Pelalawan – Yutelnews.com ||
Ada apa dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pelalawan? Di saat Presiden Prabowo Subianto tancap gas menyukseskan program prioritas untuk gizi anak bangsa, keberadaan Kantor Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan justru tidak diketahui, alias ghaib. Kuat dugaan, kantor koordinator wilayah kabupaten hingga hari ini belum ada.
Kejanggalan ini terungkap setelah Satgas Wasmas MBG Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Pelalawan mencoba melakukan tugas resmi sesuai instruksi Ketua Umum PKN Patar Sihotang, S.H., M.H. untuk menyerahkan surat pemberitahuan keberadaan Satgas Wasmas kepada Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan.
Niat baik untuk bersinergi itu justru berujung kekecewaan. Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan yang bernama Hanafi sangat sulit ditemui. Dihubungi via telepon tidak diangkat, di chat WhatsApp tidak dibalas. Padahal Satgas Wasmas hanya ingin mengantar surat resmi.
“Kami ini hanya ingin memasukkan surat pemberitahuan keberadaan Satgas Wasmas MBG di Pelalawan sesuai instruksi Ketum kami Bapak Patar Sihotang. Kok susahnya minta ampun. Hanafi selaku Koordinator Kabupaten sulit sekali dihubungi, angkat telepon susah, balas WA susah,” keluh salah seorang anggota Satgas Wasmas MBG PKN Pelalawan dengan nada kesal.
Lebih miris lagi, kejadian serupa juga terjadi di tingkat kecamatan. Koordinator SPPG MBG Kecamatan Pangkalan Kuras (Korcam) yang bernama Diswanto diduga memblokir nomor WhatsApp anggota Satgas Wasmas MBG PKN Kabupaten Pelalawan.
Padahal, menurut anggota Satgas, pada hari Minggu 20 September 2026 komunikasi masih terjalin dengan baik. Namun pada hari Senin, saat anggota Satgas mencoba menghubungi Korcam Pangkalan Kuras Diswanto, keanehan terjadi. Panggilan pertama dan kedua masih berdering, namun pada panggilan ketiga langsung memanggil (call ended) dan saat di-chat via WhatsApp langsung centang satu.
“Masa dua kali panggilan masih berdering, panggilan ketiga langsung memanggil dan di-WA langsung ceklis satu. Kami jadi bertanya-tanya, ada apa dengan Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan ini? Kok rasa-rasanya alergi sekali dihubungi Satgas Wasmas PKN? Ada apa yang ditutupi?” ujar anggota Satgas.
Perlu diketahui, sebelumnya pada hari Kamis tanggal 17 September, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, Asril, bahkan telah mengarahkan Satgas Wasmas MBG PKN Adam Silaen untuk langsung menghubungi Hanafi selaku Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan.
Pihak Dinas Kesehatan dan Kadis Kesehatan Asril sendiri yang memberikan nomor telepon dan WhatsApp Hanafi kepada Satgas Wasmas. “Tanyakan kepada beliau saja langsung,” kata Kadis Kesehatan saat itu, menunjukkan bahwa Dinkes pun mengakui Hanafi adalah pintu masuknya.
Namun fakta di lapangan berkata lain. Nomor yang diberikan Dinkes tersebut seolah menjadi nomor hantu. Tidak ada respon sama sekali. Lantas, di mana kantornya? Di mana alamat jelasnya sebagai koordinator kabupaten yang mengurusi triliunan anggaran MBG untuk anak-anak Pelalawan?
Kondisi ini sangat memprihatinkan dan patut diduga ada yang tidak beres. Bagaimana mungkin program sepenting MBG yang menyangkut hajat hidup anak-anak sekolah, koordinatornya tidak memiliki kantor yang jelas dan alergi terhadap lembaga pengawasan resmi?
Jika Koordinator Kabupaten dan Korcam saja sudah menunjukkan sikap anti kritik dan alergi pengawasan sejak awal, bagaimana publik bisa yakin bahwa pengelolaan SPPG MBG di Pelalawan berjalan bersih, transparan, dan sesuai standar gizi?
Jangan sampai sikap tertutup ini menjadi indikasi adanya praktik-praktik nakal di balik program MBG, seperti sunat porsi, makanan tidak layak, atau permainan anggaran yang merugikan negara dan merampok hak gizi anak.
Oleh karena itu, Satgas Wasmas MBG PKN Kabupaten Pelalawan secara tegas meminta kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bapak Dr Sudaryono untuk segera mengevaluasi dan mencopot Koordinator SPPG MBG Kabupaten Pelalawan Sdr. Hanafi dan Korcam Pangkalan Kuras Sdr. Diswanto.
“Kami minta BGN pusat turun tangan. Evaluasi secepatnya. Ganti koordinator yang tidak mau bersinergi dengan pengawasan. MBG di Pelalawan butuh koordinator yang terbuka, punya kantor jelas, dan mau diawasi, bukan yang ghaib dan main blokir-blokiran. Ini program Presiden, jangan dirusak oleh oknum koordinator,” pungkas Anggota Satgas Wasmas MBG PKN Pelalawan dengan tegas.
Hingga berita ini terbit kordinator MBG Hanafi masih susah ditemui serta di hubungi lewat telepon tak di jawab WhatsApp gak di balas padahal sudah centang dua, dan Korcam pangkalan kuras Diswanto masih memblokir WhatsApp Satgas Wasmas MBG Pemantauan Keuangan Negara ( PKN ).|| TIM


