NATUNA-YUTELNEWS.com
Sedanau – Lurah Sedanau, Subhan, bersama sejumlah staf kelurahan melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi penumpukan sampah tetap terkendali. Secara kebetulan, awak yutelnews.com berada di Kantor Lurah Sedanau pada saat yang sama dan turut mengikuti kegiatan tersebut, Selasa 25 Nopember 2025.
Sebelum peninjauan TPS, awak media sempat berbincang santai dengan Direktur PDAM Kabupaten Natuna, Zaharudin, S.Pd, yang kebetulan juga berada di Kantor Lurah Sedanau. Dalam kesempatan itu, awak yutelnews menanyakan perkembangan operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sedanau.
Saat ditanya mengapa air SPAM belum juga dialirkan meskipun obat pengolahan air telah tiba beberapa hari sebelumnya, Zaharudin menjelaskan bahwa masih terdapat gangguan kabel yang mengalir menuju kantor SPAM Sedanau.
“Ada sedikit gangguan kabel menuju kantor SPAM Sedanau. Saat ini pihak terkait masih mengerjakan perbaikannya. Jika selesai, kita langsung operasikan dan distribusikan air,” jelas Dirut PDAM Natuna.
Awak media kemudian menanyakan jumlah obat pengolahan air yang tersedia. Dirut PDAM menerangkan bahwa obat yang datang mencapai 13 ton, yang diperuntukkan bagi operasional selama tiga bulan.
Terkait biaya pembelanjaan obat tersebut, awak media kembali menanyakan besaran anggaran. Zaharudin menjawab bahwa total kebutuhan obat mencapai sekitar 420 juta rupiah lebih kurang, belum termasuk biaya transportasi pengiriman.
Dari keterangan tambahan yang dihimpun awak yutelnews dari seorang tokoh masyarakat Ranai berinisial IT, yang turut membantu proses pembelanjaan kebutuhan obat SPAM, disebutkan bahwa estimasi biaya tersebut memang berada pada kisaran angka yang disampaikan oleh Dirut PDAM.
Obrolan ringkas itu pun terhenti sejenak seiring memasuki waktu Salat Asar. Sebelum beranjak, Dirut PDAM terlebih dahulu mohon izin kepada Lurah Sedanau dan awak media untuk meninggalkan kantor lurah. Beliau menyampaikan bahwa penjelasan lebih mendalam akan dipaparkan pada kesempatan selanjutnya.
Peninjauan TPS Sedanau oleh Lurah Subhan
Usai Asar, awak yutelnews kembali mengikuti Lurah Sedanau, Subhan, menuju lokasi TPS yang berada tidak jauh dari area pemakaman Raja Sedanau. Saat dikonfirmasi di lokasi, Lurah Subhan menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan secara rutin untuk mencegah penumpukan sampah berlebihan.
“Tujuan peninjauan ini untuk memastikan sampah yang diangkut petugas tidak menumpuk terlalu banyak. Jika sudah padat atau tinggi, segera saya laporkan ke petugas bagian sampah untuk langsung dibakar agar ruang TPS tidak terlalu penuh,” ujar Subhan.
Ia menambahkan bahwa meski TPS berjarak cukup jauh dari pemukiman, bau dan polusi tetap berpotensi mengganggu masyarakat jika sampah dibiarkan menumpuk terlalu lama.
Subhan juga menegaskan bahwa lahan TPS tersebut adalah tanah milik Kelurahan Sedanau, sebagaimana dikonfirmasi langsung di lapangan.
Sebagai harapan ke depan, Lurah Sedanau mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan. Ia juga menyebutkan bahwa kelurahan menargetkan adanya program Bank Sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Sampah, terutama plastik, berdampak pada kesehatan dan ekosistem alam. Semoga ke depan kita bisa membangun program bank sampah untuk menambah pendapatan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan,” tutup Subhan.
Red: Darmansyah Kabiro Natuna
Yutelnews.com
















