NATUNA – YUTELNEWS.com — Gangguan pasokan listrik kembali terjadi di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Kerusakan mesin pembangkit PLN yang terjadi sejak Jumat, 30 Januari 2026 hingga Selasa, 17 Februari 2026 belum sepenuhnya dinormalkan, sehingga pasokan listrik di wilayah tersebut masih belum stabil.
Masyarakat menilai gangguan ini hampir terjadi setiap tahun akibat kerusakan mesin yang berulang, bukan karena overhaul terencana. Setiap kali terjadi kerusakan berat, proses penanganan kerap memakan waktu lama karena harus menunggu teknisi dari luar daerah serta pengadaan dan pengiriman suku cadang dari kota. Kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun di wilayah yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Beberapa warga di berbagai penjuru Sedanau menyampaikan tiga permintaan utama kepada manajemen PT PLN (Persero) di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat, yakni:
1. Penempatan minimal satu atau dua teknisi tetap di Sedanau agar penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat;
2. Penyediaan suku cadang vital dalam kondisi siaga di lokasi, khususnya komponen yang selama ini kerap mengalami kerusakan fatal;
3. Penerapan sistem respons cepat khusus wilayah 3T agar gangguan tidak lagi berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Selain itu, masyarakat juga berharap perwakilan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang mewakili Natuna dan Anambas dapat ikut turun tangan dan menyuarakan persoalan kelistrikan Sedanau secara berkesinambungan kepada pemerintah pusat. Dukungan politik dan pengawasan dari wakil rakyat sangat dibutuhkan agar persoalan kelistrikan di wilayah perbatasan benar-benar mendapat perhatian serius di tingkat nasional.
Meski menyampaikan kritik dan harapan, masyarakat menegaskan kepercayaan terhadap PLN sebagai BUMN unggulan negara tetap terjaga. Aspirasi ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian agar pelayanan kelistrikan di wilayah perbatasan semakin andal. Bagi warga Sedanau, listrik bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan simbol nyata kehadiran negara di beranda terluar NKRI.
Red: Darmansyah
Kabiro Natuna Yutelnews.com










