BURU, Yutelnews.com.
Seorang warga dan petani di Kabupaten Buru memberikan apresiasi terhadap program pembangunan pemerintah di sektor pertanian, khususnya pembangunan bendungan dan jaringan irigasi. Namun di sisi lain, ia menyoroti keterlambatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang dinilai baru dimulai beberapa bulan terakhir, sehingga mengganggu jadwal penanaman dan masa panen masyarakat.Sabtu (22/8/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan warga saat diwawancarai langsung di lokasi persawahan. Ia mengaku sudah lama tidak dapat menggarap lahan pertanian karena masih menunggu aliran air irigasi mengalir lancar. “Mungkin empat sampai lima bulan ini saya belum bisa kerja di lahan, baru terlihat ada pekerjaan mulai bulan bulan bulan mungkin, ungkapnya dalam video berdurasi 46 detik tersebut.
Warga tersebut menilai secara umum kinerja pemerintah sudah positif dengan adanya anggaran berkelanjutan yang dialokasikan untuk pembangunan bendungan hingga jaringan irigasi. Namun masyarakat belum mengetahui secara pasti kendala apa yang menyebabkan pekerjaan di lapangan tertunda. “Pemerintah sudah bagus, anggaran untuk bendungan terus irigasi juga berlanjut. Cuma mungkin ada kendala, apa itu kami di masyarakat belum tahu juga,” ujarnya.
Ia juga meluruskan bahwa pekerjaan yang saat ini sedang berjalan bukan merupakan kelanjutan dari pengerjaan di bagian hulu, melainkan baru dimulai di bagian tengah saluran irigasi. “Kalau di bagian depan itu pekerjaan lanjutan, kalau yang ini baru di pertengahan saja,” tambahnya.
Pernyataan warga ini muncul di tengah sorotan masyarakat terhadap proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Buru yang sebelumnya diberitakan belum tuntas di beberapa titik. Warga berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan terkait jadwal penyelesaian dan memastikan aliran air dapat segera dimanfaatkan petani untuk kembali menggarap lahan pertaniannya.
(Kabiro ambon danni S.)









































