You Tell News

Sosper DPRD Sumut: Warga Keluhkan Kabel Optik Semrawut hingga KIP Tak Merata

Yutelnews.com//

Medan – kegiatan sosialisasi peraturan (sosper) yang dilaksanakan oleh anggota dprd provinsi sumatera utara, dr. mustafa kamil adam, Sp.PD dari fraksi partai Nasdem, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan langsung kepada wakil rakyat, dalam masa Reses III Tahun Sidang 2025–2026 (19/5/2025)

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat mencuat dan menjadi perhatian serius.

Salah satu keluhan utama adalah terkait kondisi kabel optik yang semrawut dan menjuntai ke bawah, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, warga juga menyoroti tiang-tiang optik yang dipasang terlalu rapat, mengganggu estetika lingkungan serta berpotensi menghalangi akses jalan.

Tak hanya itu, masyarakat juga menyampaikan persoalan di sektor pendidikan, khususnya terkait kartu indonesia pintar (kip) kuliah dan KIP pendidikan.

Warga mengeluhkan masih banyak pelajar dan mahasiswa yang berhak namun belum mendapatkan bantuan tersebut, sehingga menimbulkan ketimpangan akses pendidikan.

Koordinator sahabat dr. mustafa kamil adam rizal hsb menyampaikan bahwa pihaknya tetap optimis terhadap komitmen wakil rakyat dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kami yakin dan optimis, pak dr. mustafa selalu mendengar suara rakyat dan akan menindaklanjuti setiap keluhan yang disampaikan,” ujarnya.
menanggapi berbagai aduan tersebut, masyarakat berharap agar dprd sumut segera memanggil instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan penertiban, khususnya dalam persoalan infrastruktur kabel optik dan distribusi bantuan pendidikan.

Kegiatan sosper ini kembali menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat sebagai jembatan antara kebutuhan publik dan kebijakan pemerintah.

(Red.rizal hsb)

Tingkatkan Pelayanan dan Potensi Daerah, Bupati Sukabumi Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan pentingnya sinergi, kolaborasi, dan koordinasi yang erat antara seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari perangkat daerah, tingkat kecamatan, hingga desa. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dinas yang digelar di Aula Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fitroh (YASPIDA), Kecamatan Kadudampit, Selasa (19/5/2026), sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Mari kita tingkatkan kinerja dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kerjasama dan komunikasi yang lancar antar sektor sangat dibutuhkan agar setiap kebijakan dan layanan bisa diterima dan dirasakan manfaatnya oleh warga secara langsung,” ujar Bupati Asep Japar saat memimpin rapat.

Dalam arahannya, Bupati juga meminta para camat dan kepala desa untuk bergerak cepat dan responsif dalam menyikapi berbagai permasalahan yang muncul di wilayah. Sebagai ujung tombak pemerintahan, ia menekankan bahwa setiap kendala yang ada harus segera ditindaklanjuti dan disampaikan solusinya kepada masyarakat. Jika diperlukan, koordinasi dengan dinas atau instansi teknis terkait wajib dilakukan agar permasalahan dapat teratasi dengan tepat.

“Ketika ada kendala di wilayah, langsung berikan jawaban kepada masyarakat. Para kepala desa dan camat adalah wajah pemerintah di lapangan, sehingga kecepatan dan ketepatan dalam merespons kebutuhan warga adalah hal yang utama,” tegasnya.

Selain pelayanan publik, Bupati juga mendorong pemerintah desa untuk menggali dan menonjolkan potensi unggulan masing-masing wilayah, khususnya sektor pariwisata. Ia mengingatkan, belum lama ini telah ditetapkan 30 desa wisata di Kabupaten Sukabumi, dan potensi tersebut harus ditata serta dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Bagi desa yang memiliki potensi wisata, mari ditata dengan baik agar menjadi daya tarik dan sumber pendapatan. Potensi ini adalah aset yang harus kita jaga dan kita kembangkan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menambahkan, di tengah kondisi efisiensi anggaran, seluruh elemen pemerintahan harus bergerak lebih kreatif dan inovatif untuk memaksimalkan potensi daerah yang belum tergali. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersatu menyukseskan program-program prioritas pemerintah pusat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Sekolah Rakyat.

“Program-program ini sangat strategis dan berdampak luas. Contohnya, dapur pelayanan MBG saja mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Ini bukti bahwa program pusat memiliki manfaat besar bagi masyarakat, dan kita wajib mendukung serta menjalankannya dengan baik,” ungkap Wabup Andreas.

Kegiatan rapat dinas tersebut diakhiri dengan serangkaian penyerahan simbolis oleh Bupati Sukabumi sebagai bentuk tindak lanjut dan komitmen nyata pemerintahan dalam pelayanan dan pembangunan daerah.

Reporter : Mirna
( kabiro Sukabumi)

Percepat Pengerukan Saluran Irigasi Cipalasari, Pentahelix Dayeuhkolot Kini Fokus di Wilayah PT INTI

BANDUNG -YUTELNEWS.com// Upaya normalisasi saluran irigasi Cipalasari terus digenjot oleh tim Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot. Pada peninjauan yang dilakukan. pada selasa (19/05/2026), titik perhatian dan rencana pelaksanaan pengerukan saluran air resmi beralih ke kawasan sekitar PT INTI, guna memastikan kelancaran aliran air di sepanjang jalur tersebut.

Kegiatan ini melibatkan sinergi lima unsur, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Perpindahan lokasi penanganan ini dilakukan mengingat kondisi segmen saluran yang melintasi wilayah PT INTI dinilai sangat krusial, karena mengalami pendangkalan dan penumpukan lumpur yang cukup tebal serta terganggu oleh tumpukan sampah dan rumput liar. Hal ini berpotensi menghambat debit air yang berdampak langsung pada lahan pertanian dan pemukiman warga di hilir.

Di lokasi, tim melakukan pengamatan mendalam dan memetakan titik-titik yang menjadi prioritas utama pengerukan. Tujuannya adalah mengembalikan kedalaman dan lebar saluran sesuai fungsi aslinya, agar air dapat mengalir deras tanpa hambatan, serta mencegah terjadinya luapan atau banjir saat curah hujan tinggi maupun kekeringan saat musim kemarau.

Ketua tim Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya pembenahan menyeluruh yang telah berjalan. “Kami terus bergerak dan berpindah titik untuk memastikan seluruh bagian saluran tertangani dengan baik. Di wilayah PT INTI ini, kami melihat perlunya pengerukan yang lebih mendalam dan pembersihan rutin mengingat posisinya yang strategis dan sangat berpengaruh pada keseimbangan aliran air wilayah ini,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari manajemen PT INTI yang menyambut baik rencana pekerjaan ini. Kolaborasi ini dinilai penting agar pelaksanaan pengerukan dapat berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas di lingkungan sekitar.

Diharapkan, setelah tahap pengerukan di segmen ini selesai, fungsi irigasi akan pulih sepenuhnya. Hal ini tentu memberikan manfaat besar bagi petani dalam pengairan sawah serta memberikan rasa aman bagi warga sekitar dari ancaman genangan air yang kerap terjadi sebelumnya. Tim berkomitmen untuk terus memantau proses pekerjaan hingga tuntas dan berfungsi maksimal.

Yans.

Pemprov Jabar Komitmen Atasi Banjir Bersama Pentahelix Dayeuhkolot Gencarkan Normalisasi Saluran Air Irigasi

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DSDA (Dinas Sumber Daya Air) terus berkomitmen menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda pemukiman warga masyarakat Kabupqten Bandung khususnya diwilayah Dayeuhkolot, Salah satunya dilakukan melalui kegiatan normalisasi saluran air Cipalasari yang selama ini belum pernah tersentuh perbaikan.

​Kegiatan normalisasi ini berlangsung diwilayah perusahaan PT INTI. pada Selasa 19/05/2026. dan ditinjau langsung oleh pelaksana teknis kegiatan bidang sungai Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, bapak Dicky Setiawan ST.Mps.da.

Dalam keteranganya Dicky Setiawan ST, M.Ps.da menyampaikan, bahwa kegiatan yang berlangsung difokuskan untuk memperluas penampang basah saluran. Dengan adanya pengerukan sungai irigasi Cipalasari, diharapkan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan arus balik (backwater) ke arah pemukiman yang menjadi pemicu utama banjir, katanya.

Lanjut disampaikan Dicky, bahwa proses normalisasi ini telah menyelesaikan beberapa titik krusial, di antaranya di kawasan PT Alenatex, dan saat ini beralih pokus pengerjaan, sedang berjalan di kawasan PT Inti.

Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan sempat menghadapi kendala akses, sehingga harus melakukan pembongkaran dinding pembatas atas izin dari pihak perusahaan terkait,” ujarnya.

​Selain kendala teknis, lanjut Dicky, petugas yang melaksanakan normalisasi juga menyoroti banyaknya tumpukan sampah domestik yang ditemukan di dalam saluran air saat proses pengerukan. Mulai dari sampah plastik, ban bekas, kain, hingga kasur, ditemukan mengendap dan menyumbat laju air.

“Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai atau irigasi yang telah dibersihkan. Selain itu, warga juga dilarang keras mendirikan bangunan liar di sepanjang sempadan sungai yang berfungsi sebagai lahan konservasi,” ujarnya.

Untuk mendukung program yang sedang berjalan, Manajemen PT Inti menyatakan dukungan penuh terhadap program Pentahelix Dayeuhkolot bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan khususnya aliran sungai di kawasan Palasari Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

​Divisi Umum PT Inti, Santoso Ibnutoro, dalam kesempatannya yang sama mengungkapkan bahwa program ini sejalan dengan rencana kerja perusahaannya. “Kehadiran program Pentahelix dinilai memberikan arahan dan koordinasi yang lebih jelas. Melalui program kolaborasi ini, tanggung jawab menjaga kebersihan aliran sungai tidak lagi hanya bertumpu pada satu pihak, melainkan melibatkan komitmen bersama dari berbagai instansi, perusahaan lain, hingga rumah warga di sekitar aliran sungai.

​”Dengan adanya program Pentahelix Dayeuhkolot ini, kita jadi bisa sama-sama aware terkait hal ini (Penanganan Banjir). Intinya PT Inti siap berkolaborasi untuk penanganan banjir diwilayah Kab Bandung,” ujar Santoso.

​Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung, dirinya menegaskan komitmennya untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar. Meski dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, pihak manajemen tetap optimis dan siap berkontribusi aktif demi menyukseskan program pelestarian lingkungan ini.,” ucap Santoso.

Senada dengan yang disampaikan Santoso, Tri Rahmanto sebagai ketua Pentahelix Dayeuhkolot menyampaikan optimisnya atas kolaborasi dalam program normalisasi Sungai yang sedang dilaksanakan saat ini.

“Dengan dukungan semua pihak baik Dari Dinas SDA Jabar, termasuk dari pelaku Usaha yang saat ini sudah bisa bersama, saya sangat optimis melalui program Pentahelix banjir di Dayeuhkolot bisa ditangani,” ungkap Tri.

Selain itu saya berharap, pasca dilaksanakannya pengerukan sungai Cipalasari ini, tentunya pihak perusahaan yang terlintas oleh sungai kedepannya bisa lebih peduli, bisa lebih memperhatikan untuk menjaga guna keberlangsungan bersihnya sungai untuk kelestarian bersama,” tukasnya.

Pemprov Jabar Komitmen Atasi Banjir Bersama Pentahelix Dayeuhkolot Gencarkan Normalisasi Saluran Air Irigasi

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DSDA (Dinas Sumber Daya Air) terus berkomitmen menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda pemukiman warga masyarakat Kabupqten Bandung khususnya diwilayah Dayeuhkolot, Salah satunya dilakukan melalui kegiatan normalisasi saluran air Cipalasari yang selama ini belum pernah tersentuh perbaikan.

​Kegiatan normalisasi ini berlangsung diwilayah perusahaan PT INTI pada Selasa 19/05/2026. dan ditinjau langsung oleh pelaksana teknis kegiatan bidang sungai DSDA Provinsi Jawa Barat, bapak Dicky Setiawan ST.Mps.da.

Dalam keteranganya Dicky Setiawan ST, M.Ps.da menyampaikan, bahwa kegiatan yang berlangsung difokuskan untuk memperluas penampang basah saluran. Dengan adanya pengerukan sungai irigasi Cipalasari, diharapkan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan arus balik (backwater) ke arah pemukiman yang menjadi pemicu utama banjir, katanya.

Lanjut disampaikan Dicky, bahwa proses normalisasi ini telah menyelesaikan beberapa titik krusial, di antaranya di kawasan PT Alenatex, dan saat ini beralih pokus pengerjaan, sedang berjalan di kawasan PT Inti.

Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan sempat menghadapi kendala akses, sehingga harus melakukan pembongkaran dinding pembatas atas izin dari pihak perusahaan terkait,” ujarnya.

​Selain kendala teknis, lanjut Dicky, petugas yang melaksanakan normalisasi juga menyoroti banyaknya tumpukan sampah domestik yang ditemukan di dalam saluran air saat proses pengerukan. Mulai dari sampah plastik, ban bekas, kain, hingga kasur, ditemukan mengendap dan menyumbat laju air.

“Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai atau irigasi yang telah dibersihkan. Selain itu, warga juga dilarang keras mendirikan bangunan liar di sepanjang sempadan sungai yang berfungsi sebagai lahan konservasi,” ujarnya.

Untuk mendukung program yang sedang berjalan, Manajemen PT Inti menyatakan dukungan penuh terhadap program Pentahelix Dayeuhkolot bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan khususnya aliran sungai di kawasan Palasari Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

​Divisi Umum PT Inti, Santoso Ibnutoro, dalam kesempatannya yang sama mengungkapkan bahwa program ini sejalan dengan rencana kerja perusahaannya. “Kehadiran program Pentahelix dinilai memberikan arahan dan koordinasi yang lebih jelas. Melalui program kolaborasi ini, tanggung jawab menjaga kebersihan aliran sungai tidak lagi hanya bertumpu pada satu pihak, melainkan melibatkan komitmen bersama dari berbagai instansi, perusahaan lain, hingga rumah warga di sekitar aliran sungai.

​”Dengan adanya program Pentahelix Dayeuhkolot ini, kita jadi bisa sama-sama aware terkait hal ini (Penanganan Banjir). Intinya PT Inti siap berkolaborasi untuk penanganan banjir diwilayah Kab Bandung,” ujar Santoso.

​Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung, dirinya menegaskan komitmennya untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar. Meski dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, pihak manajemen tetap optimis dan siap berkontribusi aktif demi menyukseskan program pelestarian lingkungan ini.,” ucap Santoso.

Senada dengan yang disampaikan Santoso, Tri Rahmanto sebagai ketua Pentahelix Dayeuhkolot menyampaikan optimisnya atas kolaborasi dalam program normalisasi Sungai yang sedang dilaksanakan saat ini.

“Dengan dukungan semua pihak baik Dari Dinas SDA Jabar, termasuk dari pelaku Usaha yang saat ini sudah bisa bersama, saya sangat optimis melalui program Pentahelix banjir di Dayeuhkolot bisa ditangani,” ungkap Tri.

Selain itu saya berharap, pasca dilaksanakannya pengerukan sungai Cipalasari ini, tentunya pihak perusahaan yang terlintas oleh sungai kedepannya bisa lebih peduli, bisa lebih memperhatikan untuk menjaga guna keberlangsungan bersihnya sungai untuk kelestarian bersama,” tukasnya.

Bupati Bandung Resmi Buka SPMB 2026, KDS : Tidak Boleh Ada Pungli dan Titipan

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna secara resmi membuka Kick Off Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2026 di Gedung Moh Toha, Kompleks Pemkab Bandung, pada Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung itu dihadiri jajaran Forkopimda diantaranya Kejari Bandung, Polresta Bandung, Dewan Pendidikan, Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, para camat, para kepala sekolah dan pengawas.

Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) itu mengatakan, kegiatan kick off ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang lebih baik di Kabupaten Bandung.

“Sebagai kepala daerah, saya menekankan proses penerimaan murid baru ini harus berjalan objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan dan tanpa diskriminasi,” ujar Bupati Dadang Supriatna saat membuka kick off SPMB.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mewanti-wanti agar Disdik maupun para kepala sekolah benar-benar melaksanakan proses penerimaan murid baru ini secara jujur, transparan dan akuntabel.

“Saya minta SPMB harus bebas pungli dan titip-titipan di seluruh sekolah di Kabupaten Bandung. Jangan ada yang macam-macam, lakukan sesuai aturan karena ini amanat Pak Presiden,” ujar KDS.

Ia menegaskan Pemkab Bandung berkomitmen untuk sekuat tenaga dapat meningkatkan kualitas pendidikan guna mempersiapkan generasi muda unggul di Kabupaten Bandung demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita perbaiki sistem bersama. Saya fokus terhadap perbaikan sistem pendidikan termasuk dalam penerimaan murid baru ini. Kalau terjadi pungli, maka urusannya sama Kejari dan Polresta Bandung. Silakan laporkan,” tambahnya.

Dalam upaya mendukung keberhasilan pelaksanaan SPMB ini, Bupati KDS mengajak seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi, mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata serta membangun kepercayaan masyarakat.

Ia juga memberikan instruksi khusus bagi para camat di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Kang DS meminta para camat untuk menyisir setiap desa agar seluruh anak dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah termasuk anak-anak disabilitas.

“Para camat tolong kawal dan sisir masyarakatnya masing-masing di tiap desa, semua anak harus sekolah. Termasuk anak-anak disabilitas, mereka juga berhak bersekolah di sekolah negeri maupun swasta. Jangan ada yang ditolak. Tolong para camat dan kepala sekolah perhatikan ini,” ujarnya menambahkan.

Dalam SPMB tahun ajaran 2026 ini, kata KDS, Disdik Kabupaten Bandung telah melakukan evaluasi dan merancang empat jalur pendaftaran SPMB menjadi dua gelombang yaitu gelombang pertama jalur domisili dan afirmasi, serta gelombang kedua melalui jalur prestasi dan mutasi.

Jalur penerimaan zonasi saat ini berubah istilah menjadi domisili. Jika zonasi didasarkan pada jarak rumah calon murid dengan sekolah, sistem domisili ini didasarkan pada kecamatan tempat domisili calon murid.

Pada kesempatan tersebut, KDS juga menyatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Mendikdasmen agar memasukkan ‘calistung’ ke dalam kurikulum resmi Sekolah Dasar.
Saya masih menemukan ada anak kelas 5 SD yang belum bisa baca tulis hitung. Ini sangat memprihatinkan. Saya akan usulkan ke Mendikdasmen. Kalau tidak disetujui, saya akan masukkan calistung ini ke dalam muatan lokal SD di Kabupaten Bandung,” tutur Bupati KDS. (**)

Yans.

Pemprov Jabar Komitmen Atasi Banjir Bersama Pentahelix Dayeuhkolot Gencarkan Normalisasi Saluran Air Irigasi

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DSDA (Dinas Sumber Daya Air) terus berkomitmen menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda pemukiman warga masyarakat Kabupqten Bandung khususnya diwilayah Dayeuhkolot, Salah satunya dilakukan melalui kegiatan normalisasi saluran air Cipalasari yang selama ini belum pernah tersentuh perbaikan.

​Kegiatan normalisasi ini berlangsung diwilayah perusahaan PT INTI pada Senin 19/05/2026. dan ditinjau langsung oleh pelaksana teknis kegiatan bidang sungai DSDA Provinsi Jawa Barat, bapak Dicky Setiawan ST.Mps.da.

Dalam keteranganya Dicky Setiawan ST, M.Ps.da menyampaikan, bahwa kegiatan yang berlangsung difokuskan untuk memperluas penampang basah saluran. Dengan adanya pengerukan sungai irigasi Cipalasari, diharapkan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan arus balik (backwater) ke arah pemukiman yang menjadi pemicu utama banjir, katanya.

Lanjut disampaikan Dicky, bahwa proses normalisasi ini telah menyelesaikan beberapa titik krusial, di antaranya di kawasan PT Alenatex, dan saat ini beralih pokus pengerjaan, sedang berjalan di kawasan PT Inti.

Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan sempat menghadapi kendala akses, sehingga harus melakukan pembongkaran dinding pembatas atas izin dari pihak perusahaan terkait,” ujarnya.

​Selain kendala teknis, lanjut Dicky, petugas yang melaksanakan normalisasi juga menyoroti banyaknya tumpukan sampah domestik yang ditemukan di dalam saluran air saat proses pengerukan. Mulai dari sampah plastik, ban bekas, kain, hingga kasur, ditemukan mengendap dan menyumbat laju air.

“Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai atau irigasi yang telah dibersihkan. Selain itu, warga juga dilarang keras mendirikan bangunan liar di sepanjang sempadan sungai yang berfungsi sebagai lahan konservasi,” ujarnya.

Untuk mendukung program yang sedang berjalan, Manajemen PT Inti menyatakan dukungan penuh terhadap program Pentahelix Dayeuhkolot bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan khususnya aliran sungai di kawasan Palasari Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

​Divisi Umum PT Inti, Santoso Ibnutoro, dalam kesempatannya yang sama mengungkapkan bahwa program ini sejalan dengan rencana kerja perusahaannya. “Kehadiran program Pentahelix dinilai memberikan arahan dan koordinasi yang lebih jelas. Melalui program kolaborasi ini, tanggung jawab menjaga kebersihan aliran sungai tidak lagi hanya bertumpu pada satu pihak, melainkan melibatkan komitmen bersama dari berbagai instansi, perusahaan lain, hingga rumah warga di sekitar aliran sungai.

​”Dengan adanya program Pentahelix Dayeuhkolot ini, kita jadi bisa sama-sama aware terkait hal ini (Penanganan Banjir). Intinya PT Inti siap berkolaborasi untuk penanganan banjir diwilayah Kab Bandung,” ujar Santoso.

​Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung, dirinya menegaskan komitmennya untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar. Meski dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, pihak manajemen tetap optimis dan siap berkontribusi aktif demi menyukseskan program pelestarian lingkungan ini.,” ucap Santoso.

Senada dengan yang disampaikan Santoso, Tri Rahmanto sebagai ketua Pentahelix Dayeuhkolot menyampaikan optimisnya atas kolaborasi dalam program normalisasi Sungai yang sedang dilaksanakan saat ini.

“Dengan dukungan semua pihak baik Dari Dinas SDA Jabar, termasuk dari pelaku Usaha yang saat ini sudah bisa bersama, saya sangat optimis melalui program Pentahelix banjir di Dayeuhkolot bisa ditangani,” ungkap Tri.

Selain itu saya berharap, pasca dilaksanakannya pengerukan sungai Cipalasari ini, tentunya pihak perusahaan yang terlintas oleh sungai kedepannya bisa lebih peduli, bisa lebih memperhatikan untuk menjaga guna keberlangsungan bersihnya sungai untuk kelestarian bersama,” tukasnya.

Yans.

Wagub Bali Minta Ormas Madas Nusantara Dapat Menjaga Toleransi dan Ikut Bangun Bali

YUTELNEWS.com /Wakil Gubernur Propinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta minta Ormas Masyarakat Madura Asli Nusantara (Madas Nusantara) di Bali dapat menjaga toleransi serta turut membangun Bali dengan mengjawantahkan dan menyukseskan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

“Titiang menyambut baik kehadiran Ormas Madas Nusantara di Bali. Diharapkan Madas Nusantara jangan hanya menjadi organisasi yang ada di atas kertas. Jadilah organisasi yang hidup, yang bergerak di tengah masyarakat, yang hadir memberikan solusi saat ada kesulitan, dan yang menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi,” tegas I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya di Bali.

Pesan-pesan moral dan himbauan itu disampaikan Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta saat pelantikan pengurus DPW Madas Nusantara Propinsi Bali di Gedung PWI Bali, Minggu (17/05/2026). Pelantikan pengurus DPW Madas Nusantara Bali dilakukan oleh Ketum Madas Nusantara, Drs.KRH.HM.Jusuf Rizal, SH,SE,M.Si dan dihadiri Forkopimda Bali, seperti Kesbangpol, DPRD Bali, Tokoh Masyarakat. Ketua DPW Madas Nusantara Bali adalah Abdul Majid.

Lebih lanjut Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta mengatakan Madas Nusantara memiliki peran strategis sebagaimana tertuang dalam beberapa pilar Sad Kerthi yaitu.

Atma Kerthi, setiap anggota Madas Nusantara adalah duta budaya Madura yang kehadirannya akan dinilai dan dirasakan oleh masyarakat Bali. Setiap anggota Madas Nusantara harus menunjukkan perilaku yang jujur, santun, bertanggung jawab, dan menghormati adat dan tradisi setempat.

Jana Kerthi, Madas Nusantara harus menjadi pelindung nyata bagi hak-hak warganya, menjadi suara yang lantang ketika ada ketidakadilan, dan menjadi jembatan yang menghubungkan warga dengan sumber daya yang menjadi hak mereka.

Jagat Kerthi, tercermin ketika Madas Nusantara berhasil menjaga harmoni antara komunitas Madura dan krama Bali. Ketika warga Madura ikut merawat alam dan budaya Bali, ketika persaudaraan lintas suku dan agama tumbuh subur di tanah ini.

“Dengan menanamkan dan menghidupi nilai Sad Kerthi, Madas Nusantara tidak hanya menjadi organisasi suku yang mengurus kepentingan internal warganya, tetapi ia juga akan tumbuh menjadi kekuatan moral yang berkontribusi nyata pada peradaban Bali secara keseluruhan,” tegas Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta yang dibacakan Kesbangpol Propinsi Bali, Aditiana.

Menurut Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta jika menelusuri lorong waktu sejarah, hubungan antara masyarakat Madura dan Bali bukanlah hubungan yang baru kemarin sore. Ia adalah hubungan yang telah teruji oleh zaman, hubungan yang dibangun di atas fondasi rasa saling hormat dan saling membutuhkan. Masyarakat Madura dikenal dengan karakter yang tangguh, jujur, dan memiliki loyalitas yang tak tergoyahkan.

Pelantikan kepengurusan DPW Madas Nusantara Bali, periode 2025-2028 bukanlah sekadar seremonial pertemuan biasa. Ini adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan kita bersama. Bagi Titiang, warga Madura yang ber-KTP Bali dan menetap di Bali bukanlah pendatang, melainkan warga Bali itu sendiri. Saudara-saudara adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi pembangunan daerah ini. Ingatlah, saudara adalah jembatan yang menghubungkan aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah.

“Titiang mengajak Saudara sekalian untuk bersinergi tanpa batas dengan Pemerintah Provinsi Bali. Tantangan kita ke depan tidaklah mudah. Kita menghadapi pergeseran budaya dan tantangan ekonomi global. Oleh karena itu, sinergi antara organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat adalah kunci. Mari kita jaga Bali ini bersama-sama. Kita jaga taksu Bali dengan tetap memegang teguh jati diri dan warisan leluhur kita masing-masing dalam harmoni yang indah.

“Hentikan segala bentuk gesekan yang tidak perlu. Kedepankan musyawarah dan mufakat. Jadikan Madas Nusantara sebagai teladan organisasi yang santun, bermartabat, namun tetap tegas dalam prinsip menjaga kebenaran,” ujar Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta.

Titiang berharap keluarga besar Madas Nusantara selalu mampu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh komponen masyarakat Bali. Tunjukkan bahwa kehadiran Madas Nusantara di Bali benar-benar membawa kedamaian, mencegah gesekan sosial, dan menjadi garda terdepan dalam merawat NKRI dari Pulau Dewata.

Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, Titiang mengucapkan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Bali Madas Nusantara Periode 2025-2028, tegas Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta.

Sementara Ketum Madas Nusantara KRH.HM.Jusuf Rizal dalam sambutannya menekankan agar Madas Nusantara dapat menjadi rumah besar bagi warga Madura di Propinsi Bali sebagaimana programnya Bina,Lindung, Sejahtera. Selaku mitra pemerintah, TNI dan Polri harus turut Membangun Indonesia dan Menjaga Negeri, khususnya di propinsi Bali.

“Ormas Madas Nusantara tidak boleh arogan, tapi harus mampu menjaga sikap punya adab, etika dan moral yang baik. Prinsipnya di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Ormas Madas Nusantara bukan ormas preman, tapi ormas yang membangun sumberdaya manusia berkualitas guna mempersiapkan Generasi Emas 2045,” tegas Jusuf Rizal, Relawan Prabowo keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu.

Lenih jauh, pria berdarah Madura-Batak, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu berpesan kepada pengurus DPW Madas Nusantara Bali agar melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk DPD (Dewan Pimpinan Daerah) dan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK), konsolidasi program dan konsolidasi jaringan. /*

Wali Murid SMKN 6 Batam Sampaikan Dugaan Penandaan Data Sumbangan Komite ke Dinas Pendidikan Kepri

YUTELNEWS.com – Batam, Kepulauan Riau – Seorang wali murid berinisial S, orang tua dari siswa berinisial WA di SMK Negeri 6 Batam, menyampaikan keluhan terkait dugaan adanya penandaan pada catatan sumbangan komite sekolah menggunakan stabilo warna kuning setelah tidak melakukan sumbangan selama empat bulan.

“Banyak juga yang tidak menyumbang selama 4 bulan, namun yang ditandai dengan stabilo warna kuning hanya nama anak saya,” ujar Ibu S.

Menindaklanjuti hal tersebut, wali kelas menyampaikan hasil konfirmasi dengan pengurus komite:

“Barusan saya sudah konfirmasi dengan pengurus komite terkait penandaan kuning pada nama ibu, tidak ada arti atau maksud apa-apa, Bu. Mereka minta data kelas X memang sudah seperti itu, Bu, mereka hanya copy datanya.”

Namun demikian, Ibu S menyampaikan keberatan karena siswa yang bersangkutan saat ini sudah duduk di kelas XI, sehingga dinilai menunjukkan kurangnya kehati-hatian dalam pengelolaan data administrasi sekolah.

Selain itu, sejumlah wali murid di beberapa SMK Negeri di Kota Batam juga menyampaikan keluhan serupa terkait mekanisme sumbangan komite sebesar Rp100.000 per bulan yang dinilai menyerupai iuran wajib dan memberatkan sebagian orang tua siswa. Mereka juga mengkhawatirkan adanya dampak terhadap perlakuan kepada siswa apabila orang tua tidak melakukan pembayaran sumbangan tersebut.

Atas hal tersebut, Ibu S telah menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau untuk ditindaklanjuti. Ia juga meminta Gubernur Kepulauan Riau dan Ombudsman untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan sumbangan komite di satuan pendidikan. Hal ini mengacu pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, yang secara tegas mengatur bahwa komite sekolah dilarang meminta, memungut, maupun mewajibkan sumbangan dalam bentuk apa pun kepada orang tua murid.

Saeni

Senja Indah di Pantai Parangtritis, Wisata Favorit di Bantul

Yutelnews.com // Bantul, Yogyakarta
Suasana Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tampak ramai dan penuh keceriaan pada Senin sore, 18 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Pantai yang terkenal dengan panorama laut selatan dan keindahan matahari terbenam ini kembali menjadi tujuan favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Angin pantai yang sejuk serta deburan ombak menciptakan suasana nyaman bagi para pengunjung. Banyak wisatawan datang dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan Pantai Parangtritis. Di antara para pengunjung terlihat keluarga dari luar kota, termasuk seorang bulek bersama keluarganya, serta Mas Rehan yang datang jauh dari Natuna untuk menikmati suasana pantai yang terkenal di Yogyakarta tersebut.

Berbagai hiburan tersedia di kawasan wisata ini. Permainan kuda menjadi salah satu daya tarik utama yang banyak diminati pengunjung, terutama anak-anak dan keluarga. Kuda-kuda tersebut dimiliki oleh Pakde Usman yang sudah dikenal oleh wisatawan sekitar pantai. Selain itu, tersedia pula wahana selancar pasir yang menambah keseruan saat berwisata.

Tidak hanya hiburan, aneka kuliner khas pantai juga menjadi favorit para pengunjung. Pedagang di sekitar pantai menjual jagung bakar hangat dengan harga Rp10.000, pentol, udang goreng, air kelapa muda segar seharga Rp20.000, serta teh es yang cocok dinikmati di tengah suasana pantai sore hari.

Fasilitas umum di Pantai Parangtritis juga cukup lengkap dan membantu kenyamanan wisatawan. Tersedia musala untuk beribadah serta tempat bilas bagi pengunjung yang selesai bermain air laut. Kehadiran fasilitas tersebut membuat wisatawan merasa lebih nyaman selama berada di kawasan pantai.

Bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen liburan, terdapat jasa fotografi milik Mas Dodi. Wisatawan dapat berfoto bersama kuda dengan tarif Rp20.000, sementara layanan cuci foto dikenakan biaya Rp10.000. Selain itu, tersedia juga penyewaan tikar dengan harga Rp20.000 untuk bersantai menikmati pemandangan laut dan suasana senja.

Dengan keindahan alam, suasana yang ramai namun nyaman, serta berbagai hiburan dan kuliner yang tersedia, Pantai Parangtritis tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta yang selalu menarik untuk dikunjungi kapan saja.(Bani)

Ketua DWP Ir Hj.Tintin Cakra Aminaya, Monitoring Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon

Kab.Bandung -YUTELNEWS.com// Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung, Ir.Hj.Tintin Cakra Aminaya melakukan monitoring kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi,M.K.P, Kepala Desa Cangkuang Kulon Acep Koswara, Kepala Upt Dalduk PK Dayeuhkolot Wahidatun Nikmah,beserta jajaran, PKK Kecamatan dan Desa/ Kelurahan, para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat. pada senin 18/05/2026.

Dalam kegiatan tersebut, pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita berjalan lancar dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi. Selain imunisasi, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan balita, pemberian vitamin, serta edukasi kesehatan kepada para orang tua.

Kepala Desa Cangkuang Kulon, Acep Koswara, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Ketua DWP Kabupaten Bandung yang hadir langsung memonitor kegiatan Posyandu di wilayahnya.

“Alhamdulillah kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon berjalan lancar. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Ketua DWP Kabupaten Bandung beserta jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dan kesehatan balita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Suryadi M.K.P, juga mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

“Kegiatan ini sangat positif dan menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, desa, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung program kesehatan nasional. Kami berharap seluruh masyarakat dapat terus aktif memanfaatkan layanan Posyandu demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

Ketua DWP Kabupaten Bandung, Tintin Cakra Aminaya juga memberikan motivasi kepada kader para Posyandu agar terus semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot.

Yans.

Ketua DWP Ir Hj.Tintin Cakra Aminaya, Monitoring Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon

Kab.Bandung -YUTELNEWS.com// Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung, Ir.Hj.Tintin Cakra Aminaya melakukan monitoring kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi,M.K.P, Kepala Desa Cangkuang Kulon Acep Koswara, Kepala Upt Dalduk PK Dayeuhkolot Wahidatun Nikmah,beserta jajaran, PKK Kecamatan dan Desa/ Kelurahan, para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat. pada senin 18/05/2026.

Dalam kegiatan tersebut, pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita berjalan lancar dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi. Selain imunisasi, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan balita, pemberian vitamin, serta edukasi kesehatan kepada para orang tua.

Kepala Desa Cangkuang Kulon, Acep Koswara, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Ketua DWP Kabupaten Bandung yang hadir langsung memonitor kegiatan Posyandu di wilayahnya.

“Alhamdulillah kegiatan Gebyar Imunisasi Posyandu di Desa Cangkuang Kulon berjalan lancar. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Ketua DWP Kabupaten Bandung beserta jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dan kesehatan balita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Suryadi M.K.P, juga mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

“Kegiatan ini sangat positif dan menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, desa, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung program kesehatan nasional. Kami berharap seluruh masyarakat dapat terus aktif memanfaatkan layanan Posyandu demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

Ketua DWP Kabupaten Bandung, Tintin Cakra Aminaya juga memberikan motivasi kepada kader para Posyandu agar terus semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot.

Yans.

Pemko – BP Batam Siapkan Anggaran Rp 5,1 Miliar untuk Program Biasiswa

YUTELNEWS.com — Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam tentang Beasiswa Berprestasi, Tidak Mampu, dan Hinterland di Crown Vista Hotel Batam, Senin (18/5/2026).

Kegiatan itu diikuti 477 peserta dari 41 SMA dan SMK se-Kota Batam. Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5,1 miliar untuk mendukung tiga skema beasiswa bagi anak-anak Batam.

Program tersebut meliputi beasiswa bagi siswa berprestasi yang lulus melalui jalur SNBP, beasiswa bagi keluarga kurang mampu melalui jalur SNBT, serta beasiswa khusus anak hinterland melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi mitra.

Ketiga program itu juga telah diperkuat melalui regulasi daerah. Program beasiswa hinterland diatur dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 5 Tahun 2026, sedangkan beasiswa berprestasi dan tidak mampu diatur melalui Peraturan Wali Kota Batam Nomor 6 Tahun 2026.

Amsakar menjelaskan, program beasiswa tersebut lahir dari pembahasan bersama Li Claudia dalam menyusun 15 program prioritas pembangunan Batam. Menurutnya, perluasan program dilakukan agar lebih banyak anak Batam memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sebelumnya, program beasiswa hanya menyasar siswa berprestasi yang diterima di tujuh perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan. Kini cakupannya diperluas untuk menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu maupun wilayah hinterland.

Tujuh kampus tersebut yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, dan Universitas Padjadjaran.

“Negara harus hadir untuk anak-anak hinterland dan keluarga tidak mampu. Karena itu program beasiswanya sekarang diperluas,” kata Amsakar.

Untuk program beasiswa hinterland, Pemko Batam menggandeng sejumlah kampus yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pembangunan Batam ke depan, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji.

ITS dinilai relevan dengan kebutuhan industri perkapalan dan galangan kapal di Batam. Sementara pendidikan politeknik dipersiapkan untuk mendukung perkembangan industri teknologi dan investasi digital, termasuk Nongsa Digital Park.

Adapun UMRAH dipilih karena memiliki fokus pendidikan kemaritiman yang sejalan dengan karakter wilayah Batam dan Kepulauan Riau yang didominasi kawasan perairan.

Menurut Amsakar, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Batam. Ia menilai Batam membutuhkan generasi yang memiliki kapasitas, keterampilan, dan daya saing kuat karena berada di kawasan strategis yang berhadapan langsung dengan negara tetangga serta jalur perdagangan dunia.

“Kalau ingin Batam maju, maka yang harus dipersiapkan lebih dulu adalah manusianya. Pendidikan adalah jalan paling penting untuk meningkatkan mobilitas sosial dan daya saing,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, Amsakar juga meminta para kepala sekolah aktif mendorong siswa memanfaatkan peluang tersebut. Ia berharap program beasiswa dapat menjangkau lebih banyak pelajar yang memiliki semangat belajar tinggi tetapi terkendala ekonomi.

“Kami ingin program ini benar-benar menyentuh masyarakat. Kalau untuk pendidikan dan masa depan generasi Batam, habis anggaran pun tidak masalah,” katanya disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah menyerah menghadapi persaingan. Menurutnya, keberhasilan lahir dari kemauan belajar secara serius dan konsisten.

“Jangan belajar ala kadarnya. Kalau ingin sukses, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Orang yang mampu bertahan dalam kompetisi adalah mereka yang punya mental kuat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Amsakar menyampaikan optimismenya terhadap generasi muda Batam. Ia meyakini pelajar Batam mampu menjadi penerus pembangunan daerah apabila dibekali pendidikan dan karakter yang kuat sejak sekarang.

“Selalu ada cara untuk menjadi bisa. Yang penting jangan menyerah dan terus belajar serius,” tutupnya. /* Sumber Romfamedia.co.id

Dinas SDA Jawa Barat Monitoring Normalisasi Saluran Irigasi Sungai Cipalasari, Himbau Masyarakat Jaga lingkungan

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat monitoring bersama dengan Pentahalik Dayeuhkolot berkomitmen penuh dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan Palasari Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada senin 18/05/2026.

Melalui program Penanganan banjir di Kabupaten Bandung, sinergi dari kedua pihak kini tengah gencar melaksanakan kegiatan normalisasi saluran irigasi Sungai Cipalasari dan beberapa titik di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.

Disampaikan Korwil DSDA Jawa barat, Iwan mengatakan bahwa normalisasi ini ditargetkan menyisir aliran irigasi sungai Cipalasari sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan juga manual.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang agar musibah banjir tidak kembali terulang di daerah Palasari dan sekitarnya, ujar Iwan Kepada awak media di saat monitoring diwilayah pabrik Alenatek.

​Aksi nyata ini dinilai sebagai momentum bersejarah bagi warga setempat. Pasalnya, menurut penuturan pihak terkait di lapangan, saluran irigasi Sungai Cipalasari tercatat belum pernah mendapatkan penanganan atau sentuhan normalisasi selama hampir 30 tahun.

“​Keberhasilan pelaksanaan pengerukan yang berada di kawasan industri Alenatek ini tidak terlepas dari dukungan penuh serta sinergi erat antara DSDA Jawa Barat, Pentahalik, pihak kecamatan, hingga aparat setempat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sidik Permadia sebagai perwakilan Satpel (Satuan Pelaksana) DSDA Jabar menambahkan, setelah menuntaskan titik pengerukan Cipalasari, tim rencananya akan melanjutkan penyisiran ke area dalam PT Inti dan bergeser ke area pinggir jalan untuk pembersihan sedimentasi yang akan langsung dibuang keluar.

​Dirinya berharap kolaborasi positif ini dapat terus berjalan secara solid dan berkelanjutan, tidak hanya terbatas pada penanganan sungai saja tetapi juga pada sektor pemeliharaan lingkungan lainnya,” ungkap Sidik.

​Diakhir wawancara, mewakili Dinas SDA Jawa Barat, dirinya memberikan imbauan tegas kepada masyarakat luas agar menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

Warga diminta dengan sangat untuk tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai demi mewujudkan lingkungan sungai yang bersih, bebas banjir, serta asri untuk dipandang,” pungkasnya.

Yans.

Puluhan Atlet Sumut Ajukan Hengkang di Era Hatunggal Siregar: Alarm Keras, Sistem Dipertanyakan

Yutelnews.com//

Medan – Fenomena pengajuan perpindahan sekitar ±50 atlet sumatera utara ke provinsi lain kini menjadi sorotan serius.(senin/18/05/2026)

Terjadi dalam waktu berdekatan, kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap arah pembinaan olahraga daerah.

Di bawah kepemimpinan ketua koni sumut, hatunggal siregar, dinamika ini berkembang di saat sumatera utara juga berada dalam fase kepemimpinan baru di tingkat provinsi, yakni di bawah bobby nasution.

±50 atlet mengajukan perpindahan
status masih dalam proses di koni sumut
uang saku pembinaan sekitar Rp1,9 juta/bulan
program pembinaan melalui skema ppi
angka ini menjadi indikator awal bahwa persoalan tidak bersifat sporadis.

1. Kesejahteraan vs Target Prestasi
2. Atlet dituntut berprestasi, namun:uang saku relatif rendahdukungan belum meratapublik mulai mempertanyakan: Apakah visi besar olahraga daerah sudah diiringi kebijakan yang seimbang?

2. Sistem pembinaan yang belum menyentuh semua tidak semua cabang olahraga masuk prioritas sejumlah atlet merasa terpinggirkan
Ini menimbulkan kesan: pembinaan berjalan, tapi belum menyeluruh

Pihak koni menyebut ini hanya pengajuan,
namun:terjadi dalam jumlah besar dalam waktu yang hampir bersamaan
Kondisi ini menimbulkan persepsi adanya akumulasi masalah yang belum terselesaikan

Sebagai kepala daerah, bobby nasution memiliki peran strategis dalam arah pembangunan, termasuk sektor olahraga.

Publik kini mulai bertanya:
Apakah sektor olahraga sudah menjadi prioritas kebijakan?

Apakah sistem pembinaan telah mendapat perhatian yang cukup?

Mengapa fenomena ini justru muncul di awal fase kepemimpinan baru?
pertanyaan-pertanyaan ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kontrol publik terhadap arah kebijakan daerah.

Jika tidak segera direspons serius:
potensi kehilangan atlet unggulan meningkat
target pon 2028 terancam
kepercayaan terhadap sistem pembinaan melemah

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting:Pergantian kepemimpinan seharusnya membawa harapan baru.

Namun jika di saat yang sama justru muncul gelombang atlet yang ingin pergi,maka ada kebijakan yang perlu dievaluasi lebih dalam.

Kepemimpinan diuji bukan saat kondisi stabil,
tetapi ketika muncul masalah yang menguji sistem.

Ketika puluhan atlet memilih hengkang di awal fase baru,maka publik wajar bertanya:
ini sekadar dinamika biasa—atau sinyal bahwa ada yang belum berjalan sebagaimana mestinya?

(Red.Rizal hsb)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.