BURU MALUKU, YUTELNEWS.COM — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buru menegaskan sikap tegas terkait keberadaan Pos Pengamanan (Pos Pam) TNI di kawasan pertambangan Gunung Botak pada, Senin (19/10/2026).
Menurut PMII, kehadiran aparat keamanan di sana bukan hal yang perlu ditolak, melainkan wujud nyata negara hadir menjaga stabilitas sekaligus mengawal proses penataan pertambangan agar berjalan sesuai hukum.
PMII Buru memandang, keberadaan Pos Pam TNI harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan publik bukan kepentingan kelompok tertentu.
Kehadiran ini penting guna menjaga keamanan mencegah konflik dan menciptakan ruang yang kondusif sehingga penataan kawasan pertambangan dapat berlangsung tertib, terukur, dan bertanggung jawab.
“Penataan Gunung Botak tidak boleh semata-mata berorientasi pada keamanan yang sama pentingnya adalah kepastian hukum, perlindungan masyarakat, pemulihan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi rakyat,” tegas PMII Buru dalam pernyataannya.
PMII menghormati hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat dan kritik. Namun, seluruh argumen hendaknya dibangun di atas fakta dan kepentingan masyarakat luas bukan didorong kepentingan tertentu.
“Tidak boleh ada pihak yang merasa berada di atas hukum di kawasan Gunung Botak setiap aktivitas pertambangan wajib tunduk pada aturan perundang-undangan yang berlaku,” pesan organisasi mahasiswa ini.
Penegakan hukum pun diminta berjalan secara profesional, transparan, dan tidak diskriminatif PMII Buru menegaskan; Gunung Botak harus ditata bukan dipolitisasi.
Tujuannya satu keamanan terjaga lingkungan dipulihkan dan masyarakat Buru memperoleh manfaat yang adil dari kekayaan alam yang dimilikinya.
(Korwil.m.LD Rama)





















