KOTA BEKASI – YUTENEWS.com || Setiap datangnya bulan suci Ramadan, pola pengamanan wilayah di Pondok Gede seakan berulang.
Saat masyarakat terlelap dan waktu sahur semakin dekat, aparat kepolisian justru mulai bergerak menyisir jalanan dan lingkungan permukiman.
Polsek Pondok Gede melalui para Bhabinkamtibmasnya konsisten hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tahun demi tahun tanpa jeda.
Di bawah koordinasi Polres Metro Bekasi Kota, patroli dini hari digelar bersama Mitra Polri Pamwil dan Linmas Jati Cempaka. Titik-titik rawan tawuran remaja, konvoi motor liar, hingga gangguan ketertiban umum menjadi perhatian utama.
Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar pembubaran, melainkan dialogis dan persuasif, agar potensi konflik bisa dicegah sebelum membesar.
Warga merasakan langsung dampaknya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah sunyi malam Ramadan memberi rasa aman yang nyata.
Mereka tidak hanya datang ketika ada kejadian, tetapi aktif mencegah, menegur dengan bijak, serta membangun komunikasi dengan para orang tua dan tokoh masyarakat.
Namun refleksi tahunan juga kembali mencuat.
Sebagai unsur penegak Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pondok Gede dinilai belum terlihat maksimal dalam pengamanan sahur. Dari tahun ke tahun, sebagian warga menilai keterlibatan Satpol PP dalam patroli terpadu masih minim.
Kesan “alergi” turun ke tengah masyarakat pun muncul dalam perbincangan warga.
Padahal, tugas menjaga ketertiban umum dan menegakkan Perda merupakan mandat yang melekat pada Satpol PP sebagai perangkat daerah. Momentum Ramadan, yang setiap tahunnya menghadirkan potensi gangguan kamtibmas di jam rawan, seharusnya menjadi ruang kolaborasi lintas instansi.
Polsek Pondok Gede bersama Pamwil dan Linmas Jati Cempaka telah menunjukkan konsistensi kehadiran setiap sahur Ramadan.
Kini publik berharap ada sinergi yang lebih utuh, agar seluruh unsur pemerintah daerah turut hadir secara nyata.
Karena pada akhirnya, keamanan bukan sekadar kewenangan struktural, melainkan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ramadan datang setiap tahun, dan harapan warga pun tetap sama: seluruh aparat, tanpa terkecuali, berdiri bersama menjaga ketenangan sahur dan menciptakan kamtibmas yang benar-benar kondusif.
(Wowo / YB)












