Pangkalan Kerinci: Daya Tampung SD/SMP Jelang SPMB 2026

Persiapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Pelalawan: Daya Tampung Memadai, Imbauan Penting untuk Orang Tua

Menjelang dimulainya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Kabupaten Pelalawan, seluruh satuan pendidikan telah bersiap untuk menyambut calon siswa. Proses pendaftaran yang krusial ini dijadwalkan akan dibuka pada tanggal 15 Juni dan berlangsung selama empat hari, hingga 18 Juni mendatang. SPMB 2026 akan dilaksanakan secara serentak di seluruh tingkatan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Pelalawan.

Ketersediaan Kursi dan Rombongan Belajar yang Mencukupi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan, Leo Nardo, memberikan jaminan bahwa ketersediaan daya tampung untuk penerimaan siswa baru dipastikan mencukupi. Leo Nardo menegaskan bahwa kursi yang tersedia untuk menampung lulusan TK di tingkat SD, maupun lulusan SD di tingkat SMP, sudah sangat memadai.

“Terkait daya tampung, sebenarnya kami tidak ragu, termasuk di Pangkalan Kerinci. Kursi yang tersedia di kelas 1 SD dan kelas 8 SMP sudah mencukupi,” ungkap Leo Nardo.

Beliau merinci lebih lanjut mengenai kapasitas yang tersedia. Untuk jenjang SMP negeri, terdapat sebanyak 223 rombongan belajar (rombel) yang mampu menampung sekitar 7.374 siswa. Jumlah ini tersebar di 62 sekolah yang berada di 12 kecamatan di Pelalawan. Kapasitas per rombel di tingkat SMP bervariasi, mulai dari 32 hingga 40 siswa.

Sementara itu, di jenjang SD negeri, daya tampung mencapai 393 rombel dengan total kapasitas siswa sebanyak 11.270 orang. Daya tampung ini terdistribusi di 207 sekolah yang tersebar di seluruh 12 kecamatan di Pelalawan. Kapasitas per rombel di tingkat SD berkisar antara 28 hingga 36 murid.

“Ini baru kita hitung dari sekolah negeri. Belum termasuk sekolah swasta dan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. Jadi, dipastikan daya tampung akan sangat mencukupi,” tambah Leo Nardo.

Imbauan Penting: Hindari Memaksakan Sekolah Favorit

Meskipun ketersediaan kursi dipastikan memadai, Disdikbud Pelalawan mengimbau dengan tegas agar para orang tua atau wali calon siswa tidak memaksakan kehendak untuk mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah favorit atau sekolah yang diinginkan secara khusus, apabila domisili dan kriteria lainnya tidak terpenuhi dalam sistem SPMB.

Perilaku memaksakan diri ini seringkali menjadi akar masalah penumpukan siswa di satu sekolah tertentu, yang pada akhirnya berujung pada ketidakcukupan daya tampung di sekolah tersebut. Fenomena ini kerap terjadi di Kecamatan Pangkalan Kerinci setiap tahunnya.

Untuk mengatasi potensi masalah ini dan memastikan kelancaran proses seleksi, sistem SPMB menerapkan empat jalur pendaftaran, yaitu:

  • Jalur Domisili: Jalur ini memprioritaskan calon siswa yang berdomisili paling dekat dengan sekolah tujuan.
  • Jalur Afirmasi: Jalur ini ditujukan bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu atau memiliki kondisi khusus yang membutuhkan perhatian lebih.
  • Jalur Prestasi: Jalur ini memberikan kesempatan bagi calon siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik yang luar biasa.
  • Jalur Mutasi: Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang pindah domisili atau memiliki alasan kuat lainnya untuk berpindah sekolah.

“Memang untuk Pangkalan Kerinci, kami tetap memberikan perhatian khusus dan mengawasinya dengan sangat ketat. Karena daerah ini selalu menjadi sorotan setiap tahunnya. Namun, alhamdulillah, prosesnya selalu berjalan lancar dan aman,” tandas Leo Nardo.

Kesiapan Khusus di Pangkalan Kerinci dan Digitalisasi Seleksi

Secara spesifik, daya tampung di Kota Pangkalan Kerinci pun dinilai tetap mencukupi berdasarkan data yang dimiliki oleh Disdikbud. Di Pangkalan Kerinci, terdapat 14 SD negeri dengan total 55 rombel yang siap menampung sekitar 1.716 calon siswa. Untuk jenjang SMP negeri, tersedia 5 sekolah dengan kapasitas 51 rombel yang mampu menampung 1.430 calon murid.

Lebih lanjut, Leo Nardo menambahkan bahwa sebagian sekolah di Pangkalan Kerinci telah mengadopsi sistem SPMB secara daring (online). Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan ketelitian dalam proses seleksi melalui digitalisasi.

Proses SPMB yang mengedepankan sistem yang transparan dan terstruktur seperti ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon siswa di Kabupaten Pelalawan untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *