Kab.Bandung – YUTELNEWS com|| Kepala Desa Soreang, Hendra, bersama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RW, dan tokoh masyarakat, langsung menggeruduk proyek Pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Kampung Cipetir RW 15. Tindakan ini diambil setelah muncul laporan serius terkait banjir yang menyerang warga akibat proyek SR yang telah berjalan beberapa minggu lalu.
Dampak banjir terswbut yang mengkhawatirkan menyerang warga RT 03 RW 14 dan RW 15 Kampung Bandawa serta Cipetir. Para ketua RW 14 dan RW 15 kemudian melaporkan langsung ke kepala desa bapak Hendra, bahwa sebelum proyek tersebut dimulai, belom pernah terjadi banjir yang sampai ke rumah . Namun, sejak adanya proyek beroperasi, setiap kali hujan deras, rumah-rumah warga menjadi terendam banjir.
Berangkat dari laporan warga tersebut, Kades Hendra langsung mengumpulkan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan para ketua RW/Rt untuk langsung mendatangi lokasi proyek. Di sana, dia juga mengakui ketidaktahuan tentang keadaan proyek pembangunan SR ini sudah berjalan. “Surat pemberitahuan ada beberapa minggu lalu yang diserahkan Pak RW 14, tapi saya tidak tahu keadaan proyeknya sudah seperti ini,” ungkapnya.
Kades Hendra pun menyampaikan bahwa keluhan warga masyarakat yang terdampak banjir akibat adanya proyek tersebut kepada Dani yang selaku penanggungjawab dari pelaksana proyek tersebut, ” mohon maaf Pak Dani saya datang bersama warga mau sampaikan keluhan warga yang ada di RW 14 dan RW 15 Bandawa yang mengeluhkan rumahnya trrdampak banjir,karena katanya sebelum proyek ini ada rumahnya tidak pernah kebanjiran,maka dari itu saya mohon agar menjadi bahan evaluasi dari pihak pelaksana proyek”,katanya.
Lebih lanjut, Kades Hendra juga menegaskan bahwa perizinan proyek bukan ranah kewenangannya, namun menekankan pentingnya koordinasi awal. “Pihak pelaksana seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan aparatur setempat dan mensosialisasikan proyek,” katanya. Tujuannya adalah agar masyarakat dan pelaksana dapat memahami dampak lingkungan yang mungkin terjadi, serta melakukan antisipasi dan minimalisasi sejak awal.
Selama kunjungan pemerintahan desa dan para tokoh, masyagakat, Dani juga selaku penanggungjawab pihak ketiga menyampaikan bahwa kasus banjir akan menjadi perhatian utama. “Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi agar proyek dapat dilaksanakan tanpa dampak lingkungan seperti yang diminta Kades Hendra,” jelas Dani.
Yans











