YUTELNEWS.com – Sulawesi Tenggara
Namlea ..Seorang warga asal Kendari, Sulawesi Tenggara, bernama Kaharudin (30) menjadi korban pencurian dan penganiayaan disertai pembacokan dengan senjata tajam di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) Gunung Botak, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIT.
Peristiwa tindak pidana pencurian yang disertai penganiayaan dan pembacokan tersebut berlangsung di kompleks tanah merah di sekitar lokasi tambang ilegal yang dimaksud. Korban dilarikan ke RSUD Lala dalam kondisi tidak sadarkan diri untuk menjalani perawatan medis.
Kronologi kejadian, menurut pengakuan seorang saksi bernama Umar, bermula sekitar pukul 03.00 WIT ketika korban bersama rekannya sedang duduk di tenda sambil menjaga bak rendaman di kompleks tambang emas ilegal Gunung Botak. Saat itu mesin alkom yang digunakan korban mengalami gangguan, sehingga korban berusaha mencari kunci untuk memperbaiki mesin tersebut.
“Saat korban sedang mencari kunci untuk memperbaiki mesin, tiba-tiba enam orang tidak dikenal datang dan langsung menempelkan golok ke leher saya,” ungkap Umar , saat ditemui di RSUD Lala, Minggu (7/12). Saksi mengatakan para pelaku mengancam agar tidak bergerak.
Umar menambahkan bahwa pelaku kemudian memerintahkan mereka membuka pakaian. “Salah satu tersangka bahkan sempat mengeluarkan kata-kata, ‘potong sudah’ — mendengar itu korban yang ketakutan langsung melarikan diri,” ujar saksi. Namun empat orang pelaku kemudian mengejar korban dan menganiaya korban dengan parang.
Merasa nyawanya terancam, saksi memilih melarikan diri ke area tanah merah dan bertemu dengan rekan sesama penambang asal Ternate. Kepada rekannya saksi mengaku adanya perampokan yang mengambil karbon. Menurut Umar, ia sempat dikejar salah satu pelaku, tetapi pelaku akhirnya menghentikan pengejaran setelah melihat saksi tidak sendirian.
Saat saksi kembali ke tenda untuk memeriksa barang-barang, ternyata para pelaku telah mengambil sejumlah barang milik mereka, termasuk karbon, telepon seluler, dan pakaian. Saksi kemudian meminta bantuan penambang lain yang berada di lokasi untuk mengevakuasi korban.
Hasil pantauan saat dievakuasi menuju RSUD Lala kondisi korban dalam keadaan tidak sadarkan diri. Korban mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuh, di antaranya punggung, betis, paha, serta luka pada bagian lain.
Terkait kejadian ini, warga berharap pos pemantauan Koramil yang berada di areal tambang emas ilegal Gunung Botak kembali diaktifkan untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pasca penertiban, pengosongan, dan penataan pada area dimaksud, masih ditemukan penambang yang berkeliaran di kawasan tersebut sehingga rawan terjadi tindakan kriminal.
Kabiro buru (M.Masuku)
Di duga Korban Pencurian Dan Pembacokan Di Gunung Botak Alami Luka Serius Hingga Tak Sadarkan Diri




















