BURU, MALUKU,Yutelnews.com. Panglima Kodam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., meresmikan delapan unit jembatan penghubung antar-desa yang dibangun melalui Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Peresmian dipusatkan di Jembatan Garuda Kali Walumnako, Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Selasa, 25/8/2026.
Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui perintah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai salah satu dari 55 jembatan yang dibangun TNI AD di wilayah Kodam XV/Pattimura yang mencakup Maluku dan Maluku Utara. Pembangunan dikerjakan personel Kodim 1506/Namlea dan Yonif TP 821/Satria Bupolo bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Delapan jembatan tersebut tersebar di dua kabupaten: di Kabupaten Buru meliputi dua titik di Desa Waeleman, serta masing-masing satu titik di Desa Waeflan, Desa Wabloy, Desa Kaki Air, dan Desa Namlea Ilath; di Kabupaten Buru Selatan masing-masing satu unit di Desa Hote dan Desa Wailikut. Pembangunan ini bertujuan meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas masyarakat yang sebelumnya terhambat akses transportasi.
Pangdam menjelaskan bahwa sebelum adanya jembatan, perjalanan antar wilayah dapat memakan waktu hingga lima jam, dan setelah jembatan terselesaikan waktu tempuh dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam saja. Hal ini sangat membantu masyarakat, terutama petani dalam mendistribusikan hasil pertanian serta mempermudah akses anak-anak sekolah ke pusat pendidikan.
Selain pembangunan jembatan, Satgas Karya Bakti juga melaksanakan perbaikan fasilitas sekolah, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor dan MCK, rehabilitasi jalan, renovasi rumah ibadah, serta pemeriksaan kesehatan masyarakat. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan warga.
Pangdam XV/Pattimura mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun serta segera melaporkan kepada aparat TNI setempat apabila ditemukan kerusakan. Dengan rampungnya pembangunan ini, akses antar-desa semakin terbuka lebar, yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Buru.
(Kabiro,ambon,Danni,S.)




















