You Tell News

Senja Indah di Pantai Parangtritis, Wisata Favorit di Bantul

Yutelnews.com // Bantul, Yogyakarta
Suasana Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tampak ramai dan penuh keceriaan pada Senin sore, 18 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Pantai yang terkenal dengan panorama laut selatan dan keindahan matahari terbenam ini kembali menjadi tujuan favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Angin pantai yang sejuk serta deburan ombak menciptakan suasana nyaman bagi para pengunjung. Banyak wisatawan datang dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan Pantai Parangtritis. Di antara para pengunjung terlihat keluarga dari luar kota, termasuk seorang bulek bersama keluarganya, serta Mas Rehan yang datang jauh dari Natuna untuk menikmati suasana pantai yang terkenal di Yogyakarta tersebut.

Berbagai hiburan tersedia di kawasan wisata ini. Permainan kuda menjadi salah satu daya tarik utama yang banyak diminati pengunjung, terutama anak-anak dan keluarga. Kuda-kuda tersebut dimiliki oleh Pakde Usman yang sudah dikenal oleh wisatawan sekitar pantai. Selain itu, tersedia pula wahana selancar pasir yang menambah keseruan saat berwisata.

Tidak hanya hiburan, aneka kuliner khas pantai juga menjadi favorit para pengunjung. Pedagang di sekitar pantai menjual jagung bakar hangat dengan harga Rp10.000, pentol, udang goreng, air kelapa muda segar seharga Rp20.000, serta teh es yang cocok dinikmati di tengah suasana pantai sore hari.

Fasilitas umum di Pantai Parangtritis juga cukup lengkap dan membantu kenyamanan wisatawan. Tersedia musala untuk beribadah serta tempat bilas bagi pengunjung yang selesai bermain air laut. Kehadiran fasilitas tersebut membuat wisatawan merasa lebih nyaman selama berada di kawasan pantai.

Bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen liburan, terdapat jasa fotografi milik Mas Dodi. Wisatawan dapat berfoto bersama kuda dengan tarif Rp20.000, sementara layanan cuci foto dikenakan biaya Rp10.000. Selain itu, tersedia juga penyewaan tikar dengan harga Rp20.000 untuk bersantai menikmati pemandangan laut dan suasana senja.

Dengan keindahan alam, suasana yang ramai namun nyaman, serta berbagai hiburan dan kuliner yang tersedia, Pantai Parangtritis tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta yang selalu menarik untuk dikunjungi kapan saja.(Bani)

Ketua DWP Ir Hj.Tintin Cakra Aminaya, Monitoring Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon

Kab.Bandung -YUTELNEWS.com// Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung, Ir.Hj.Tintin Cakra Aminaya melakukan monitoring kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi,M.K.P, Kepala Desa Cangkuang Kulon Acep Koswara, Kepala Upt Dalduk PK Dayeuhkolot Wahidatun Nikmah,beserta jajaran, PKK Kecamatan dan Desa/ Kelurahan, para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat. pada senin 18/05/2026.

Dalam kegiatan tersebut, pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita berjalan lancar dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi. Selain imunisasi, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan balita, pemberian vitamin, serta edukasi kesehatan kepada para orang tua.

Kepala Desa Cangkuang Kulon, Acep Koswara, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Ketua DWP Kabupaten Bandung yang hadir langsung memonitor kegiatan Posyandu di wilayahnya.

“Alhamdulillah kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon berjalan lancar. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Ketua DWP Kabupaten Bandung beserta jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dan kesehatan balita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Suryadi M.K.P, juga mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

“Kegiatan ini sangat positif dan menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, desa, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung program kesehatan nasional. Kami berharap seluruh masyarakat dapat terus aktif memanfaatkan layanan Posyandu demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

Ketua DWP Kabupaten Bandung, Tintin Cakra Aminaya juga memberikan motivasi kepada kader para Posyandu agar terus semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot.

Yans.

Ketua DWP Ir Hj.Tintin Cakra Aminaya, Monitoring Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon

Kab.Bandung -YUTELNEWS.com// Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung, Ir.Hj.Tintin Cakra Aminaya melakukan monitoring kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi,M.K.P, Kepala Desa Cangkuang Kulon Acep Koswara, Kepala Upt Dalduk PK Dayeuhkolot Wahidatun Nikmah,beserta jajaran, PKK Kecamatan dan Desa/ Kelurahan, para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat. pada senin 18/05/2026.

Dalam kegiatan tersebut, pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita berjalan lancar dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi. Selain imunisasi, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan balita, pemberian vitamin, serta edukasi kesehatan kepada para orang tua.

Kepala Desa Cangkuang Kulon, Acep Koswara, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Ketua DWP Kabupaten Bandung yang hadir langsung memonitor kegiatan Posyandu di wilayahnya.

“Alhamdulillah kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon berjalan lancar. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Ketua DWP Kabupaten Bandung beserta jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dan kesehatan balita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Suryadi M.K.P, juga mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

“Kegiatan ini sangat positif dan menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, desa, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung program kesehatan nasional. Kami berharap seluruh masyarakat dapat terus aktif memanfaatkan layanan Posyandu demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

Ketua DWP Kabupaten Bandung, Tintin Cakra Aminaya juga memberikan motivasi kepada kader para Posyandu agar terus semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot.

Yans.

Pemko – BP Batam Siapkan Anggaran Rp 5,1 Miliar untuk Program Biasiswa

YUTELNEWS.com — Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam tentang Beasiswa Berprestasi, Tidak Mampu, dan Hinterland di Crown Vista Hotel Batam, Senin (18/5/2026).

Kegiatan itu diikuti 477 peserta dari 41 SMA dan SMK se-Kota Batam. Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5,1 miliar untuk mendukung tiga skema beasiswa bagi anak-anak Batam.

Program tersebut meliputi beasiswa bagi siswa berprestasi yang lulus melalui jalur SNBP, beasiswa bagi keluarga kurang mampu melalui jalur SNBT, serta beasiswa khusus anak hinterland melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi mitra.

Ketiga program itu juga telah diperkuat melalui regulasi daerah. Program beasiswa hinterland diatur dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 5 Tahun 2026, sedangkan beasiswa berprestasi dan tidak mampu diatur melalui Peraturan Wali Kota Batam Nomor 6 Tahun 2026.

Amsakar menjelaskan, program beasiswa tersebut lahir dari pembahasan bersama Li Claudia dalam menyusun 15 program prioritas pembangunan Batam. Menurutnya, perluasan program dilakukan agar lebih banyak anak Batam memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sebelumnya, program beasiswa hanya menyasar siswa berprestasi yang diterima di tujuh perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan. Kini cakupannya diperluas untuk menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu maupun wilayah hinterland.

Tujuh kampus tersebut yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, dan Universitas Padjadjaran.

“Negara harus hadir untuk anak-anak hinterland dan keluarga tidak mampu. Karena itu program beasiswanya sekarang diperluas,” kata Amsakar.

Untuk program beasiswa hinterland, Pemko Batam menggandeng sejumlah kampus yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pembangunan Batam ke depan, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji.

ITS dinilai relevan dengan kebutuhan industri perkapalan dan galangan kapal di Batam. Sementara pendidikan politeknik dipersiapkan untuk mendukung perkembangan industri teknologi dan investasi digital, termasuk Nongsa Digital Park.

Adapun UMRAH dipilih karena memiliki fokus pendidikan kemaritiman yang sejalan dengan karakter wilayah Batam dan Kepulauan Riau yang didominasi kawasan perairan.

Menurut Amsakar, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Batam. Ia menilai Batam membutuhkan generasi yang memiliki kapasitas, keterampilan, dan daya saing kuat karena berada di kawasan strategis yang berhadapan langsung dengan negara tetangga serta jalur perdagangan dunia.

“Kalau ingin Batam maju, maka yang harus dipersiapkan lebih dulu adalah manusianya. Pendidikan adalah jalan paling penting untuk meningkatkan mobilitas sosial dan daya saing,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, Amsakar juga meminta para kepala sekolah aktif mendorong siswa memanfaatkan peluang tersebut. Ia berharap program beasiswa dapat menjangkau lebih banyak pelajar yang memiliki semangat belajar tinggi tetapi terkendala ekonomi.

“Kami ingin program ini benar-benar menyentuh masyarakat. Kalau untuk pendidikan dan masa depan generasi Batam, habis anggaran pun tidak masalah,” katanya disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah menyerah menghadapi persaingan. Menurutnya, keberhasilan lahir dari kemauan belajar secara serius dan konsisten.

“Jangan belajar ala kadarnya. Kalau ingin sukses, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Orang yang mampu bertahan dalam kompetisi adalah mereka yang punya mental kuat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Amsakar menyampaikan optimismenya terhadap generasi muda Batam. Ia meyakini pelajar Batam mampu menjadi penerus pembangunan daerah apabila dibekali pendidikan dan karakter yang kuat sejak sekarang.

“Selalu ada cara untuk menjadi bisa. Yang penting jangan menyerah dan terus belajar serius,” tutupnya. /* Sumber Romfamedia.co.id

Dinas SDA Jawa Barat Monitoring Normalisasi Saluran Irigasi Sungai Cipalasari, Himbau Masyarakat Jaga lingkungan

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat monitoring bersama dengan Pentahalik Dayeuhkolot berkomitmen penuh dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan Palasari Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada senin 18/05/2026.

Melalui program Penanganan banjir di Kabupaten Bandung, sinergi dari kedua pihak kini tengah gencar melaksanakan kegiatan normalisasi saluran irigasi Sungai Cipalasari dan beberapa titik di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.

Disampaikan Korwil DSDA Jawa barat, Iwan mengatakan bahwa normalisasi ini ditargetkan menyisir aliran irigasi sungai Cipalasari sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan juga manual.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang agar musibah banjir tidak kembali terulang di daerah Palasari dan sekitarnya, ujar Iwan Kepada awak media di saat monitoring diwilayah pabrik Alenatek.

​Aksi nyata ini dinilai sebagai momentum bersejarah bagi warga setempat. Pasalnya, menurut penuturan pihak terkait di lapangan, saluran irigasi Sungai Cipalasari tercatat belum pernah mendapatkan penanganan atau sentuhan normalisasi selama hampir 30 tahun.

“​Keberhasilan pelaksanaan pengerukan yang berada di kawasan industri Alenatek ini tidak terlepas dari dukungan penuh serta sinergi erat antara DSDA Jawa Barat, Pentahalik, pihak kecamatan, hingga aparat setempat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sidik Permadia sebagai perwakilan Satpel (Satuan Pelaksana) DSDA Jabar menambahkan, setelah menuntaskan titik pengerukan Cipalasari, tim rencananya akan melanjutkan penyisiran ke area dalam PT Inti dan bergeser ke area pinggir jalan untuk pembersihan sedimentasi yang akan langsung dibuang keluar.

​Dirinya berharap kolaborasi positif ini dapat terus berjalan secara solid dan berkelanjutan, tidak hanya terbatas pada penanganan sungai saja tetapi juga pada sektor pemeliharaan lingkungan lainnya,” ungkap Sidik.

​Diakhir wawancara, mewakili Dinas SDA Jawa Barat, dirinya memberikan imbauan tegas kepada masyarakat luas agar menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

Warga diminta dengan sangat untuk tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai demi mewujudkan lingkungan sungai yang bersih, bebas banjir, serta asri untuk dipandang,” pungkasnya.

Yans.

Puluhan Atlet Sumut Ajukan Hengkang di Era Hatunggal Siregar: Alarm Keras, Sistem Dipertanyakan

Yutelnews.com//

Medan – Fenomena pengajuan perpindahan sekitar ±50 atlet sumatera utara ke provinsi lain kini menjadi sorotan serius.(senin/18/05/2026)

Terjadi dalam waktu berdekatan, kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap arah pembinaan olahraga daerah.

Di bawah kepemimpinan ketua koni sumut, hatunggal siregar, dinamika ini berkembang di saat sumatera utara juga berada dalam fase kepemimpinan baru di tingkat provinsi, yakni di bawah bobby nasution.

±50 atlet mengajukan perpindahan
status masih dalam proses di koni sumut
uang saku pembinaan sekitar Rp1,9 juta/bulan
program pembinaan melalui skema ppi
angka ini menjadi indikator awal bahwa persoalan tidak bersifat sporadis.

1. Kesejahteraan vs Target Prestasi
2. Atlet dituntut berprestasi, namun:uang saku relatif rendahdukungan belum meratapublik mulai mempertanyakan: Apakah visi besar olahraga daerah sudah diiringi kebijakan yang seimbang?

2. Sistem pembinaan yang belum menyentuh semua tidak semua cabang olahraga masuk prioritas sejumlah atlet merasa terpinggirkan
Ini menimbulkan kesan: pembinaan berjalan, tapi belum menyeluruh

Pihak koni menyebut ini hanya pengajuan,
namun:terjadi dalam jumlah besar dalam waktu yang hampir bersamaan
Kondisi ini menimbulkan persepsi adanya akumulasi masalah yang belum terselesaikan

Sebagai kepala daerah, bobby nasution memiliki peran strategis dalam arah pembangunan, termasuk sektor olahraga.

Publik kini mulai bertanya:
Apakah sektor olahraga sudah menjadi prioritas kebijakan?

Apakah sistem pembinaan telah mendapat perhatian yang cukup?

Mengapa fenomena ini justru muncul di awal fase kepemimpinan baru?
pertanyaan-pertanyaan ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kontrol publik terhadap arah kebijakan daerah.

Jika tidak segera direspons serius:
potensi kehilangan atlet unggulan meningkat
target pon 2028 terancam
kepercayaan terhadap sistem pembinaan melemah

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting:Pergantian kepemimpinan seharusnya membawa harapan baru.

Namun jika di saat yang sama justru muncul gelombang atlet yang ingin pergi,maka ada kebijakan yang perlu dievaluasi lebih dalam.

Kepemimpinan diuji bukan saat kondisi stabil,
tetapi ketika muncul masalah yang menguji sistem.

Ketika puluhan atlet memilih hengkang di awal fase baru,maka publik wajar bertanya:
ini sekadar dinamika biasa—atau sinyal bahwa ada yang belum berjalan sebagaimana mestinya?

(Red.Rizal hsb)

Pemerintah Diminta Turun Tangan Periksa Terkait Pembayaran Upah Buruh Kurang dari PT EPI

Yutelnews.com//

Medan – Di saat pekan yang lalu para buruh melaksanakan Hari Buruh Sedunia Tahun 2026 yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, namun masih sangat miris saat fakta unik masih di dapati Perusahaan besar yang memberikan upah para pekerjanya dibawah UMK dan UMP Provinsi Sumatera Utara.

Diketahui dengan telah ditetapkannya Upah Minimum Kota (UMK) Medan tahun 2026 sebesar Rp4.335.198 naik 8% dari tahun sebelumnya dan UMP Rp.3.228.971 naik 7,9% dari tahun 2025, UMSK sekitar Rp.4.378.392 – Rp.4.508.606 naik 5-9%, tetapi tidak sesuai dari hasil temuan awak media di lapangan saat melakukan investigasi kepada salah satu Perusahaan Lakban PT. Easter Pigeon Industry (EPI), yang berada di JL. Medan Raya Binjai KM 14 No. 61, Kelurahan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin.(18/5/26)

Penetapan UMP 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional, inflasi, serta kebutuhan hidup layak pekerja.
Sesuai PP tersebut, formula kenaikan UMP 2026 adalah Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alfa). Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan rentang Alfa 0,5–0,9.

Adapun alfa merupakan indeks tertentu yang merepresentasikan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan adanya variabel ini, besaran kenaikan upah minimum di setiap daerah dipastikan tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution pernah merespon soal masih banyaknya perusahaan swasta ataupun pihak outsouring yang memberikan upah dibawah Upah Minimum Rakyat (UMR) dan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Bobby Nasution mengatakan, pihaknya akan meminta Dinas Ketenagakerjaan untuk mengumpulkan perusahaan dan pihak outsouring untuk membahas UMR tersebut.

Diakui Bobby Nasution, pihaknya sudah sering mendiskusikan soal ini dengan pihak Dinas Ketenagakerjaan. Dan hasilnya kurangnya pengawasan.

Sejatinya kenaikan upah Buruh tiap tahunnya sangat penting karena itulah yang diharapkan setiap pekerja atau buruh untuk meningkatkan kesejahteraan hidup keluarganya. Akan tetapi, kepatuhan perusahaan dalam menjalankan besaran upah sesuai UMK, UMP, UMSK, dinilai jauh lebih penting.

Hal ini mengingat, masalah pengawasan terhadap perusahaan berada ditangan Pemerintah Dinas Tenaga Kerja
(Disnaker) di Sumut, dan agar segera melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh perusahaan yang ada di Kota Medan dan sekitarnya terkait penerapan upah buruh yang merata.

(Red/Tim)

Keude Geudong Menangis: Pedagang Digusur, Ruko Terbengkalai, Rakyat Kecil Jadi Korban.

Aceh UtaraYUTELNEWS.com Tidak ada pemberitaan besar, tidak ada penyelidikan serius, seolah semua memilih diam. Padahal masyarakat tahu sendiri bagaimana deretan ruko di Keude Geudong yang di bangun oleh PT Bina Usaha milik Pemda Aceh Utara kini terbengkalai selama kurang lebih lima tahun tanpa kepastian.

Bangunan yang dulunya digadang-gadang menjadi pusat perdagangan modern itu kini justru berubah menjadi pemandangan menyedihkan. Ruko-ruko kosong, kumuh, sepi, dan tak terurus, bagaikan bangunan yang baru diterpa bencana besar. Padahal dahulu Keude Geudong dikenal ramai oleh aktivitas pedagang dan pembeli, menjadi denyut ekonomi masyarakat kecil di Kecamatan Samudera.

Ironisnya, demi pembangunan tersebut, para pedagang kaki lima yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di sana pernah berkali-kali menolak penggusuran. Namun pada akhirnya mereka tetap digusur dengan pengerahan aparat secara besar-besaran, mulai dari Satpol PP hingga pihak kepolisian. Tangisan dan jeritan pedagang kecil saat itu seolah tak lagi didengar.

Masyarakat pun kini mempertanyakan, untuk apa penggusuran dilakukan jika hasil akhirnya justru menjadi proyek gagal dan terbengkalai?

Setelah sebagian ruko selesai dibangun, masyarakat kembali dibuat terkejut dengan harga sewa yang dinilai di luar nalar. Informasinya, satu unit ruko disewakan hingga ratusan juta rupiah untuk jangka waktu 25 tahun. Harga fantastis itu membuat para pedagang kecil yang dulu menggantungkan hidup di Keude Geudong tak mampu kembali menempati tempat usaha mereka sendiri.

Mereka terpaksa angkat kaki, kehilangan mata pencaharian, dan melihat tempat yang dulu menjadi sumber rezeki kini berubah menjadi kawasan mati tanpa kehidupan.

Praktisi hukum asal Samudera, Riki Iswandi, mengaku geram melihat kondisi tersebut. Menurutnya, sangat miris karena bangunan yang sudah bertahun-tahun terbengkalai itu justru jauh dari sorotan dan penyelidikan menyeluruh.

“Yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat, kenapa tidak ada penyelidikan serius? Apakah aparat penegak hukum hanya melihat kegagalan ini tanpa bertindak, atau ada pihak-pihak yang bermain dan menikmati keuntungan di balik pembangunan Keude Geudong ini?” ujarnya.

Ia menilai proyek tersebut telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat kecil, khususnya pedagang yang dulu digusur dengan dalih penataan dan pembangunan ekonomi.

“Ya Tuhan, begitu kejam nasib masyarakat kecil. Dulu tempat ini hidup, ramai, penuh rezeki. Sekarang berubah menjadi kumuh dan seperti tak bertuan. Ini bukan hanya kegagalan pembangunan, tetapi juga kegagalan menghadirkan keadilan bagi rakyat kecil,” tambahnya.

Masyarakat Samudera berharap aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas penyebab terbengkalainya pembangunan tersebut. Mereka ingin ada transparansi, pertanggungjawaban, dan evaluasi agar tragedi serupa tidak kembali terulang di tempat lain.

Keude Geudong hari ini menjadi simbol pilu sebuah kegagalan: tempat yang dulu ramai oleh suara tawar-menawar dan tawa pedagang, kini hanya menyisakan bangunan sunyi, debu, dan kenangan pahit masyarakat kecil yang pernah digusur demi janji pembangunan.

mohon dirilis

KDS Lepas Lebih Dari 500 Jemaah Calon Haji Kabupaten Bandung Dapat Kadeudeuh untuk Bekal di Tanah Suci

KAB.BANDUNG — Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna melepas sebanyak 141 Jemaah Calon Haji Kabupaten Bandung di Gedung Cenderawasih, Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Senin (18/05/2026) pagi.

Pelepasan Jemaah Calon Haji Kabupaten Bandung Tahun 1447 H/2026 M ini merupakan keberangkatan Kloter 38 yang didominasi jemaah lanjut usia dengan rentang usia 64 hingga 94 tahun. Kloter ini pun disebut sebagai kloter “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” karena mayoritas pesertanya merupakan perempuan.

Dalam pelepasan kloter terakhir asal Kabupaten Bandung tersebut, Bupati Bandung yang akrab disapa KDS didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Detty Permanawati, Komandan Lanud Sulaiman, para asisten daerah, unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung, serta perwakilan dari Perumda Air Minum Tirta Raharja.

Pada kesempatan itu, KDS juga memberikan uang “kadeudeuh” untuk bekal di Tanah Suci kepada 141 jemaah calon haji Kabupaten Bandung yang secara simbolis diterima para ketua rombongan.

Sebelumnya, KDS juga telah memberikan bantuan serupa kepada lebih dari 400 jemaah calon haji yang diberangkatkan pada kloter sebelumnya.

Dalam sambutannya, KDS menuturkan bahwa pada tahun ini kuota jemaah calon haji Kabupaten Bandung hanya sekitar 500 orang lebih. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 2.500 jemaah.

“Saya sebagai Bupati Bandung karena cinta kepada masyarakat Kabupaten Bandung, kuota haji tahun 2027 akan kita perjuangkan agar jumlahnya bertambah,” tegas KDS.

Tak hanya itu, KDS juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung direncanakan akan memiliki asrama haji pada tahun 2027 mendatang setelah berkoordinasi dengan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Anggota DPR RI, Romahurmuziy atau Romy.

KDS menegaskan pihaknya juga akan terus memantau kondisi para jemaah calon haji Kabupaten Bandung dengan mempersiapkan tim medis, mengingat banyak jemaah yang berusia di atas 64 tahun.

“Saya titip kepada seluruh petugas agar para jemaah lansia benar-q mendapat perhatian dan pelayanan maksimal selama menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Yans.

Ramainya Wisatawan di Candi Prambanan Tahun 2026

Yutelnews.com ||
Pada hari Minggu, tanggal 17 tahun 2026, tepat pukul 11 siang, kawasan wisata Candi Prambanan di perbatasan Klaten dan Yogyakarta dipenuhi lautan pengunjung. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah sudah berdatangan untuk menikmati keindahan candi bersejarah yang menjadi salah satu ikon wisata budaya Indonesia tersebut. Suasana terlihat sangat ramai, meriah, dan penuh kegembiraan.

Di area pintu masuk, antrean wisatawan tampak panjang. Banyak keluarga, rombongan sekolah, pasangan wisatawan, hingga turis dari luar daerah berjalan bersama sambil menikmati pemandangan megah Candi Prambanan. Kamera dan telepon genggam terus digunakan untuk mengabadikan momen indah di setiap sudut candi. Suara tawa, percakapan pengunjung, dan musik dari area wisata membuat suasana semakin hidup.

Bong Apep juga terlihat berada di tengah keramaian wisatawan. Ia menikmati suasana sambil berkeliling melihat berbagai hiburan dan keramaian yang ada di sekitar kawasan candi. Tidak hanya wisatawan lokal, beberapa pengunjung dari Natuna juga datang untuk menikmati liburan dan mengenal lebih dekat keindahan budaya Jawa.

Di sepanjang kawasan wisata, para pedagang tampak sibuk melayani pembeli. Berbagai dagangan dijual dengan warna-warni menarik, mulai dari kue tradisional, keripik, asbak rokok, tas, baju, topi, hingga kalung khas India yang unik dan mencolok. Aroma makanan ringan yang harum bercampur dengan riuh suara pedagang menawarkan dagangannya kepada para wisatawan.

Keramaian semakin terasa karena adanya berbagai permainan zaman dulu yang menarik perhatian banyak orang. Anak-anak terlihat gembira mencoba permainan tradisional, sementara orang dewasa tersenyum mengenang masa kecil mereka. Banyak pengunjung berkumpul, menonton, dan ikut bermain sehingga suasana wisata terasa hangat dan penuh kebersamaan.

Keindahan Candi Prambanan yang berdiri megah di bawah langit cerah siang hari semakin menambah daya tarik tempat wisata tersebut. Ramainya masyarakat yang berkunjung menunjukkan bahwa Candi Prambanan tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan dari berbagai daerah dan menjadi tempat yang penuh kenangan, hiburan, serta kebahagiaan.(Bani)

Jelang Nobar Persib vs PSM, Ngobrol Santai Karang Taruna Lembayung Sari Hadirkan Yayan Sundana untuk Berbagi Motivasi Sepak Bola.

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Suasana semakin meriah dan bermakna di lokasi kegiatan Nonton Bareng (Nobar) yang digelar Karang Taruna Lembayung Sari, Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada Sabtu (17/05/2026) malam. Menjelang dimulainya pertandingan seru antara Persib Bandung melawan PSM Makassar, karangtaruna menghadirkan momen istimewa melalui sesi ngobrol santai yang melibatkan mantan pemain kebanggaan Persib, Yayan Sundana.

Kehadiran legenda sepak bola tanah air ini langsung menjadi pusat perhatian warga bojong citepus dan para pendukung yang telah berkumpul sejak dini hari. Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, Yayan Sundana berbagi pengalaman, cerita perjuangan, serta wawasan seputar dunia sepak bola kepada hadirin, khususnya para pemuda dan pecinta bola di lingkungan tersebut. Ia menekankan pentingnya semangat juang, disiplin, serta rasa cinta yang tinggi terhadap olahraga dan tim kebanggaan daerah.

Ketua Karang Taruna Lembayung Sari Irvan Permana, mengungkapkan bahwa kehadiran Yayan Sundana merupakan bagian dari tujuan kegiatan ini yang tidak hanya sekadar hiburan. “Kami ingin memberikan nilai lebih. Selain menonton pertandingan, kami ingin anak muda mendapatkan motivasi langsung dari sosok yang pernah mengharumkan nama Persib. Semangat, kerja keras, dan sportivitas yang ditunjukkan beliau adalah teladan yang baik bagi kita semua,” ujarnya.

Para peserta tampak sangat antusias mendengarkan setiap penuturan Yayan Sundana. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung Persib dengan cara yang positif, tertib, dan sportif, baik saat tim meraih kemenangan maupun saat menghadapi tantangan. Sesi ngobrol santai ini pun berlangsung hangat, diakhiri dengan pesan kuat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan antarwarga, sembari menantikan aksi para pemain di lapangan hijau.

Kegiatan ini semakin menegaskan peran Karang Taruna Lembayung Sari dalam menghadirkan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memotivasi generasi muda untuk berprestasi dan berkarakter.

Sementara itu dalam sesi berbagi tersebut, Yayan Sundana menyampaikan pesan-pesan motivasi yang menyentuh hati, khususnya bagi para pemuda dan calon pemain sepak bola muda di lingkungan sekitar. Ia menuturkan bahwa kesuksesan di dunia sepak bola tidak diraih dengan cara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin tinggi, serta tekad yang kuat untuk terus belajar dan berkembang.

“Menjadi bagian dari Persib bukan hanya soal mengenakan seragam kebanggaan, tapi soal memikul tanggung jawab besar dan cinta yang tulus dari masyarakat. Saya ingin mengingatkan teman-teman semua, apapun cita-cita kalian, termasuk di dunia sepak bola, jangan mudah menyerah saat menghadapi rintangan. Tetaplah berlatih, jaga semangat, dan utamakan sportivitas di atas segalanya,” ungkap Yayan dengan penuh semangat.

Ia juga menekankan bahwa bakat saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kedisiplinan dan akhlak yang baik. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, kerjasama tim, dan rasa hormat kepada sesama adalah kunci utama untuk menjadi atlet yang hebat sekaligus manusia yang berguna bagi lingkungan. Yayan pun berharap semangat juang yang selama ini menjadi ciri khas Persib dapat menular dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga, terutama generasi muda, untuk membangun lingkungan yang lebih maju dan bersatu.

Pesan mendalam ini disambut dengan tepuk tangan meriah dan sorakan antusias dari warga yang hadir. Bagi Karang Taruna Lembayung Sari, momen ini menjadi bekal berharga, di mana kehadiran mantan pemain Persib tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif yang kuat, menjadikan kegiatan nobar kali ini sebagai ajang pembinaan karakter yang berkesan.

Yans.

Dugaan Jaringan Narkoba Lapas Bali dan Oknum Aparat Jatim Dilaporkan, Agus Flores: “Tugas Kami Melapor dan Mengawal”

Jakartayutelnews.com ||
Dugaan keterlibatan jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas di Bali hingga praktik pemerasan terhadap pelaku narkoba oleh oknum aparat di Jawa Timur kembali mencuat. Informasi tersebut kini resmi dilaporkan melalui LI kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala BNN Pusat, hingga Kapolri.

Ketua Umum FRN Counter Polri, Agus Flores, menyebut sedikitnya terdapat 13 nama yang diduga sebagai bandar narkoba di Bali yang telah masuk dalam laporan resmi. Selain itu, di Jawa Timur juga disebut ada dugaan keterlibatan 5 oknum aparat, termasuk oknum anggota kepolisian dan oknum BNN, yang diduga melakukan praktik penangkapan lalu pelepasan terhadap pelaku narkoba dengan meminta sejumlah uang atau “mahar”.

“Hari ini resmi dibuat LI ke Kapolri. Ada 13 nama bandar narkoba di Bali yang sudah dilaporkan. Untuk Jawa Timur ada 5 oknum aparat termasuk oknum BNN beserta nama-namanya yang ikut dilaporkan,” tegas Agus Flores.

Ia menyoroti dugaan adanya jaringan terorganisir hingga disebut sebagai “paguyuban narkoba” yang dinilai semakin berani bermain di balik lemahnya pengawasan dan dugaan perlindungan dari oknum tertentu.

Menurut Agus Flores, pihaknya memilih mengambil langkah terbuka dengan melaporkan, mempublikasikan, dan memviralkan persoalan tersebut sebagai bentuk tekanan moral agar penanganan dilakukan secara serius oleh institusi terkait.

“Kami tidak main-main soal perang melawan narkoba. Tugas kami sampai pada membuat laporan resmi, memuat berita, membagikan ke media sosial, dan memviralkan agar masyarakat ikut mengawasi,” ujarnya.

Agus Flores juga menyampaikan pesan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, bahwa dirinya hanya menjalankan fungsi kontrol sosial dan pengawasan publik.

“Selebihnya urusan institusi bersangkutan. Mau dilanjutkan atau tidak, itu kewenangan mereka. Tapi rakyat berhak tahu dan hukum tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba maupun oknum aparat,” tambahnya.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum pusat, mengingat narkoba dinilai telah menjadi ancaman besar bagi generasi muda dan integritas institusi negara. Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat terkait terhadap seluruh nama yang telah dilaporkan, baik bandar narkoba maupun oknum aparat yang diduga terlibat.|| TIM

42 Jembatan Rampung, Polda Riau Hadirkan Akses dan Harapan Baru untuk Masyarakat Pelosok

Pekanbaruyutelnews.com ||Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Satgas Darurat Pembangunan/Renovasi Infrastruktur Jembatan Tahap II Polda Riau. Hingga Minggu (17/5/2026), sebanyak 42 jembatan di berbagai wilayah Riau berhasil diselesaikan dan kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan dan renovasi jembatan tersebut dilaksanakan oleh personel gabungan Satbrimob Polda Riau, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau dengan total kekuatan 120 personel. Program ini menjadi bagian dari implementasi Commander Wish Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto terkait peningkatan akses masyarakat pedesaan, keselamatan warga, hingga mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terpencil.

Jembatan-jembatan yang selesai dibangun tersebar di sejumlah kabupaten/kota seperti Siak, Dumai, Rohil, Rohul, Kampar, Bengkalis, Inhil, Inhu, Pelalawan, Kuansing hingga Kepulauan Meranti. Sebagian besar jembatan menjadi akses vital masyarakat menuju sekolah, kebun, tempat ibadah hingga pusat aktivitas ekonomi warga.

Di sejumlah lokasi, kehadiran jembatan baru bahkan langsung dirasakan manfaatnya oleh pelajar. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus melintasi jembatan rusak dan membahayakan, kini dapat berangkat belajar dengan aman dan nyaman.

Selain itu, akses petani dan nelayan menuju lokasi usaha juga semakin lancar sehingga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Meski demikian, Satgas masih terus melanjutkan pengerjaan 35 jembatan lainnya yang saat ini berada dalam tahap pembangunan. Beberapa proyek telah menunjukkan progres signifikan, bahkan mendekati tahap penyelesaian.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K. menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pengabdian dan kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, dan roda perekonomian desa tetap berjalan,” ujar Dansat Brimob Polda Riau.

Ia menambahkan, seluruh personel yang terlibat bekerja maksimal di lapangan meski menghadapi berbagai tantangan geografis dan kondisi cuaca.

“Kami akan terus bekerja sampai seluruh target pembangunan tahap kedua ini selesai. Semangat personel di lapangan sangat luar biasa karena mereka tahu jembatan yang dibangun akan menjadi harapan baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Dari total pengerjaan yang berlangsung saat ini, terdapat pula 6 jembatan lain yang telah memasuki tahap persiapan pembangunan.

Program pembangunan jembatan merah putih presisi ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjawab kebutuhan dasar warga di daerah terpencil yang selama ini terkendala akses transportasi.

Dengan selesainya puluhan jembatan tersebut, Polda Riau tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun konektivitas, keselamatan, dan harapan baru bagi masyarakat di pelosok Bumi Lancang Kuning.|| AS

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

PDI Perjuangan Jawa Barat Gebyar Skuad ‘Banteng Jabar’ Seleksi Pemain U – 17 di Sukarno Cup 2026.

Bandung – YUTELNEWS.com// PDI Perjuangan Jawa Barat tidak main -main dalam urusan menggojlok talenta muda di lapangan hijau. Mengusung nama skuad ‘Banteng Jabar’, partai berlambang moncong putih ini resmi menabuh genderang seleksi pemain U-17 untuk bertarung di ajang bergengsi Soekarno Cup 2026.

​Tak tanggung-tanggung, perburuan talenta lapangan hijau ini digeber serentak di dua palagan utama: Stadion Si Jalak Harupat untuk menyisir bakat Bandung Raya, dan Stadion Patriot Bekasi guna menjaring jawara dari Bekasi Raya.

​Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar panggung politik musiman. Ini adalah komitmen konkret partainya dalam mengawal pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.

​”Soekarno Cup ini sejatinya adalah liga kampung U-17. Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun ketiga yang dilaksanakan PDI Perjuangan secara nasional,” ungkap Ono, usai membuka langsung seleksi Banteng Jabar di Stadion Si Jalak Harupat, pada Sabtu (16/05/2026).

​Menilik sejarah, Ono menyebut Bung Karno dulu berhasil menyatukan bangsa-bangsa lewat ajang Asian Games 1962 dan GANEFO. Spirit nation and character building itulah yang kini ditiupkan kembali lewat Soekarno Cup. Lewat si kulit bundar, anak-anak muda Jabar diajarkan arti sportivitas, kepemimpinan, dan yang paling utama: gotong royong.

​Kenapa harus sepak bola, Karena ini olahraganya rakyat. Akar sejarahnya kuat dan dicintai semua lapisan masyarakat. Kompetisi ini kita gulirkan dengan mengadopsi nilai-nilai luhur Bung Karno,” tegas politisi asal Indramayu tersebut.

​Bicara peta persaingan, Soekarno Cup punya cerita menarik. Edisi perdana tahun 2024 di Jakarta disabet oleh Bali. Setahun berikutnya, gantian Jawa Timur yang naik takhta di rumah sendiri.

​Nah, untuk edisi Agustus 2026 nanti, Jawa Timur kembali ditunjuk jadi tuan rumah yang bakal digoyang oleh kepungan 16 provinsi, termasuk Jawa Barat.

​Untuk menjinakkan turnamen nanti, Ono membeberkan formasi Banteng Jabar bakal diisi oleh 20 pemain U-17 dan disuntik 5 pemain senior. Syaratnya mutlak: wajib amatir dan murni belum terkontaminasi regulasi liga profesional.

​”Intinya semua pemain amatir. Kita ingin membangun kesadaran bahwa generasi muda itu butuh wadah pembinaan karakter, persatuan, dan sportivitas,” tambahnya.

​Antusiasme pun terbilang meledak. Hari pertama di Jalak Harupat, dari 100 pendaftar, 90 anak muda langsung unjuk gigi di lapangan. Besoknya, giliran wilayah Bekasi dan Bogor Raya yang dibidik dengan target 100 peserta. Total, ada 214 talenta yang siap berebut tempat.

​Bahkan, Ono sudah menyiapkan cetak biru (blueprint) jangka panjang. Tahun depan, PDI Perjuangan Jabar siap menghentak dengan kompetisi internal tingkat provinsi yang melibatkan 21 kabupaten/kota di bawah komando DPC masing-masing.

​”Targetnya jelas, kita ingin melahirkan atlet nasional. Bahkan, saya bermimpi panggung PDI Perjuangan Jabar ke depan punya klub bola sendiri yang manggung di liga nasional,” cetus Ono optimis.

​Senada dengan Ono, Manajer Tim Banteng Jabar, Hengky Kurniawan, menyebut fokus di usia 17 tahun adalah pilihan strategis. Sebab, di usia inilah masa depan sepak bola tanah air dipertaruhkan. Mantan Bupati Bandung Barat ini berharap anak asuhnya bisa mengharumkan nama Jawa Barat di kancah nasional.

​Bagi Hengky, partai politik punya tanggung jawab moral yang besar untuk ikut andil membangun masyarakat, termasuk lewat jalur olahraga.

​Kita ingin kasih ruang kreatif untuk anak-anak muda. Biar energinya tersalurkan ke hal positif dan jauh dari hal-hal negatif. Lewat sepak bola, kita bangun mentalitas yang sehat dan tangguh,” pungkas Hengky.

​Aksi seleksi pemain ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting PDI Perjuangan Jawa barat. Tampak hadir juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Chaerul Rizky Mantini, serta barisan anggota legislatif muda seperti Bayu Satya Prawira, Angie Natesha Goenadi Go S.Ked.M.HI dan Agung Yudaswara.

Yans.

Puluhan Ribu Warga Jawa Barat Banjiri Kota Bandung Saksikan Puncak Milangkala Tatar Sunda

Kota Bandung – YUTELNEWS.com// Puluhan ribu warga dari berbagai daerah, tumpah ruah di Kota Bandung untuk menyaksikan puncak Milangkala Tatar Sunda yang dirangkaikan dengan Kirab Mahkota Binokasih, pada Sabtu (16/05/2026).Tujuan Wisata

Mereka rela berdesakan demi bisa menyaksikan lebih dekat kemegahan acara yang merupakan rangkaian terakhir dari Milangkala Tatar Sunda. Tak hanya dari Bandung, mereka juga datang dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Bahkan tak sedikit di antaranya datang dari luar Jabar.

Kiara Artha Park yang menjadi titik awal kirab budaya mulai dipenuhi penonton sejak siang. Bahkan menjelang pukul 17.30 WIB, area parkir di kawasan tersebut sudah penuh. Petugas terpaksa mengatur kendaraan untuk parkir di luar area.

Kehebohan mulai terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai tampak didepan panggung utama yang disaksikan puluhan ribu pasang mata. Petugas keamanan pun mulai terlihat kewalahan menahan desakan penonton untuk dapat lebih dekat dengan idola mereka.

Tak berselang lama, suasana mulai terasa khidmat ketika Dedi Mulyadi duduk di tengah lintasan kirab diiringi alunan gamelan khas Sunda, menyambut kedatangan Mahkota Binokasih yang siap di kirab menuju Gedung Sate.

Namun tak lama suasana berubah kembali meriah ketika gubernur yang akrab disapa KDM itu mulai menaiki kuda putih yang berada di barisan paling depan dari sejumlah kereta kencana serta iring-iringan kesenian daerah.

Mahkota Binokasih yang menjadi simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran mulai diarak menggunakan kereta kencana dengan pengawalan ketat mengikuti langkah KDM dengan kudanya.

Penonton semakin antusias saat iring-iringan mulai bergerak. Ribuan ponsel dengan kemera mode aktif menunjukkan tingginya semangat mereka mengabadikan momen yang jarang mereka temukan.

Diakui Indri, salah seorang penonton asal Cirebon, kedatangannya ke Bandung sengaja ia jadwalkan demi menyaksikan kirab Mahkota Binokasih dan KDM secara langsung.

“Makanya sengaja kita datang bareng -bareng kesini. Inginnya kita kebudayaan ini lebih rame lagi. Saya senang karena budaya kita yang hampir punah sekarang digali lagi, jadi bangga dengan acara seperti ini,” ujarnya.

Sementara penonton lainnya asal Kabupaten Garut bernama Ridwan mengaku tak menyangka acara di Kiara Artha Park itu akan semeriah malam itu. Baginya, itu menjadi pengalaman pertama menyaksikan acara yang menampilkan seni tradisional dengan penonton sangat banyak.

“Ini keren banget kalau menurut aku, sangat jarang kalau aku lihat acara tradisional tapi penontonnya membeludak begini. Berarti sebenarnya masyarakat sangat merindukan yang begini sebenarnya,” ucap nya ridwan.

Milangkala Tatar Sunda dengan mata acara utama Kirab Mahkota Binokasih, sebelumnya dimulai dari Kabupaten Sumedang, tempat mahkota tersebut disimpan, yakni di kerajaan Sumedang Larang.

Acara kemudian dilanjutkan secara beruntun di Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Depok, Karawang, Cirebon, dan berakhir di Kota Bandung.

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.