Kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia terpantau memburuk pada pagi hari ini, dengan Kota Surabaya menjadi sorotan utama karena mencapai tingkat yang tidak sehat. Berdasarkan pemantauan terkini, indeks kualitas udara (AQI) di ibu kota Jawa Timur ini melampaui angka 150, sebuah ambang batas yang mengindikasikan kondisi udara yang perlu diwaspadai.
Ketika kualitas udara mencapai kategori “tidak sehat”, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, wanita hamil, serta individu yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru. Mereka berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Menghadapi situasi ini, para ahli menyarankan agar masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga sangat direkomendasikan, terutama ketika berada di area dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin mengeluarkan imbauan serupa untuk melindungi kesehatan publik.
Wilayah dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia
Tidak hanya Surabaya, beberapa kota lain di Indonesia juga menunjukkan tren kualitas udara yang mengkhawatirkan. Berikut adalah daftar lima wilayah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pada pagi hari ini:
- Surabaya, Jawa Timur: Mencapai skor AQI 156, berada dalam kategori “tidak sehat”.
- Tangerang Selatan, Banten: Tercatat dengan skor AQI 155, juga masuk dalam kategori “tidak sehat”.
- Jakarta: Memiliki skor AQI 140, dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
- Tangerang, Banten: Dengan skor AQI 134, dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
- Kota Jambi, Jambi: Mencapai skor AQI 118, dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap sumber-sumber polusi udara di wilayah-wilayah tersebut, serta pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan pernapasan.
Kontras dengan Kualitas Udara Terbaik dan Terburuk di Tingkat Global
Di tengah memburuknya kualitas udara di beberapa kota Indonesia, terdapat pula wilayah yang masih menikmati udara bersih. Kota Palangka Raya di Kalimantan Tengah menjadi salah satu kota di Indonesia dengan kualitas udara terbaik pagi ini, meraih skor AQI 24 yang masuk dalam kategori “baik”. Di posisi kedua, Kota Pekanbaru di Riau mencatat skor AQI 68, meskipun masih berada dalam kategori “sedang”.
Perbandingan global juga menunjukkan perbedaan signifikan. Di tingkat internasional, Osaka, Jepang, menduduki peringkat teratas sebagai kota besar dengan kualitas udara terbaik, dengan skor AQI hanya 6, masuk kategori “baik”. Melbourne dan Sydney di Australia juga menyusul dengan skor AQI masing-masing 9 dan 10, yang juga dikategorikan “baik”.
Namun, gambaran global juga mencakup sisi sebaliknya. Kota Kinshasa di Republik Demokratik Kongo menjadi kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia pada pagi hari ini. Berikut adalah daftar kota besar global dengan kualitas udara terburuk:
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo: Mencapai skor AQI 205, masuk dalam kategori “sangat tidak sehat”.
- Karachi, Pakistan: Dengan skor AQI 197, dikategorikan “tidak sehat”.
- Delhi, India: Memiliki skor AQI 144, dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
- Jakarta, Indonesia: Tercatat dengan skor AQI 140, dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
- Johannesburg, Afrika Selatan: Mencapai skor AQI 138, dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
Memahami Indeks Kualitas Udara (AQI)
Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah sebuah sistem pengukuran yang digunakan untuk menginformasikan seberapa bersih atau tercemarnya udara yang kita hirup, serta potensi dampaknya terhadap kesehatan. Indeks ini menghitung konsentrasi berbagai polutan udara utama, yang meliputi:
- Partikulat halus (PM2.5)
- Partikulat kasar (PM10)
- Karbon monoksida (CO)
- Sulfur dioksida (SO2)
- Nitrogen dioksida (NO2)
- Ozon permukaan tanah (O3)
Penentuan skor AQI keseluruhan pada suatu waktu tertentu didasarkan pada polutan yang memiliki tingkat risiko paling tinggi, yaitu polutan dengan skor AQI tertinggi. Skala AQI berkisar dari 0 hingga 500, yang kemudian dikategorikan ke dalam enam tingkatan untuk memudahkan pemahaman publik:
- Baik: Skor AQI 0-50. Udara dianggap aman untuk dihirup oleh hampir semua orang.
- Sedang: Skor AQI 51-100. Kualitas udara dapat menimbulkan risiko kesehatan ringan bagi sebagian kecil orang yang sangat sensitif terhadap polusi.
- Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif: Skor AQI 101-150. Anggota kelompok sensitif (anak-anak, lansia, penderita penyakit kronis) mungkin mulai merasakan efek kesehatan. Masyarakat umum umumnya tidak terpengaruh.
- Tidak Sehat: Skor AQI 151-200. Semua orang mungkin mulai merasakan efek kesehatan. Anggota kelompok sensitif dapat mengalami efek yang lebih serius.
- Sangat Tidak Sehat: Skor AQI 200-299. Peringatan kesehatan dikeluarkan, menunjukkan bahwa setiap orang lebih mungkin terpengaruh.
- Berbahaya: Skor AQI 300-500. Kondisi ini dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius dan berkelanjutan bagi semua orang.
Memahami kategori-kategori ini sangat penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat demi menjaga kesehatan di tengah fluktuasi kualitas udara.


