Gelar Silaturahmi di Sultan Coffee, Kapolres Pelalawan Ajak Puluhan Insan Pers Bersinergi Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Pelalawan – yutelnews.com ||
Suasana Sultan Coffee, Jalan Sultan Syarif Hasyim, Senin malam (19/10/2026) terasa berbeda. Tanpa sekat, tanpa formalitas, Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur A, S.Sos., S.I.K., M.H., duduk melingkar bersama sekitar 30 insan pers Pelalawan.

Dari pukul 20.20 hingga 22.00 WIB, kopi dan diskusi mengalir. Turut mendampingi Kasat Binmas AKP Edy Haryanto, Kasi Humas AKP Thomas Bernardes Siahaan, Kasat Narkoba Iptu Rudi Sahputra, KBO Intelkam Ipda Ariyanto, dan Kanit IV Reskrim Ipda Rizky Muhammad.

Hadir lengkap para ketua organisasi pers, mulai dari Ketua PWI Samsul Bahri, Ketua IWO Ahmad Rafles, Ketua PPWI Amir, Ketua SIJI Amri Koto, Ketua PW FRN Dedy Rizaldi, CLA, Ketua GWI Dian Puga, Ketua JMSI Erik Suhendra, hingga ketua PJS, IPJI, PJI dan KT ATAP.

Kapolres AKBP Ahmad Nur menyampaikan apresiasi mendalam atas peran media sebagai corong informasi publik.

“Saya menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara Polri dan media agar informasi Kamtibmas dapat disampaikan cepat, tepat, dan akurat. Mari bersama menjaga Pelalawan tetap aman, damai, dan kondusif,”ujarnya.

Ia juga mengajak media untuk terus mengedepankan verifikasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, dan informasi provokatif.

Sambutan hangat itu dibalas dengan harapan yang tak kalah humanis. Mewakili insan pers, Ketua PW FRN Pelalawan, Dedy Rizaldi, CLA, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Kapolres yang baru.

Menurut Dedy, silaturahmi ini menjadi oase di tengah dinamika hubungan Polri dan media yang kadang naik turun.

“Terima kasih Pak Kapolres, malam ini kami merasa benar-benar dirangkul sebagai mitra. Kami di FRN siap bersinergi, mendukung program Kamtibmas yang humanis,” ujar Dedy.

Dedy juga menyelipkan pesan yang disampaikan dengan nada santai namun penuh makna, mewakili keresahan wartawan di lapangan.

“Kami hanya titip satu, Pak. Kalau nanti ada pemberitaan yang kurang berkenan, jangan langsung main blokir nomor wartawan. Tegur kami, panggil kami ngopi seperti malam ini. Karena bagi kami, komunikasi yang humanis jauh lebih mendidik daripada blokir. Kami juga ingin belajar,”ungkap Dedy disambut tawa dan tepuk tangan rekan-rekan media.

Pesan itu mencairkan suasana. Dedy menegaskan, insan pers Pelalawan siap mendukung tugas kepolisian dengan pemberitaan yang berimbang, profesional, dan tetap kritis secara konstruktif.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Bukan sekadar seremoni, tapi komitmen bersama. Pelalawan aman tidak bisa diwujudkan sendiri, butuh kolaborasi hati antara Polri dan insan pers.|| AS

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED