BANDUNG — YUTELNEWS com|| Warga Rw 17 Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menggelar kegiatan peduli lingkungan, dorong Pentahelix sebagai upaya penanganan sampah sekaligus pencegahan banjir, pada Minggu (04/01/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut diikuti warga secara serentak setelah informasi disampaikan melalui grup WhatsApp serta pemberitahuan langsung dari rumah ke rumah. Warga membersihkan lingkungan permukiman dan selokan di wilayah masing-masing.
Ketua Rw 17 Desa Cangkuang Kulon, Sudarminto, mengatakan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga dinilai cukup tinggi dan pelaksanaan gotong royong berjalan lancar.
“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Selain lingkungan menjadi bersih, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antar warga,” ujar Sudarminto saat ditemui di Kantor Rw 17.
Ia menambahkan, pihak Rw juga telah menyediakan sejumlah tong sampah untuk mendorong kebiasaan memilah sampah. Namun demikian, kesadaran warga dalam pemilahan sampah dinilai masih perlu ditingkatkan.
Setelah terkumpul, sampah diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan truk milik pemerintah daerah. Meski demikian, ketua rw Sudarminto mengungkapkan adanya kendala pada proses pembuangan akhir sampah ke TPA Sarimukti akibat tingginya biaya operasional.
“Biaya operasional cukup mahal. Bahkan pengeluaran bulanan bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun II Desa Cangkuang Kulon, Ginanjar, menyampaikan bahwa kegiatan Pentahelix telah dilaksanakan di sejumlah Rt, Rw di wilayah desa cangkuangkulon. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam mendorong program tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan Pentahelix sudah berjalan di beberapa Rt,Rw. Kami berharap langkah ke depan bisa lebih rutin dilakukan untuk mengurangi sampah dan mencegah banjir,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Cangkuang Kulon.
Ginanjar juga menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi modal penting bagi keberlanjutan program kebersihan lingkungan.
“Sekarang bukan hanya orang tua, anak-anak muda juga ikut harus terlibat. Ini sangat positif untuk keberlanjutan kegiatan ke depan,” pungkasnya.
Yans.




















