Bandung – YUTELNEWS com|| Merespons potensi ancaman banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat musim hujan tiba, Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkuang Wetan mengambil langkah konkret dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang digelar pada hari Minggu ini tidak hanya menjadi aksi pembersihan fisik, melainkan juga sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.pada minggu 04/01/2025.
Dalam konsep pentahelix yang diterapkan desa cangkuangwetan ini, kolaborasi dibangun melalui Konsep yang kerap digunakan dalam pembangunan berkelanjutan ini diadaptasi oleh Pemdes Cangkuang Wetan untuk menangani permasalahan lingkungan dan risiko bencana yang sering menghantui wilayah mereka.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh pemerintah desa, Karang taruna,warga, lebih dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan – mulai dari anak anak,ibu-ibu,bapak2 hingga lansia yang masih memiliki semangat gotong royong tinggi. Lokasi pembersihan difokuskan pada titik krusial yang menjadi pemicu terjadinya genangan dan banjir, yaitu saluran air utama yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan Sungai Citarum hilir, parit pengaliran air hujan, serta yang sering menjadi tempat penumpukan sampah.
Kepala Desa Cangkuang Wetan, Bapak Asep Kusmiadi S.IP, menjelaskan bahwa ide untuk menggerakkan program pentahelix ini muncul setelah melihat bahwa upaya pembersihan lingkungan yang hanya dilakukan oleh pihak pemerintah desa saja tidak memberikan hasil yang maksimal. “Kita sadar bahwa permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Sejak awal tahun lalu, kami mulai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membangun sinergi yang kuat membantu kami melakukan survei dan analisis tentang pola aliran air serta titik-titik rawan banjir di desa,” ujarnya saat memberikan arahan pada awal kegiatan.
“Kami melihat bahwa jika banjir terjadi, tidak hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga usaha kami akan terpengaruh. Oleh karena itu, kami dengan senang hati mendukung program ini, untuk ikut serta dalam gotong royong.
Tidak berhenti hanya pada kegiatan satu hari saja, Pemdes Cangkuang Wetan juga telah merencanakan program berkelanjutan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir. Rencana tersebut meliputi pembentukan kelompok penjaga lingkungan di setiap RT, penyelenggaraan pelatihan pengelolaan sampah secara berkala, serta kerja sama berkelanjutan dengan semua pihak dalam konsep pentahelix untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara rutin.
Kades Asep Kusmiadi ,pun menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat untuk melihat efektivitas program ini dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. “Kita berharap bahwa program pentahelix ini tidak hanya menjadi acara satu kali, tetapi bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat Cangkuang Wetan. Kita ingin menciptakan desa yang bersih, sehat, dan aman dari bencana, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitar kita,” tutupnya dengan penuh semangat.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta berkumpul untuk berfoto bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama mengikuti gotong royong. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa sangat kental di antara mereka, menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antar berbagai elemen masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang nyata dan berdampak positif bagi kehidupan bersama,”tukasnya.
Yans.















