Sinergi Positif. Hasil Pelatihan Vokasional Kemensos Bersama LPK Surly, Salurkan Siswa Kerja di PT Kreasi Garment Cirebon

YUTELNEWS.com | SUKABUMI – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Phalamartha Sukabumi terus mendorong peningkatan kemandirian kelompok rentan melalui dukungan keterampilan dan perluasan akses terhadap dunia kerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Surly Kabupaten Cirebon dalam program pelatihan keterampilan menjahit bagi para penerima manfaat. Sabtu ( 10/102026 )

Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial dalam memberikan dukungan kepada kelompok rentan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian, serta kesiapan memasuki dunia kerja.

Melalui program tersebut, Kementerian Sosial memberikan bantuan biaya pelatihan keterampilan menjahit beserta perlengkapan penunjang pelatihan. Kolaborasi antara Sentra Phalamartha Sukabumi dan LPK Surly tidak hanya berfokus pada proses pelatihan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi peserta untuk mendapatkan kesempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi, Febraldi, S.Sos., melalui program ini mendorong agar dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima manfaat, sehingga keterampilan yang diperoleh menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.

Sebanyak 32 orang peserta mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan menjahit sebagai bekal untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Para peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki sekaligus memanfaatkan peluang kerja yang tersedia setelah menyelesaikan pelatihan.

Pimpinan LPK Surly, Cahya, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan empat perusahaan yang berpotensi menjadi tempat penempatan kerja bagi peserta setelah pelatihan selesai.

Keempat perusahaan tersebut adalah KGC Kreasi Garment di Cirebon, TSH yang berlokasi di Brebes, TAKE ONE, serta GBI. Komunikasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut dilakukan sebagai upaya membuka kesempatan bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan keterampilan yang telah dipelajari.

“Jadi, anak-anak setelah mengikuti pelatihan di LPK Surly ini, ada empat perusahaan yang sekarang sudah berkomunikasi dengan kami dan sedang menunggu. Pertama, KGC Kreasi Garment di Cirebon. Kemudian TSH, yang komunikasinya sudah berjalan dan lokasinya berada di Brebes. Selanjutnya TAKE ONE, yang juga sudah berkomunikasi dan nantinya akan datang ke sini untuk melihat langsung teman-teman peserta pelatihan. Kemudian GBI, yang sudah pasti dan siap menunggu kapan peserta akan dikirim. Mereka sudah menunggu. Jadi, setelah pelatihan di sini, ada empat perusahaan yang sekarang berkomunikasi dengan kami,” ujar Cahya, pimpinan LPK Surly.

Adanya komunikasi dengan sejumlah perusahaan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dan kebutuhan dunia industri. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pembekalan keterampilan, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan.

Program pelatihan menjahit ini mendapat sambutan positif dari para penerima manfaat. Mereka mengaku senang dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan Kementerian Sosial untuk memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam meraih kemandirian.

Salah seorang penerima manfaat, M. Dafi, mengungkapkan kebahagiaannya karena mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan menjahit. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat membantunya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan harapannya.

“Perasaan saya sangat senang sekali mendapatkan program pelatihan menjahit dari Kementerian Sosial. Setelah mengikuti program ini, saya bisa bekerja di tempat yang saya inginkan. Terima kasih kepada Kementerian Sosial yang telah memberikan program pelatihan menjahit ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua,” ujar M. Dafi.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan Amelia, penerima manfaat lainnya, yang mengapresiasi bantuan Kementerian Sosial melalui program pelatihan tersebut.

“Terima kasih untuk Kementerian Sosial atas bantuannya untuk kami semua. Semoga semakin jaya dan sukses,” ujar Amelia.

Melalui sinergi antara Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha Sukabumi dan LPK Surly Kabupaten Cirebon, bantuan pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi para peserta, mulai dari peningkatan keterampilan menjahit hingga terbukanya akses terhadap kesempatan kerja.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi, Febraldi, S.Sos., program ini diharapkan turut mendukung upaya peningkatan kemandirian kelompok rentan melalui pembekalan keterampilan dan perluasan kesempatan kerja.

Dengan adanya dukungan pelatihan serta komunikasi dengan sejumlah perusahaan, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Reporter : Mirna
Kabiro Sukabumi

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED