Asep Gajah di Dayeuhkolot Sebagai Inisiator kepedulian Kaum Marginal Terhadap Lingkungan Untuk Berbuat Cegah Banjir

Bandung – YUTELNEWS.com// Berawal dari jalanan sampai akhirnya peduli terhadap lingkungan. Seorang warga kp Citeureup Desa Dayeuhkolot, Agus Heriyadi yang akrab dipanggil mang Asep Gajah, saat ini sudah membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan hal yang dianggap penting dalam kebersihan lingkungan, seperti turun ke saluran drainase air untuk mengangkat sampah yang menyumbat dan mengkoordinasikan kepada tim Pentahelix Dayeuhkolot jika adanya hal yang mengakibatkan terjadinya banjir.

Seperti peribahasa, tak ada gading yang tak retak, yang artinya tak ada manusia yang sempurna. Meskipun mang Asep Gajah ini merupakan orang jalanan yang jauh dari kata sempurna, bahkan sebagian orang menganggapnya sebagai Preman di Dayeuhkolot, tetapi mang Gajah ini bisa melakukan perbuatan yang tidak semua bisa terhadap kepedulian lingkungan yang ada.

Dengan kemauan sendiri dan mau peduli terhadap permasalahan banjir di Dayeuhkolot, dirinya mau terlibat langsung membantu kegiatan penanagan banjir yang dilakukan tim Pentahelix Dayeuhkolot bersama Prima pada saat ini diberbagai wilayah titik banjir.

Peribahasa “Tak ada Gading Yang Tak Retak,” ini memang menggambarkan dirinya. Bagaimana tidak, namanya adalah Asep Gajah walaupun bukan nama sebenarnya. Dulu dia selalu berpikir bekerja untuk mendapatkan uang saja. Seiring berjalannya waktu, mang Asep Gajah banyak belajar bahwa bekerja bukan hanya soal uang saja. Bekerja dijalan dengan apa yang bisa dilakukan, dirinya lakukan.

Namun setelah adanya Pentahelix Dayeuhkolot, dirinya tanpa melihat itu semu. Kehidupan manusia dan alam menurutnya harus bersatu, karna lingkungan menjadi bagian dari hidup, sehingga mengajarkan dia untuk peduli terhadap orang lain, lingkungan dan terus mengukur kemampuan diri untuk mencintai alam.

Bersama Pentahelix, mang Asep Gajah selalu aktif jika ada penanganan di titik banjir, seperti pengangkatan sendimen di beberapa drainase dan anak sungai di Dayeuhkolot.

Dengan program penanganan banjir di Dayeuhkolot oleh tim Pentahelix, mang Gajah mendapatkan inspirasi untuk menjadi insan yang lebih baik. Kekompakan atas kesadaran lingkungan semua warga masyarakat, menjadi instrumen penting untuk kekuatan meredam kebencian alam atas keserakahan yang mengakibatkan banjir di Dayeuhkolot.

Yans.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED