SEMARANG, YUTELNEWS.COM ||Forum Diskusi Pemerhati Konstitusi (FORDIS-PK) Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) pada Minggu (29/3/2026) dengan agenda utama serah terima jabatan (Sertijab) direktur serta pengukuhan kepengurusan baru untuk periode mendatang.
Dalam forum yang berlangsung khidmat tersebut, tongkat estafet kepemimpinan resmi diserahkan dari Direktur Demisioner, Lawu Mijil Kusumo, kepada Direktur Terpilih, Wiyu Ghaniy Allathif Yudistira.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus, dewan pembina, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Rapim tersebut menjadi momentum penting bagi FORDIS-PK untuk memperkuat arah gerak organisasi dalam mengawal isu-isu konstitusi dan hukum di Indonesia.
Dalam sambutan perpisahannya, Lawu Mijil Kusumo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus atas dedikasi selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa regenerasi merupakan elemen penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Regenerasi kepemimpinan adalah bukti bahwa FORDIS-PK Jawa Tengah merupakan organisasi yang sehat dan dinamis. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Wiyu Ghaniy, lembaga ini akan semakin tajam dalam mengkaji, mengkritisi, serta memberikan solusi atas berbagai dinamika konstitusi baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur baru FORDIS-PK Jawa Tengah, Wiyu Ghaniy Allathif Yudistira, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah yang diberikan. Dalam pidatonya, ia memaparkan visi untuk menjadikan FORDIS-PK sebagai ruang dialektika intelektual yang inklusif dan progresif bagi kalangan pemuda dan mahasiswa.
“Ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab moral yang besar. Ke depan, FORDIS-PK harus hadir lebih inklusif dan progresif. Kita tidak hanya menjadi ‘watchdog’ konstitusi, tetapi juga mitra kritis yang mampu melahirkan kajian-kajian komprehensif untuk mencerahkan ruang publik,” kata Wiyu.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa energi baru dalam penguatan diskursus hukum dan konstitusi di Jawa Tengah. Di tengah berbagai dinamika dan polemik hukum yang berkembang, peran pemuda dan mahasiswa dinilai strategis sebagai agen kontrol sosial.
Rapat Pimpinan tersebut kemudian ditutup dengan diskusi internal yang membahas garis besar haluan organisasi serta perumusan program kerja strategis FORDIS-PK Jawa Tengah untuk satu periode ke depan.
M. Efendi






















