Yutelnews.com — Jepara
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi meminta Muslimat NU memperkuat perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat desa. Ia juga mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan rumah tangga.
“Perlindungan perempuan dan anak harus diperkuat hingga tingkat desa. Muslimat NU memiliki peran strategis untuk memastikan keluarga menjadi ruang yang aman bagi perempuan dan anak,” kata Arifatul.
Pesan tersebut dia sampaikan dalam pelantikan Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Jepara masa khidmat 2026–2031 di Pendopo Kartini, Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia memaparkan hasil survei 2024 yang menyebut satu dari empat perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya, sedangkan pada anak angkanya mencapai satu dari dua anak.
Menurut Menteri Arifatul, survei tersebut dilakukan Kementerian PPPA bersama BPS dan Universitas Indonesia. Ia menyoroti kekerasan dalam rumah tangga serta pentingnya pendidikan keluarga, dan pola asuh untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dia juga mendorong keluarga menanam cabai, kangkung, bayam, dan terong di pekarangan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan. pemerintah daerah, juga ia minta berperan mendorong inisiatif ketahanan pangan keluarga, bukan hanya mengandalkan pemberian bantuan.
“Ketahanan pangan keluarga dapat dimulai dari pekarangan rumah. Pemerintah daerah perlu mendorong keluarga agar mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri, bukan hanya bergantung pada bantuan,” ujarnya.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti arahan penguatan ketahanan pangan keluarga melalui DP3AKB. Ia juga mengajak Muslimat NU berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam perlindungan perempuan dan anak.
“Kami akan menindaklanjuti penguatan ketahanan pangan keluarga melalui DP3AKB dan memperkuat kolaborasi dengan Muslimat NU dalam perlindungan perempuan dan anak,” kata Gus Hajar mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Ismawati Hafiedz menyoroti program sosial organisasi, terutama pencegahan tengkes (stunting) melalui pengajian. Ia mencontohkan anggota yang menyumbangkan telur bagi keluarga dengan anak berisiko _stunting_. “Muslimat NU harus menjaga keteduhan peradaban, bukan gaduh peradaban,” kata dia.
Ismawati juga mendorong kemandirian ekonomi melalui wakaf uang. Ihwal ketahanan pangan, ia menyebut pemeliharaan unggas dan penanaman tanaman pangan di lingkungan rumah.
“Kemandirian ekonomi perlu dibangun melalui wakaf uang dan pemanfaatan lingkungan rumah untuk memelihara unggas serta menanam tanaman pangan,” tuturnya.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Jepara Ni’matul Hanik dilantik untuk masa khidmat 2026–2031. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PC Muslimat NU Jepara dan Baznas Jepara menandatangani nota kesepahaman tentang pemberdayaan perempuan Muslimat NU melalui usaha untuk mengentaskan kemiskinan.
Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan program Mustika Mesem (red. Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem) kepada lansia duafa.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi bazar UMKM, kunjungan ke Pojok Pelangi Kartini, dan kunjungan ke Museum R.A. Kartini di kompleks Pendopo Kartini.
(Singgih)
(DiskominfoJepara/AP)
Menteri PPPA Minta Muslimat NU Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak



