Perayaan Hari Jadi Bogor ke-544: Merajut Kebanggaan Budaya Sunda dalam Kemegahan Acara
Kota Hujan, Bogor, merayakan Hari Jadi yang ke-544 dengan penuh semarak pada hari ini, Rabu, Juni 2026. Perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang kota dan memperkuat identitas budayanya. Baik Pemerintah Kota Bogor maupun Pemerintah Kabupaten Bogor turut serta dalam menyelenggarakan serangkaian acara yang dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Salah satu puncak perayaan yang paling mencuri perhatian adalah rapat paripurna istimewa yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kota Bogor. Sidang yang biasanya berlangsung formal ini tampil beda, memancarkan nuansa kearifan lokal yang kental. Para pejabat yang hadir, mulai dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0606/Kota Bogor, hingga jajaran petinggi lainnya, kompak mengenakan pakaian adat Sunda berwarna putih. Keseragaman busana ini menjadi simbol persatuan dan penghormatan terhadap akar budaya Sunda yang telah lama mengakar di tanah Bogor.
Sekitar pukul 09.00 WIB, suasana di sekitar Gedung DPRD Kota Bogor mulai ramai. Rombongan para pejabat tiba dengan cara yang unik dan menarik perhatian, yaitu menggunakan bus “uncal”. Kendaraan ikonik ini bukan hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga membawa nuansa nostalgia dan keakraban. Kedatangan mereka disambut meriah oleh pihak DPRD Kota Bogor. Alunan musik dari drum band dan gemulai tarian Jaipong mengiringi langkah para pejabat saat memasuki area gedung.
Para pejabat disambut dengan penuh penghormatan. Sejumlah pengawal yang mengenakan pakaian adat sebagai “pager bagus” mendampingi rombongan berjalan perlahan menuju gedung. Karpet merah yang tergelar menjadi penanda kemeriahan acara. Musik drum band kemudian berpadu dengan alunan musik degung Sunda yang khas, menciptakan atmosfer yang khidmat namun tetap meriah. Kesenian tradisional ini menjadi bagian tak terpisahkan dari penyambutan, menegaskan kembali kekayaan budaya Sunda yang menjadi ciri khas masyarakat Bogor.
Selain suguhan seni tari dan musik, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran “lengser”, salah satu ikon penting dalam perayaan adat Sunda. Sosok lengser yang biasanya hadir dengan tingkah jenaka dan penuh makna, menambah warna dan keunikan pada rangkaian acara. Kehadirannya seolah membawa pesan kehangatan dan keakraban yang menjadi esensi dari budaya Sunda.
Upaya pelestarian budaya juga terlihat jelas pada detail-detail kecil. Papan penyambutan yang terpasang di gedung DPRD pun sepenuhnya menggunakan Bahasa Sunda. Tulisan “Wilujeng sumping para uleman sawala Paripurna DPRD Kota Bogor,” yang berarti “Selamat datang para undangan rapat paripurna DPRD Kota Bogor,” menjadi bukti nyata komitmen untuk menghidupkan dan melestarikan bahasa leluhur. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga identitas bahasa di tengah arus globalisasi.
Suasana sukacita semakin terasa dengan banyaknya karangan bunga ucapan selamat yang menghiasi gedung DPRD Kota Bogor. Berbagai instansi, organisasi, dan masyarakat umum mengirimkan ucapan selamat Hari Jadi Bogor ke-544, menandakan rasa kebersamaan dan dukungan terhadap kemajuan kota. Keberagaman ucapan ini mencerminkan apresiasi yang luas terhadap peran dan kontribusi Kota Bogor.
Perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 ini menjadi lebih dari sekadar perayaan kota. Ini adalah sebuah pernyataan kuat tentang identitas budaya, kebanggaan terhadap warisan leluhur, dan semangat kebersamaan yang terus menyala di hati masyarakat Bogor. Melalui rangkaian acara yang sarat makna, Bogor tidak hanya merayakan usianya yang bertambah, tetapi juga meneguhkan kembali akar budayanya yang kaya dan berharga. Semangat ini diharapkan dapat terus membimbing Bogor menuju masa depan yang lebih gemilang, tetap berpegang pada kearifan lokal sambil terus berinovasi.










