Diminta Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri Cabut Izin SPBU 14.283.6109 Diduga Kuat Kerap Layani Pelangsir

Pelalawan – yutelnews.com ||
Pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, sejumlah konsumen lain yang baru pulang dari Dundangan mendapati antrean kendaraan mencurigakan di SPBU 14.283.6109 PT KSO Pangkalan Kerinci, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera menuju Desa Kemang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, tidak jauh dari Kantor Polres Pelalawan.

Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh di lokasi, aktivitas pengisian BBM tersebut terekam pada Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 03.06 WIB, di titik koordinat 0,3668 LU dan 101,8849 BT. Foto menunjukkan salah satu dispenser BBM dengan kode 135, yang berada dalam kondisi aktif pada waktu kejadian.

Menurut keterangan konsumen lain bernama Juni di lokasi, terdapat empat unit kendaraan yang mengantri, di antaranya satu unit colt diesel berkepala kuning dengan tenda hitam, satu unit colt diesel warna kuning, serta satu unit truk dengan kepala dan bak berwarna kuning. Seluruh kendaraan tersebut diduga mengantri untuk mengisi BBM jenis solar.

Di tengah antrian itu, terlihat satu unit mobil Toyota Fortuner berwarna hitam yang melakukan pengisian BBM dalam durasi tidak wajar. Konsumen lain menyebut proses pengisian berlangsung hampir 30 menit. Pada layar dispenser BBM yang terdokumentasi, terlihat nominal transaksi mencapai sekitar Rp238.340, meski jenis dan volume BBM yang diisikan tidak dapat dipastikan secara resmi.

Merasa janggal, Juni kemudian mencoba meminta penjelasan kepada petugas SPBU. “Bang, Fortuner itu ngisi berapa? Kok hampir setengah jam,” tanya seorang konsumen. Namun, petugas SPBU justru mengarahkan agar pertanyaan tersebut disampaikan langsung kepada sopir kendaraan.

Ketika konsumen lain mencoba mendatangi sopir Fortuner untuk meminta klarifikasi, situasi berubah. Seluruh pihak yang berada di sekitar SPBU, termasuk kendaraan yang sebelumnya mengantri, mendadak membubarkan diri. Upaya konfirmasi kepada sopir maupun petugas SPBU tidak berhasil karena mereka meninggalkan lokasi.

Tak lama berselang, sebuah mobil L300 bertenda melintas di depan SPBU dan kemudian berhenti, salah satu warga dan awak media yang ada di lokasi meminta keterangan. “Bang, minyak dari mana?” tanya wartawan kepada sopir. Sopir yang mengaku bernama Sapri menjawab, “Dari SPBU PT KSO, Bang.”

Dalam percakapan lanjutan, wartawan kembali bertanya, “Biasanya angkut berapa banyak?” Sapri menjawab, “Biasanya dua ton, Bang. Tapi sudah dua hari ini belum penuh.” Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya distribusi BBM dalam jumlah besar.

Saat ditanya mengenai pihak pemilik atau penanggung jawab pengangkutan BBM, Sapri mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Bosnya saya tidak tahu, Bang. Saya cuma antar ke gudang Pasir Putih. Di sana katanya yang punya namanya Bule,” ujarnya kepada wartawan.

Setelah kejadian tersebut, seluruh kendaraan yang sebelumnya terlihat mengantri tidak lagi berada di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU PT KSO Pangkalan Kerinci.

Sementara hasil konfirmasi kepada Polres Pelalawan melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata, S.Tr.K., S.IK, belum memberikan respon.

Dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi tersebut. Tim Redaksi media ini menegaskan bahwa seluruh informasi disajikan berdasarkan keterangan konsumen di lokasi dan dokumentasi visual, serta tetap membuka ruang klarifikasi demi memenuhi prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.|| TIM

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN