Warga Sijantung dan Dapur 3 Rempang Dukung Pembangunan, Minta BP Batam Libatkan Masyarakat Secara Langsung

YUTELNEWS.com. |REM­PANG GALANG – Masyarakat Sijantung dan Dapur 3, Kecamatan Galang, Kota Batam, menyatakan dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan kawasan Rempang. Namun, dukungan tersebut disertai sejumlah tuntutan agar masyarakat lokal dilibatkan secara langsung dalam setiap proses pengambilan kebijakan yang menyangkut kehidupan dan masa depan mereka.

Sikap tersebut disampaikan masyarakat melalui aksi orasi di wilayah Rempang, Sabtu (31/10/2026). Dalam penyampaian aspirasi itu, warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan. Sebaliknya, masyarakat berharap pembangunan Rempang mampu membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, serta memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.

Meski demikian, masyarakat mengingatkan agar proses pembangunan tidak mengabaikan hak, keberadaan, aspirasi, dan kepentingan warga lokal.

Ada tiga poin utama yang menjadi penekanan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tersebut.

Pertama, masyarakat menuntut keterlibatan langsung dalam pembangunan.

Warga Sijantung dan Dapur 3 meminta agar setiap kebijakan maupun program pembangunan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dilakukan melalui komunikasi terbuka, konsultasi, serta musyawarah bersama warga dan tokoh masyarakat yang memiliki kepercayaan serta mandat dari lingkungan setempat.

Menurut masyarakat, pihak yang paling terdampak oleh kebijakan pembangunan harus memperoleh ruang yang cukup untuk menyampaikan pendapat dan menentukan sikap.

Mereka berharap jangan sampai proses pembangunan hanya melibatkan institusi atau kelompok tertentu, sementara masyarakat lokal justru tidak mendapatkan kesempatan yang memadai untuk menyampaikan aspirasi.

Kedua, keberatan terhadap pelibatan pihak eksternal tanpa mandat masyarakat.

Masyarakat juga menyampaikan keberatan terhadap pelibatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun kelompok eksternal dalam proses komunikasi dan pembahasan kepentingan warga apabila pihak tersebut tidak memiliki mandat serta persetujuan yang jelas dari masyarakat yang diwakilinya.

Keberatan itu turut ditujukan terhadap kemungkinan pelibatan pihak eksternal melalui fasilitasi BP Batam maupun institusi lainnya.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menutup ruang partisipasi bagi pihak mana pun. Namun, setiap pihak yang mengatasnamakan masyarakat harus memiliki kapasitas, legitimasi, serta mandat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih representasi, perbedaan kepentingan, dan kesalahpahaman dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Rempang.

Ketiga, mencegah potensi konflik sosial dan perpecahan masyarakat.

Masyarakat turut mengingatkan bahwa Rempang memiliki sejarah, ikatan kekeluargaan, serta hubungan sosial yang harus dihormati oleh seluruh pihak.

Karena itu, proses pembangunan diharapkan tidak menimbulkan persoalan baru akibat pendekatan yang kurang memperhatikan kondisi sosial masyarakat.

Warga menilai, komunikasi yang tidak melibatkan pihak-pihak yang benar-benar dipercaya masyarakat berpotensi memunculkan kesalahpahaman dan ketegangan sosial.

Atas dasar itu, BP Batam dan seluruh pemangku kepentingan diminta mengedepankan dialog, musyawarah, transparansi, serta penghormatan terhadap mekanisme representasi masyarakat.

PEMBANGUNAN REM­PANG DIHARAPKAN BERJALAN BERSAMA MASYARAKAT

Lebih lanjut, masyarakat Sijantung dan Dapur 3 berharap pemerintah, BP Batam, investor, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memahami bahwa keberhasilan pembangunan Rempang tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi, pembangunan infrastruktur, maupun pertumbuhan ekonomi.

Menurut mereka, keberhasilan pembangunan juga harus dilihat dari sejauh mana masyarakat lokal memperoleh manfaat dan dilibatkan secara bermakna dalam proses pembangunan tersebut.

Masyarakat juga meminta adanya mekanisme komunikasi dan koordinasi yang jelas antara warga, pemerintah, BP Batam, dan investor. Dengan demikian, tidak terjadi perbedaan klaim mengenai pihak yang berhak menyampaikan atau mewakili kepentingan masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat menyampaikan pesan bahwa dukungan terhadap pembangunan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak dan aspirasi warga lokal.

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami ingin pembangunan Rempang berjalan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tetapi jangan bangun Rempang dengan mengabaikan masyarakatnya. Jangan hadirkan pihak-pihak yang tidak memiliki mandat dan legitimasi dari masyarakat untuk berbicara atas nama kami,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Masyarakat juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif, menghindari provokasi, serta menjadikan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Mereka berharap pembangunan Rempang dapat berjalan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat lokal, menjaga persatuan, dan menciptakan kesejahteraan bersama.

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan siaran pers Perwakilan Masyarakat Sijantung dan Dapur 3 Rempang Galang tertanggal 31 Oktober 2026. Untuk memenuhi prinsip keberimbangan, tanggapan BP Batam dan pihak-pihak yang disebut terkait pelibatan kelompok eksternal perlu dimintakan sebagai konfirmasi dan hak jawab.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED