Tak Menyerah Meski Hampir Rugi! BUMDes Neglasari Tetap Hidup, Kades Lili Rahman: Jangan Biarkan Usaha Ini Mati

YUTELNEWS.com | SUKABUMI — Pemerintah Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, bersama BUMDes Berdaya terus menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan melalui usaha peternakan ayam petelur. Program yang bersumber dari Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2025 ini tetap berjalan meski dihadapkan kenaikan biaya produksi, khususnya harga pakan yang terus melonjak. Kamis ( 1/10/2026 )

Kepala Desa Neglasari, Lili Rahman, menyatakan keberlanjutan usaha ini adalah wujud tanggung jawab menjaga amanah pengelolaan anggaran negara sekaligus memastikan program memberi manfaat ekonomi nyata bagi warga.

“Alhamdulillah sampai saat ini BUMDes Berdaya masih tetap eksis. Kami bertahan karena ini tanggung jawab menjalankan program ketahanan pangan sekaligus mempertanggungjawabkan penggunaan uang negara,” ujarnya.

Usaha ini dikelola dalam skala mikro dengan populasi sekitar 1.000 ekor ayam, sehingga kemampuan menyerap kenaikan biaya produksi masih sangat terbatas.

Berdasarkan perhitungan yang disampaikan pemerintah desa, pendapatan dari penjualan telur berada di kisaran Rp1.250.000 per hari, sementara kebutuhan pakan mencapai Rp1.200.000 per hari. Sisa keuntungan yang ada sangat tipis dan belum mencakup biaya perawatan serta operasional lainnya.

“Margin yang tersisa sangat kecil. Belum lagi ada kebutuhan lain seperti perawatan dan biaya operasional,” jelas Lili Rahman.

Kondisi semakin berat karena harga telur tidak mengalami kenaikan sebanding dengan lonjakan harga pakan. Keberlangsungan usaha tidak hanya bergantung pada modal awal, melainkan juga kestabilan biaya produksi dan harga jual hasil ternak.

Oleh karena itu, Lili Rahman memohon perhatian pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap beban yang dirasakan peternak kecil.

“Kami mohon agar harga pakan tidak terus naik. Kami ini peternak kecil, skala usaha mikro. Kalau harga pakan tinggi sementara harga telur tidak sebanding, tentu sangat berat bagi kami mempertahankan usaha,” katanya.

Pemerintah Desa Neglasari tidak ingin program berhenti hanya karena tekanan biaya. BUMDes harus tetap hidup dan menjadi penggerak ekonomi desa.

“BUMDes harus tetap bertahan. Yang paling penting: bagaimana usaha ini tetap hidup dan uang negara yang dipercayakan kepada desa bisa dipertanggungjawabkan melalui kegiatan yang produktif,” tegasnya.

Program ini sejalan dengan arah penguatan BUMDes dan ketahanan pangan di Kecamatan Purabaya. Pada tahun 2025, DPMD Kabupaten Sukabumi telah melakukan pembinaan terkait pemanfaatan Dana Desa untuk penyertaan modal ketahanan pangan, menekankan kesesuaian usaha dengan potensi desa serta transparansi laporan keuangan.

Pengelolaan akan terus dievaluasi secara berkala, mencakup produktivitas, biaya pakan, harga telur, arus kas, laba-rugi, hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ketahanan pangan bukan sekadar penyaluran modal, melainkan membangun usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.

“Harapan kami sederhana: perhatikan peternak kecil. Jangan sampai usaha yang sudah dibangun akhirnya terhenti. Kami ingin BUMDes Neglasari tetap hidup, berkembang, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Lili Rahman.

Reporter: Mirna
Kabiro Sukabumi

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED