Persebaya: Striker Timnas Kongo Merapat, Bonek Cemas Menanti

Persebaya Surabaya Bidik Dua Striker Asing: Yann Mabella dan Miguel Pereira

Persebaya Surabaya dilaporkan tengah aktif dalam perburuan pemain asing untuk memperkuat lini serang mereka di bursa transfer mendatang. Dua nama striker asing yang santer dikabarkan menjadi incaran utama tim berjuluk Green Force ini adalah Yann Mabella dari Kongo dan Miguel Pereira dari Portugal. Upaya ini menunjukkan keseriusan manajemen Persebaya untuk meningkatkan daya gedor tim demi mengarungi kompetisi musim depan dengan lebih kompetitif.

Yann Mabella: Striker Timnas Kongo dengan Catatan Gol Menarik

Salah satu nama yang muncul dalam radar Persebaya adalah Yann Mabella, seorang striker yang juga memperkuat Tim Nasional Kongo. Saat ini, Mabella tercatat sebagai pemain klub Liga Malaysia, Terengganu FC. Menariknya, kontrak pemain berusia 30 tahun ini dengan Terengganu FC akan segera berakhir pada 31 Mei 2026. Situasi ini membuka peluang besar bagi Persebaya untuk merekrutnya secara gratis alias bebas transfer, sebuah keuntungan signifikan dalam strategi transfer klub.

Yann Mabella dikenal sebagai penyerang yang cukup produktif. Sepanjang musim ini bersama Terengganu FC, ia telah mencatatkan penampilan yang mengesankan. Dalam 14 pertandingan yang dimainkannya, Mabella berhasil mengemas 9 gol dan menyumbang 2 assist, dengan total waktu bermain mencapai 1.068 menit. Angka ini menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan. Di kancah internasional, pemain kelahiran Prancis ini juga telah mengoleksi 7 caps bersama Timnas Kongo, menambah nilai plus pada pengalamannya.

Rumor ketertarikan Persebaya terhadap Yann Mabella pertama kali diungkap oleh akun Instagram @transferliga1dan2 pada Selasa (2/6/2026). Akun tersebut secara gamblang menyebutkan bahwa Persebaya telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan striker baru bernama Yann Mabella, sembari menyertakan statistik permainannya musim ini.

Namun, kabar ini tidak serta merta disambut antusias oleh seluruh pendukung Persebaya, yang akrab disapa Bonek. Sebagian Bonek menyuarakan keraguan mereka di kolom komentar. Ada yang merasa bahwa lini depan Persebaya lebih cocok diisi oleh striker lain seperti Alex Martins dari Dewa United. Kekhawatiran lain yang muncul adalah mengenai riwayat cedera yang pernah dialami Yann Mabella.

Pada musim 2025-2026, Mabella sempat absen cukup lama akibat cedera ligamen kolateral medial pada lututnya. Ia harus menepi selama kurang lebih 140 hari, dari 6 Desember 2025 hingga 24 April 2026. Akibatnya, ia terpaksa melewatkan 14 pertandingan krusial bersama Terengganu FC. Meskipun demikian, kabar baiknya adalah Mabella telah pulih sepenuhnya dan bahkan sempat bermain dalam empat pertandingan terakhir Terengganu FC. Puncaknya, pada 15 Mei 2026, ia dipercaya bermain penuh selama 90 menit, menunjukkan bahwa ia telah kembali dalam kondisi prima.

Selain sebagai striker murni, Yann Mabella juga memiliki fleksibilitas taktis yang baik. Ia dapat dioperasikan di posisi sayap kanan maupun sayap kiri, memberikan opsi lebih bagi pelatih dalam meracik strategi tim. Fleksibilitas ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri.

Beberapa komentar dari Bonek menunjukkan adanya kekhawatiran:
* “Sayang punya riwayat cidera MCL di akhir 2025 takut kambuh lagi,” ujar salah satu pengguna.
* “Mending Alex Martin,” timpal pengguna lainnya.
* “Kanyaya kurang rek bagi saya,” ungkap Bonek lainnya.
* “Bagus tp diakhir musim dinodai dg cedera mcl (drawasi),” tulis seorang pendukung.
* “Numpuk striker tok,, golek pelapis e Rivera Jol,” saran seorang Bonek.

Miguel Pereira: Talenta Portugal dengan Rekam Jejak Gemilang di Divisi Bawah

Nama kedua yang dikaitkan dengan Persebaya Surabaya adalah Miguel Pereira, seorang striker asing asal Portugal. Rumor ini pertama kali dihembuskan oleh media asing asal Portugal, record.pt, pada Kamis (14/5/2026). Media tersebut melaporkan bahwa Miguel Pereira berada dalam tahap akhir negosiasi dan hampir mencapai kesepakatan dengan Persebaya.

“Miguel Pereira dalam perjalanan ke Indonesia,” tulis media tersebut, mengindikasikan kepindahan pemain ini semakin dekat. Lebih lanjut, record.pt menyatakan bahwa Miguel Pereira hampir dipastikan akan menjadi rekrutan baru Persebaya, yang saat itu dilatih oleh manajer asal Portugal, Bernardo Tavares. Kehadiran pelatih senegara di Persebaya tentu dapat mempermudah adaptasi pemain baru.

Disebutkan pula bahwa Persebaya berencana mengontrak Miguel Pereira selama dua musim. “Penyerang berusia 27 tahun itu diperkirakan akan menandatangani kontrak dua tahun dengan klub Asia Tenggara tersebut,” ungkap sumber tersebut.

Media Portugal itu juga memberikan gambaran mengenai kualitas Miguel Pereira. Musim ini, ia menjadi figur kunci bagi Lusitânia de Lourosa dengan mencetak delapan gol dan memberikan empat assist. Kontribusinya ini berperan penting dalam keberhasilan timnya promosi ke Divisi Dua. Perlu dicatat bahwa musim sebelumnya, ia bahkan diakui sebagai pemain terbaik di Divisi Tiga.

Pengalaman profesional pertama Miguel Pereira di kancah internasional akan dimulai bersama Persebaya. Sebelumnya, ia menghabiskan awal kariernya di tim U-20 Ascoli. Kontraknya dengan Lusitânia de Lourosa sendiri akan berakhir pada Juni tahun ini, yang kembali membuka peluang bagi Persebaya untuk mendapatkannya secara gratis.

Miguel Pereira lahir di Peso da Regua, Portugal, pada 31 Januari 1999. Pemain berusia 27 tahun ini memiliki tinggi badan 1,78 meter dan posisi utamanya adalah striker. Namun, seperti Yann Mabella, ia juga dapat bermain sebagai sayap kiri dan kanan. Musim ini, ia lebih sering dimainkan sebagai sayap kanan, diikuti oleh posisi striker, dan beberapa kali sebagai sayap kiri. Pemain dengan kaki dominan kanan ini memiliki nilai pasar sekitar Rp 6,08 miliar.

Miguel Pereira bergabung dengan Lusitânia FC Lourosa pada 8 Juli 2024, dan kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2026. Hal ini sangat menguntungkan bagi Persebaya karena mereka bisa membawanya ke Surabaya tanpa biaya transfer.

Perjalanan karier Miguel Pereira dimulai dari klub-klub junior seperti CCPAD (2008-2012) dan FC Fontelas (2012-2013). Setelah itu, ia sempat bergabung dengan akademi SC Braga, Palmeiras FC, Ascoli Calcio, dan SC Espinho. Selanjutnya, ia malang melintang di sejumlah klub Portugal, termasuk Braga U19, Taipas, Felgueiras, Espinho, Oliverirense, hingga akhirnya Lusitânia FC Lourosa.

Pada musim 2025-2026, catatan penampilannya cukup impresif dengan 33 pertandingan, 7 gol, 6 assist, 4 kartu kuning, dan total bermain selama 2.855 menit. Statistik ini menunjukkan konsistensi dan kontribusinya bagi tim.

Dengan adanya dua nama striker asing yang kuat dibidik, Persebaya Surabaya tampaknya serius dalam membenahi lini serang mereka. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan berlabuh di Surabaya, atau bahkan jika kedua pemain akan direkrut, akan menjadi sorotan utama menjelang musim kompetisi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *