Hampir seluruh Warga Sedanau Keluhkan Gangguan Listrik, Desak Penggantian Mesin PLTD

Yutelnews.com
Sedanau, Natuna – 11 Juli 2025 Awak media kembali menerima laporan dari warga Kelurahan Sedanau, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, terkait krisis gangguan listrik yang hingga kini belum kunjung terselesaikan. Berdasarkan pantauan dan suara masyarakat, lebih dari 59 persen keluarga di daerah tersebut menyatakan keresahannya akibat kondisi mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang terus-menerus mengalami kerusakan.

Gangguan terbaru bahkan terjadi hari ini, 11 Juli 2025, sebagaimana diinformasikan melalui grup WhatsApp resmi PLN Sedanau. Dalam keterangan tersebut, mesin Komatsu kembali mengalami gangguan teknis dan tidak bisa beroperasi, menyebabkan sistem mengalami defisit daya sebesar 120 kW. Akibatnya, pihak PLTD menetapkan pemadaman bergilir pada sejumlah trafo, khususnya saat beban puncak, dan menyesuaikan jadwal kembali setelah beban puncak berakhir. Pihak PLN juga menyampaikan bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kapasitas beban mesin yang tersisa.

Kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi. Masyarakat menegaskan bahwa gangguan serupa terus berulang — baik setiap minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya. Mesin yang digunakan disebut telah berumur tua dan tidak lagi layak untuk menopang kebutuhan listrik masyarakat Sedanau yang semakin berkembang.

“Kami sudah sangat resah. Pemadaman bergilir sudah seperti rutinitas. Setiap bulan selalu saja terjadi. Mesin sudah tua, tidak layak. Kami minta diganti, bukan tambal sulam lagi,” tegas salah satu warga kepada wartawan.

Melalui rilis ini, masyarakat meminta perhatian penuh dari PLN ULP Sedanau, PLN Wilayah Kepri, Pemerintah Daerah Natuna, Kementerian ESDM, hingga Kementerian BUMN, untuk segera mengganti mesin pembangkit yang sudah usang atau menyediakan sistem alternatif yang lebih handal.

Tokoh masyarakat juga menambahkan bahwa krisis listrik ini telah mengganggu berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas UMKM, pendidikan anak-anak, hingga kenyamanan di malam hari. Menurut mereka, PLN harus hadir sebagai penyedia layanan publik yang tanggap dan peduli akan kondisi masyarakat daerah terluar seperti Sedanau.

“Kami tidak ingin terus menunggu rusak lagi dan rusak lagi. Ini sudah terlalu sering. Kalau dibiarkan, bukan hanya ekonomi yang terganggu, tapi juga bisa berbahaya bagi alat-alat elektronik warga. Harapan kami hanya satu: ganti mesin sekarang sebelum krisis ini membesar,” tambah tokoh masyarakat lainnya.

Redaksi:Darmansyah

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED