You Tell News

Kepala Lapas Warungkiara IIA Kurnia Panji Pamekas Hadiri Peresmian Gedung Baru MUI Kabupaten Sukabumi

YUTELNEWS.com | SUKABUMI, Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi yang baru dan megah, resmi dioperasikan dan digunakan dalam sebuah acara peresmian yang berlangsung khidmat dan penuh makna, Senin (1/6/2026). Berlokasi di Komplek Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Kecamatan Cikembar, bangunan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan wadah pemersatu umat di wilayah Sukabumi.

Turut hadir dan menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, A.Md.IP., S.H. Kehadiran Kurnia Panji Pamekas dalam acara ini menjadi bukti nyata sinergitas yang erat antara jajaran pemasyarakatan dengan unsur keagamaan dan elemen masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran ini juga menegaskan komitmen institusi pemasyarakatan untuk senantiasa mendukung kemajuan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta kerukunan antarumat beragama di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa keberadaan gedung baru ini bukan sekadar kemegahan fisik semata, melainkan memiliki makna strategis besar. Gedung ini diharapkan mampu berfungsi maksimal sebagai pusat syiar Islam, tempat merumuskan fatwa yang menyejahterakan, serta menjadi wadah pemersatu umat yang kokoh. Sinergi antara ulama dan seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pemerintahan, menjadi kunci utama dalam membangun moral, mental, dan spiritual masyarakat Sukabumi menuju tatanan yang agamis, harmonis, dan sejahtera.

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Fattahilah Nadziri, mengungkapkan rasa syukur mendalam karena setelah melalui proses panjang dan perjuangan bertahun-tahun, akhirnya gedung impian para ulama ini dapat berdiri tegak dan diresmikan. Ia juga menyoroti hikmah besar di balik peresmian yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni.

“Ada makna mendalam dan hikmah tersendiri, peresmian gedung MUI ini bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. Keduanya sama-sama menjadi pondasi kokoh bagi keutuhan bangsa dan kesejahteraan daerah ini,” ungkap KH. Fattahilah Nadziri.

Di akhir kegiatan, Kurnia Panji Pamekas beserta seluruh tamu undangan dan pejabat yang hadir, berkeliling meninjau langsung setiap ruangan dan fasilitas lengkap yang ada di dalam Gedung Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi tersebut, berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat dan kemajuan daerah.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Desain Ikonik & Modern, Arsitektur A-Frame Jadi Tren Hunian Masa Kini

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Dunia arsitektur dan properti tanah air kembali disuguhkan karya menakjubkan yang memadukan keindahan seni dan fungsi kenyamanan. Konsep hunian bergaya A-Frame kini menjadi sorotan utama dan semakin digemari masyarakat, berkat tampilannya yang ikonik, estetik, serta sangat modern, seperti yang diperkenalkan oleh Direktur AU Bintoro. Senin ( 1/6/2026 )

Melalui karyanya, Direktur AU Bintoro menampilkan desain bangunan dengan bentuk segitiga yang khas, di mana atap menjulang tinggi dan menyatu hingga ke bagian bawah, menciptakan karakter yang kuat, tegas, dan mudah diingat. Kesan megah namun tetap sederhana semakin terasa dengan penerapan bukaan kaca berukuran besar yang mendominasi hampir seluruh sisi bangunan.

“Arsitektur A-frame dengan bukaan kaca besar menciptakan tampilan yang kuat, estetik, sekaligus memberikan pencahayaan alami yang maksimal,” ungkap Direktur AU Bintoro menjelaskan keunggulan karya desainnya tersebut.

Lebih dari sekadar keindahan visual, konsep yang dikembangkan Direktur AU Bintoro ini sangat memerhatikan kenyamanan penghuni. Jendela dan kaca lebar yang dipasang berfungsi membiarkan cahaya matahari masuk secara bebas dan melimpah ke seluruh ruangan. Hal ini membuat suasana rumah menjadi terang, sehat, dan terasa jauh lebih luas. Selain itu, sirkulasi udara pun berjalan sangat lancar, menjadikan suhu di dalam hunian selalu sejuk dan segar, sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia.

Perpaduan struktur bangunan yang kokoh, sentuhan elemen kayu yang memberikan kesan hangat, serta pemilihan warna dinding yang cerah, membuat rumah bergaya A-Frame ini sangat serasi jika dibangun di tengah lingkungan alam. Baik di kawasan perbukitan, pinggir danau, maupun di lingkungan pedesaan yang hijau, hunian ini mampu menyatu indah dengan sekitarnya.

Tidak heran jika desain karya Direktur AU Bintoro ini kini menjadi idaman banyak kalangan. Mulai dari yang mencari hunian utama yang nyaman, rumah liburan untuk melepas penat, hingga tempat istirahat keluarga, konsep A-Frame ini menjadi pilihan paling tepat. Gaya arsitektur yang sederhana namun berkelas ini membuktikan bahwa rumah masa kini bukan hanya sekadar tempat berteduh, melainkan sebuah karya seni yang hidup dan meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, desain hunian A-Frame ini diprediksi akan terus menjadi tren besar dan acuan utama dalam dunia pembangunan perumahan di tanah air ke depannya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Peringati hari Pancasila, anggota DPRD fraksi partai Gerindra Teddy Setiadi ajak kuatkan kembali komitmen kebangsaan

YUTELNEWS.com | SUKABUMI, Di tengah semangat kebersamaan memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddy Setiadi, mengajak seluruh elemen masyarakat dan warga bumi Pasundan untuk kembali meneguhkan serta memperkuat komitmen kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila harus senantiasa dijadikan pondasi kokoh dan pedoman utama dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih di tengah keberagaman yang melekat kuat di Kabupaten Sukabumi. Senin ( 1/6/2026 )

Dalam pernyataannya yang penuh semangat dan berapi-api, Teddy menegaskan bahwa peringatan tanggal 1 Juni ini sama sekali bukan sekadar seremonial atau kegiatan rutin belaka. Lebih dari itu, momen ini adalah waktu yang paling tepat untuk merenungkan kembali jati diri bangsa, mengingat kembali sejarah perjuangan, dan memperkokoh tekad bersama menjaga persatuan serta keutuhan NKRI.

“Pancasila adalah tiang utama, perekat terkuat, dan nyawa bangsa kita. Ia yang telah terbukti mampu menyatukan kita yang berbeda-beda suku, agama, budaya, dan adat istiadat, menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia yang utuh, berdaulat, dan bermartabat. Tanpa Pancasila, mustahil kita bisa berdiri tegak sampai hari ini,” ujar Teddy Setiadi dengan tegas di hadapan warga.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengingatkan bahwa tantangan zaman kian hari kian berat. Berbagai pengaruh asing, perbedaan pandangan, hingga isu-isu yang berpotensi memecah belah sering kali berusaha masuk dan menggerus persatuan yang sudah terjalin. Oleh sebab itu, komitmen kebangsaan tidak boleh kendor, harus terus diperbarui, diperkuat, dan diamalkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar tertulis di atas kertas atau dibacakan saat upacara saja.

“Kita harus sadar sepenuhnya, bahwa keberagaman yang kita miliki ini adalah kekayaan luar biasa. Tapi ingat juga, kekayaan ini bisa berubah menjadi ancaman besar dan celah perpecahan jika kita tidak lagi berpegang pada Pancasila. Maka dari itu, ajakan saya tegas: Mari kita kuatkan kembali komitmen kebangsaan kita! Jadikan setiap sila dalam Pancasila sebagai cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun di tengah masyarakat luas,” serunya.

Sebagai wakil rakyat yang diberi amanah, Teddy menegaskan komitmen Fraksi Partai Gerindra untuk selalu berjuang dan mengawal setiap kebijakan pembangunan di Sukabumi agar tetap berlandaskan semangat keadilan sosial dan persatuan. Segala aspirasi yang diperjuangkannya di lembaga legislatif, kata dia, semata-mata bertujuan untuk menyejahterakan rakyat banyak sesuai amanat dasar negara.

Di akhir pesannya, Teddy kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu hati dan menjaga nilai luhur bangsa agar tetap abadi.

“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari kita buktikan ke seluruh penjuru Indonesia: Di Sukabumi, komitmen kebangsaan kita bulat! Pancasila kita jaga mati-matian, persatuan tidak boleh retak, dan Indonesia Raya tetap kokoh berdiri serta jaya selamanya,” pungkas Teddy disambut semangat warga yang hadir.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Resmikan Gedung Baru MUI Kabupaten Sukabumi, Bupati Asep Japar Jadikan Pusat Syiar dan Wadah Pemersatu Umat

YUTELNEWS.com | SUKABUMI, Sebuah tonggak sejarah baru bagi kemajuan kehidupan beragama dan kerukunan di Kabupaten Sukabumi tercatat hari ini. Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, secara resmi meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Komplek Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Kecamatan Cikembar, Senin (1/6/2026).

Peresmian gedung yang dibangun dengan desain megah dan representatif ini berlangsung khidmat dan penuh makna. Turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, serta para tokoh ulama dan elemen masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa keberadaan gedung baru ini memiliki makna yang sangat mendalam dan strategis. Menurutnya, MUI memegang peran vital sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus garda terdepan pelayan umat. Oleh karena itu, fasilitas baru ini diharapkan mampu mempererat sinergitas antara ulama dan umaro dalam membangun karakter, moral, mental, dan spiritual masyarakat Sukabumi.

“Keberadaan gedung baru ini, bukanlah sekadar simbol kemegahan fisik semata. Namun gedung ini, harus menjadi pusat syiar Islam, tempat merumuskan fatwa yang memberikan manfaat, serta menjadi wadah pemersatu umat di Kabupaten Sukabumi,” tegas Bupati Asep Japar.

Ia menambahkan, sinergitas yang terjalin erat antara MUI dan Pemerintah Daerah menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah yang berlandaskan nilai keagamaan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun menegaskan komitmen penuh untuk senantiasa mendukung seluruh program kerja MUI. Dukungan ini diarahkan guna memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membimbing masyarakat menuju tatanan sosial yang agamis, harmonis, dan sejahtera.

“Tujuan akhirnya satu saja: terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul berbudaya, dan berkah atau Mubarakah,” ucapnya dengan tegas.

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh pihak, mulai dari pengurus MUI hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memanfaatkan gedung ini sebaik mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan oleh umat dalam jangka waktu yang panjang.

“Mari kita jaga dan jadikan gedung ini sebagai pusat kajian Islam yang menghasilkan gagasan positif dan kemajuan bagi daerah,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Fattahilah Nadziri, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas selesainya pembangunan gedung yang merupakan buah dari perjuangan para ulama dan guru ini. Ia menyebutkan, ada hikmah besar mengingat peresmiannya bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni.

“Setelah proses perencanaan hingga bertahun-tahun lamanya, Alhamdulillah gedung ini pada hari ini dapat diresmikan. Ada hikmah tersendiri di dalamnya, peresmian gedung MUI ini bertepatan dengan hari lahir Pancasila. Keduanya sama-sama menjadi pondasi kokoh bagi keutuhan bangsa dan kesejahteraan daerah ini,” ungkap KH. Fattahilah Nadziri.

Usai prosesi pemotongan pita dan peresmian, Bupati H. Asep Japar beserta seluruh rombongan dan tamu undangan melakukan peninjauan langsung ke setiap ruangan dan fasilitas yang ada di dalam Gedung Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi tersebut.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

DPRD Kota Batam Meminta DLH Serius Perketat Pengawasan Lapangan

YUTELNEWS.com/ DPRD Kota Batam menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Kota Batam yang dinilai belum berjalan optimal. Salah satu perhatian utama adalah masih maraknya tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sejumlah titik kota.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo, meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam lebih serius memperketat pengawasan di lapangan, terutama terhadap titik-titik yang kerap menjadi lokasi pembuangan sampah ilegal.

“Sekarang kan sudah ada pengawas lapangan. Mereka harus aktif dan tegas menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugasnya,” kata Arlon, Kamis (28/5).

Menurutnya, keberadaan TPS liar bukan persoalan baru karena titik lokasinya cenderung berulang dan mudah dipetakan. Karena itu, pengawasan dinilai seharusnya bisa dilakukan lebih maksimal.

“Lokasi TPS liar itu selalu muncul di titik tertentu. Artinya, titik itu harus benar-benar diawasi supaya warga tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Arlon juga meminta DLH mengevaluasi petugas pengawas lapangan yang dianggap tidak menjalankan tugas secara optimal.

“Kalau pengawas lapangan tidak bisa bekerja, lebih bagus diganti. Bila perlu dipecat saja,” katanya.

Kritik Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Punggur

Selain soal TPS liar, Komisi III DPRD Batam turut mengkritik sistem pengelolaan sampah di TPA Punggur yang masih menggunakan metode landfill atau timbun tanam.

Arlon menilai metode tersebut tidak lagi efektif sebagai solusi jangka panjang mengingat volume sampah di Batam terus meningkat setiap tahun.

“Sampah di TPA itu harus dicarikan solusi. Jangan lagi hanya timbun tanam. Harus dipikirkan bagaimana sampah yang terkumpul bisa diurai atau diolah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belum terlihatnya perbaikan signifikan meski anggaran pengelolaan sampah tahun 2026 telah berjalan hampir lima bulan. (*) /Sumber Batampos

Mendagri Tito Karnavian Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ryamizard Ryacudu

Bogor – YUTELNEWS.com// Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Tito bertakziah ke kediaman almarhum di Kompleks Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (31/05/2026), untuk menyampaikan belasungkawa kepada istri almarhum, Nora Tristyana, dan keluarga yang ditinggalkan.

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 14.03 WIB.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka. Saya juga secara pribadi, bersama keluarga, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menyampaikan rasa duka sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu…. Saya mengenal cukup baik almarhum sebagai senior dan sangat hormat kepada beliau,” ujar Mendagri.

Ia mengatakan, almarhum merupakan sosok yang dihormati dan memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan, termasuk masyarakat di wilayah Sumatera bagian selatan.

“Beliau salah satu sesepuh Sumatera bagian selatan, baik Sumatera Selatan maupun Lampung. Saya dari Palembang, Sumsel, jadi saya sering juga menghadap beliau, bukan hanya mengenai tugas, tetapi juga urusan-urusan kampung kita di Sumatera bagian selatan,” katanya.

Mendagri menilai, kepergian Ryamizard merupakan kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta berbagai pihak yang pernah mengenal dan bekerja bersama almarhum. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah Swt., serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

“Kita doakan semoga Allah Swt. mengampuni segala dosa-dosa almarhum selama di dunia. Kita doakan agar dimudahkan jalannya menghadap Ilahi, jalan menuju alam kubur, diluaskan alam kuburnya, dan dijadikan oleh Allah Swt. alam kubur yang seindah taman surga, karena kematian adalah takdir dari Allah Swt. yang kita tidak bisa menghindari itu,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Enam Tokoh

Jakarta – YUTELNEWS.com// Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya bidang pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2025 kepada enam tokoh. Pemberian penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI (Keppres) Nomor 126/TK/Tahun 2025.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas jasa para penerima dalam membangun sektor kelautan dan perikanan wilayah pesisir di daerah. Prosesi penyematan tanda kehormatan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan apresiasi atas dedikasi para penerima penghargaan di bidang kelautan dan perikanan. Menurutnya, pemberian penghargaan tersebut telah melalui proses dan mekanisme yang panjang, termasuk melibatkan sejumlah kementerian/lembaga yang tergabung dalam tim panitia seleksi (pansel).

“Setelah melalui penjaringan dari tim pansel, gabungan, dan juga cek lapangan, Alhamdulillah Bapak-Bapak dan Ibu terpilih untuk mendapatkan anugerah tanda kehormatan ini,” ujar Mendagri.

Ia menambahkan, meskipun prosesi penghargaan digelar secara sederhana dan penuh khidmat, hal itu tidak mengurangi esensi apresiasi negara kepada para tokoh tersebut. Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki potensi besar di bidang kelautan dan perikanan, sehingga penghargaan ini menjadi momentum penting.

Menurut Mendagri, besarnya potensi maritim Indonesia juga diiringi tantangan dalam pengelolaan dan pengembangannya. Karena itu, dibutuhkan sosok-sosok yang mampu menggerakkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir.

“Kita memiliki juga danau, dan waduk buatan yang besar, yang jumlahnya sekitar 1500 … Nah ini memiliki potensi semua untuk bisa digali sumber daya alam dan karunia Tuhan ini untuk kepentingan masyarakat kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mendagri berharap pembangunan di bidang maritim dapat dilakukan secara optimal dan ramah lingkungan, misalnya melalui pengembangan konservasi laut yang menghasilkan produk bernilai tinggi. Di sisi lain, ia berharap penghargaan tersebut dapat memacu pemerintah daerah (Pemda) untuk terus berinovasi dalam memajukan sektor kemaritiman.

“Ini pentingnya kita mungkin membaca potensi wilayah kita dan memanfaatkan semaksimal mungkin. Dan Bapak-Bapak dan Ibu yang terpilih hari ini memiliki keunggulan itu,” tandasnya.

Adapun penerima penghargaan Satyalancana Wira Karya tersebut yakni Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Bupati Demak Eisti’anah, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau, Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Muhammad Isa Anshori.

Turut hadir pada acara ini Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta para pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemendagri.

Puspen Kemendagri

Yans.

Wamendagri Ahmad Wiyagus: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Jakarta – YUTELNEWS.com// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengatakan, Pancasila merupakan landasan pemersatu bangsa sekaligus fondasi bagi terciptanya perdamaian dunia. Hal itu disampaikan Wiyagus saat membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi pada Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta,pada Senin (01/06/2026).

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, sambungnya, Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pesan tersebut selaras dengan tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”.

“Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” imbuhnya.

Wiyagus melanjutkan, Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.

Wiyagus menambahkan, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pancasila juga merupakan fondasi kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut Indonesia merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

“Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah, adalah pengejawantahan dari sila kedua,” tegasnya.

Selain itu, Wiyagus menekankan, Pancasila tak hanya menjadi landasan perdamaian di tengah konflik, tetapi juga landasan moral di masa perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, tidak membiarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku-buku sejarah.

“Pastikan setiap kebijakan publik lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tuturnya.

Terakhir, Wiyagus mengajak seluruh pihak untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiositas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila, jayalah Indonesia,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

Momentum Hari Lahir Pancasila, Kolaborasi Pentahelix Bersama Polsek, BPBD dan Prima Bersihkan Saluran Air di Dayeuhkolot

Bandung –YUTELNEWS.com// Semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi nilai utama Pancasila diwujudkan melalui aksi nyata di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, pada Senin (01/06/2026)

Unsur Pentahelix bersama Polsek Dayeuhkolot, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Perhimpunan Remaja Masjid (Prima), serta masyarakat menggelar kerja bakti membersihkan saluran air Irigasi Cipalasari.

Kegiatan tersebut difokuskan pada pengerukan sedimen, pengangkatan tumpukan sampah, serta pembersihan tanaman liar yang menghambat aliran air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran drainase sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila memiliki makna khusus. Menurutnya, kolaborasi berbagai unsur dalam aksi sosial tersebut mencerminkan nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila.

“Hari ini kita memperingati lahirnya dasar negara kita, Pancasila. Nilai yang terkandung di dalamnya adalah persatuan, kerja sama, dan pengabdian untuk kepentingan bersama.

Melalui kegiatan ini, seluruh elemen bersatu tanpa memandang jabatan maupun kedudukan untuk menjaga lingkungan dan kepentingan masyarakat,” ujar Tri Rahmanto.

Di lokasi kegiatan, personel Polsek Dayeuhkolot turut terlibat langsung bersama masyarakat dalam proses pembersihan. Sementara BPBD Kabupaten Bandung menurunkan tenaga dan peralatan teknis guna mempercepat proses pengerukan sedimen yang menumpuk di saluran air.

Kapolsek Dayeuhkolot, AKP Rudi Sudaryono, S.S.I.K., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya menciptakan keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Saluran air yang bersih dan lancar akan mengurangi potensi banjir yang dapat mengganggu aktivitas warga. Semangat kebersamaan seperti ini perlu terus dijaga demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman,” kata Rudi.

Sementara itu, perwakilan BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, menegaskan bahwa pembersihan saluran air secara berkala menjadi salah satu langkah efektif dalam upaya mitigasi bencana.

“Pengerukan sedimen dan pengangkatan sampah dapat meningkatkan kapasitas saluran air sehingga mampu menampung debit air lebih besar saat curah hujan tinggi. Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir,” ujarnya.

Warga yang menyaksikan kegiatan tersebut mengaku bangga dengan keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga lingkungan. Mereka menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini menjadi kado terindah bagi warga Dayeuhkolot. Semua elemen turun bersama, bekerja tanpa sekat demi lingkungan yang lebih baik. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga,” ujar salah seorang warga.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, semangat Pancasila kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama dalam membangun kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih aman dan sejahtera.

Yans.

Peringati Hari Pancasila ,KDS Dorong Generasi Muda Cerdas Digital, Berakhlak, dan Cinta Tanah Air

KAB. BANDUNG – YUTELNEWD.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menegaskan pentingnya menjaga dan mendidik generasi muda agar memiliki karakter, moral, dan jati diri yang kuat di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.

Penegasan tersebut disampaikan KDS saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Lapangan Upakarti Soreang, pada Senin (01/06/2026).

Menurut KDS, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran informasi yang tidak terkendali, potensi perpecahan, intoleransi, hingga lunturnya nilai-nilai kebangsaan dan budaya di kalangan generasi muda.

“Tantangan bangsa hari ini bukan lagi tentang penjajahan fisik, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan, memperkuat karakter generasi muda, dan memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar KDS.

Karena itu, kata KDS, tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, harus dimaknai sebagai ajakan untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, berakhlak mulia, dan memiliki rasa cinta tanah air.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengarahkan pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan pemuda, serta penguatan pendidikan karakter.

“Kami ingin pembangunan tidak hanya menghasilkan generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, berakhlakul karimah, berbudaya, dan kuat secara moral sehingga mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang datang melalui perkembangan teknologi informasi,” katanya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemkab Bandung adalah memperkuat pendidikan karakter melalui kebijakan muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah. Muatan lokal tersebut meliputi pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya Sunda, serta pendidikan mengaji dan menghafal Al-Qur’an.

Menurut KDS, kebijakan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecintaan terhadap budaya daerah, semangat kebangsaan, dan kekuatan spiritual.

“Kami ingin anak-anak Kabupaten Bandung tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air, memahami nilai-nilai Pancasila, menghormati budaya dan kearifan lokal, serta memiliki akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan menjadi sumber perpecahan maupun degradasi moral. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam mendampingi generasi muda agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

KDS pun mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga tunas bangsa agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara moral, cerdas secara intelektual, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan semangat Kebangkitan Nasional sebagai energi untuk terus bergerak maju mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Yans.

Hanya 36 Hari, Polrestabes Medan Bongkar 123 Kasus Kejahatan Jalanan dan 8 Gudang Berisi 136 Sepeda Motor Curian, 2 Pelaku Berhasil Ditangkap 

Yutelnews.com//

Medan – Tim Jaga, Cegah, Sigap (JCS) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan kembali membongkar 123 kasus kejahatan jalanan dalam 36 hari dan 8 gudang penampungan sepeda motor diberbagai tempat wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan.

Hal itu dikemukakan Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H, saat menggelar konferensi persnya pengungkapan kasus kejahatan jalanan (Curas, Curat, Curanmor), pada Sabtu (30/05/2026) pagi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Medan, Jalan HM Said Nomor : 1, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan.

Selain Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., S.H, turut serta, Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol. Rafli Yusuf Nugraha, S.I.K, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP. Adrian Risky Lubis, S.I.K, Kasi Humas Polrestabes Medan, AKP. N. Gultom, Kanit Pidum, Iptu. Hafizullah, Kanit Resmob, Iptu. Ramadan Bimo Setiadi, dan Insan Pers.

Dalam pengungkapan kasus kejahatan jalanan. Ada satu Timsus Tim Taktis Polrestabes Medan yang namanya Timsus Jaga, Cegah, Sigap (JCS) yang telah dibentuk sejak 6 Desember 2025 beberapa bulan yang lalu.

Ternyata tim bentukan ini mampu menanggulangi kejahatan jalanan termasuk didalamnya, adalah mencegah dan mengungkap kasus kejahatan jalanan bersama dengan Polsek Jajaran dan Sat Reskrim Polrestabes Medan.

“24 April 2026 sampai dengan 29 Mei 2026 kurun waktu 36 hari setelah ada penegasan terkait dengan tindakan tegas, terukur, bagi semua pelaku kejahatan yang mengancam jiwa raga harta benda masyarakat. Berani melawan petugas, melempari bahkan merampas barang bukti dilakukan tindakan tegas dan terukur. Setidaknya ada 37 pelaku kejahatan jalanan yang telah dilakukan tindakan tegas dan terukur,” papar Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak.

“Saya harapkan tidak ada lagi pelaku kejahatan yang berani melawan petugas saat pengungkapan kasus kejahatan jalanan,” tegas Kombes Calvijn.

Periode 36 hari setidaknya ada 123 kasus kejahatan jalanan yang telah diungkap tersebar di wilayah hukum Polrestabes Medan. Dengan 145 tersangka memiliki kategori, ternyata ada 8 residivis yang melakukan kejahatan berulang dan 11 tersangka melakukan pidana di 14 TKP.

“Pada saat penangkapan tersebut, ternyata ada 14 LP yang dilakukannya yang belum terungkap di 14 TKP,” ungkapnya.

Kemudian selanjutnya ada 12 kasus menonjol. Baru beberapa hari yang lalu tim dari Satreskrim Polrestabes Medan mengungkap 136 kendaraan bermotor, 145 motor dan 1 kendaraan roda 4.

“Terkait dengan seluruh barang temuan tersebut sedang diidentifikasikan sampai dengan saat ini belum ada pertanggungjawaban dengan siapa pun pasca penemuan dari 8 gudang penampungan tersebut. Setidaknya dari tersangka yang memiliki 5 gudang tersebut,” katanya.

Katanya, gudang penampungan sepeda motor itu ada yang di Pasar 8 dan Jalan Sidodadi, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian selanjutnya, kasus yang menarik adalah pengungkapan dari pelaku-pelaku yang berani main di Kota Medan yang berasal dari Belawan.

“Ini diungkap 4 tersangka yang domisilinya Belawan berani bermain tindak kejahatan di Kota Medan itupun dilakukan tindakan tegas terukur karena melakukan aksi-aksi yang brutal,” pungkasnya.
(Ade Saputra)

Ketum AKKOPSI Dr HM Dadang Supriatna Ajak Kepala Daerah Papua Jadikan Sanitasi Senjata Lawan TBC

YUTELNEWS.com// – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dr H.M Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Sabtu 30 Mei 2026.

Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini dijadikan landasan kerja serentak oleh bupati dan walikota se-Papua dalam pemberantasan TBC melalui Penguatan Higiene Sanitasi dan Akselerasi Quality Control SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya menyambut baik Deklarasi Pemberantasan TBC, meski kita tahu bahwa kesehatan bukan urusan pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama. Semua harus ikut menjaga lingkungan bebas penyakit,” kata KDS.

Ketum AKKOPSI menekankan, sanitasi lingkungan merupakan upaya nyata yang dapat dilakukan dalam mendorong percepatan eliminasi TBC di wilayah Tanah Papua.

“Upaya nyata ini diperkuat dengan adanya deklarasi 42 Kepala Daerah yang meliputi bupati dan walikota se-Tanah Papua,” tandas KDS.

Menurutnya, kegiatan ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menangani masalah kesehatan utama di Papua.

“Tidak hanya lewat pengobatan medis, tetapi dengan menyentuh akar masalahnya, yaitu kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Prof Arif Sumantri menambahkan, peran ahli kesehatan lingkungan sangat vital mendampingi pemerintah daerah.

“Mulai dari penyusunan aturan, pelatihan teknis, hingga pengawasan lapangan, agar target bebas TBC di Papua bisa tercapai lebih cepat dari target nasional,” ujar Agung.

Berikut 7 Poin Deklarasi Sorong:

Puncak kegiatan ini adalah penyatuan tekad dalam tujuh poin komitmen bersama yang disebut Deklarasi Sorong, ditandatangani seluruh kepala daerah sebagai panduan kerja nyata ke depan:

1. Percepat eliminasi TBC lewat sanitasi berbasis komunitas: perbaikan rumah sehat, air bersih, ventilasi baik, kendali kepadatan, dan perubahan perilaku hidup bersih.

2. Bangun integrasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh adat, agama, akademisi, dunia usaha, dan kader masyarakat demi sistem pencegahan yang kuat dan berkelanjutan.

3. Perkuat kendali mutu dan higiene di seluruh SPPG dalam Program MBG, sebagai langkah cegah keracunan pangan serta pastikan keamanan dan gizi makanan bagi masyarakat.

4. Kembangkan pemantauan lingkungan berbasis komunitas, memberdayakan kader kesehatan, kader TBC, PKK, sekolah, pesantren, gereja, dan komunitas adat sebagai pengawas lingkungan.

5. Tingkatkan kapasitas SDM kesehatan lingkungan, agar andal dalam pengawasan sanitasi, inspeksi pangan, kendali risiko lingkungan, dan edukasi masyarakat.

6. Jadikan Tanah Papua model nasional pembangunan kesehatan berbasis kearifan lokal, solidaritas komunitas, dan kelestarian lingkungan.

7. Ajak seluruh masyarakat Papua menjaga tanah, air, udara, dan pangan sebagai amanah leluhur serta warisan berharga bagi generasi mendatang.

*Sanitasi dan Keamanan Pangan Penentu Keberhasilan*

Selain eliminasi TBC, keamanan pangan dalam Program MBG jadi fokus utama. Para kepala daerah sepakat, pemberian makanan bergizi tak akan efektif jika tidak aman dan bersih. Oleh sebab itu, standar higiene mulai pengolahan hingga penyajian harus dikontrol ketat.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar, agar Sorong dan seluruh Tanah Papua tak hanya menjadi wilayah yang sehat, tapi juga teladan nasional dalam membangun kesehatan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan tumbuh dari kekuatan komunitasnya sendiri.(*)

Yans.

Pentahelix Dayeuhkolot Geber Normalisasi Saluran Air Irigasi Secara Manual di Depan PT Daliatex

Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas unsur kembali ditunjukkan secara nyata di Kecamatan Dayeuhkolot. Melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media massa, puluhan orang bergabung bersama melakukan kegiatan normalisasi dan pembersihan saluran air Irigasi secara manual yang berlokasi tepat di depan kawasan industri PT Daliatex,Desa Citeurep, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung .pada minggu 31/05/2026.

Kegiatan ini sebagai upaya konkret mengatasi pendangkalan dan penumpukan sampah di aliran air yang kerap menjadi penyebab utama terjadinya genangan hingga banjir saat curah hujan tinggi turun. Lokasi di depan PT Daliatex sendiri merupakan jalur aliran penting yang melintasi kawasan padat penduduk dan kawasan industri, sehingga kelancaran aliran airnya sangat berpengaruh bagi kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.

Dalam aksi bersih-bersih ini, seluruh peserta bekerja bahu-membahu menggunakan peralatan sederhana dan tenaga tangan secara langsung. “Mereka sibuk mengeruk endapan lumpur, memotong tanaman liar yang menghambat aliran, serta mengangkut tumpukan sampah anorganik yang menyumbat saluran air. Suasana kebersamaan sangat terasa, di mana batas antar unsur yang terlibat seakan hilang, semua bekerja dengan tujuan yang sama demi lingkungan yang lebih baik.

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto yang memimpin kegiatan menyampaikan bahwa Pentahelix menjadi kekuatan utama dalam penyelesaian masalah di wilayah tersebut. ” Pentahelix tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai kalangan termasuk pihak perusahaan menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan fasilitas umum.

“Kami menggeber kegiatan normalisasi ini secara manual agar penanganan lebih menyeluruh, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau alat berat. Lokasi di depan PT Daliatex ini sangat krusial. Jika saluran ini lancar, maka risiko genangan di permukiman warga dan sekitar kawasan industri bisa sangat berkurang. Terima kasih sebesar -besarnya kepada seluruh elemen yang telah meluangkan waktu dan tenaga, ini bukti bahwa kita peduli dengan lingkungan tempat kita beraktivitas,” ujarnya ketua pentahelik Tri Rahmanto di lokasi kegiatan.

kegiatan ini menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan warga dan sekitar perusahaan. Menurut mereka, keberadaan industri harus selaras dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk dalam hal pemeliharaan lingkungan.

“Bagi kami, kegiatan seperti ini adalah kewajiban dan bentuk tanggung jawab sosial. Lingkungan yang bersih dan saluran air irigasi yang lancar tentu berdampak positif bagi semua, baik warga maupun kelancaran operasional . Kami pentahelix siap terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam setiap kegiatan yang bermanfaat bagi umum,” tambahnya.

Salah satu warga setempat yang ikut serta dalam kerja bakti mengaku sangat bersyukur melihat antusiasme bersama. Selama ini mereka sering khawatir jika hujan turun deras karena aliran air yang tersumbat. Kini, setelah dilakukan pengerukan dan pembersihan secara menyeluruh, harapan agar lingkungan lebih aman dari banjir semakin terbuka.

“Terima kasih kepada Pentahelix dan semua pihak yang sudah turun langsung bekerja keras. Saluran air Irigasi di sini sudah lama dangkal dan penuh sampah. Dengan kerja keras pentahelix hari ini, ” kami jadi lebih tenang. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan saluran air tetap terjaga kebersihannya,” ucap warga.

Kegiatan normalisasi ini berlangsung lancar dan tertib hingga sore hari. Hasilnya, saluran air terlihat lebih dalam, bersih, dan aliran air menjadi jauh lebih lancar. Sinergi Pentahelix Dayeuhkolot ini menjadi contoh nyata bahwa kekompakan dan kerja sama antarberbagai unsur masyarakat adalah modal terbesar dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi semua.

Yans.

Pentahelix Dayeuhkolot Geber Normalisasi Saluran Air Irigasi Secara Manual di Depan PT Daliatex

Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas unsur kembali ditunjukkan secara nyata di Kecamatan Dayeuhkolot. Melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media massa, puluhan orang bergabung bersama melakukan kegiatan normalisasi dan pembersihan saluran air Irigasi secara manual yang berlokasi tepat di depan kawasan industri PT Daliatex,Desa Citeurep, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung .pada minggu 30/05/2026.

Kegiatan ini sebagai upaya konkret mengatasi pendangkalan dan penumpukan sampah di aliran air yang kerap menjadi penyebab utama terjadinya genangan hingga banjir saat curah hujan tinggi turun. Lokasi di depan PT Daliatex sendiri merupakan jalur aliran penting yang melintasi kawasan padat penduduk dan kawasan industri, sehingga kelancaran aliran airnya sangat berpengaruh bagi kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.

Dalam aksi bersih-bersih ini, seluruh peserta bekerja bahu-membahu menggunakan peralatan sederhana dan tenaga tangan secara langsung. “Mereka sibuk mengeruk endapan lumpur, memotong tanaman liar yang menghambat aliran, serta mengangkut tumpukan sampah anorganik yang menyumbat saluran air. Suasana kebersamaan sangat terasa, di mana batas antar unsur yang terlibat seakan hilang, semua bekerja dengan tujuan yang sama demi lingkungan yang lebih baik.

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto yang memimpin kegiatan menyampaikan bahwa Pentahelix menjadi kekuatan utama dalam penyelesaian masalah di wilayah tersebut. ” Pentahelix tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai kalangan termasuk pihak perusahaan menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan fasilitas umum.

“Kami menggeber kegiatan normalisasi ini secara manual agar penanganan lebih menyeluruh, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau alat berat. Lokasi di depan PT Daliatex ini sangat krusial. Jika saluran ini lancar, maka risiko genangan di permukiman warga dan sekitar kawasan industri bisa sangat berkurang. Terima kasih sebesar -besarnya kepada seluruh elemen yang telah meluangkan waktu dan tenaga, ini bukti bahwa kita peduli dengan lingkungan tempat kita beraktivitas,” ujarnya ketua pentahelik Tri Rahmanto di lokasi kegiatan.

kegiatan ini menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan warga dan sekitar perusahaan. Menurut mereka, keberadaan industri harus selaras dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk dalam hal pemeliharaan lingkungan.

“Bagi kami, kegiatan seperti ini adalah kewajiban dan bentuk tanggung jawab sosial. Lingkungan yang bersih dan saluran air irigasi yang lancar tentu berdampak positif bagi semua, baik warga maupun kelancaran operasional . Kami pentahelix siap terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam setiap kegiatan yang bermanfaat bagi umum,” tambahnya.

Salah satu warga setempat yang ikut serta dalam kerja bakti mengaku sangat bersyukur melihat antusiasme bersama. Selama ini mereka sering khawatir jika hujan turun deras karena aliran air yang tersumbat. Kini, setelah dilakukan pengerukan dan pembersihan secara menyeluruh, harapan agar lingkungan lebih aman dari banjir semakin terbuka.

“Terima kasih kepada Pentahelix dan semua pihak yang sudah turun langsung bekerja keras. Saluran air Irigasi di sini sudah lama dangkal dan penuh sampah. Dengan kerja keras pentahelix hari ini, ” kami jadi lebih tenang. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan saluran air tetap terjaga kebersihannya,” ucap warga.

Kegiatan normalisasi ini berlangsung lancar dan tertib hingga sore hari. Hasilnya, saluran air terlihat lebih dalam, bersih, dan aliran air menjadi jauh lebih lancar. Sinergi Pentahelix Dayeuhkolot ini menjadi contoh nyata bahwa kekompakan dan kerja sama antarberbagai unsur masyarakat adalah modal terbesar dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi semua.

Yans.

Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Bima Arya,Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri

Bogor – YUTELNEWS.com// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikannya seiring optimisme berbagai lembaga internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada masa mendatang.

Dalam konteks tersebut, keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul menjadi faktor penting untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi [yaitu] ketika [usia] yang produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya,” jelas Bima saat menyampaikan keynote speech pada acara Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional (BNN), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Dalam forum itu, Bima mengingatkan para pelajar agar tidak terjebak dalam kebingungan menentukan masa depan. Menurutnya, generasi muda harus mampu menyelesaikan persoalan dalam dirinya sendiri serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, generasi muda perlu tumbuh menjadi pribadi yang aktif, peka terhadap berbagai persoalan sosial, serta mampu menghadirkan solusi melalui kerja sama dan kolaborasi lintas sektor.

“Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Selain membangun semangat kolaboratif, Bima juga mendorong para pelajar untuk terus memperkuat kompetensi dan memperluas wawasan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia sekaligus tetap menjaga semangat kebangsaan.

Pada kesempatan itu, Bima turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan setiap momentum untuk mengembangkan diri. Ia menilai keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seseorang, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, bergerak, dan mengambil peluang yang ada.

“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.