Semangat HUT RI ke-81 : Pentahelix dan Relawan Kolaborasi Bersihkan Saluran Cipalasari Dayeuhkolot

KAB BANDUNG –YUTELNEWS.com// Dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-81, Tim Pentahelix Dayeuhkolot berkolaborasi dengan Relawan PRIMA dan warga setempat menggelar aksi pembersihan saluran irigasi dan anak Sungai Cipalasari yang mengalir hingga kawasan Cival 1, Minggu (9/8/2026).

Aksi ini sekaligus menjadi langkah antisipasi dini menghadapi potensi peningkatan curah hujan, agar saluran air tidak tersumbat yang dapat pmemicu banjir atau genangan.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pentahelix Dayeuhkolot serta para relawan fokus membersihkan area jembatan tertutup (crossing) sepanjang 100 meter di depan Bulog, Jalan Raya Moh Toha-Dayeuhkolot serta mengeruk tumpukan sampah, kayu gelondongan dan endapan lumpur.

Tak hanya itu, mereka juga membersihkan saluran drainase sepanjang 300 meter yang melintasi area belakang pom bensin dan pabrik Sparta, Desa Dayeuhkolot.

Namun di tengah pekerjaan yang berat, para relawan mendapat kejutan tak terduga. Saat menyusuri bagian dalam jembatan tertutup yang gelap, sempit, dan minim sirkulasi udara, mereka menemukan dua ekor ular sanca berukuran cukup besar.

Diperkirakan panjang masing-masing mencapai tiga meter, dengan berat lebih dari 5 kilogram.

Kondisi lokasi yang tidak memiliki bak kontrol membuat akses pembersihan sangat terbatas dan berisiko tinggi. Meski demikian, para relawan tetap bekerja dengan penuh kehati-hatian demi melancarkan aliran air yang terhubung langsung ke anak Sungai Cipalasari.

Perwakilan Pentahelix Dayeuhkolot, Adi Setiadi, mengatakan kegiatan ini adalah bukti kepedulian bersama.

“Kami berupaya maksimal membersihkan tumpukan sampah meski medan cukup sulit. Bukan hanya soal sampahnya, tapi kondisi saluran ini memang butuh perawatan rutin agar tidak menimbulkan masalah bagi warga,” ujar Adi di lokasi kegiatan.

Adi menambahkan, keselamatan seluruh relawan menjadi prioritas utama. “Penemuan ular ini mengingatkan kami semua untuk lebih waspada. Lokasi yang gelap dan tertutup memang rawan menjadi tempat tinggal satwa liar jika saluran air tidak terawat dengan baik,” jelasnya.

Dengan peralatan seadanya, tumpukan sampah, kayu gelondongan, berhasil diangkat secara bertahap, sehingga aliran air kembali lancar.

Selain membersihkan area jembatan tertutup, tim juga melanjutkan pengerukan sedimen di sepanjang 200 meter aliran anak Sungai Cipalasari.

Melalui kegiatan ini, Pentahelix dan Relawan PRIMA ingin mengajak seluruh elemen masyarakat menyadari bahwa menjaga saluran air bukan tanggung jawab satu pihak saja.

“Jika saluran tersumbat, dampaknya akan dirasakan bersama. Semoga sinergi ini terus terjaga, sebagai wujud kemerdekaan yang bermanfaat bagi lingkungan dan sesama,” pungkas Adi.(**)

YANS.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED