Tri Rahmanto Tegaskan Kolaborasi Pentahelix Kunci Atasi Banjir Dayeuhkolot, APBD Siap Dimulai Januari 2026.

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Penanganan banjiir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung akan resmi dimulai pada Januari 2026. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot di Wellgrow Kafe, Kecamatan Baleendah,Kabupaten Bandung, pada Senin (01/12/2026).

Dalam Rakor Pentahelix tersebut hadir pula Dinas Bina Marga Provinsi Supriatno, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sidik Pramadia, Dinas PUTR Kabupaten Bandung H Irrman, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kasubag UPT PPS Budi Setiawan S.P, perwakilan perusahaan Metro Garmen Kevin Evanjelis , PT Daliatex Tajudin SE, serta perwakilan akademisi dari Telkom University Maulana dan jajaran panitia Pentahelix.

Ketua Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto mengatakan Rakor Pentahelix tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektoral dalam merumuskan strategi dan langkah konkret penanganan banjir Dayeuhkolot.

“Pada rakor pentahelix ini, kami berupaya menyamakan visi sekaligus memperkuat komitmen untuk bersama-sama berkolaborasi dan bekerja keras untuk menyelesaikan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot,” ujar Tri Rahmanto di sela-sela acara.

Berbagai permasalahan di lapangan dibedah tuntas dalam kegiatan rakor tersebut. Tak hanya itu, berbagai instansi juga menyampaikan berbagai masukan dan solusi konkret untuk mengurangi dan mengatasi resiko banjir di Dayeuhkolot.

Meski anggaran baru tersedia di Tahun Anggaran 2026, Panitia Pentahelix telah menyiapkan berbagai solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir diantaranya penyediaan mesin pompa penyedot banjir, pengerukan drainase hingga penertiban bangunan liar di sisi sungai.

Tri Rahmanto pun mengaku gembira karena instansi terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas SDA, Dina PUTR dan Dinas LH memastikan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menangani permasalahan banjir Dayeuhkolot di APBD 2026.

“Hanya saja, kami sangat kecewa karena BBWS yang memiliki kewenangan penuh terhadap sungai -sungai, justru tidak hadir dan tidak seorang pun perwakilannya yang hadir. Padahal sebelumnya menyatakan akan hadir,” tegas Tri.

Panitia Pentahelix, lanjut Tri, berencana akan mendatangi langsung pihak BBWS untuk melakukan koordinasi dan membahas berbagai solusi penanganan banjir Dayeuhkolot terutama yang menjadi kewenangan BBWS.

“Tapi kalau tidak ada kejelasan mengenai kesanggupan mereka (BBWS), kami akan tetap jalan, tidak perlu melihat kewenangan siapa. Kami berharap kita tidak mengedepankan ego sektoral,” tambahnya.

Meski pekerjaan besar penanganan banjir Dayeuhkolot baru akan dimulai pada Januari 2026, kata dia, Panitia Pentahelix terus bergerak untuk mengidentifikasi dan memetakan masalah sekaligus merumuskan strategi dan solusi penanganan banjir Dayeuhkolot.

Tri Rahmanto yang juga tokoh masyarakat Dayeuhkolot menegaskan bahwa kolaborasi pentahelix ini menjadi kunci utama dalam menyelesaikan permasalahan banjir Dayeuhkolot.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak dapat berkolaborasi serta berkontribusi dalam upaya mengurangi dan menyelesaikan banjir Dayeuhkolot. Sebab, kata dia, persoalan banjir tidak akan selesai bila hanya mengandalkan pemerintah.

“Kami juga mengajak semua pihak termasuk pihak swasta untuk berkontribusi menyelesaikan banjir Dayeuhkolot ini. Alhamdulillah tadi Telkom University juga siap membantu dan berkolaborasi,” jelas Tri.

Walau bukan hal mudah, Ketua pentahelix Tri Rahmanto pun optimistis banjir yang sudah puluhan tahun menggenangi Kecamatan Dayeuhkolot akan dapat diatasi dengan adanya kolaborasi pentahelix mulai dari pemerintah, pihak swasta, masyarakat (komunitas), akademisi, dan media.

“Dengan kolaborasi pentahelix dan komitmen yang kita bangun bersama, kami punya keyakinan kita semua akan mampu menyelesaikan permasalahan banjir Dayeuhkolot. Walau tidak mudah, kita harus optimis pasti bisa,” tutur Tri. (**)

 

Yans.

Siapkan 4 Skema Pendanaan, Bupati Bandung Percepat Libatkan Semua Pihak dari Dinas Hingga Pengusaha Penanganan Banjir Sapan Tegalluar

BANDUNG – Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna menunjukkan keseriusannya untuk menyelesaikan permasalahan banjir yang kerap menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Bandung.

Setelah sukses mengatasi banjir di kawasan Cidawolong Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Rancaekek, dan membentuk panitia pentahelix penanganan banjir Dayeuhkolot, kali ini Bupati Dadang Supriatna fokus untuk menangani banjir yang kerap menerjang kawasan Sapan Tegalluar Kecamatan Bojongsoang.

Keseriusan dan komitmen Bupati yang akrab disapa Kang DS tersebut dibuktikan dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Penanganan Banjir wilayah Sapan Tegalluar dengan cara Pentahelix di Kantor Desa Tegalluar, pada Kamis (27/11/2025).

Dalam sosialisasi tersebut hadir pula Kepala Dinas PUTR, Perkimtam, DLH, Camat Bojongsoang, DPMTSP, Kepala Desa Tegalluar, perwakilan perusahaan dan tamu undangan lainya.

“Hari ini kita kumpulkan para pengusaha dan berbagai stakeholder di kawasan Tegalluar. Kita ingin bersama-sama menyelesaikan banjir yang kerap menerjang kawasan Sapan Tegalluar,” ujar Kang DS usai kegiatan sosialisasi pentahelix.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengaku sengaja mengundang seluruh pengusaha di kawasan Kota Baru Tegalluar karena menurutnya, penyelesaian banjir Sapan Tegalluar tidak akan selesai tanpa kolaborasi dengan para pengusaha.

Ia menyebut para pengusaha wajib terlibat dalam penyelesaian banjir Tegalluar. Sebab, satu-satunya cara untuk mengatasi banjir Tegalluar adalah dengan cara pembuatan embung, folder atau danau-danau penampung air hujan dan banjir.

“Pada prinsipnya para pemilik lahan sudah setuju dan siap, tinggal ditindaklanjuti secara teknis, entah itu bikin penyataan atau hibah dan segala macamnya sehingga nanti aman,” jelas Kang DS.

Bupati mengaku sangat bersyukur karena sudah ada beberapa perusahaan yang siap menghibahkan lahannya untuk pelebaran selokan maupun pembuatan folder untuk menampung air banjir.

“Dan alhamdulilah ada beberapa perusahaan yang sudah siap,” kata Bupati.

Dalam upaya mengurangi resiko banjir, Pemkab Bandung memulai program pelebaran solokan terutama di titik-titik kritis. Rencana pelebaran saluran ditargetkan mencapai 2 hingga 3 meter, menyesuaikan debit air dan kebutuhan teknis.

Kang DS juga mengungkapkan bahwa normalisasi beberapa aliran sungai dan saluran irigasi sedang dipersiapkan, termasuk Sungai Cipangkolan Lama dan sejumlah solokan yang kondisinya telah dangkal.

“Banyak selokan yang sudah hampir rata dengan sawah. Semua itu akan kita perbaiki bertahap,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bedas menjelaskan bahwa kawasan Kota Baru Tegalluar yang mencakup kurang lebih 3.500 hektare memiliki aturan tegas terkait kewajiban pengusaha dalam penyediaan ruang terbuka khususnya untuk folder, danau penampungan, serta area keselamatan banjir.

“Dalam Peraturan Daerah, khususnya Pasal 63 Ayat 3, sudah jelas bahwa setiap pemohon izin wajib menghibahkan 10 persen dari lahan yang diusulkan untuk kebutuhan penanganan banjir. Ini aturan yang harus dipatuhi,” tegas Bupati.

“Jadi jangan sampai izin sudah keluar, tapi lupa kepada kewajiban. Jangan sampai nanti pemerintah yang memaksa, tapi saya berharap ada kesadaran dari seluruh pengusaha di kawasan Tegalluar. Tanpa diminta pun dapat memberikan kewajiban,” tegasnya.

Untuk mempercepat realisasi program penanganan banjir, Pemkab Bandung menyiapkan skema pendanaan dari empat sumber, yaitu dari APBD Kabupaten Bandung, BBWS, APBD Provinsi dan dari sumber pentahelix. Artinya dari partisipasi masyarakat dan para pelaku usaha di kawasan Tegalluar.

Bupati Bandung kembali mengajak agar seluruh pengusaha di kawasan Tegalluar menunjukkan komitmen dan kesadaran tanpa harus menunggu tindakan tegas.

“Ini bukan soal memaksa. Ini kewajiban yang sudah diatur dalam Perda. Jangan sampai izin usaha berjalan, tapi kewajibannya dilupakan. Pemerintah akan memastikan semuanya taat aturan demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.(*)

 

Yans.

Panitia Pentahelix Identifikasi Masalah dan Cari Solusi ,Pengerukan Sungai dan Drainase Jadi Langkah Mendesak Tangani Banjir Dayeuhkolot

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Panitia Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot melaksanakan kegiatan survei dan pemantauan ke sejumlah lokasi rawan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung , pada Senin (24/11/2025).

Monitoring dilakukan bersama tim UPTD Daerah Aliran Sungai (DAS) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung dan PRIMA Citeureup ke dua titik rawan banjir yakni wilayah Palasari dan Jalan Mengger, Kelurahan Pasawahan.

Ketua Panitia Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto mengatakan monitoring kali ini difokuskan untuk melihat langsung kondisi Sungai Cipalasari dan saluran drainase atau selokan di sepanjang Jalan Mengger dan Palasari.

Selain itu, survei lapangan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang kemudian akan menjadi dasar untuk merumuskan langkah-langkah Panitia Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot.

“Dari hasil pemantauan yang kami lakukan, ternyata terjadi pendangkalan di Sungai Cipalasari maupun saluran drainase di kawasan industri Jalan akibat sedimentasi lumpur. Alhasil, jika turun hujan, air sering meluap ke jalan dan pemukiman warga,” jelas Tri Rahmanto di sela-sela pemantauan lapangan.

Luapan Sungai Cipalasari maupun saluran drainase akibat sedimentasi lumpur dan sampah seringkali menyebabkan sepanjang Jalan Dayeuhkolot-Moh Toha serta kawasan Jalan Industri Mengger tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.

Akibatnya, antrean kendaraan pun seringkali tak terhindarkan karena terjebak banjir di dua jalan tersebut, terutama ketika intensitas curah hujan tinggi.

“Dari hasil pemetaan dan diskusi dengan PUTR, solusinya harus segera ada normalisasi sungai maupun drainase dengan cara pengerukan. Kalau sudah dikeruk dan sedimentasinya berkurang, insya Allah air tidak akan meluap lagi ke jalan,” ungkap Tri.

Bahkan sehari sebelumnya, Tri Rahmanto dan PRIMA Citeureup sengaja turun ke beberapa titik rawan banjir ketika banjir sedang terjadi.
Tri juga melakukan pengukuran dan pemeriksaan volume sedimentasi untuk mengetahui dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) upaya normalisasi.

“Kami sengaja turun hampir setiap hari karena kami banyak sekali mendapatkan laporan dari masyarakat terdampak. Alhamdulillah masyarakat menyambut baik adanya Panitia Pentahelix ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Tri dan timnya juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk menangani banjir Dayeuhkolot diantaranya dengan pengadaan pompa 1.500 liter per detik maupun pembuatan folder untuk penampungan banjir.

Pada kesempatan tersebut, Tri Rahmanto berharap semua pihak dapat mendukung dan berkontribusi dalam upaya penanganan banjir Dayeuhkolot tersebut, tak terkecuali para pemilik pabrik.

“Kami berharap beberapa pemilik pabrik bisa bekerjasama dan legowo untuk membongkar beberapa bangunan atau jembatan yang justru menjadi penyumbat saluran air. Syukur-syukur mereka dapat membongkar sendiri infrastruktur yang menjadi penyebab banjir,” tuturnya.

“Kalau banjir kan bukan hanya masyarakat yang merasakan. Perusahaan-perusahaan juga kena dampaknya,” tambah Tri.

Dengan dukungan dari semua pihak, Tri yang juga tokoh masyarakat Dayeuhkolot itu mengaku optimistis permasalahan banjir Dayeuhkolot dapat segera diselesaikan dengan konsep kolaborasi pentahelix.

“Dengan kolaborasi pentahelix ini, kami siap membuat sejarah untuk menyelesaikan banjir di Dayeuhkolot, ya minimal kita bisa mengurangi banjir di Dayeuhkolot. Insya Allah kami optimistis bisa,” ujar Tri. (**)

 

Yans.

Kepala Desa Sukapura Ganjar Sukma Wibawa S.I.P, Dorong, Pentingnya Dukungan Bersama Atasi Banjir Dayeuhkolot

Bandung – YUTELNEWS com || Upaya penanganan banjir di kawasan Dayeuhkolot kembali menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung bersama sejumlah instansi wilayah teknis dan pemangku kepentingan,

Kegitan berlangsung di Gedung Pinus Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa (BBSPJIS), Jalan Moch.Toha, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (11/11/2025).

Rapat tersebut dihadiri ,Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna, Dinas DLH, Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Forkopimcam Dayeuhkolot, Danki Kompi A Zipur, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) citarum, BPBD, PSDA Provinsi Jawa Barat, serta tokoh masyarakat dan kalangan pengusaha yang beroperasi di kawasan industri Dayeuhkolot.

Kepala Desa sekaligus ketua Apdesi Dayeuhkolot Ganjar Sukma Wibawa S.I.P, menjelaskan bahwa kawasan Dayeuhkolot memiliki kondisi geografis yang cukup menantang. Sebagian wilayahnya berada di dataran rendah dengan elevasi lebih rendah dari permukaan Sungai Citarum.

“Kondisi geografis ini menjadi tantangan tersendiri. Karena posisi wilayah lebih rendah dari permukaan sungai, potensi genangan sangat tinggi setiap musim hujan,” ujar ketua Ganjar

Menurut Ganjar pun menyatakan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum telah memetakan sekitar 20 titik kolam retensi (folder) yang berfungsi menampung limpasan air saat curah hujan tinggi. Dari jumlah tersebut, 11 kolam sudah selesai dibangun, sementara sisanya masih dalam tahap perencanaan.

Selain itu, sejumlah langkah teknis juga tengah disiapkan, seperti normalisasi saluran drainase, perbaikan pompa air di kawasan Bojong Asih dan Cipalasari, Dranase, serta pembuatan sistem resapan air di area permukiman padat penduduk.

Dengan dukungan semua pihak melalui konsep pentahelix, kami optimistis penanganan banjir di Dayeuhkolot bisa dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya Ganjar.

Dari hasil musyawarah tersebut, tokoh masyarakat Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, terpilih sebagai Ketua Pentahelix Penanganan Banjir di kecamatan Dayeuhkolot.

Tri Rahmanto pun menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut. Ia juga mengajak seluruh perusahaan dan masyarakat untuk aktif berkontribusi saling mendukung langkah pemerintah daerah dalam penanganan banjir.

Kita siap melaksanakan arahan Bupati Bandung Kang DS. ‘ Setiap perusahaan harus berkontribusi, jangan hanya duduk manis. Mari bantu pemerintah menyelesaikan persoalan banjir ini,” tegas Tri Rahmanto.

Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah, instansi teknis, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kerja sama dalam mewujudkan wilayah kecamatan dayeuhkolot bebas banjir melalui kolaborasi pentahelix.” tukasnya.

 

Yans.

Bupati Bandung Kang DS Tawarkan Konsep Pentahelix, Perusahaan Dayeuhkolot Diminta Berkontribusi Nyata

BANDUNG -YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna mengungkapkan kekecewaannya terhadap perusahaan terutama pabrik-pabrik industri besar di Kecamatan Dayeuhkolot yang belum berkontribusi maksimal dalam menyelesaikan permasalahan banjir di kawasan Dayeuhkolot.

Hal tersebut disampaikan Bupati Dadang Supriatna dalam Rakor Sinergitas Pelaksanaan Program Pentahelix terkait Penanganan Banjir di Wilayah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung di Gedung BBS Kecamatan Dayeuhkolot, Selasa (11/11/2025).

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu berharap Kecamatan Dayeuhkolot akan memasuki babak baru dalam percepatan penanganan banjir, jika konsep kolaborasi pentahelix dengan berbagai elemen masyarakat Dayeuhkolot dapat dilaksanakan dengan serius.

“Urusan banjir ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja, tapi akan lebih cepat penanganannya jika kita berkolaborasi dengan BBWS, PSDA Jabar, pihak swasta atau perusahaan dan unsur masyarakat lainnya,” ujar Kang DS.

Oleh karena itu, Bupati Bandung mengajak perusahaan-perusahaan di Dayeuhkolot untuk ikut berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan banjir yang kerap menerjang sejumlah desa di Kecamatan Dayeuhkolot melalui konsep kolaborasi pentahelix.

“Banjir bukan urusan pemerintah saja, termasuk pengusaha juga harus peduli. Kan mereka punya CSR. Karena kalo banjir, bukan hanya masyarakat yang merasakan, mereka juga terkena dampaknya,” tambahnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu bahkan sempat “menyentil” beberapa perusahaan yang selama ini “mengeruk uang’ di Dayeuhkolot, namun mereka seolah tidak peduli dan enggan berkontribusi terhadap warga di Kecamatan Dayeuhkolot.

“Saya juga bisa marah. Tapi bukan tipikal saya harus marah-marah. Saya hadir di sini untuk bersama-sama mencari solusi. Para pengusaha juga jangan picik pikirannya. Ini kewajiban kita bersama untuk menyelesaikan masalah banjir ini,” kata Bupati Bedas.

Konsep kolaborasi pentahelix ini kembali dipilih Bupati Bandung Dadang Supriatna karena dinilai efektif dan berhasil. Sebelumnya, program kolaborasi pentahelix ini sukses diterapkan dalam penanganan banjir di kawasan Rancaekek, Solokanjeruk dan Cidawolong Majalaya.

Ia mencontohkan, Pemkab Bandung dapat menyelesaikan persoalan banjir menahun di Rancaekek dan Majalaya tanpa sama sekali menggunakan APBD. Salah satunya karena para pengusaha di sana peduli dan ikut berkontribusi membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan banjir.

“Setelah sukses menyelesaikan banjir di tiga lokasi sebelumnya, konsep pentahelix dalam penanganan banjir ini akan diterapkan di Dayeuhkolot. Tadi kita sepakat membentuk langsung panitia yang dipimpin Pak Tri Rahmanto (tokoh Dayeuhkolot),” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, delapan strategi percepatan penanganan banjir Dayeuhkolot telah disiapkan Kang DS diantaranya normalisasi saluran drainase Jalan Moh Toha-Dayeuhkolot, normalisasi folder Babakan Sangkuriang, pengerukan saluran lingkungan Bojongasih, pengerukan connecting drainase Bojongasih.

Selain itu, program selanjutnya adalah pengerukan Sungai Cipalasari, pengadaan pomoa kapasitas 1.500 liter/detik, pengerukan aliran sungai Cipalasari dan normalisasi saluran Desa Dayeuhkolot.

Jika ditotalkan, anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir Dayeuhkolot tahap pertama ini memerlukan anggaran sekitar Rp 9,5 miliar dan rencananya percepatan penanganan banjir Dayeuhkolot ini akan dimulai pada Januari 2026.

“Jadi perusahaan harus ada kontribusi. Saya selama ini tidak pernah minta apa-apa ke pabrik. Tapi ini demi kepentingan rakyat saya, masyarakat Dayeuhkolot. Saya minta perusahaan harus berkontribusi. BBWS juga harus turun. Jangan APBD kami terus. Dengan konsep pentahelix, mudah-mudahan bisa selesai,” tutur Kang DS.

Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan dalam program pentahelix tersebut, Kang DS mengaku siap menyumbangkan uang dari kantong pribadinya sendiri.

“Saya ingin menyelesaikan banjir Dayeuhkolot yang tidak selesai-selesai. Intinya kita semua sepakat ingin banjir Dayeuhkolot ini terus berkurang dan akhirnya enggak banjir lagi
Jadi kalau perusahaan tidak berpartisipasi, itu enggak tahu malu. Itu bukan untuk saya, tapi untuk masyarakat saya,” tutup Kang DS. (**)

Yans.

Bupati Kang DS Targetkan Pentahelix Langkah Strategis Penanganan Banjir Dayeuhkolot Perlu Rp9,5 Milyar, Bisa Dimulai Januari 2026

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna menargetkan penanganan banjir Dayeuhkolot yang rencananya dilakukan secara pentahelix bisa mulai running pada Januari 2026. Bupati Bandung berkomitmen akan terus berupaya menekan terus banjir Dayeuhkolot semaksimal mungkin sehingga bisa lebih cepat menuntaskannya.

Hal itu disampaikan bupati saat rapat koordinasi pembahasan sinergitas pelaksanaan Program Pentahelix terkait penanganan banjir Kecamatan Dayeuhkolot, di Gedung Pinus Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa, Jl. M Toha Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung,pada Selasa 11 November 2025.

Dalam rakor disepakati dan sudah ditunjuk sebagai panitia Program Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot ini yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Untuk saat ini sampai Desember 2025 dipersiapkan terlebih dulu rencana aksi dan rencana pelaksanaan teknis dengan melibatkan pihak perusahaan dan tokoh masyarakat.

“Jadi, pemeritah daerah tinggal mengawal saja. Kita targetkan Januari 2026 sudah mulai berjalan,” kata Bupati Dadang Supriatna.

Kendati dilakukan secara pentahelix, namun khusus untuk Dayeuhkolot ini masih perlu anggaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.

“Dari APBD Kabupaten Bandung 2026, sendiri sudah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk perbaikan dan pembangunan jembatan yaitu Jembatan Sukabirus yang membutuhkan Rp 4 miliar dan Jembatan Psigaran Rp1 miliar,” kata Kang DS.

Pada kesempatan itu ia pun mengingatkan kepada 30-an perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot untuk tidak ego sektoral. ‘ Mereka harus memberikan kontribusi nyata demi kenyamanan wilayah operasionalnya sendiri.

“Banjir di wilayah kecamatan Dayeuhkolot bukan urusan pemerintah saja, tapi juga para pengusaha. Kalau upaya pentahelix penanganan banjir Dayeuhkolot ini berhasil, toh perusahaan sendiri akan menikmati. Daripada perusahaan rugi Rp1 miliar akibat bencana banjir, lebih baik memberikan kontribusi dlam penanganan banjir Dayeuhkolot ini,” ungkap Kang DS.

Ia menyebut ada delapan langkah strategis yang harus dilakukan dalam penanganan banjir Dayeuhkolot ini. Antara lain normalisasi saluran drainase tepi Jalan Moh Toha yang menjadi kewenangan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Kedua, normalisasi Polder Babakan Sangkuriang, kemudian pembangunan rumah pompa dan pengadaan pompa. Keempat, normalisasi Sungai Cipalasari, kemudian pengerukan saluran lingungan Bojongasih, pengerukan Conecting Drain di wilayah Bojongasing Desa Dayeuhkolot dan normalisasi saluran U-Ditch BBWS Dayeuhkolot.

“Kedelapan kebutuhan strategis ini memerlukan biaya Rp9,5 miliar. Dari 30 perusahaan yang ada di Dayeuhkolot sudah menyatakan siap untuk membantu,” ungkap Kang DS.(*)

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.