KAB BANDUNG –YUTELNEWS.com// Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mendapat perhatian pemerintah pusat. Wida Artistin, S.H., M.H., Analis Hukum Madya di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg)/Sekretariat Kabinet, turun langsung meninjau pengelolaan sampah. Pada Kamis (02/06/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mengawal target nasional penyelesaian persoalan sampah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah nasional dapat mencapai 100 persen pada 2029 melalui pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat agar persoalan sampah nasional dapat diselesaikan secara menyeluruh. Karena itu strategi yang dibangun tidak hanya di hilir, tetapi juga dimulai dari hulu melalui keterlibatan masyarakat,” ujar Wida menyampaikan pada awak media.
Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas pengolahan di sektor hilir, seperti Waste to Energy (WTE) maupun Refuse-Derived Fuel (RDF). Adapun seperti:
A. Penyelesaian permasalahan pengelolaan sampah secara menyeluruh dan terintegrasi membutuhkan intervensi kebijakan pada tingkat hulu (sumber hingga TPS), dan tingkat hilir (TPST/TPA), serta komitmen kuat dari pemerintah daerah dan dukungan dari pemerintah pusat.
B. Intervensi kebijakan pada tingkat hulu dilakukan melalui:
1) Kegiatan pengumpulan sampah perlu penyediaan/perbaikan TPS yang memenuhi kriteria teknis yang dipersyaratkan Permen PU Nomor 3 Tahun 2013, diantaranya tersedia sarana pengelompokkan paling sedikut 5 jenis sampah, tidak mencemari lingkungan dan penempatannya tidak mengganggu lalu lintas.
2) Fasilitasi sarana prasarana pemilahan dan pengolahan sampah di sumber (RW), seperti tempat sampah terpilah dan teknologi pengolahan sampah organik di sumber (Komposting, BSF (Maggot), Biopori, Biodigester), sehingga mengurangi sampah terpilah yang diangkut ke TPS.
3 Optimalisasi operasional Bank Sampah dan TPS3R (kemitraan dengan offtaker dan pelibatan Kelompok Swadaya Masyarakat), serta layanan penjemputan sampah besar (bulky waste).
4 Percepatan pengurangan timbulan sampah melalui penghentian open dumping dan optimalisasi pengoperasian sanitary landfill (capping geomembrane di zona aktif dan tidak aktif penimbunan sampah, pengelolaan gas metan, serta pengelolaan air lindi). Selain itu juga perlu pengoperasian landfill minning untuk menghabiskan timbulan sampah eksisting.
Wida menilai Desa Cangkuang Wetan telah menunjukkan praktik baik dalam pengelolaan sampah. Hampir seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat dapat diolah sehingga tidak berakhir menjadi timbunan, bahkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Program penanganan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah karena kondisi persampahan saat ini sudah berada pada tahap darurat. Apa yang dilakukan Desa Cangkuang Wetan membuktikan bahwa melalui ekonomi sirkular, sampah tidak hanya dapat diselesaikan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga berbagai daerah di Indonesia sebagai model penyelesaian persoalan sampah berbasis masyarakat.
Kami berharap ini tidak berhenti di Desa Cangkuang Wetan saja, tetapi berkembang ke desa-desa lain bahkan kabupaten lain sehingga dapat menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan dukungan pemerintah terhadap pengembangan program tersebut, Wida menegaskan seluruh proses akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Semua akan kami laporkan dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme. Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Bandung agar pengembangannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Dalam kunjungannya, Wida juga berencana meninjau sejumlah titik yang masih menjadi perhatian terkait persoalan sampah, termasuk keberadaan lokasi pembuangan sampah ilegal di beberapa wilayah sekitar.
Ia optimistis apabila semakin banyak desa menerapkan pola pengelolaan seperti di Cangkuang Wetan, maka target pemerintah untuk mewujudkan pengelolaan sampah nasional secara menyeluruh pada tahun 2029 akan lebih mudah dicapai.
Desa Cangkuang Wetan menjadi bukti nyata bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari masyarakat. Jika model ini diperluas ke berbagai daerah, target pengelolaan sampah 100 persen pada 2029 bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” tukasnya.
Yans.



















