Alat Berat Berjibaku di Cigede, Semangat Pentahelix Bergerak Lawan Ancaman Banjir di Dayeuhkolot.

Bandung –YUTELNEWS.com// Deru mesin alat berat back hoe memecah kesunyian di bantaran Sungai Cigede, Desa Citeurep Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Di tengah terik matahari, lengan besi alat berat itu terus bergerak tanpa henti mengeruk sedimentasi aliran sungai sebagai bagian dari program pentahelix penanganan banjir yang digagas Pemerintah Kabupaten Bandung.

Pemandangan tersebut menjadi simbol nyata kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam upaya mengatasi persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga di sepanjang aliran Sungai Cigede. Pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri dan masyarakat kini bersatu dalam satu gerakan bersama untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto, terus memantau secara langsung perkembangan pengerjaan normalisasi sungai tersebut. Mewakili Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna, ia juga aktif berkoordinasi dengan panitia pelaksana program pentahelix guna memastikan proses pengerjaan berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, saat ini alat berat back hoe sedang melaksanakan pengerjaan pengerukan sekaligus normalisasi aliran Sungai Cigede di wilayah Desa Citeurep Kecamatan Dayeuhkolot,” ujar Tri Rahmanto saat meninjau lokasi pengerjaan,

Menurutnya, normalisasi sungai dilakukan dengan memperdalam badan sungai dan mengangkat endapan sedimentasi yang selama ini menghambat kelancaran aliran air. Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai saat debit air meningkat, terutama pada musim hujan.

“Melalui pengerjaan normalisasi ini, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan sungai mampu menampung volume air yang lebih besar sehingga dapat meminimalisir potensi banjir,” katanya.

Lebih jauh, Tri Rahmanto menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama program ini adalah mencegah terjadinya luapan air sungai yang berpotensi mengancam kawasan permukiman warga. Selama ini, warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Cigede kerap dihantui kekhawatiran ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu maupun sekitar dayeuhkolot.

Karena itu, percepatan penanganan Sungai Cigede menjadi salah satu prioritas yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Bandung melalui pendekatan kolaboratif atau pentahelix.

Tri Rahmanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelaku usaha yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat realisasi penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan bersama.

“Terima kasih kepada para pelaku usaha dan para pengusaha yang telah mendukung suksesnya program pentahelix penanganan banjir Sungai Cigede yang digagas Bupati Bandung,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat kecamatan dayeuhkolot yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dengan mendukung proses normalisasi sungai.

Ia menilai semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi energi besar dalam menyukseskan program tersebut.

Kehadiran warga dalam mendukung kegiatan di lapangan menunjukkan bahwa persoalan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

“Program pentahelix ini merupakan wujud nyata sinergitas antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merealisasikan percepatan penanganan banjir Sungai Cigede. Mudah-mudahan program ini segera selesai dan mampu meminimalisir ancaman banjir yang selama ini menjadi kekhawatiran warga di sepanjang aliran sungai,” tuturnya.

Program normalisasi Sungai Cigede menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Di tengah tantangan perubahan cuaca dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, langkah cepat yang dilakukan melalui program pentahelix diharapkan mampu menjadi model penanganan banjir yang efektif dan berkelanjutan di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Yans.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN