YUTELNEWS.com|Sebanyak 35.616 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), di Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilantik KPU KBB secara serentak yang dipusatkan di Kecamatan Padalarang, Ngamprah, Cikalongwetan, Sindangkerta, Rongga, dan desa masing-masing.
Secara keseluruhan, KPU KBB menjelaskan para petugas KPPS tersebut tersebar di 16 kecamatan, 165 desa, dan 5.088 TPS di KBB.
“Hari ini kita serentak melaksanakan pelantikan 35.616 anggota KPPS tersebar di 16 kecamatan dan 165 desa dan 5.088 TPS. Ini dilaksanakan di 5 titik. Dari lima titik ini jumlahnya lebih dari seribu orang.
Selain itu dilaksanakan dimasing-masing desa oleh PPS,” kata Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman
Menurutnya, para petugas KPPS ini disiapkan sebagai salah satu langkah antisipasi untuk mencegah kasus kematian para pahlawan demokrasi pada Pemilu yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang.
Seperti diketahui, jumlah petugas penyelenggara pemilu secara nasional yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 lalu mencapai 894 orang dan 5.175 petugas mengalami sakit.
Sedangkan untuk di Bandung Barat, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai 10 orang.
“Data tahun 2019 itu ada 10 orang petugas KPPS meninggal dunia. Mayoritas lansia dan memiliki penyakit bawaan atau komorbid,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi peristiwa tersebut terulang kembali, sambung Ripqi, pihaknya mewajibkan calon petugas KPPS yang mendaftar untuk melakukan medical check up.
“Dengan demikian penyakit bawaan para petugas bisa dideteksi sejak dini,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ripqi, KPU KBB juga menyaring secara ketat proses pendaftaran KPPS agar mengutamakan warga di bawah usia 55 tahun.
“Semua calon KPPS diperiksa kesehatannya, khawatir ada penyakit bawaan. Terus secara usia kita utamakan yang di bawah 55 tahun. Karena yang kemarin meninggal itu rata-rata lansia dan komorbid,” Jelasnya.
“Tak hanya itu, pada hari H pencoblosan saat anggota KPPS bertugas, KPU KBB akan menyediakan paramedis serta ambulans untuk bersiaga,” Sambungnya
“Sehingga, ketika terjadi keadaan darurat, anggota KPPS bisa segera diberi tindakan.
“Pada saat pemilu, di setiap TPS kita akan sediakan tim kesehatan. Satu tim kesehatan akan dibagi-bagi untuk menangani, maksimal 1 orang petugas kesehatan untuk 10 TPS. Mereka akan berjaga dengan ambulans,” Pungkasnya.
D.Y




















