YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat – Suasana haru dan kepedulian begitu terasa ketika longsor melanda Kampung Cikubang RT 003 RW 019, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Selasa (16/9/2025) siang. Tebing setinggi 10 meter runtuh akibat hujan deras, menutup total ruas jalan kabupaten Ciawitali–Selakuning.
Tidak hanya memutus akses, longsor juga mengancam rumah warga milik Bapak Asep Tatang yang dihuni lima anggota keluarga. Kekhawatiran pun menyelimuti masyarakat sekitar yang khawatir jika longsor susulan kembali terjadi.
Kepala Desa Mandalasari, Adey S.IP., hadir langsung di tengah warga untuk memastikan penanganan berjalan cepat sekaligus memberikan semangat. Dengan pakaian sederhana, ia ikut berdiskusi, memberi arahan, bahkan turun membantu dalam upaya pembersihan material longsor.

“Bencana ini bukan hanya persoalan jalan yang tertutup, tapi juga tentang keselamatan warga kita. Karena itu, saya ingin hadir di sini, bersama-sama dengan warga, merasakan apa yang mereka rasakan, dan berjuang bersama mereka,” tutur Adey dengan mata berkaca-kaca.
Meski hanya dengan cangkul, sekop, dan tenaga seadanya, warga bahu-membahu membersihkan material tanah. Anak-anak muda, bapak-bapak, hingga ibu-ibu terlihat ikut terlibat, menunjukkan solidaritas dan kekompakan di tengah keterbatasan.
Adey juga menegaskan pentingnya bantuan segera, terutama logistik, karung untuk menahan pergerakan tanah, dan terpal untuk melindungi rumah warga yang rawan. “Gotong royong sudah kita tunjukkan, kini kami berharap ada tangan-tangan baik dari luar yang turut meringankan beban warga,” tambahnya.
Pemerintah Desa Mandalasari bersama masyarakat terus berjaga di lokasi, sembari mengimbau warga untuk waspada menghadapi potensi longsor susulan. Di tengah kepanikan, kebersamaan dan kepedulian justru menjadi sumber kekuatan utama bagi warga Cikubang.
Dien Yoyo











