Yutelnews.com /Batam- Setidaknya sebanyak 5 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang melakukan pekerjaan di Sei binti disorot dan perlu dipertanyakan dokumen yang di miliki mereka yang berlokasi di jalan Sei Binti pelabuhan Sagulung Kecamatan Sagulung Kota Batam.(23/1/2026).
Dari pantauan awak media bahwasanya perusahaan tersebut tidak melengkapi papan plang baik PT apa yang melakukan pembangunan kontruksi tersebut atau PT apakan yang sedang beroperasi disana pasal hanya bangun yang sedang di kerjakan oleh tenaga kerja asing dan sebanyak 3 orang tenaga kerja lokal.
Torus Salah seorang masyarakat yang mempunyai usaha warung dekat lokasi saat di temui mengatakan memang yang mengerjakan TKA.
” Kalau dukumen mereka kurang tau juga pak tapi PT ini memang dikerjakan oleh tenaga kerja Asing Asal Tiongkok yang bahasa Indonesia gak bisa mereka untuk mengerjakan pembangunan perusahaan yang sedang berjalan tu, soal Bos mereka dari Tiongkok sana dan barangnya pun kayaknya di bawah dari sana semua,” bebernya.
Ia menambahkan Memang agak tertutup PT tersebut.
“Soal plangnya tak ada, perlu pemerintah melakukan pengecekan terhadap tenaga kerja dan izin bangun ini soal kalau pekerja dari masyarakat sini bisa dikatakan tidak ada dan kalau memang itu di bangun oleh orang Tiongkok tentu harus jelas izin karena penanam modal asing . Kalau dari google kita lihat PT itu adalah PT derap bersama abadi dan PT Cakrawala metal jaya tapi plang perusahaan tak ada terpasang,”ujarnya.
” Kalau gedung yang satu lagi yang sudah di bangunan itu PT Esun Internasional yang sewa, dia ada itu penterjemah bahasanya orangnya masih muda coba bapak cari tau dia kalau nama kami kurang tau,”katanya.
Marsel penterjemah bahasa saat di hubungi membenarkan adanya tenaga kerja Tiongkok.
” Iya bang dokumennya lengkap semua,” jawabnya.
Saat di tanya visa apa yang di kantongi, Beliau menjawab nanti pengacara PT akan menghubungi awak media.
Tapi saat minta nomor pengacara PT Marsel engan membalas sampai berita ini di naikan pihak belum ada penyelesaian terkait dokumen resmi yang di gunakan para tenaga kerja Tiongkok tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan, Imigrasi dan pihak terkait. /Red











