YUTELNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru terus mendorong keterlibatan sektor perbankan guna mempercepat pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dukungan pembiayaan dinilai menjadi kunci untuk mempercepat realisasi program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Buru, Muhamad Iksan Albram, ST, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Iksan, Kabupaten Buru memperoleh alokasi sebanyak 300 unit rumah subsidi tipe 36. Namun hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 50 unit.
Ia menjelaskan, lambatnya pembangunan disebabkan proyek masih mengandalkan pendanaan mandiri dari pihak pengembang, tanpa dukungan pembiayaan dari lembaga perbankan.
> “Kami berharap ada kerja sama nyata dari pihak perbankan untuk mengucurkan dana pembangunan sekaligus mempermudah akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat. Dengan begitu, sisa rumah yang belum terbangun dapat segera direalisasikan,” ujar Iksan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Buru telah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan, mulai dari sosialisasi program, pendataan calon penerima manfaat, penetapan lokasi pembangunan, hingga koordinasi dengan pihak pengembang.
Karena itu, Pemkab berharap sektor perbankan dapat mengambil peran aktif dalam mendukung pembiayaan proyek maupun fasilitas KPR bagi calon penerima rumah subsidi.
“Dengan sinergi antara pemerintah, pengembang, dan perbankan, pembangunan rumah subsidi di Kabupaten Buru diharapkan dapat dipercepat sehingga masyarakat berpenghasilan rendah segera memiliki hunian yang layak dan kebutuhan perumahan di daerah dapat terpenuhi,” pungkasnya.
(Kabiro Buru: Danni S.)





















