BURU, Yutelnews.com.
“Beredar tudingan intimidasi oknum TNI di lokasi longsoran Gunung Botak melalui akun anonim di Facebook, yang diduga rekayasa tanpa bukti, berupa karung bertuliskan nama TNI masariku, ambon. untuk mencoreng nama baik institusi. Senin (24/8/2026).
Postingan itu muncul Minggu (23/8/2026) malam di Facebook.
grupGunung Botak”, sementara kawasan Jalan Putus, Tanah Merah ditetapkan masyarakat sebagai zona merah mutlak yang rawan bencana sekaligus rawan konflik penambangan ilegal.
Karung yang dijadikan barang bukti diduga sengaja diisi tanah biasa lalu dituliskan nama TNI-Masariku Ambon, tujuannya dinilai untuk menciptakan narasi palsu seolah TNI ikut terlibat dalam penambangan tanpa izin (PETI).
Penambang ilegal di kawasan ini kerap dengan lantang mengatas namakan anggota Satgas Pengamanan demi bebas beroperasi atau beraktif fitas, sehingga masyarakat menuntut langkah tegas, bakar semua tanpa tersisa- kolam, bak rendaman, paritan, alat alat penambangan, dan tenda-tenda semuanya diratakan dengan tanah.
Karena selama ini mereka bekerja dengan selalu mengatas namakan satgas, maka Satgas Pengamanan wajib buktikan bahwa nama institusi tidak boleh dikomersilkan atau dijadikan “stempel” kebebasan beraktivitas ilegal oleh siapa pun.
DANKI pos Tanah Merah diminta segera bersihkan zona merah secara menyeluruh dan transparan, sekaligus telusuri siapa pemilik akun anonim beserta motif di balik penyebaran narasi rekayasa tersebut.
“Tudingan belum terverifikasi. Satgas TNI Masariku dinyatakan bebas dari tuduhan tidak berdasar. TNI untuk rakyat.
(.Korwil,m Ld rama.)





















