BANDUNG –YUTELNEWSS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan perhatian kepada guru ngaji, memperluas akses pendidikan, serta memperkuat ekonomi masyarakat melalui berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung.
Komitmen tersebut disampaikan KDS saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Al-Amanah, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Jumat (9/10/2026).
KDS mengatakan, meskipun pemerintah daerah menghadapi pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) hampir Rp1 triliun, program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian, termasuk pemberian insentif kepada guru ngaji.
Menurutnya, perhatian kepada guru ngaji merupakan bagian dari komitmen memuliakan ulama sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan akhlak generasi muda. Guru ngaji dinilai memiliki peran penting dalam membangun fondasi moral anak-anak, berdampingan dengan peran orang tua dan lembaga pendidikan formal.
“Kenapa harus memberikan insentif kepada guru ngaji? Karena ini merupakan komitmen dalam memuliakan ulama. Guru ngaji berada di garda terdepan dalam mendidik akhlak anak-anak,” ujar KDS.
Ia menuturkan, kepedulian terhadap guru ngaji juga berkaitan dengan pesan almarhum ayahnya yang semasa hidup memberikan perhatian kepada para pengajar agama di lingkungan masyarakat.
Karena itu, KDS berharap keberadaan guru ngaji, ulama, serta ustaz dan ustazah di setiap desa terus diperkuat untuk mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam membentuk generasi Kabupaten Bandung yang berkarakter dan berakhlak baik.
“Insyaallah, perhatian kepada guru ngaji akan terus ditingkatkan selama saya menjabat sebagai Bupati Bandung,” katanya.
Selain insentif guru ngaji, KDS menjelaskan program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk anak-anak penghafal Al-Qur’an dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Ia mengungkapkan, program BESTI berangkat dari pengalamannya bertemu dengan anak-anak yang mampu menghafal Al-Qur’an hingga puluhan juz, tetapi menghadapi keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan.
Melalui program tersebut, Pemkab Bandung berupaya memberikan kesempatan kepada mereka untuk terus bersekolah dan mengembangkan potensi diri.
“Program BESTI ini diharapkan bisa membantu anak-anak penghafal Al-Qur’an yang orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu membangun bangsa dan daerah,” ungkapnya.
Dalam bidang ekonomi, KDS juga mendorong masyarakat memanfaatkan program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Program tersebut dihadirkan sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha mikro agar tidak terjerat pinjaman informal yang memberatkan, termasuk praktik yang dikenal masyarakat sebagai Bank Emok.
KDS meminta para kepala desa turut menyosialisasikan program tersebut agar masyarakat mengetahui dan dapat mengakses fasilitas pembiayaan sesuai persyaratan yang berlaku.
“Pinjaman modal ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, dengan nilai mulai dari Rp2 juta hingga maksimal Rp10 juta. Yang penting ada kemauan untuk berusaha dan usaha yang dijalankan jelas,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman yang berisiko menimbulkan persoalan ekonomi dan sosial dalam rumah tangga.
KDS juga memaparkan upaya Pemkab Bandung dalam meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pembangunan dan pengembangan fasilitas rumah sakit. Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas akses pelayanan bagi masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung, yang dalam paparannya disebut mencapai 75,48 poin. Selain pelayanan kesehatan, ia menekankan pentingnya pola hidup sehat melalui aktivitas fisik, penguatan kehidupan spiritual, serta hubungan sosial yang baik di tengah masyarakat.
“Sehat itu bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual dan sosial. Masyarakat perlu menjaga kesehatan, memperkuat kegiatan keagamaan, serta membangun kepedulian dan komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar,” tuturnya.
Di sisi lain, KDS menekankan pentingnya penguatan kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda. Ia meminta kepala desa, perangkat daerah, KNPI, dan Karang Taruna berperan aktif mendata warga yang belum bekerja serta mendorong mereka mengikuti program pelatihan dan pengembangan usaha.
KDS menyebut Pemkab Bandung menargetkan fasilitasi penciptaan lapangan kerja bagi 10.000 orang setiap tahun melalui berbagai program lintas perangkat daerah.
Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pengembangan wirausaha, serta penyiapan tenaga kerja untuk mengakses kesempatan kerja di luar negeri. Ia mencontohkan pelatihan bahasa Jepang selama tiga bulan bagi calon pekerja yang akan mengikuti program penempatan kerja, dengan pembiayaan sesuai ketentuan program.
Menurutnya, peluang kerja dan usaha perlu diimbangi dengan kemauan untuk belajar, berinovasi, serta tidak terpaku pada gengsi dalam memilih pekerjaan.
“Anak-anak muda harus diberikan motivasi agar berani berusaha dan mengembangkan keterampilan. Saya titip kepada para kepala desa untuk melakukan pendataan warga yang belum bekerja, sehingga bisa diarahkan mengikuti program yang tersedia,” ujarnya.
KDS berharap berbagai program prioritas tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat. Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat memperkuat sinergi agar pembangunan Kabupaten Bandung berjalan berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui kegiatan Jumling, KDS sekaligus memanfaatkan momentum silaturahmi dengan masyarakat untuk menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah serta mendorong keterlibatan bersama dalam pembangunan.
Yans.

