Ada Apa dengan Cery Merah, Memuat Banyak Drum Bbm Subsidi Didalam Mobil 

YUTELNEWS.com |  Para Pengetap duduk santai menunggu antrian di SPBU Nogosari, tepatnya di jalan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Pada senin, (15/04/2024) pukul 15:48Wib.

Penggunaan BBM yang telah diberikan subsidi oleh pemerintah. Presiden RI Joko Widodo memberikan perhatian khusus kepada Kapolri untuk memastikan dan menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi, agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk diperjual belikan lagi.

Kendati demikian, berdasarkan penelusuran awak media Yutelnews.com Lumajang, pada tanggal 15 April 2024 masih ada di beberapa wilayah, Barang bukti yang telah ditemukan diantara lain unit R2 dan R4 mobil cery berwarna merah mengangkut drum pertalit banyak didalam mobil cery merah untuk mengangkut BBM subsidi (pertalite).

Hasil pembelian BBM Pertalite (subsidi) ditampung di sekitar SPBU terdekat, lalu kemudian para pemain bahan bakar tersebut kembali untuk melakukan aksi pengisian yang sudah terkoordinir oleh salah satu orang operator yang telah menyediakan barkode siluman yang artinya 1 barkode untuk beberapa motor moge alias motor Tunder atau sebangsanya jenis motor gede yang bisa di pergunakan mereka.

Dengan tanpa beban, mereka rela mengantri di SPBU tepatnya di Jalan Raya Nogosari – di Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowongkung, Kabupaten Lumajang. Demi keuntungan pribadi mereka tanpa memikirkan pengendara yang sedang mengisi.

“Saya berfikir aneh saja mas, kemarin sempat saya membaca berita bahwa Polisi sempat patroli di sebuah SPBU untuk menjamin stabilitas stok BBM, nyatanya ya gak jauh beda mas. Antara lebaran dan tidak, tetap saja sering habis partalite nya” ujar salah satu pemudik asal Banyuwangi kepada awak media Yutelnews.com, (15/04/2024) Senin, jam 15:48 Wib.

Usut punya usut, dari beberapa penelusuran awak media mengungkapkan salah satu contoh warmed (Warung Madura) yang ada di Kabupaten maupun Kota Lumajang, gak kebayangkan, warmed di Kota Lumajang saja ada 65 lebih mereka menjual BBM jenis Pertalite, siapakah pengirimnya.

Di salah satu warmed, tepatnya di area Lumajang, awak media mencoba mencari informasi terkait siapa yang mengirimnya, ataukah mengambil sendiri di SPBU.

Kali ini awak media mencoba mengklarifikasi penjaga warmed yang ada di Rowokangkung yang jaraknya gak jauh dari SPBU dan di temuai salah satu penjaganya.

“Kadang saya ambil sendiri mas bawa tandher dan ada juga yang mengirim kesini 100 liter, entah orang mana, intinya ada yang ngirim kesini, ya saya bayar mas,” kata salah satu penjaga warmed yang enggan disebutkan namanya kepada awak media tanggal 28 Maret 2024 bulan kemarin.

Awak Media Yutelnews.com kembali mencoba mengkalkulasi dari jumlah warmed di wilayah Rowongkung yang secara langsung menjual dan mendistribusikan BBM kepada masyarakat dengan cara mengecernya,  perliter dengan harga 12000 ribu, sekarang mari coba dihitung andaikan ada warmed 65 x100 = 6.500 liter per hari. Belum lagi di wilayah Kabupaten Lumajang.

Untuk lebih lanjut, awak media mencoba mengkonfirmasi kepada salah satu pengguna thander atau moge pengetap yang ada di wilayah SPBU Jalan Nogosari desa Rowokangkung .

Namun mereka enggan menjawab malah menyuruh untuk langsung tanya ke operator atau pengwas langsung.

“Cobak sampean tanya operator atau pengawas SPBU saja mas, yang jelas saya jual dirumah,”cetusknya

“Yang jelas kalau saya jual dirumah mas, harga 1200 ribu,” ujar salah satu pengetap kepada awak media

Namun semakin penasaran, kami terus menelusuri keberadaan partalite yang semakin kayak,” Emak Kuntil saja” gampang hilang dan gampang datang.

Menurut narasumber terpercaya mengungkapkan, bahwa ini adalah sebuah kecurangan BBM Bersubsidi, Entah siapa yang salah kalau seperti ini.

“Pelaku pengetap tidak hanya di SPBU jalan Nogosari saja mas, saya kira, rata, di kabupaten maupun wilayah kota, hampir setiap hari saya keliling untuk memastikan adanya pengetap menggunakan motor atau mobil,”.pungkas narasumber

(kik)

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN