BP Batam Akan Bahas Keluhan Pengusaha soal Kenaikan BBM di Level Pimpinan

Yutelnews.com | Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, merespons keluhan para pengusaha terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai mengancam keberlangsungan industri dan logistik di Batam.

Amsakar menyatakan pihaknya akan segera membahas persoalan tersebut di tingkat pimpinan. Namun ketika ditanya apakah BP Batam juga akan mengundang para pengusaha dalam pembahasan itu, ia menegaskan forum tersebut masih akan digelar secara internal terlebih dahulu.

“Tidak, masih di level kita. Saya ingin dapat (informasi) dari pelabuhan seperti apa, dari bandara seperti apa,” ujar Amsakar saat ditanyai ulasan.co

Ia menegaskan, BP Batam ingin terlebih dahulu menghimpun data dan gambaran kondisi lapangan dari unit-unit operasional di bawah kewenangannya sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Sebelumnya, Ketua Apindo Batam Rafky Rasyid mengingatkan bahwa kenaikan BBM non-subsidi dari sekitar Rp14.000 menjadi Rp24.000 per liter sejak 18 April 2026 memberikan tekanan berlapis bagi dunia usaha.

Batam yang berstatus Free Trade Zone (FTZ) tidak memiliki akses BBM bersubsidi, sehingga terdampak lebih berat dibanding daerah lain.

Ketua ALFI Batam Yasser Hadeka Daniel bahkan telah memberi sinyal kepada anggotanya untuk menaikkan tarif jasa transportasi, yang dalam skenario terburuk bisa mencapai 100 persen. Keduanya mendesak pemerintah menyiapkan insentif fiskal maupun skema kuota BBM khusus agar perusahaan tidak gulung tikar.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN