Bandung — YUTELNRWS.com// Pembangunan keluarga tidak cukup hanya dirancang dalam dokumen dan program kerja. Di lapangan, keberhasilannya ditentukan oleh sejauh mana informasi, pendampingan, dan layanan benar-benar dapat menjangkau keluarga.
Di balik setiap keluarga terdapat persoalan yang berbeda. Ada kebutuhan informasi, persoalan sosial, kebutuhan layanan, hingga berbagai tantangan yang membutuhkan komunikasi dan pendampingan secara berkelanjutan.
Karena itu, Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki posisi penting sebagai bagian dari upaya mendekatkan program pembangunan keluarga kepada masyarakat.
Semangat memperkuat peran tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kecamatan Arjasari, yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DALDUKPPA) Kabupaten Bandung, pada Selasa (22/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali pelaksanaan tugas TPK sekaligus memperkuat koordinasi agar pendampingan keluarga di tingkat kewilayahan dapat berjalan semakin optimal.
Sekretaris DALDUKPPA Kabupaten Bandung, Ade Yeni Noberti, S.Sos., M.Si., menyampaikan materi dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut.
Bagi DALDUKPPA, monitoring dan evaluasi tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas. Lebih jauh, forum tersebut menjadi ruang untuk melihat dinamika di lapangan, mengidentifikasi berbagai kendala, sekaligus menyusun langkah perbaikan secara bersama.,” ujar Yeni Nobertia.
Ketika Evaluasi Menjadi Ruang Belajar
Dalam sebuah program pelayanan masyarakat, evaluasi memiliki arti penting.
Apa yang sudah berjalan dengan baik dapat dipertahankan dan diperkuat. Sementara persoalan yang masih ditemukan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki pola kerja.
Pendekatan tersebut juga relevan dalam pelaksanaan pendampingan keluarga.
Setiap kendala yang ditemukan TPK di lapangan perlu dikomunikasikan agar tidak menjadi persoalan yang dihadapi sendiri-sendiri.
Dengan koordinasi yang baik, berbagai pihak dapat memahami kondisi secara lebih utuh dan menentukan tindak lanjut sesuai tugas serta kewenangannya.
Karena itu, monitoring dan evaluasi TPK Kecamatan Arjasari diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara TPK, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya.
TPK, Ujung Kedekatan Pemerintah dengan Keluarga
TPK bukan sekadar bagian dari sebuah program administratif.
Di tingkat masyarakat, pendamping keluarga berada pada posisi yang relatif dekat dengan keluarga. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Pendampingan juga tidak berhenti pada aktivitas datang dan mencatat.
Ada proses mendengar.
Ada proses memahami.
Ada proses memberikan informasi.
Dan ada proses menghubungkan keluarga dengan layanan atau dukungan yang tersedia sesuai ketentuan dan kewenangan.
Karena keluarga memiliki kondisi yang beragam, pendekatan pendampingan pun membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan pemahaman terhadap karakter masyarakat.
Semakin baik komunikasi dibangun, semakin terbuka ruang bagi keluarga untuk menyampaikan kebutuhan dan memahami informasi yang diberikan.
Bangga Kencana Dimulai dari Pengetahuan Keluarga
Program Bangga Kencana memiliki keterkaitan dengan pembangunan keluarga dan kependudukan. Implementasinya di tengah masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai unsur hingga tingkat kewilayahan.
Di sinilah edukasi menjadi bagian penting.
Informasi mengenai pembangunan keluarga perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Masyarakat juga perlu memiliki ruang untuk bertanya dan memperoleh penjelasan sesuai kebutuhan.
Pendekatan edukatif tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut memahami pentingnya perencanaan dan pembangunan keluarga secara berkelanjutan.
Dengan pengetahuan yang semakin baik, keluarga diharapkan dapat lebih memahami berbagai pilihan, layanan, serta dukungan yang tersedia di lingkungan mereka.
Koordinasi Bukan Pelengkap, tetapi Kekuatan
Pembangunan keluarga merupakan pekerjaan bersama.
Pemerintah kecamatan memiliki fungsi koordinasi kewilayahan. Pemerintah desa memiliki kedekatan dengan masyarakat. TPK menjalankan pendampingan di lapangan. Sementara unsur lainnya dapat memberikan dukungan sesuai tugas masing-masing.
Ketika semua unsur bergerak dengan komunikasi yang baik, pendampingan akan memiliki fondasi yang lebih kuat.
Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi di Arjasari diharapkan tidak berhenti sebagai catatan kegiatan.
Evaluasi perlu diterjemahkan menjadi perbaikan komunikasi, peningkatan koordinasi, serta penguatan kualitas pelaksanaan tugas TPK.
Sebab, keberhasilan program pembangunan keluarga tidak hanya dilihat dari berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan.
Yang tidak kalah penting adalah seberapa jauh manfaatnya dapat dipahami dan dirasakan masyarakat.
Dari Pendampingan Menuju Keluarga Berkualitas
Membangun keluarga berkualitas bukan pekerjaan sehari atau dua hari.
Ia membutuhkan edukasi yang konsisten, komunikasi yang terbuka, pendampingan yang berkelanjutan, serta keterlibatan banyak pihak.
Satu informasi yang dipahami dengan baik dapat membantu keluarga mengambil keputusan secara lebih terencana.
Satu pendampingan yang dilakukan dengan tepat dapat membuka akses keluarga terhadap informasi dan layanan yang dibutuhkan.
Dan satu lingkungan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan keluarga dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas.
Karena itu, penguatan TPK pada dasarnya bukan hanya tentang kelembagaan.
Di dalamnya terdapat upaya menghadirkan pelayanan pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, DALDUKPPA Kabupaten Bandung mendorong TPK untuk terus meningkatkan koordinasi, memperkuat pemahaman tugas, dan meningkatkan kualitas pendampingan di lapangan.
Dari Arjasari, sebuah pesan sederhana tetapi penting kembali ditegaskan:
pendampingan keluarga harus hadir di tengah keluarga—mendengar persoalan, memahami kebutuhan, memberikan informasi, dan bersama-sama mencari jalan keluar sesuai peran dan kewenangan.
Sebab, keluarga yang memiliki pengetahuan dan akses terhadap layanan akan memiliki modal yang lebih kuat untuk membangun kehidupan keluarga yang berkualitas.
Pada akhirnya, pembangunan keluarga bukan sekadar tentang program pemerintah.
Ia adalah tentang manusia, tentang keluarga, dan tentang bagaimana negara hadir melalui pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Bersama memperkuat pendampingan, bersama menghadirkan layanan keluarga yang semakin dekat dengan masyarakat.,” pungkasnya.
Tambahkan sambutan Yuni Kepala
UPTD DALDUKPK Arjasari Seluruh Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kecamatan Arjasari Monitoring dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Se-kecamatan Arjasari sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan pendampingan keluarga di tingkat kewilayahan. pada hari Selasa, 22 September 2026.
Kami memberikan ucapan Terimakasih dan Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh TPK se-Kecamatan Arjasari atas kekompakan dan dedikasinya dengan mengikuti seluruh rangkaian Kegiatan tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga seluruh TPK Kecamatan Arjasari
Semoga upaya yang telah kita lakukan dapat memberikan dampak nyata khususnya di Kecamatan Arjasari dan Membangun Keluarga yang berkualitas.
Yans.


