KAB. BANDUNG – YUTELNEWD.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menegaskan pentingnya menjaga dan mendidik generasi muda agar memiliki karakter, moral, dan jati diri yang kuat di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.
Penegasan tersebut disampaikan KDS saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Lapangan Upakarti Soreang, pada Senin (01/06/2026).
Menurut KDS, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran informasi yang tidak terkendali, potensi perpecahan, intoleransi, hingga lunturnya nilai-nilai kebangsaan dan budaya di kalangan generasi muda.
“Tantangan bangsa hari ini bukan lagi tentang penjajahan fisik, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan, memperkuat karakter generasi muda, dan memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar KDS.
Karena itu, kata KDS, tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, harus dimaknai sebagai ajakan untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, berakhlak mulia, dan memiliki rasa cinta tanah air.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengarahkan pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan pemuda, serta penguatan pendidikan karakter.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya menghasilkan generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, berakhlakul karimah, berbudaya, dan kuat secara moral sehingga mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang datang melalui perkembangan teknologi informasi,” katanya.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemkab Bandung adalah memperkuat pendidikan karakter melalui kebijakan muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah. Muatan lokal tersebut meliputi pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya Sunda, serta pendidikan mengaji dan menghafal Al-Qur’an.
Menurut KDS, kebijakan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecintaan terhadap budaya daerah, semangat kebangsaan, dan kekuatan spiritual.
“Kami ingin anak-anak Kabupaten Bandung tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air, memahami nilai-nilai Pancasila, menghormati budaya dan kearifan lokal, serta memiliki akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan menjadi sumber perpecahan maupun degradasi moral. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam mendampingi generasi muda agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
KDS pun mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga tunas bangsa agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara moral, cerdas secara intelektual, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan semangat Kebangkitan Nasional sebagai energi untuk terus bergerak maju mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
Yans.










