BANDUNG –YUTELNEWS.com// Pemerintah Kecamatan Nagreg terus mendorong penguatan kolaborasi pembangunan yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat/komunitas, dan media atau dikenal dengan pendekatan pentahelix.
Camat Nagreg, H. Perdana Firmansyah, S.STP, M.Si, menyampaikan bahwa pola kolaborasi tersebut pada dasarnya telah tumbuh dalam berbagai kegiatan pembangunan di Kecamatan Nagreg dan perlu terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.
“Pentahelix bagi kami bukan sekadar istilah atau konsep. Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, masyarakat, dan media dapat bekerja pada tujuan yang sama sesuai peran dan kompetensinya masing-masing,” ujar Camat Nagreg,pada Jumat (18/09/2026).
Menurutnya, sejumlah praktik kolaboratif telah terlihat dalam pengembangan potensi desa, antara lain pada sektor pertanian dan agroteknologi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pariwisata desa, UMKM, ketahanan pangan, lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Salah satu contoh yang berkembang adalah kolaborasi di Desa Citaman, melalui pengembangan potensi Ubi Madu dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan pemerintah desa, kelompok masyarakat dan petani, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” jelas Camat H Perdana.
Ia mengungkapkan kolaborasi antara masyarakat Desa Citaman dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) juga telah berkembang melalui kegiatan penelitian, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk unggulan, hingga peningkatan kapasitas komunitas desa.
Selain itu, lanjut Camat Perdana, Kecamatan Nagreg memiliki pengalaman penerapan pola pentahelix dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk kolaborasi antara kelompok tani, koperasi, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan berbagai mitra dalam pengembangan komoditas pertanian.
“Pada sektor pariwisata, potensi Desa Nagreg Kendan juga menjadi salah satu ruang yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media, dengan mengangkat kekuatan sejarah, budaya, alam, ekonomi kreatif, dan produk lokal,” tuturnya.
Camat Nagreg H Perdana menegaskan bahwa peran pemerintah dalam pendekatan tersebut bukan untuk mengambil alih seluruh kegiatan, melainkan menjadi orkestrator dan fasilitator yang mempertemukan potensi, kebutuhan masyarakat, pengetahuan akademik, investasi dan pasar, serta dukungan komunikasi publik.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Akademisi membawa pengetahuan dan inovasi, dunia usaha membuka akses ekonomi dan pasar, masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan, sedangkan media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi, membangun optimisme, sekaligus menghadirkan kontrol sosial,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Nagreg mendorong agar pendekatan pentahelix semakin diarahkan pada pembangunan yang berbasis potensi masing-masing desa. Setiap desa tidak harus memiliki program yang sama, tetapi dapat mengembangkan keunggulan lokalnya dengan dukungan jejaring kolaborasi yang tepat.
Beberapa ruang kolaborasi yang dapat terus diperkuat meliputi :
1. Pertanian, ketahanan pangan, dan agroteknologi, termasuk pengembangan komoditas unggulan serta hilirisasi produk pertanian;
2. UMKM, koperasi, dan ekonomi desa, termasuk penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan akses pasar;
3. Pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif, berbasis kekayaan sejarah, alam, dan budaya lokal;
4. Pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia;
5. Lingkungan hidup dan pengelolaan kawasan;
6. Infrastruktur dan konektivitas wilayah; serta
7. Transformasi digital, inovasi pelayanan publik, dan promosi potensi Kecamatan Nagreg.
Forum-forum lintas sektor yang selama ini dilaksanakan di Kecamatan Nagreg juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi berbagai unsur tersebut.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya kerja sama sesaat, tetapi ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan. Setiap desa memiliki potensi, setiap pihak memiliki kemampuan, dan tugas kita adalah mempertemukan semuanya agar menghasilkan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat Nagreg,” kata Camat.
Pemerintah Kecamatan Nagreg juga membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, organisasi masyarakat, media, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan inovasi dan potensi wilayah.
Dengan kolaborasi tersebut, Kecamatan Nagreg diharapkan semakin berkembang sebagai wilayah yang mampu mengoptimalkan potensi lokal dengan pendekatan pembangunan yang kolaboratif, inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
“Nagreg tidak harus memulai pentahelix dari nol. Jejaring dan praktik kolaborasinya sudah tumbuh. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah menghubungkan, memperkuat, dan mengarahkannya pada tujuan pembangunan yang sama,” pungkasnya.
Yans







