Kombes Andy Rifai: Penggemar Argentina Sejak Kecil, Titip Sepatu Demi Bola

Kecintaan Mendalam Kombes Pol Andy Rifai pada Sepak Bola: Dari Larangan Orang Tua hingga Dukungan di Lapangan

Kecintaan terhadap sepak bola seringkali tumbuh sejak usia dini dan dapat bertahan sepanjang hidup. Bagi Kombes Pol Andy Rifai, Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, hal ini bukanlah sekadar hobi, melainkan sebuah gairah yang telah tertanam sejak ia masih kanak-kanak. Perjalanan cintanya pada olahraga si kulit bundar ini bahkan diwarnai dengan berbagai kisah unik, termasuk bagaimana ia harus berjuang agar tetap bisa bermain meski mendapat larangan dari orang tua yang lebih mengutamakan pendidikan.

Dalam sebuah perbincangan santai, Kombes Pol Andy Rifai menceritakan awal mula ketertarikannya pada sepak bola. Sejak kecil, ia tak henti-hentinya bermain bola bersama teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya. “Suka sepak bola mulai dari kecil. Dari anak-anak sudah main bola sama teman-teman,” ungkapnya. Kegemarannya ini begitu besar, bahkan ia sempat memperkuat tim pelajar di tingkat provinsi. Sayangnya, perjalanan karier sepak bolanya harus terhenti karena ia memilih untuk fokus pada pendidikan dan mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Kisah uniknya tidak berhenti di situ. Kombes Pol Andy Rifai mengenang bagaimana orang tuanya sebenarnya mendukung hobinya, namun selalu mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai prioritas utama. “Namanya orang tua pasti menyuruh fokus ke pelajaran. Tapi namanya anak muda, tetap saja ingin main bola,” katanya sambil tersenyum mengenang masa lalu. Demi tetap bisa menyalurkan hasrat bermain bolanya, ia bahkan pernah melakukan cara-cara unik, seperti menitipkan sepatu bolanya kepada teman. Tujuannya sederhana: agar orang tuanya tidak mengetahui bahwa ia bermain bola hingga larut malam. “Sampai sepatu bola saya titipkan ke teman. Kalau mau main, saya ke rumah teman dulu, baru main bola. Karena kalau ketahuan pulang malam habis main bola biasanya dimarahi,” kenangnya.

Meskipun kini kesibukannya sebagai Dansat Brimob Polda Kaltim sangat padat, kecintaannya pada sepak bola tidak pernah luntur. Kombes Pol Andy Rifai tetap mengikuti perkembangan sepak bola dunia, terutama tim nasional favoritnya, Argentina. “Saya masih tetap Argentina,” tegasnya. Baginya, Argentina memiliki komposisi pemain yang sangat lengkap di semua lini, dari pertahanan, lini tengah, hingga lini serang, serta penjaga gawang. Kualitas permainan mereka pun tak perlu diragukan lagi, mengingat banyak pemainnya yang berlaga di klub-klub besar Eropa.

Lebih lanjut, Kombes Pol Andy Rifai juga mengagumi kemampuan tim pelatih Argentina dalam membaca jalannya pertandingan dan melakukan perubahan strategi yang adaptif. Ia mencontohkan keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 melawan Prancis dalam sebuah partai final yang penuh drama. “Pelatihnya berani mengubah strategi saat pertandingan berjalan. Ketika satu pola tidak efektif, langsung diganti. Itu yang menurut saya menjadi salah satu kekuatan Argentina,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai pemain Argentina favorit sepanjang masa, Kombes Pol Andy Rifai tanpa ragu menyebut nama Lionel Messi. “Tetap Messi,” ujarnya singkat. Ia menilai Messi tidak hanya memiliki kemampuan individu yang luar biasa, tetapi juga menunjukkan kualitas kepemimpinan yang semakin matang seiring bertambahnya usia. “Leadership-nya luar biasa. Semakin lama semakin matang dan itu terlihat saat memimpin Argentina,” ucapnya.

Menjelang gelaran turnamen sepak bola internasional mendatang, Kombes Pol Andy Rifai memiliki rencana untuk menyaksikan pertandingan bersama anggota Brimob di lingkungan Mako Brimob Polda Kaltim. “Nanti bisa nonton bareng anggota di aula,” katanya. Sebagai penggemar berat tim Tango, ia juga mengaku memiliki koleksi jersey Argentina dan masih menantikan keluaran jersey terbaru untuk melengkapi koleksinya. “Kalau jersey Argentina yang lama masih ada. Yang terbaru masih ditunggu,” ujarnya.

Bagi Kombes Pol Andy Rifai, salah satu momen paling berkesan selama mengikuti Piala Dunia adalah final Argentina melawan Prancis pada tahun 2022. Pertandingan yang berlangsung penuh ketegangan hingga adu penalti tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. “Itu benar-benar deg-degan. Final yang sangat seru,” kenangnya. Meskipun sangat mendukung Argentina, ia juga mengaku tetap menikmati pertandingan tim-tim lain. Namun, karena kesibukan tugas, ia biasanya memilih menyaksikan pertandingan tertentu yang dinilai menarik dan sesuai dengan waktu luangnya. “Biasanya lihat pertandingan negara-negara tertentu saja, menyesuaikan waktu yang ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *