada 26 Juni 2026.

Menurut hj Emma, sejumlah agenda penting harus segera dipersiapkan, mulai dari fashion show, kinton kriya, promosi digital hingga program “Nganjang Karya Buhun” yang akan menjadi bagian dari penampilan Kabupaten Bandung pada ajang tersebut.

Untuk fashion show, hj Emma meminta seluruh konsep dipersiapkan secara matang, termasuk pemilihan musik, desain busana, model, hingga narasi pendukung yang akan mengiringi penampilan di atas panggung.

“Lagu untuk fashion show harus segera masuk. Usahakan menggunakan lagu lokal,” katanya.

Selain itu, Emma juga mengusulkan penggunaan model dari kalangan Mojang Jajaka Kabupaten Bandung. Adapun desain busana dapat dikembangkan dari berbagai kekayaan daerah seperti motif batik kina maupun tenun Majalaya yang dikreasikan secara inovatif oleh disainer lokal.

Di bidang promosi digital, Emma menekankan pentingnya memperkenalkan tidak hanya produk-produk kriya unggulan, tetapi juga berbagai destinasi wisata Kabupaten Bandung. Menurutnya, promosi perlu menghadirkan destinasi wisata baru yang potensial agar masyarakat lebih mengenal ragam objek wisata selain kawasan Pangalengan dan Ciwidey.

“Kita harus mulai mempopulerkan destinasi wisata lainnya yang tidak kalah menarik sebab di Kabupaten Bandung punya banyak destinasi wisata,” katanya

Untuk mendukung hal tersebut, ia meminta dibuatkan video promosi berdurasi satu menit dengan konsep yang kreatif, menarik, dan mampu memperkuat citra Kabupaten Bandung sebagai daerah yang kaya akan potensi wisata dan ekonomi kreatif.

Melalui berbagai persiapan tersebut, Emma menyampaikan Dekranasda Kabupaten Bandung optimistis dapat menampilkan potensi kriya, budaya, dan pariwisata daerah secara lebih kreatif, inovatif, dan berdaya saing pada ajang tingkat provinsi maupun nasional.

Yans.

KDS Apresiasi Pagelaran Senin PSSP Jabar, Minta Seniman Muda Gencarkan Kaderisasi

BANDUNG –YUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya Sunda melalui pendidikan, pengembangan ekosistem kebudayaan, serta kolaborasi dengan komunitas seni dan budaya. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri Pagelaran Seni Budaya Sunda se-Jawa Barat yang diselenggarakan Paguyuban Seniman dan Seniwati Pasundan (PSSP) di Kabupaten Bandung.

Bupati yang akrab disapa KDS itu menyampaikan apresiasi atas konsistensi PSSP dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Sunda di tengah arus modernisasi.

“Jawa Barat memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Setiap kabupaten dan kota memiliki karakteristik budaya masing-masing. Salah satunya Kabupaten Bandung yang memiliki kesenian wayang golek sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan,” ujar KDS.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pertunjukan seni, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung mewajibkan Bahasa dan Budaya Sunda sebagai muatan lokal di jenjang SD dan SMP.

“Di Kabupaten Bandung, Bahasa dan Budaya Sunda menjadi muatan lokal yang wajib dipahami peserta didik. Ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” katanya.

KDS juga mengajak PSSP untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan dalam memperluas edukasi budaya kepada para pelajar. Dengan sekitar 1.600 sekolah yang ada di Kabupaten Bandung, ia melihat peluang besar untuk memperkuat pengenalan bahasa, sastra, dan seni budaya Sunda kepada generasi penerus.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kebudayaan, Pemkab Bandung telah menghadirkan Dinas Kebudayaan yang berdiri secara mandiri. Ke depan, pemerintah daerah juga akan memperluas ruang ekspresi bagi para pelaku seni melalui penyelenggaraan festival budaya yang lebih masif.

“Saya menantang Kepala Dinas Kebudayaan untuk membuat program yang lebih masif. Insyaallah setelah semester kedua dan APBD Perubahan 2026, kita akan melaksanakan Festival Seni dan Budaya dalam tiga episode, yakni pada Agustus, Oktober, dan akhir tahun 2026,” tegasnya.

Festival tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para seniman dan seniwati untuk menampilkan karya terbaiknya sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan di Kabupaten Bandung dan Jawa Barat.

Selain itu, KDS mengungkapkan bahwa Pemkab Bandung tengah menyiapkan sinergi antara sektor kebudayaan dan pariwisata untuk meningkatkan daya tarik daerah sekaligus memperluas ruang tumbuh bagi seni budaya Sunda.

“Kita ingin budaya Sunda tetap eksis. Karena itu ke depan akan ada kolaborasi antara sektor pariwisata dan kebudayaan sehingga potensi seni budaya dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai langkah strategis menjaga keberlangsungan seni dan budaya Sunda di masa depan. Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang dan kesempatan untuk belajar, berkarya, serta melanjutkan estafet pelestarian budaya.

“Generasi muda harus dipersiapkan. Harus ada kaderisasi dan pewarisan nilai-nilai budaya secara berkelanjutan agar seni budaya Sunda tetap hidup dan berkembang,” katanya.

KDS juga mengajak seluruh seniman dan seniwati untuk turut menanamkan nilai-nilai budaya Sunda melalui kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya titip kepada seluruh seniman dan seniwati, kalau kita sayang dengan budaya Sunda, kalau kita mau melestarikan budaya Sunda, maka jangan lupa bersih-bersih di lingkungan masing-masing. Dengan lingkungan yang bersih kita akan sehat, dan dengan tubuh yang sehat kita akan lebih berkualitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pelestarian budaya Sunda diharapkan terus berkembang sebagai bagian penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang BEDAS menuju Indonesia Emas 2045.

Yans.

KDS Tegaskan Komitmen Penanganan Banjir Tegalluar, Perusahaan Wajib Penuhi Lahan Retensi

BANDUNG — YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan banjir yang selama bertahun-tahun terjadi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan seluruh perusahaan di kawasan tersebut memenuhi kewajiban penyediaan lahan retensi sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.

Penegasan tersebut disampaikan KDS saat memimpin langsung Rapat Koordinasi Penguatan Pentahelix Penanganan Banjir di Wilayah Kecamatan Bojongsoang yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tegalluar, Selasa (2/6/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala Disperkimtan Enjang Wahyudin, Kepala DPMPTSP Ben Indra Agusta, perwakilan pelaku usaha, serta masyarakat setempat.

KDS mengaku sengaja turun langsung memimpin rapat karena berbagai pembahasan dan koordinasi yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir belum menghasilkan keputusan final terkait penanganan banjir yang terus menghantui kawasan Tegalluar.

“Sudah beberapa bulan ke belakang kita menegaskan kepada para kepala dinas, tetapi belum final. Maka hari ini saya hadir langsung karena persoalan ini harus segera ada penyelesaian,” tegas KDS.

Menurutnya, hasil peninjauan lapangan yang dilakukan beberapa waktu lalu telah menghasilkan sejumlah solusi konkret untuk mengatasi banjir yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat dan dunia usaha di kawasan tersebut.

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperlebar saluran air yang sudah ada. Saluran yang mengalami penyumbatan akan dinormalisasi kembali agar aliran air menjadi lancar. Selain itu, pemerintah juga akan membangun kolam retensi sebagai tempat penampungan air saat curah hujan tinggi.

KDS menegaskan, banjir yang terus berulang tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga dunia usaha yang beroperasi di kawasan Tegalluar.

“Setiap musim hujan banjir, perusahaan rugi. Masyarakat juga rugi dan aktivitas terganggu. Kalau kita hanya berbicara kerugian tanpa mencari solusi, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KDS mengingatkan para pengusaha mengenai kewajiban yang sudah tertuang dalam Peraturan Daerah, khususnya Pasal 62, yang mewajibkan penyediaan lahan retensi minimal 10 persen dari luas kawasan yang dimiliki perusahaan.

Menurutnya, kewajiban tersebut bukan permintaan baru dari pemerintah, melainkan komitmen yang telah disepakati para pelaku usaha saat mengajukan perizinan pembangunan.

“Kami bukan meminta. Kami sedang menagih janji yang sudah disepakati ketika izin diterbitkan. Dulu mungkin diberikan toleransi, tetapi tidak diingatkan dan tidak diawasi. Nah, sekarang kami ingatkan kembali,” katanya.

KDS menegaskan Pemkab Bandung akan mengambil langkah tegas apabila masih terdapat perusahaan yang tidak menjalankan komitmen tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan banjir di kawasan Tegalluar.

“Kalau besok ternyata masih mempertahankan dan tidak melaksanakan kewajibannya, mohon maaf. Saya sudah tugaskan secara resmi Satpol PP untuk melakukan penyegelan dan penutupan perusahaan yang tidak komitmen terhadap aturan yang sudah disepakati. Ini demi meminimalisasi banjir di sekitar Desa Tegalluar,” tegasnya.

Menurut KDS, keberadaan kolam retensi menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan debit air saat curah hujan tinggi. Dengan kapasitas yang memadai, kolam retensi mampu menampung limpasan air sehingga dapat mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman maupun industri.

Ia mencontohkan, apabila tersedia kawasan retensi seluas 13 hektare dengan kedalaman lima meter, maka kawasan tersebut mampu menampung hampir satu juta meter kubik air.

“Kalau kawasan retensi tersedia dan aliran sungainya normal, saya yakin persoalan banjir di wilayah ini bisa berkurang secara signifikan bahkan terselesaikan,” ujar KDS.

Selain menyoroti kewajiban perusahaan yang telah beroperasi, KDS juga membuka kemungkinan evaluasi terhadap kawasan yang belum dibangun. Menurutnya, apabila hasil kajian menunjukkan suatu wilayah lebih tepat dimanfaatkan untuk kepentingan pengendalian banjir dan ketahanan pangan, maka status lahannya dapat dikembalikan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Kalau ada kawasan yang belum dibangun dan ternyata dipandang perlu untuk dikaji ulang, bisa saja kita kembalikan lagi menjadi sawah. Apalagi sekarang sedang ada evaluasi RTRW. Kalau memang harus kembali menjadi LP2B, ya kita kembalikan,” katanya.

Terkait percepatan penanganan banjir, KDS mengungkapkan bahwa sejumlah langkah teknis sudah mulai berjalan. Ia mengaku telah menerima laporan dari Dinas Bina Marga bahwa pekerjaan peninggian jalan di kawasan terdampak banjir telah memasuki tahap lelang.

“Saya baru kemarin ditelepon langsung oleh Dinas Bina Marga. Hari ini proses lelang berjalan. Ada peninggian jalan sekitar satu meter untuk mengurangi dampak genangan,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Bandung juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Satgas Citarum Harum guna mempercepat normalisasi sungai yang mengalami sedimentasi.

“Kami akan bertemu dengan BBWS dan juga Satgas Citarum Harum. Dalam minggu ini akan diputuskan timeline pengerjaannya seperti apa sehingga masyarakat bisa mengetahui target penyelesaiannya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, KDS juga menyinggung persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Bandung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pemkab Bandung belum menetapkan status darurat sampah.

Menurutnya, solusi utama persoalan sampah bukan lagi bergantung pada Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir (TPPAS) Sarimukti, melainkan memperkuat pengelolaan sampah dari hulu.

“Darurat sampah sebenarnya bukan hal baru lagi. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana pengelolaan sampah dilakukan dari sumbernya. Sarimukti bukan solusi jangka panjang,” ujarnya.

KDS mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri terkait peluang pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di Kabupaten Bandung.

Ia menyebut terdapat tawaran pembangunan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas minimal 600 ton per hari yang khusus melayani Kabupaten Bandung.

“Kalau ini bisa direalisasikan tentu menjadi solusi yang sangat baik. Apalagi produksi sampah Kabupaten Bandung saat ini mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara yang baru bisa tertangani sekitar 620 ton per hari,” katanya.

Karena itu, KDS menegaskan Pemkab Bandung akan terus mendorong pengelolaan sampah berbasis desa agar volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir semakin berkurang.

“Kita akan terus berupaya mencari solusi terbaik. Fokus kami bagaimana sampah bisa dikelola dari hulu sehingga residunya semakin sedikit dan persoalan sampah di Kabupaten Bandung bisa tertangani secara bertahap,” pungkasnya.

Yans.

Kemnaker Yassierli Sediakan 15 Skema Sertifikasi Kompetensi bagi Alumni Magang

JAKARTA – YUTELNEWS.com// Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memfasilitasi 15 skema sertifikasi kompetensi bagi lulusan program Magang Nasional atau MagangHub Kemnaker.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan instrumen penting untuk memastikan para lulusan memiliki pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki, sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja.

“Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan MagangHub memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja,” ujar Yassierli.

Program Magang Nasional sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyesuaikan keterampilan peserta dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Berbagai skema sertifikasi yang disiapkan mencakup sejumlah bidang, mulai dari administrasi, teknologi informasi, keuangan, pelayanan, sumber daya manusia, pengelolaan data, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Adapun 15 skema sertifikasi tersebut meliputi Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Junior Secretary, Asisten Pengembang Web, Digital Marketing, Desain Grafis, Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Tunggal, Supervisor SDM, Pelayanan Pelanggan, Front Office, Operator Komputer, Digital Filing, Produksi Audio Visual, Analis Data, Petugas K3, serta Penyusunan Laporan Keuangan untuk Pemula.

Yassierli menambahkan, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk kemampuan digital, analisis data, pelayanan, hingga keselamatan kerja.

Pelaksanaan sertifikasi nantinya akan dilakukan oleh BNSP melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi Kemnaker di berbagai daerah.

Kemnaker juga telah memetakan kesiapan balai pelatihan di seluruh Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Dari hasil pemetaan, tercatat kapasitas penyelenggaraan mencapai hingga 180 skema sertifikasi kompetensi di berbagai unit pelatihan vokasi.

sumber: kabarin

Yans.

Tak Ada Alasan MA Tak Menangkan Ahli Waris di PK No. 317 PK/PDT/2026, Forum Pemuda Soroti Vonis Korupsi Mafia Tanah Tol Cisumdawu

JAKARTA – YUTELNEWS.com// Proses Peninjauan Kembali (PK) Nomor 317 PK/PDT/2026 terkait sengketa pengadaan lahan proyek Tol Cisumdawu kembali menjadi sorotan publik.

Ketua Forum Pemuda Pemerhati Kasus Proyek Strategis Nasional (PSN), M. Rizky Firmansyah, mempertanyakan alasan yang masih digunakan untuk menunda kepastian hukum bagi pihak yang mengaku sebagai ahli waris sah dalam perkara tersebut.

Menurut Rizky, sejumlah fakta hukum yang telah terungkap seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam pemeriksaan perkara di tingkat Mahkamah Agung (MA).

Ia menyoroti putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung yang telah menjatuhkan vonis 4 tahun 8 bulan penjara kepada Direktur PT Priwista Raya, H. Dadan Setiadi Megantara, dalam perkara korupsi yang berkaitan dengan pengadaan lahan Tol Cisumdawu.

Selain itu, Rizky menyebut uang hasil mark-up yang menjadi bagian dari perkara tersebut telah dikembalikan kepada negara. Di sisi lain, dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan kasus yang sama juga disebut masih berproses di kepolisian.

“Alasan apa lagi yang dipakai untuk tidak memenangkan ahli waris sah di Perkara Nomor 317 PK/PDT/2026? Pihak yang disebut sebagai pelaku utama sudah divonis bersalah dalam perkara korupsi, uang negara telah dikembalikan, dan proses hukum terkait dugaan pemalsuan dokumen juga sedang berjalan,” kata Rizky dalam keterangan tertulis yang diterima media, Senin (2/6/2026).

Rizky juga mengklaim bahwa pihak ahli waris telah mengantongi sembilan penetapan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), serta sembilan cek pembayaran ganti rugi yang menurutnya menjadi bukti pengakuan hak atas lahan tersebut.

Karena itu, ia menilai proses PK yang saat ini berlangsung seharusnya dapat memberikan kepastian hukum yang lebih cepat bagi para pihak yang merasa dirugikan.

“Korban sudah memegang sembilan penetapan inkrah beserta sembilan cek ganti rugi. Pertanyaannya, apa lagi yang sedang diuji pada tingkat PK ini?” ujarnya.

Lebih lanjut, Rizky mengingatkan Mahkamah Agung agar tetap berpegang pada fakta-fakta hukum yang telah terungkap dalam berbagai proses peradilan sebelumnya.

Ia berharap majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut dapat memberikan putusan yang menjamin kepastian hukum, keadilan, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat yang telah memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Mahkamah Agung belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan pemeriksaan perkara PK Nomor 317 PK/PDT/2026 maupun jadwal pembacaan putusannya.

Perkara tersebut masih menjadi perhatian publik mengingat keterkaitannya dengan proyek strategis nasional serta dugaan praktik mafia tanah yang telah menyeret sejumlah pihak ke proses hukum pidana maupun perdata.**

Yans.

Atasi Banjir Bojongsoang, DPRD Pastikan Pembangunan Kolam Retensi Tegalluar Berjalan Sesuai Rencana.

Bandung — YUTELNEWS.com// Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menyatakan DPRD siap mengawal percepatan pembangunan Kolam Retensi Tegalluar yang diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur pengendali banjir di kawasan Bojongsoang dan sekitarnya.

Menurut Hailuki, pembangunan kolam retensi merupakan langkah strategis untuk mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi saat debit air meningkat pada musim hujan.

“Kolam retensi ini menjadi salah satu kebutuhan penting dalam sistem pengendalian banjir di kawasan Bojongsoang. Karena itu DPRD akan mengawal prosesnya agar berjalan sesuai rencana dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hailuki di Soreang, Selasa (2/6/2026).

Ia mengatakan persoalan banjir di kawasan Bojongsoang sudah berlangsung cukup lama sehingga membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain pembangunan kolam retensi, Hailuki menilai normalisasi Sungai Cilisungan, pengerukan sedimentasi, pelebaran sungai, serta penataan saluran air harus terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung aliran air.

Menurut dia, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran agar program-program pengendalian banjir dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

“DPRD berkepentingan memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak terhadap pengurangan risiko banjir dan perlindungan masyarakat,” ujar Hailuki.

Meski demikian, Hailuki mengingatkan bahwa penanganan banjir tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur di wilayah hilir.

Ia menilai upaya konservasi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) harus menjadi bagian dari strategi besar pengendalian banjir di Kabupaten Bandung.

“Jangan lupakan rehabilitasi lahan sayuran dengan tanaman keras di kawasan hulu sungai. Kawasan resapan air harus dijaga agar air hujan tidak langsung mengalir ke hilir dan memperbesar risiko banjir,” katanya.

Menurut Hailuki, keberhasilan pengendalian banjir membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dunia usaha hingga para pemilik lahan.

Karena itu ia berharap pembangunan Kolam Retensi Tegalluar dapat berjalan beriringan dengan program konservasi lingkungan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan Bojongsoang dan wilayah sekitarnya.(*)

Yans.

Anggota DPRD Dadang Hemayana A.md, S.I.P Gelar Sosper Kesehatan di Banjaran, Dorong Layanan Prima

Bandung – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB, H. Dadang Hemayana, A.Md., S.I.P., kembali turun ke tengah masyarakat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) dengan fokus utama bidang kesehatan, bertempat di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. pada selasa 02/06/2026. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman warga tentang hak pelayanan kesehatan, aturan perlindungan kesehatan, serta upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Bandung .

Acara yang berlangsung di GOR PGRI Banjaran ini dihadiri ratusan warga, kader Posyandu, tenaga kesehatan puskesmas, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan setempat. “Dalam pemaparan materinya, Dadang Hemayana menjelaskan secara rinci Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 11 Tahun 2023 tentang Kesehatan Ibu dan Anak, serta kebijakan daerah terkait peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan pencegahan penyakit .

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara dan prioritas utama pembangunan daerah. Melalui sosialisasi ini, saya ingin memastikan seluruh warga Banjaran paham aturan yang melindungi hak mereka mendapatkan pelayanan yang layak, mulai dari akses Puskesmas, Posyandu, hingga jaminan kesehatan,” ujar Dadang di hadapan peserta.

Sebagai anggota dewan yang selalu memperjuangkan bidang kesehatan, ia juga menekankan tiga poin utama: peningkatan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan, dan peran aktif masyarakat menjaga pola hidup sehat. dan Ia juga menyoroti pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan pemantauan tumbuh kembang balita dan pencegahan stunting, yang menjadi fokus utama pemerintah daerah dan pusat .

“Stunting bukan hanya masalah individu, tapi tanggung jawab bersama. Ibu hamil harus rutin periksa, bayi mendapat ASI eksklusif, dan balita dipantau pertumbuhannya. Saya akan terus mendorong penambahan bantuan gizi dan pelatihan bagi kader Posyandu agar pelayanan di Banjaran semakin maksimal,” tegasnya.

Dalam sesi dialog interaktif, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari permintaan perbaikan gedung, ketersediaan obat gratis, hingga kendala akses kesehatan bagi warga kurang mampu. Salah satu warga meminta perhatian lebih untuk layanan kesehatan yang dirasakan masih terbatas.

Dadang Hemayana mencatat setiap masukan dengan rinci dan berjanji akan segera menindaklanjutinya melalui forum dewan dan instansi terkait. Ia menegaskan komitmennya memperjuangkan peningkatan anggaran kesehatan agar fasilitas di Banjaran setara dengan wilayah lain, serta memastikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan lancar tanpa kendala birokrasi.

“Setiap usulan yang disampaikan hari ini akan saya bawa ke rapat komisi dan pleno. Kita akan perjuangkan agar lebih lengkap, obat tersedia, dan warga tidak kesulitan berobat. Wakil rakyat ada di sini untuk memperjuangkan hak kesehatan kalian,” jawab Dadang merespons keluhan warga.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Ketua Kader Posyandu Banjaran mengaku sangat terbantu dengan penjelasan aturan dan komitmen dukungan yang disampaikan, sehingga makin bersemangat melayani masyarakat.

“Kami jadi lebih paham aturannya dan tahu harus kemana mengusulkan perbaikan. Terima kasih Pak dewan Dadang sudah mendengar dan berjanji memperjuangkan fasilitas kesehatan kami. Ini sangat berarti buat kami warga Banjaran,” ujarnya.

Dadang Hemayana berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal membangun kesadaran bersama, sehingga masyarakat lebih sehat, sejahtera, dan kualitas sumber daya manusia di Banjaran semakin meningkat. “Sosialisasi ini bukan akhir, tapi awal kerja sama. Mari kita jaga kesehatan bersama, karena masyarakat yang sehat adalah modal utama daerah yang maju,” pungkasnya.

Yans.

Tokoh Masyarakat Sekaligus Sekdes Banjaran Kota, Indra Irawan, Apresiasi Tinggi SOSPER Kesehatan Anggota DPRD Dadang Hemayana S.I.P.

Bandung – YUTELNEWS.com// Kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) bidang kesehatan yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Dadang Hemayana, A.Md., S.I.P., di wilayah Desa Banjaran Kota, mendapat sambutan dan apresiasi luar biasa dari tokoh masyarakat sekaligus Sekretaris Desa (Sekdes) Banjaran Kota, Indra Irawan. ” Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat akan pemahaman hak pelayanan kesehatan dan upaya pencegahan masalah kesehatan seperti stunting.

Sekdes Indra Irawan yang turut hadir dan mendampingi jalannya kegiatan di GOR PGRI Desa Banjaran Kota itu menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak dewan Dadang Hemayana A.Md, S.IP yang secara khusus mengangkat tema kesehatan, isu yang paling dekat dan dirasakan langsung oleh kehidupan warga sehari-hari.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Banjaran Kota, saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak dewan Dadang Hemayana. Sosper kali ini sangat tepat sasaran, materinya jelas, mudah dipahami, dan langsung menyentuh kebutuhan kami, terutama soal akses layanan kesehatan, ketersediaan , dan pencegahan stunting yang menjadi perhatian utama kita semua,” ujar Indra Irawan dalam keterangannya usai acara.

Sebagai sekdes sekaligus tokoh masyarakat, Indra menilai kehadiran wakil rakyat langsung ke tengah lapangan bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bukti nyata kedekatan dan kepedulian terhadap nasib konstituennya. Ia menekankan bahwa sosialisasi seperti ini menjadi jembatan penting agar aturan daerah tidak hanya menjadi dokumen, tapi diketahui, dipahami, dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Selama ini banyak warga yang belum paham hak mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Melalui penjelasan Bapak dewan Dadang Hemayana, kami jadi tahu aturannya dan tahu apa yang harus diperjuangkan. Ini sangat membantu perangkat desa dan kader Posyandu dalam mengedukasi warga,” tambahnya.

Indra juga memuji komitmen bapak dewan Dadang Hemayana yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga aktif mendengar, mencatat, dan berjanji memperjuangkan setiap aspirasi warga mulai dari perbaikan fasilitas Puskesmas, penambahan , hingga ketersediaan gizi seimbang untuk balita dan ibu hamil.

“Bapak Dadang tidak hanya datang berbicara, tapi mendengar keluhan kami. Beliau berjanji akan membawa setiap usulan ke forum dewan. Ini yang kami harapkan, wakil rakyat yang benar-benar hadir, mendengar, dan berjuang untuk kepentingan rakyatnya. Kehadiran beliau membuat kami semakin optimis pelayanan kesehatan di Banjaran Kota akan semakin baik ke depannya,” ungkap Indra.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan, tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga sektor lain seperti pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Sinergi antara wakil rakyat, pemerintah desa, dan masyarakat, kata dia, adalah kunci utama mewujudkan Banjaran Kota yang sehat, maju, dan sejahtera.

“Semoga kerja sama yang baik ini terus terjalin. Kami siap mendukung dan bersinergi penuh dengan Bapak Dadang Hemayana demi kemajuan bersama. Terima kasih sudah menjadikan Banjaran Kota sebagai lokasi sosialisasi yang sangat bermanfaat ini,” pungkas Indra Irawan.

Yans.

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Soliditas dan Inovasi Pemerintah Daerah Jambi

Jambi –YUTELNEWS.com// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi soliditas para pemimpin daerah dan berbagai inovasi yang berkembang di Provinsi Jambi. Menurutnya, hubungan yang harmonis antarpimpinan daerah menjadi modal penting dalam mendukung jalannya pemerintahan serta pelaksanaan berbagai program yang berdampak bagi masyarakat.

“Jambi ini mengandalkan dengan solidaritas para pemimpin di sini, Pak Gubernur dengan Pak Wali, Pak Wali dengan Pak Wakil [Wali Kota], [dan juga dengan] … DPRD, ini contoh yang baik,” ujar Bima kepada awak media usai menghadiri jamuan makan malam di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (1/6/2026).

Selain soliditas kepemimpinan, Bima juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah (Pemda) di Jambi. Menurutnya, berbagai terobosan tersebut menunjukkan komitmen Pemda dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi.

“Jambi ini penuh dengan inovasi, penuh dengan kreasi, di mana Pak Wali Kota melakukan langkah-langkah [atau] gebrakan, [seperti] ada program Kampung Bahagia, di mana bagian dari Pak Wali Kota mengawal program-program prioritas untuk memberikan manfaat bagi warga Jambi. Itu sesuatu yang lain yang [bisa] dicontoh,” jelas Bima.

Ia menekankan, keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Karena itu, ia mendorong agar berbagai inovasi yang dilakukan Pemda di Jambi mampu menghasilkan capaian pembangunan yang terukur.

“Kami tunggu inovasi-inovasinya, terutama [capaian] bagi angka-angkanya, PAD naiknya berapa, kemiskinan turunnya berapa, lapangan pekerjaan nambahnya berapa, supaya bisa dicontoh oleh daerah lain,” ungkapnya.

Bima berharap semangat kolaborasi dan inovasi yang telah terbangun di Jambi dapat terus dipertahankan serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mendorong pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

“Jadi selamat untuk warga Jambi, mudah-mudahan bisa dijaga kebersamannya,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

BUMDes Cisaat Mandiri Resmikan Unit Pengelolaan Pasca Panen, Kembangkan Sentra Padi Unggul Lokal demi Kesejahteraan Petani

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Langkah nyata memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian desa kembali ditorehkan. BUMDes Cisaat Mandiri secara resmi meresmikan unit usaha pengelolaan pasca panen padi dan gabah, sebagai bagian utama dari program pengembangan Sentra Padi Unggul Lokal di wilayah Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Selasa ( 2/6/2026 )

Peresmian unit usaha ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron, bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Cecep Suryadi. Kehadiran kedua pemimpin desa ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian, sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat paling bawah.

Kegiatan ini menjadi tonggak strategis dalam upaya memajukan pertanian desa, di mana fokus utamanya bukan hanya pada hasil panen, tetapi juga peningkatan kualitas, pengelolaan yang lebih baik, serta memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung pangan daerah.

Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron, dalam kesempatannya menegaskan bahwa program pengembangan Sentra Padi Unggul Lokal melalui unit usaha pengelolaan pasca panen ini merupakan bagian dari komitmen kuat Pemerintah Desa. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus membuka jalan menuju peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat, terutama mereka yang bergelut di sektor pertanian.

“Kami berharap keberadaan unit usaha ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Cisaat. Pemerintah desa mendukung penuh pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal agar hasil pertanian memiliki nilai tambah, pengelolaan pasca panen semakin baik, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Kepala Desa Cisaat.

Sementara itu, Direktur BUMDes Cisaat Mandiri, Nendi Sugina, menjelaskan bahwa keberadaan sentra padi unggul lokal ini merupakan langkah cerdas dan terencana untuk mengoptimalkan segala potensi pertanian yang dimiliki desa. Menurutnya, selama ini hasil bumi yang melimpah belum sepenuhnya bernilai maksimal karena pengelolaan yang belum terstandar. Kini, melalui unit usaha baru ini, nilai tambah hasil panen akan ditingkatkan secara signifikan.

“Pengembangan sentra padi unggul lokal ini adalah upaya kita bersama mengoptimalkan potensi pertanian desa. Tujuannya jelas, memberikan nilai tambah yang lebih tinggi terhadap hasil panen masyarakat melalui tata kelola usaha yang baik, benar, dan berkelanjutan. Kami ingin petani tidak hanya bekerja keras menanam, tapi juga mendapatkan hasil dan keuntungan yang setimpal dari apa yang mereka hasilkan,” ujar Nendi Sugina saat peresmian.

Lebih rinci ia memaparkan kemampuan dan keunggulan fasilitas yang dioperasikan. Menurutnya, mesin dan peralatan yang disiapkan memiliki kapasitas kerja dan efisiensi tinggi, memberikan hasil olahan yang jauh lebih baik dibandingkan cara pengolahan biasa.

“Unit penggilingan padi yang kami operasikan memiliki kapasitas kerja sekitar 300 kilogram gabah per jam. Dari proses penggilingan tersebut, tingkat hasil beras bersih berkisar 60–70 persen, tergantung kualitas gabah yang diolah. Artinya, setiap 1 kuintal gabah dapat menghasilkan sekitar 60–70 kilogram beras bersih, sedangkan dari 300 kilogram gabah dapat diperoleh kurang lebih 180–210 kilogram beras. Hasil gilingan tidak ada sekam, namun langsung jadi dedak atau ampas padi yang menghasilkan dedak halus 2 kali proses ini tentunya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Melalui fasilitas ini, kami berharap petani tidak hanya terbantu dalam proses pasca panen, tetapi juga memperoleh hasil yang lebih optimal, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi lebih baik,” jelas Nendi Sugina menegaskan keunggulan layanan baru ini.

Sistem pengelolaan yang terpadu ini dirancang untuk memudahkan petani mulai dari perontokan, pengeringan, penyimpanan, hingga pengolahan menjadi beras berkualitas, semuanya dilakukan dengan standar yang efisien, higienis, dan berdaya saing tinggi.

Senada dengan itu, Ketua BPD Cecep Suryadi menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan oleh BUMDes harus benar-benar menjadi instrumen utama pembangunan ekonomi warga. Namun demikian, pengelolaannya harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang sehat dan terbuka.

“Program yang dijalankan BUMDes harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi masyarakat dengan tetap mengedepankan transparansi, manfaat, dan keberlanjutan,” tegas Cecep Suryadi.

Program ini sekaligus menjadi bukti keseriusan BUMDes dan seluruh elemen desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui penguatan sektor pertanian, Desa Cisaat bertekad menjadi salah satu lumbung pangan yang andal, mandiri, dan menyejahterakan warganya.

Masyarakat dan para petani setempat pun menyambut gembira kehadiran fasilitas baru ini. Mereka berharap, dengan adanya sentra pengelolaan ini, beban kerja petani semakin ringan, hasil panen semakin berkualitas, dan kesejahteraan keluarga petani Desa Cisaat semakin meningkat di masa mendatang.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.