PMII Buru Dukung Pos Pam TNI di IPR Gunung Botak, Masyarakat Diimbau Utamakan Fakta

BURU, YUTELNEWS.COM — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buru menyatakan dukungannya terhadap keberadaan Pos Pengamanan (Pos Pam) TNI di kawasan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.

Dukungan tersebut disampaikan PMII Buru sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendorong terciptanya aktivitas pertambangan rakyat yang tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pernyataannya, Minggu (4/10/2026), PMII Buru menilai keberadaan aparat keamanan di kawasan Gunung Botak perlu ditempatkan dalam konteks pengamanan dan perlindungan masyarakat.

Menurut PMII Buru, kawasan Gunung Botak memiliki dinamika sosial dan ekonomi yang kompleks. Karena itu, penanganan kawasan tersebut dinilai membutuhkan pendekatan yang terukur, profesional, proporsional, serta memperhatikan kepentingan masyarakat.

Di tengah dinamika yang berkembang, PMII Buru juga mengimbau masyarakat dan seluruh elemen terkait agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

PMII Buru menilai penyampaian informasi tanpa didukung data dan fakta yang memadai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan memengaruhi situasi keamanan di kawasan pertambangan.

“Penyampaian kritik adalah bagian demokrasi, namun harus dibangun di atas data, fakta, dan pertanggungjawaban. Informasi yang tidak akurat justru memperkeruh suasana dan menghambat penataan kawasan pertambangan rakyat,” demikian pernyataan PMII Buru.

Meski menyatakan dukungan terhadap Pos Pam TNI, PMII Buru menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan berarti menutup ruang kritik maupun pengawasan terhadap pelaksanaan tugas aparat.

Sebaliknya, organisasi mahasiswa tersebut meminta agar setiap pelaksanaan tugas pengamanan tetap mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Gunung Botak harus ditata, bukan dipolitisasi. Keamanan harus dijaga, bukan dipertentangkan,” demikian pesan yang disampaikan PMII Buru.

PMII Buru selanjutnya mengajak pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga situasi di kawasan IPR Gunung Botak.

Organisasi tersebut berharap kawasan pertambangan rakyat dapat dikelola secara tertib, aman, produktif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Buru dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum dan kepentingan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh M. Idrus Barges, S.E., Ketua PMII Kabupaten Buru, dengan semboyan organisasi: Zikir, Fikir, Amal Soleh — Mengawal, Bergerak, Mengabdi untuk Buru Berseri.

KORWIL LD RAMA

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED