Kasus Anak Meninggal karena Cacingan, AMUSI Laporkan 4 Dinas ke Kejaksaan Sukabumi

SukabumiYutelnews.com ,Direktur Utama Aktivis Muda Indonesia (Amusi), Ronald, angkat bicara terkait meninggalnya seorang anak akibat cacingan di Kabupaten Sukabumi. Kasus ini dinilai sebagai tragedi memalukan dan jarang terjadi, bahkan di level internasional.

“Orang meninggal karena cacingan itu tidak pernah kita dengar, baik di Indonesia maupun dunia internasional. Bahkan di Afrika yang dulu dikenal dengan kasus serupa, sekarang sudah tidak ada. Ini adalah preseden buruk bagi Sukabumi dan Indonesia,” ujar Ronald, Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, kejadian ini menyingkap lemahnya sistem deteksi dan pencegahan masalah kesehatan dasar di masyarakat. Padahal, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai program serta anggaran besar di sektor kesehatan.

“Dengan perangkat birokrasi dan dana yang ada, hal seperti ini seharusnya tidak boleh luput dari perhatian pemerintah,” tegasnya.

Ronald menilai pemerintah daerah terlalu sibuk dengan pembangunan fisik, sementara program-program non-fisik yang menyentuh langsung kebutuhan kesehatan dan sosial masyarakat justru minim.

“Yang non-fisik, yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan sosial masyarakat, nyaris tidak terasa dampaknya,” katanya.

Lebih jauh, kritik keras juga diarahkan kepada pejabat struktural penerima TPP dan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah). Menurut Ronald, tunjangan yang seharusnya berbasis prestasi justru tidak sebanding dengan realitas di lapangan.

“Pejabat-pejabat struktural bisa menerima Rp15 sampai Rp30 juta per bulan dari TPP. Itu reward berbasis prestasi. Tapi dalam kasus ini, di mana kerja-kerja mereka? Tidak terlihat orkestrasi dan koordinasi sampai ke level bawah. Artinya, prestasi itu dipertanyakan,” tandasnya.

Atas tragedi ini, Amusi resmi melaporkan empat dinas di lingkungan Pemkab Sukabumi ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi. Keempat dinas tersebut adalah DP3A, Dinsos, Dinkes, dan DPPKB, yang dinilai bersentuhan langsung dengan kasus tragis tersebut.

“Kami berharap laporan ini menjadi pintu masuk evaluasi serius agar pemerintah benar-benar mengutamakan kesehatan masyarakat, bukan sekadar pembangunan fisik,” tutup Ronald.

 

Reporter : Mirna ( Kabiro Sukabumi )

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN