BUMDes Cisaat Mandiri Resmikan Unit Pengelolaan Pasca Panen, Kembangkan Sentra Padi Unggul Lokal demi Kesejahteraan Petani

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Langkah nyata memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian desa kembali ditorehkan. BUMDes Cisaat Mandiri secara resmi meresmikan unit usaha pengelolaan pasca panen padi dan gabah, sebagai bagian utama dari program pengembangan Sentra Padi Unggul Lokal di wilayah Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Selasa ( 2/6/2026 )

Peresmian unit usaha ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron, bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Cecep Suryadi. Kehadiran kedua pemimpin desa ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian, sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat paling bawah.

Kegiatan ini menjadi tonggak strategis dalam upaya memajukan pertanian desa, di mana fokus utamanya bukan hanya pada hasil panen, tetapi juga peningkatan kualitas, pengelolaan yang lebih baik, serta memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung pangan daerah.

Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron, dalam kesempatannya menegaskan bahwa program pengembangan Sentra Padi Unggul Lokal melalui unit usaha pengelolaan pasca panen ini merupakan bagian dari komitmen kuat Pemerintah Desa. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus membuka jalan menuju peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat, terutama mereka yang bergelut di sektor pertanian.

“Kami berharap keberadaan unit usaha ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Cisaat. Pemerintah desa mendukung penuh pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal agar hasil pertanian memiliki nilai tambah, pengelolaan pasca panen semakin baik, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Kepala Desa Cisaat.

Sementara itu, Direktur BUMDes Cisaat Mandiri, Nendi Sugina, menjelaskan bahwa keberadaan sentra padi unggul lokal ini merupakan langkah cerdas dan terencana untuk mengoptimalkan segala potensi pertanian yang dimiliki desa. Menurutnya, selama ini hasil bumi yang melimpah belum sepenuhnya bernilai maksimal karena pengelolaan yang belum terstandar. Kini, melalui unit usaha baru ini, nilai tambah hasil panen akan ditingkatkan secara signifikan.

“Pengembangan sentra padi unggul lokal ini adalah upaya kita bersama mengoptimalkan potensi pertanian desa. Tujuannya jelas, memberikan nilai tambah yang lebih tinggi terhadap hasil panen masyarakat melalui tata kelola usaha yang baik, benar, dan berkelanjutan. Kami ingin petani tidak hanya bekerja keras menanam, tapi juga mendapatkan hasil dan keuntungan yang setimpal dari apa yang mereka hasilkan,” ujar Nendi Sugina saat peresmian.

Lebih rinci ia memaparkan kemampuan dan keunggulan fasilitas yang dioperasikan. Menurutnya, mesin dan peralatan yang disiapkan memiliki kapasitas kerja dan efisiensi tinggi, memberikan hasil olahan yang jauh lebih baik dibandingkan cara pengolahan biasa.

“Unit penggilingan padi yang kami operasikan memiliki kapasitas kerja sekitar 300 kilogram gabah per jam. Dari proses penggilingan tersebut, tingkat hasil beras bersih berkisar 60–70 persen, tergantung kualitas gabah yang diolah. Artinya, setiap 1 kuintal gabah dapat menghasilkan sekitar 60–70 kilogram beras bersih, sedangkan dari 300 kilogram gabah dapat diperoleh kurang lebih 180–210 kilogram beras. Hasil gilingan tidak ada sekam, namun langsung jadi dedak atau ampas padi yang menghasilkan dedak halus 2 kali proses ini tentunya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Melalui fasilitas ini, kami berharap petani tidak hanya terbantu dalam proses pasca panen, tetapi juga memperoleh hasil yang lebih optimal, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi lebih baik,” jelas Nendi Sugina menegaskan keunggulan layanan baru ini.

Sistem pengelolaan yang terpadu ini dirancang untuk memudahkan petani mulai dari perontokan, pengeringan, penyimpanan, hingga pengolahan menjadi beras berkualitas, semuanya dilakukan dengan standar yang efisien, higienis, dan berdaya saing tinggi.

Senada dengan itu, Ketua BPD Cecep Suryadi menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan oleh BUMDes harus benar-benar menjadi instrumen utama pembangunan ekonomi warga. Namun demikian, pengelolaannya harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang sehat dan terbuka.

“Program yang dijalankan BUMDes harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi masyarakat dengan tetap mengedepankan transparansi, manfaat, dan keberlanjutan,” tegas Cecep Suryadi.

Program ini sekaligus menjadi bukti keseriusan BUMDes dan seluruh elemen desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui penguatan sektor pertanian, Desa Cisaat bertekad menjadi salah satu lumbung pangan yang andal, mandiri, dan menyejahterakan warganya.

Masyarakat dan para petani setempat pun menyambut gembira kehadiran fasilitas baru ini. Mereka berharap, dengan adanya sentra pengelolaan ini, beban kerja petani semakin ringan, hasil panen semakin berkualitas, dan kesejahteraan keluarga petani Desa Cisaat semakin meningkat di masa mendatang.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Penuh Haru, Danramil 0907/Cikalongwetan Hadiri Purnatugas Camat Dadang A. Sapardan

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan purna tugas Camat Cikalongwetan, H. Dadang A. Sapardan, yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Cikalongwetan, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai tersebut turut dihadiri Danramil 0907/Cikalongwetan Kapten Inf Yudi Komara bersama unsur Forkopimcam, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, para kepala desa, pimpinan instansi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Acara digelar sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta loyalitas H. Dadang A. Sapardan selama menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai Camat Cikalongwetan.

Dalam sambutannya, Dadang menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pengabdiannya selama kurang lebih 3 tahun 5 bulan memimpin Kecamatan Cikalongwetan.

“Perjalanan ini tentu bukan perjalanan yang singkat. Banyak suka, duka, tantangan, dan pengalaman yang saya lalui bersama seluruh jajaran dan masyarakat,” ujarnya.

Sebelum menjabat sebagai camat, Dadang diketahui mengabdikan diri di dunia pendidikan selama kurang lebih 27 tahun. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam membangun pelayanan publik yang humanis dan penuh tanggung jawab.

“Dari dunia pendidikan saya belajar tentang kesabaran, pengabdian, dan bagaimana melayani masyarakat dengan hati,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dadang juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama masa kepemimpinannya terdapat ucapan, kebijakan, maupun tindakan yang kurang berkenan.

“Oleh karena itu saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kecamatan ini harus terus maju. Kebersamaan harus terus dijaga demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, kehadiran Danramil 0907/Cikalongwetan Kapten Inf Yudi Komara dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergitas dan dukungan TNI terhadap pemerintahan kecamatan serta penghormatan atas pengabdian pejabat yang memasuki masa purna tugas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Cikalongwetan, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Ahmad Soleh, S.IP, Ahmad Fauzi, S.Ag, Fikri Zamzam Noor, S.E, dan Ali Rapli Rapsanjani.

Selain itu, hadir pula para kepala desa se-Kecamatan Cikalongwetan beserta Ketua TP PKK Desa, jajaran UPT DP2KBP3A, Kepala KUA Kecamatan Cikalongwetan, Kepala PPL Pertanian, Direktur RSUD Cikalongwetan, Kepala Puskesmas DTP Cikalongwetan, Kepala Puskesmas Rende, Kepala Balai Benih Ikan (BBI), serta Kepala Damkar Poswil Kecamatan Cikalongwetan.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas selama masa pengabdian, mempererat tali silaturahmi, sekaligus menjadi momentum pelepasan dan peralihan tugas kedinasan secara formal kepada pejabat pengganti.

Acara berlangsung hangat dan emosional. Sejumlah tamu undangan tampak larut dalam suasana haru saat mendengarkan pesan dan refleksi pengabdian H. Dadang A. Sapardan.

Di akhir sambutannya, Dadang menutup dengan pantun perpisahan yang disambut tepuk tangan para hadirin.

“Pergi berlayar menuju lautan,

Singgah sebentar di tanah seberang.

Terima kasih warga Cikalong tercinta,

Banyak kenangan yang tak akan hilang.”

Pantun tersebut menjadi penutup manis perjalanan panjang pengabdian seorang aparatur yang telah mendedikasikan hidupnya bagi dunia pendidikan, pelayanan publik, dan masyarakat.

Hangatnya Kebersamaan Idul Adha, Dadan Supardan Pimpin Qurban DPD Golkar Bandung Barat

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat – Suasana kebersamaan dan kepedulian terasa hangat di UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Kamis (28/5/2026). Di Hari Kedua Idul Adha 1447 Hijriah, DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan bersama jajaran pengurus, kader, dan anggota Fraksi Partai Golkar.

Bagi Dadan Supardan, Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian. Kami ingin Partai Golkar hadir tidak hanya dalam kegiatan politik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dadan Supardan.

Dengan penuh kebersamaan, proses penyembelihan hingga pengemasan daging qurban dilakukan secara gotong royong. Daging qurban kemudian disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, anak yatim, dan warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Dadan, kebahagiaan Idul Adha akan terasa lebih bermakna ketika dapat dirasakan bersama oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung Barat, anggota Fraksi Partai Golkar Dapil Jabar 3, serta seluruh kader dan pengurus yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan qurban tahun ini.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata komitmen DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui aksi sosial yang penuh nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Didin

Kejari Natuna Kawal Eksekusi 15 Tahanan ke Tanjungpinang dan Batam Lewat Jalur Laut

Yutelnews.com
Natuna – Kejaksaan Negeri Natuna melaksanakan pengawalan eksekusi terhadap 15 tahanan tindak pidana umum (Pidum) menuju sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di wilayah Tanjungpinang dan Batam, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, Dr. Erwin Indrapraja bersama jajaran tim Kejari Natuna dengan dukungan pengamanan dari personel Kepolisian Republik Indonesia.

Sebanyak 15 tahanan yang dieksekusi terdiri dari 12 tahanan laki-laki dewasa, 2 tahanan perempuan, dan 1 tahanan anak. Seluruh tahanan diberangkatkan menggunakan KM Bukit Raya melalui jalur laut dengan rute Selat Lampa – Tarempa – Letung – Kijang sebelum diserahkan ke lembaga pemasyarakatan tujuan di Tanjungpinang dan Batam.

Perjalanan pengawalan tersebut menempuh waktu kurang lebih 30 jam pelayaran melintasi perairan Natuna hingga wilayah Kepulauan Riau bagian selatan. Kondisi geografis Provinsi Kepulauan Riau yang didominasi lautan dan gugusan pulau terpisah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemindahan tahanan.

Meski menghadapi keterbatasan akses dan panjangnya jalur transportasi laut, personel Kejari Natuna bersama aparat kepolisian tetap menjalankan tugas pengawalan dengan ketat dan penuh tanggung jawab guna memastikan keamanan seluruh tahanan selama perjalanan berlangsung.

Sebelum keberangkatan, tim pengawalan terlebih dahulu melaksanakan briefing, pengecekan personel dan tahanan, serta koordinasi teknis bersama pihak kepolisian dan kapten kapal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.

Selama pelayaran, seluruh tahanan dilaporkan dalam keadaan lengkap dan sehat, sementara situasi pengawalan berlangsung aman dan kondusif.

Kegiatan pemindahan tahanan ini merupakan bagian dari tugas Kejaksaan sebagai eksekutor putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Kejaksaan Negeri Natuna dalam menjaga proses penegakan hukum tetap berjalan optimal di wilayah kepulauan terluar Indonesia.

“Kejaksaan Negeri Natuna berkomitmen untuk terus melaksanakan tugas penegakan hukum secara profesional, humanis, dan berintegritas demi terciptanya kepastian hukum, rasa keadilan, dan ketertiban masyarakat,” demikian pernyataan resmi Kejari Natuna.(Bani)

Tingkatkan Pelayanan dan Potensi Daerah, Bupati Sukabumi Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan pentingnya sinergi, kolaborasi, dan koordinasi yang erat antara seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari perangkat daerah, tingkat kecamatan, hingga desa. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dinas yang digelar di Aula Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fitroh (YASPIDA), Kecamatan Kadudampit, Selasa (19/5/2026), sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Mari kita tingkatkan kinerja dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kerjasama dan komunikasi yang lancar antar sektor sangat dibutuhkan agar setiap kebijakan dan layanan bisa diterima dan dirasakan manfaatnya oleh warga secara langsung,” ujar Bupati Asep Japar saat memimpin rapat.

Dalam arahannya, Bupati juga meminta para camat dan kepala desa untuk bergerak cepat dan responsif dalam menyikapi berbagai permasalahan yang muncul di wilayah. Sebagai ujung tombak pemerintahan, ia menekankan bahwa setiap kendala yang ada harus segera ditindaklanjuti dan disampaikan solusinya kepada masyarakat. Jika diperlukan, koordinasi dengan dinas atau instansi teknis terkait wajib dilakukan agar permasalahan dapat teratasi dengan tepat.

“Ketika ada kendala di wilayah, langsung berikan jawaban kepada masyarakat. Para kepala desa dan camat adalah wajah pemerintah di lapangan, sehingga kecepatan dan ketepatan dalam merespons kebutuhan warga adalah hal yang utama,” tegasnya.

Selain pelayanan publik, Bupati juga mendorong pemerintah desa untuk menggali dan menonjolkan potensi unggulan masing-masing wilayah, khususnya sektor pariwisata. Ia mengingatkan, belum lama ini telah ditetapkan 30 desa wisata di Kabupaten Sukabumi, dan potensi tersebut harus ditata serta dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Bagi desa yang memiliki potensi wisata, mari ditata dengan baik agar menjadi daya tarik dan sumber pendapatan. Potensi ini adalah aset yang harus kita jaga dan kita kembangkan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menambahkan, di tengah kondisi efisiensi anggaran, seluruh elemen pemerintahan harus bergerak lebih kreatif dan inovatif untuk memaksimalkan potensi daerah yang belum tergali. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersatu menyukseskan program-program prioritas pemerintah pusat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Sekolah Rakyat.

“Program-program ini sangat strategis dan berdampak luas. Contohnya, dapur pelayanan MBG saja mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Ini bukti bahwa program pusat memiliki manfaat besar bagi masyarakat, dan kita wajib mendukung serta menjalankannya dengan baik,” ungkap Wabup Andreas.

Kegiatan rapat dinas tersebut diakhiri dengan serangkaian penyerahan simbolis oleh Bupati Sukabumi sebagai bentuk tindak lanjut dan komitmen nyata pemerintahan dalam pelayanan dan pembangunan daerah.

Reporter : Mirna
( kabiro Sukabumi)

Jelang Nobar Persib vs PSM, Ngobrol Santai Karang Taruna Lembayung Sari Hadirkan Yayan Sundana untuk Berbagi Motivasi Sepak Bola.

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Suasana semakin meriah dan bermakna di lokasi kegiatan Nonton Bareng (Nobar) yang digelar Karang Taruna Lembayung Sari, Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada Sabtu (17/05/2026) malam. Menjelang dimulainya pertandingan seru antara Persib Bandung melawan PSM Makassar, karangtaruna menghadirkan momen istimewa melalui sesi ngobrol santai yang melibatkan mantan pemain kebanggaan Persib, Yayan Sundana.

Kehadiran legenda sepak bola tanah air ini langsung menjadi pusat perhatian warga bojong citepus dan para pendukung yang telah berkumpul sejak dini hari. Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, Yayan Sundana berbagi pengalaman, cerita perjuangan, serta wawasan seputar dunia sepak bola kepada hadirin, khususnya para pemuda dan pecinta bola di lingkungan tersebut. Ia menekankan pentingnya semangat juang, disiplin, serta rasa cinta yang tinggi terhadap olahraga dan tim kebanggaan daerah.

Ketua Karang Taruna Lembayung Sari Irvan Permana, mengungkapkan bahwa kehadiran Yayan Sundana merupakan bagian dari tujuan kegiatan ini yang tidak hanya sekadar hiburan. “Kami ingin memberikan nilai lebih. Selain menonton pertandingan, kami ingin anak muda mendapatkan motivasi langsung dari sosok yang pernah mengharumkan nama Persib. Semangat, kerja keras, dan sportivitas yang ditunjukkan beliau adalah teladan yang baik bagi kita semua,” ujarnya.

Para peserta tampak sangat antusias mendengarkan setiap penuturan Yayan Sundana. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung Persib dengan cara yang positif, tertib, dan sportif, baik saat tim meraih kemenangan maupun saat menghadapi tantangan. Sesi ngobrol santai ini pun berlangsung hangat, diakhiri dengan pesan kuat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan antarwarga, sembari menantikan aksi para pemain di lapangan hijau.

Kegiatan ini semakin menegaskan peran Karang Taruna Lembayung Sari dalam menghadirkan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memotivasi generasi muda untuk berprestasi dan berkarakter.

Sementara itu dalam sesi berbagi tersebut, Yayan Sundana menyampaikan pesan-pesan motivasi yang menyentuh hati, khususnya bagi para pemuda dan calon pemain sepak bola muda di lingkungan sekitar. Ia menuturkan bahwa kesuksesan di dunia sepak bola tidak diraih dengan cara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin tinggi, serta tekad yang kuat untuk terus belajar dan berkembang.

“Menjadi bagian dari Persib bukan hanya soal mengenakan seragam kebanggaan, tapi soal memikul tanggung jawab besar dan cinta yang tulus dari masyarakat. Saya ingin mengingatkan teman-teman semua, apapun cita-cita kalian, termasuk di dunia sepak bola, jangan mudah menyerah saat menghadapi rintangan. Tetaplah berlatih, jaga semangat, dan utamakan sportivitas di atas segalanya,” ungkap Yayan dengan penuh semangat.

Ia juga menekankan bahwa bakat saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kedisiplinan dan akhlak yang baik. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, kerjasama tim, dan rasa hormat kepada sesama adalah kunci utama untuk menjadi atlet yang hebat sekaligus manusia yang berguna bagi lingkungan. Yayan pun berharap semangat juang yang selama ini menjadi ciri khas Persib dapat menular dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga, terutama generasi muda, untuk membangun lingkungan yang lebih maju dan bersatu.

Pesan mendalam ini disambut dengan tepuk tangan meriah dan sorakan antusias dari warga yang hadir. Bagi Karang Taruna Lembayung Sari, momen ini menjadi bekal berharga, di mana kehadiran mantan pemain Persib tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif yang kuat, menjadikan kegiatan nobar kali ini sebagai ajang pembinaan karakter yang berkesan.

Yans.

PDI Perjuangan Jawa Barat Gebyar Skuad ‘Banteng Jabar’ Seleksi Pemain U – 17 di Sukarno Cup 2026.

Bandung – YUTELNEWS.com// PDI Perjuangan Jawa Barat tidak main -main dalam urusan menggojlok talenta muda di lapangan hijau. Mengusung nama skuad ‘Banteng Jabar’, partai berlambang moncong putih ini resmi menabuh genderang seleksi pemain U-17 untuk bertarung di ajang bergengsi Soekarno Cup 2026.

​Tak tanggung-tanggung, perburuan talenta lapangan hijau ini digeber serentak di dua palagan utama: Stadion Si Jalak Harupat untuk menyisir bakat Bandung Raya, dan Stadion Patriot Bekasi guna menjaring jawara dari Bekasi Raya.

​Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar panggung politik musiman. Ini adalah komitmen konkret partainya dalam mengawal pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.

​”Soekarno Cup ini sejatinya adalah liga kampung U-17. Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun ketiga yang dilaksanakan PDI Perjuangan secara nasional,” ungkap Ono, usai membuka langsung seleksi Banteng Jabar di Stadion Si Jalak Harupat, pada Sabtu (16/05/2026).

​Menilik sejarah, Ono menyebut Bung Karno dulu berhasil menyatukan bangsa-bangsa lewat ajang Asian Games 1962 dan GANEFO. Spirit nation and character building itulah yang kini ditiupkan kembali lewat Soekarno Cup. Lewat si kulit bundar, anak-anak muda Jabar diajarkan arti sportivitas, kepemimpinan, dan yang paling utama: gotong royong.

​Kenapa harus sepak bola, Karena ini olahraganya rakyat. Akar sejarahnya kuat dan dicintai semua lapisan masyarakat. Kompetisi ini kita gulirkan dengan mengadopsi nilai-nilai luhur Bung Karno,” tegas politisi asal Indramayu tersebut.

​Bicara peta persaingan, Soekarno Cup punya cerita menarik. Edisi perdana tahun 2024 di Jakarta disabet oleh Bali. Setahun berikutnya, gantian Jawa Timur yang naik takhta di rumah sendiri.

​Nah, untuk edisi Agustus 2026 nanti, Jawa Timur kembali ditunjuk jadi tuan rumah yang bakal digoyang oleh kepungan 16 provinsi, termasuk Jawa Barat.

​Untuk menjinakkan turnamen nanti, Ono membeberkan formasi Banteng Jabar bakal diisi oleh 20 pemain U-17 dan disuntik 5 pemain senior. Syaratnya mutlak: wajib amatir dan murni belum terkontaminasi regulasi liga profesional.

​”Intinya semua pemain amatir. Kita ingin membangun kesadaran bahwa generasi muda itu butuh wadah pembinaan karakter, persatuan, dan sportivitas,” tambahnya.

​Antusiasme pun terbilang meledak. Hari pertama di Jalak Harupat, dari 100 pendaftar, 90 anak muda langsung unjuk gigi di lapangan. Besoknya, giliran wilayah Bekasi dan Bogor Raya yang dibidik dengan target 100 peserta. Total, ada 214 talenta yang siap berebut tempat.

​Bahkan, Ono sudah menyiapkan cetak biru (blueprint) jangka panjang. Tahun depan, PDI Perjuangan Jabar siap menghentak dengan kompetisi internal tingkat provinsi yang melibatkan 21 kabupaten/kota di bawah komando DPC masing-masing.

​”Targetnya jelas, kita ingin melahirkan atlet nasional. Bahkan, saya bermimpi panggung PDI Perjuangan Jabar ke depan punya klub bola sendiri yang manggung di liga nasional,” cetus Ono optimis.

​Senada dengan Ono, Manajer Tim Banteng Jabar, Hengky Kurniawan, menyebut fokus di usia 17 tahun adalah pilihan strategis. Sebab, di usia inilah masa depan sepak bola tanah air dipertaruhkan. Mantan Bupati Bandung Barat ini berharap anak asuhnya bisa mengharumkan nama Jawa Barat di kancah nasional.

​Bagi Hengky, partai politik punya tanggung jawab moral yang besar untuk ikut andil membangun masyarakat, termasuk lewat jalur olahraga.

​Kita ingin kasih ruang kreatif untuk anak-anak muda. Biar energinya tersalurkan ke hal positif dan jauh dari hal-hal negatif. Lewat sepak bola, kita bangun mentalitas yang sehat dan tangguh,” pungkas Hengky.

​Aksi seleksi pemain ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting PDI Perjuangan Jawa barat. Tampak hadir juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Chaerul Rizky Mantini, serta barisan anggota legislatif muda seperti Bayu Satya Prawira, Angie Natesha Goenadi Go S.Ked.M.HI dan Agung Yudaswara.

Yans.

HUT Ke-21 Desa Sukaharja Meriah, Semangat Gotong Royong dan Santunan Anak Yatim Warnai Perayaan Menulis

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial begitu terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, yang digelar meriah di Lapangan Bola Sukaharja, Sabtu (16/05/2026).

Dengan mengusung tema “Gotong Royong Membangun Desa”, acara berlangsung penuh antusias dan dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Kegiatan semakin hangat dengan adanya santunan bagi puluhan anak yatim piatu, gerak jalan santai, hingga pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.

Kepala Desa Sukaharja, Asep Dedi Suryadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan desa serta turut memeriahkan HUT Desa Sukaharja ke-21.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan sekolah-sekolah SD, MI, maupun IT yang telah memberikan dukungan dan doorprize pada kegiatan hari ini. Semoga kebersamaan ini terus terjalin demi kemajuan Desa Sukaharja,” ujarnya.

Selain menggelar hiburan rakyat dan jalan santai, momen HUT Desa Sukaharja juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur atas perjalanan desa selama 21 tahun.

Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan pesan khusus kepada para sesepuh dan tokoh pemekaran Desa Sukaharja. Ia mengakui masih banyak kekurangan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

“Saya sebagai Kepala Desa memohon maaf apabila dalam kinerja kami masih banyak kekurangan. Mudah-mudahan para sesepuh, khususnya Bapak Giri Sugiri, terus membimbing dan memberikan support kepada kami,” ungkapnya.

Perayaan HUT Desa Sukaharja turut dihadiri Camat Warungkiara Toni Sugiarto, para kepala desa se-Kecamatan Warungkiara, Ketua RT/RW, Bhabinkamtibmas Polsek Warungkiara, tokoh masyarakat, anggota Linmas, BPD Sukaharja, serta masyarakat Desa Sukaharja.

Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, mengapresiasi kemajuan pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Desa Sukaharja. Ia berharap desa tersebut terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya sangat mendukung program pembangunan yang telah dilaksanakan Desa Sukaharja. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sukaharja, desa ini semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Menurut Toni, pembangunan di wilayah Warungkiara juga terus mengalami perkembangan, termasuk pembangunan kantor kecamatan yang disebutnya sebagai fasilitas penting bagi pelayanan masyarakat.

Sementara itu, penggagas Desa Sukaharja, Giri Sugiri, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat dalam memeriahkan hari jadi desa tersebut. Ia berharap semangat gotong royong tetap menjadi jiwa masyarakat dalam membangun desa.

“Gotong royong harus benar-benar menjiwai masyarakat supaya semua tujuan pembangunan bisa tercapai. Saya bangga melihat kekompakan warga Sukaharja di usia desa yang ke-21 ini,” tuturnya.

Perayaan HUT ke-21 Desa Sukaharja bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi bukti nyata kuatnya persatuan warga dalam membangun desa yang lebih maju, harmonis, dan peduli terhadap sesama.

Reporter :Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Polemik Dana Rp190 Miliar Tol Cisumdawu, Ketua PN Sumedang Dilaporkan ke KPK.

JAKARTA — YUTELNEWS.com// Dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pencairan dana konsinyasi proyek Tol Cisumdawu senilai Rp190 miliar dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Kamis (07/05/2026).

Laporan tersebut diajukan oleh ahli waris lahan proyek Tol Cisumdawu, Ronny Riswara dan M Rizky Firmansyah. Mereka melaporkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sumedang Hera Polosia Destiny beserta sejumlah pejabat pengadilan lainnya terkait proses pencairan dana yang dinilai tetap dilakukan di tengah proses hukum yang belum sepenuhnya selesai.

Ronny Riswara menyebut pencairan uang konsinyasi tersebut menimbulkan tanda tanya karena dilakukan saat sengketa lahan masih bergulir di Mahkamah Agung.

“Kami menduga ada penyalahgunaan wewenang dalam proses pencairan dana konsinyasi ini. Karena pada saat pencairan dilakukan, proses hukum masih berjalan,” ujar Ronny usai menyampaikan laporan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan, pihak ahli waris sebelumnya memenangkan perkara kasasi Nomor 2260 Tahun 2023 yang telah berkekuatan hukum tetap. Putusan itu kemudian ditindaklanjuti PN Sumedang dengan menerbitkan sembilan penetapan dan sembilan cek pencairan dana konsinyasi.

Namun, menurut Ronny, proses tersebut menjadi polemik setelah muncul perkara dugaan korupsi pengadaan lahan proyek Tol Cisumdawu yang menjerat Direktur PT Priwista Raya, Haji Dadan Setiadi Megantara.

Dalam perkara tersebut, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung telah menjatuhkan vonis 4 tahun 8 bulan penjara terhadap Haji Dadan. Vonis juga dijatuhkan kepada Kepala Desa Cilayung, Uyun, serta dua pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Perkara tipikor itu sudah berkekuatan hukum tetap. Karena itu kami mempertanyakan mengapa pencairan tetap dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Rizky Firmansyah menilai terdapat kejanggalan administrasi dalam penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik PT Priwista Raya.

Menurut dia, fakta persidangan Tipikor Bandung mengungkap bahwa Uyun sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala desa ketika menandatangani dokumen warkah tanah yang menjadi dasar penerbitan hak atas tanah tersebut.

“Di persidangan terungkap bahwa yang bersangkutan sudah tidak menjabat kepala desa saat membuat warkah. Artinya kapasitas hukumnya dipertanyakan,” ujar Rizky.

Ia juga menyoroti dokumen sporadik yang mencantumkan riwayat tanah Desa Cilayung pada tahun 1980, padahal desa tersebut disebut baru terbentuk pada 1984.

Selain itu, Rizky mengungkapkan Direktorat Intelkam Polda Jawa Barat pada 2023 pernah melakukan penyelidikan terkait dugaan kerawanan proyek Tol Cisumdawu. Dalam hasil penyelidikan itu, kata dia, PT Priwista Raya disebut masuk dalam kategori kelompok mafia tanah.

“Hasil penyelidikan menyebut ada dugaan keterlibatan sejumlah pihak yang saling berkaitan, mulai dari desa, BPN hingga oknum peradilan,” ungkapnya.

Rizky menegaskan pihaknya juga masih mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kedua ke Mahkamah Agung pada 31 Desember 2025. Namun, dana konsinyasi tetap dicairkan pada 10 Maret 2026.

“Artinya saat pencairan dilakukan masih ada proses hukum yang berjalan,” katanya.

Ia mempertanyakan dasar hukum pencairan dana tersebut, terlebih sembilan penetapan dan sembilan cek yang sebelumnya diterbitkan PN Sumedang disebut tidak pernah dibatalkan.

Menanggapi laporan tersebut, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan setiap laporan masyarakat yang diterima lembaganya akan ditelaah dan diverifikasi lebih lanjut.

“Setiap laporan pengaduan masyarakat yang diterima KPK akan ditelaah, diverifikasi, dan dianalisis. Namun karena laporan pengaduan bersifat tertutup, kami tidak bisa menyampaikan detail materi maupun pihak pelapor,” ujar Budi.

Ia menambahkan, KPK tetap akan memberikan informasi perkembangan penanganan laporan kepada pelapor sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga.**

Devi Alex

Yans.

Bupati Natuna Minta POTBV Berikan Kontribusi Nyata untuk Daerah Ini

Yutelnews.com
NATUNA, Premier Oil Tuna B.V. (POTBV), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola Blok Tuna di Laut Natuna, bersiap melaksanakan survei Geophysical & Geotechnical yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei hingga Juli 2026 mendatang.

Sebagai langkah awal, perusahaan migas asal Inggris tersebut menggelar sosialisasi rencana kegiatan kepada para pemangku kepentingan di Adiwana Jelita Sejuba Resort, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (7/5/2026) pagi.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas rencana pengembangan potensi energi di wilayahnya.

Namun, ia memberikan penekanan agar kehadiran industri ekstraktif ini tidak hanya sekadar mengambil sumber daya, tetapi juga membawa dampak positif yang konkret bagi daerah perbatasan.

Kami menyambut baik rencana survei ini. Besar harapan kami, POTBV sebagai pengelola Blok Tuna dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Natuna, tegas Cen Sui Lan dalam sambutannya.

Perwakilan Harbour Energy, Andry Kristianto, menjelaskan bahwa survei ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan sejak menerima persetujuan pemerintah pada tahun 2020 untuk mengembangkan lapangan migas tersebut.

Ia mengakui bahwa investasi di sektor migas memerlukan biaya besar dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat.

Menanggapi stigma negatif yang sering menerpa industri migasterkait eksploitasi sumber daya yang minim perhatian terhadap daerah,Andry menyatakan komitmennya untuk mengubah persepsi tersebut.

Industri migas sering dianggap hanya mengambil kekayaan alam tanpa memedulikan daerah. Karena itu, melalui sosialisasi ini kami ingin membangun komunikasi transparan dan menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat Natuna,” ungkap Andry.

Melalui forum ini, POTBV berharap dapat memberikan pemahaman menyeluruh mengenai ruang lingkup dan jadwal kegiatan survei, sekaligus menjaring masukan dari instansi terkait demi kelancaran operasional yang selaras dengan kepentingan daerah. (Bani)

Musyawarah APEKKASI Kabupaten Sukabumi 2026–2029 Digelar, Perkuat Soliditas dan Sinergitas Perangkat Kecamatan Kabupaten

YUTELNEWS.com | Sukabumi  ,Asosiasi Perangkat Kecamatan Seluruh Indonesia (APEKKASI) Kabupaten Sukabumi menggelar musyawarah dalam rangka pemilihan Ketua APEKKASI masa bakti 2026–2029, Selasa (5/5). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas, sinergitas, serta arah kebijakan organisasi perangkat kecamatan dalam mendukung pembangunan daerah.

Musyawarah yang berlangsung dengan suasana tertib dan khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para camat dan perangkat kecamatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya peran APEKKASI sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antar perangkat kecamatan.
Mengusung tema


“Memperkuat Soliditas dan Sinergitas dalam Mewujudkan Sukabumi Mubarokah”, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan, doa bersama, serta sambutan dari sejumlah pejabat. Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menekankan bahwa kecamatan memiliki posisi vital sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pelaksanaan program pemerintah di tingkat wilayah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran aktif perangkat kecamatan dalam mengimplementasikan kebijakan, menjaga stabilitas wilayah, serta menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

“APEKKASI harus menjadi organisasi yang solid, mampu menjembatani komunikasi antar kecamatan, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lapangan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, melalui musyawarah ini dapat terpilih pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial yang baik, tetapi juga mampu membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan profesionalisme dalam tubuh organisasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi dalam arahannya mengapresiasi kinerja para camat dan perangkat kecamatan yang selama ini dinilai telah bekerja maksimal dalam mendukung program pembangunan, mulai dari pelayanan administrasi, penanganan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas yang kuat, komunikasi yang efektif, serta kepemimpinan yang adaptif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Selain sambutan, agenda musyawarah juga diisi dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, evaluasi program kerja, serta forum diskusi yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran demi kemajuan organisasi.

Puncak kegiatan ditandai dengan proses pemilihan Ketua APEKKASI Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2029 yang dilaksanakan secara musyawarah mufakat.
Proses ini berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan asas kebersamaan dan kekeluargaan.

Ketua terpilih nantinya diharapkan mampu membawa APEKKASI menjadi organisasi yang lebih progresif, responsif terhadap perkembangan zaman, serta mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi perangkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dengan terselenggaranya musyawarah ini, APEKKASI Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah koordinasi yang efektif, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang prima, serta pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan sinergitas demi terwujudnya Sukabumi yang maju, unggul, dan penuh keberkahan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Forkopimda Pelalawan Sidak SPBU Pangkalan Kerinci dan Dundangan: Bupati dan Kapolres Pastikan Stok BBM Subsidi Segera Masuk

Pelalawanyutelnews.com ||Forkopimda Kabupaten Pelalawan turun langsung ke lapangan menyikapi keluhan masyarakat soal antrean panjang dan isu kelangkaan BBM subsidi. Minggu siang 3 Mei 2026, Bupati Pelalawan, Kapolres, dan Wakil Ketua DPRD mendatangi SPBU Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras dan sebelumnya di SPBU Pangkalan Kerinci.

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.30 hingga 12.30 WIB ini dihadiri Bupati Pelalawan H. Zukri, S.E., M.M, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K, Wakil Ketua DPRD Kab. Pelalawan Baharudin, S.H., M.H, Kasat Lantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi, S.T.K., S.I.K, Kasat Reskrim AKP Bayu Ramadhan Effendi, S.T.K., S.I.K., M.H, Kasat Intelkam IPTU Deddy H.C. Tobing, Manajer SPBU Desa Dundangan Faryabi Kaban, karyawan SPBU, Bhabinkamtibmas Kel. Sorek Satu Aipda Alamsah, serta personel Polres Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kuras.

SPBU Desa Dundangan jadi lokasi sidak setelah muncul laporan antrean mengular dan kekosongan BBM subsidi. Forkopimda ingin memastikan langsung penyebabnya ke pengelola SPBU. Pengecekan dilakukan di area pengisian dan ruang kontrol stok BBM.

Bupati Pelalawan H. Zukri, S.E., M.M menegaskan kunjungan ini bentuk respon cepat pemerintah. “Kami Forkopimda Kab. Pelalawan mengunjungi SPBU yang ada di Kab. Pelalawan terkait panjangnya antrean serta adanya isu kelangkaan BBM Subsidi. Kami tanyakan kenapa ketersediaan stok BBM Subsidi tidak ada dan kapan sampainya,” ujar Bupati.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K meminta pihak SPBU transparan ke masyarakat. “Sarankan kepada Manajer SPBU Desa Dundangan agar memberitahukan kepada masyarakat yang sedang mengantre BBM terkait kapan datangnya BBM Subsidi agar masyarakat tidak kecewa,” kata Kapolres.

Menanggapi itu, Manajer SPBU Desa Dundangan Faryabi Kaban menyampaikan terima kasih atas perhatian Forkopimda. “Untuk saat ini stok BBM Subsidi kosong dan sudah dalam perjalanan. Kami akan beritahukan kepada masyarakat terkait kapan kedatangan BBM Subsidi,” jelasnya.

Kegiatan berakhir pukul 12.30 WIB dalam keadaan aman dan terkendali. Forkopimda memastikan akan terus memantau distribusi BBM subsidi di Pelalawan agar tidak terjadi kelangkaan dan antrean panjang yang meresahkan warga.|| AS

Panen Raya Bawang Merah BUMDes Cijalingan Sukses Besar! Hanya 60 Hari, Kini Jadi Harapan Baru Kebangkitan Ekonomi Warga

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Keseriusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cijalingan dalam membangun sektor pertanian akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Program budidaya bawang merah yang dikembangkan secara mandiri bersama masyarakat sukses menggelar panen raya dengan hasil melimpah hanya dalam waktu sekitar 60 hari masa tanam. Minggu ( 3/4/2026 )

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa desa mampu berkembang dan mandiri melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat sasaran. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, hadirnya program pertanian produktif ini menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi warga.

Hamparan lahan pertanian bawang merah yang sebelumnya digarap bersama masyarakat kini berubah menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.

Saat panen raya berlangsung, suasana penuh semangat terlihat jelas dari para petani dan warga yang turun langsung ke lahan untuk memanen hasil kerja keras mereka selama dua bulan terakhir.

Bawang merah hasil panen terlihat tumbuh subur dengan kualitas yang baik.
Hasil tersebut dinilai cukup memuaskan dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat maupun pengelola BUMDes.

Tidak sedikit warga yang mengaku bangga karena program yang dijalankan desa mampu menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat.

Pengelola BUMDes Cijalingan menyampaikan bahwa program budidaya bawang merah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan desa sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat menggembirakan.
Ini membuktikan bahwa pertanian masih menjadi sektor yang sangat potensial jika dikelola dengan serius dan melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi desa,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut tidak didapat secara instan.Mulai dari proses pengolahan lahan, pemilihan bibit, perawatan tanaman hingga masa panen dilakukan dengan penuh keseriusan dan kerja sama seluruh pihak.

Semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat program tersebut berhasil.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, program ini juga dinilai mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Banyak warga terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan bawang merah sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi desa.

Program pertanian yang dijalankan BUMDes Cijalingan pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa desa bisa maju apabila memiliki program yang jelas dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal panen bawang merah, tetapi tentang bagaimana desa bisa bangkit dan masyarakat punya harapan ekonomi yang nyata,” ungkap salah seorang warga.

Keberhasilan panen raya bawang merah tersebut kini mulai menjadi perhatian karena dianggap mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian produktif. Banyak pihak berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan agar desa-desa lain juga mampu memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki.
BUMDes Cijalingan sendiri dikabarkan tidak akan berhenti sampai di sini.

Setelah sukses dengan budidaya bawang merah, pengelola berencana memperluas pengembangan sektor pertanian lainnya untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa desa tidak hanya mampu menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga bisa tampil sebagai pelaku utama yang menciptakan perubahan nyata bagi masyarakatnya.

Panen raya bawang merah ini akhirnya menjadi simbol keberhasilan kerja keras, kebersamaan, dan semangat membangun desa. Dari lahan pertanian sederhana, kini tumbuh harapan besar untuk masa depan ekonomi masyarakat yang lebih baik, mandiri, dan sejahtera.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Wabup Sukabumi Tegaskan GICC Jadi Pusat Syiar dan Penguat Kerukunan Umat

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai tasyakuran serta penetapan pengurus pengelola Gedung Islamic Center Cicurug (GICC), Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengoptimalkan peran GICC sebagai pusat syiar Islam dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, dalam sambutannya menegaskan bahwa GICC memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan perekat kerukunan sosial.

“GICC harus menjadi ruang yang hidup, yang mampu membangun umat, memperkuat persatuan, serta menciptakan lingkungan yang religius, harmonis, dan produktif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hingga terbentuknya kepengurusan GICC. Menurutnya, hal ini selaras dengan visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa amanah yang diberikan kepada para pengurus bukanlah hal ringan.

Dibutuhkan keikhlasan, komitmen, serta program kerja yang visioner dan inklusif agar GICC benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Hadirkan program yang mampu merangkul semua kalangan dan mendorong kemajuan umat,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddy Setiadi, yang menunjukkan dukungan legislatif terhadap pengembangan sarana keagamaan di wilayah tersebut.

Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala KUA, Ketua MUI, Ketua IPHI, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dengan ditetapkannya pengurus pengelola, GICC diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan keislaman yang inklusif, inspiratif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membangun kehidupan sosial masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

JAKARTA –YUTELNEWS.com// Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya jurnalistik dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta yang saat ini tengah bergulir.

Hal tersebut disampaikan dalam forum penyerahan pokok-pokok pikiran Dewan Pers kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Kamis (23/04/2026).

Dalam kegiatan itu, PWI Pusat diwakili Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Aat Surya Safaat, yang hadir bersama unsur konstituen Dewan Pers lainnya.

PWI menilai, penguatan regulasi hak cipta terhadap karya jurnalistik menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ekosistem media digital yang semakin kompleks. Perlindungan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjamin hak ekonomi dan moral wartawan, tetapi juga menjaga kualitas dan integritas produk jurnalistik.

Forum tersebut diawali dengan penyerahan dokumen pemikiran oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang menekankan bahwa karya jurnalistik memiliki nilai strategis bagi publik dan kehidupan demokrasi.

Diskusi yang menyusul penyerahan dokumen itu turut menghadirkan Menteri Hukum dan Ketua Dewan Pers, dengan moderator anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi.

Selain PWI, sejumlah organisasi pers dan perusahaan media juga hadir, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen, Pewarta Foto Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Asosiasi Media Siber Indonesia, serta Serikat Perusahaan Pers.

PWI memandang, revisi UU Hak Cipta harus mampu menjawab tantangan maraknya pelanggaran penggunaan karya jurnalistik di ruang digital tanpa izin, yang selama ini merugikan wartawan dan perusahaan pers.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan dukungannya terhadap penguatan perlindungan karya jurnalistik dalam regulasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan industri media sekaligus menjamin hak publik atas informasi yang berkualitas.

Bagi PWI, momentum revisi Undang-Undang Hak Cipta menjadi peluang strategis untuk mempertegas posisi karya jurnalistik sebagai produk intelektual yang wajib dilindungi secara hukum dalam sistem nasional.

Caption: Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (tengah) dan Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat (kiri) saat berdiskusi tentang perlindungan karya jurnalistik dalam RUU Hak Cipta dengan moderator anggota Dewan Pers Dahlan Dahi (kanan) di Hall Dewan Pers.

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.