YUTELNEWS.COM – Musim kemarau yang ditandai dengan suhu panas dan kondisi udara kering berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan masyarakat. Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), mengingatkan bahwa cuaca panas ekstrem tidak boleh dianggap sepele.
Berdasarkan publikasi resmi WHO bertajuk “Heat and Health”, paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, gangguan pernapasan, hingga kondisi serius seperti heatstroke yang berpotensi mengancam jiwa.
WHO juga menegaskan bahwa kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak musim panas.
“Paparan suhu tinggi yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kematian dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada,” demikian disampaikan WHO dalam rilis resminya.
Beragam Dampak yang Perlu Diwaspadai
Sejumlah dampak kesehatan yang umum terjadi saat musim kemarau antara lain:
Dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan
Gangguan pernapasan karena meningkatnya debu dan polusi
Masalah kulit akibat paparan sinar matahari berlebih
Risiko keracunan makanan karena suhu tinggi
Antisipasi dan Imbauan WHO
Sebagai langkah pencegahan, World Health Organization memberikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat:
Memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi
Menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari, terutama siang hari
Menggunakan pelindung seperti topi, pakaian tertutup, dan tabir surya
Menjaga kebersihan makanan dan minuman
Memastikan lingkungan tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik
Memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan
Perlu Peran Bersama
WHO juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau, termasuk penyediaan air bersih, edukasi kesehatan, serta kesiapan layanan medis.
Seiring meningkatnya suhu global akibat perubahan iklim, kejadian panas ekstrem diperkirakan akan semakin sering terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipatif dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan di tengah musim kemarau.
Sumber:
World Health Organization (WHO), Heat and Health (2024) dan rilis “How summer heat impacts health and how to #KeepCool” (2025)
(Editor: Darmansyah | Yutelnews.com)










