Bandung – YUTELNEWS.com// Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) I Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bandung menghadirkan dua kepala daerah dalam satu forum, Minggu, 7 Juni 2026. Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Bupati Lampung Selatan yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, kompak mendorong organisasi pengusaha muda itu menjadi motor pencetak wirausahawan sekaligus calon pemimpin masa depan.
Membuka Muscablub di Grand Sunshine Soreang, Dadang mengatakan HIPMI memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah, terutama program penciptaan 10 ribu wirausaha muda dan lapangan kerja yang menjadi bagian dari misi ekonomi inklusif Pemerintah Kabupaten Bandung.
Menurut Dadang, peran dunia usaha ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung yang meningkat dari 5,04 persen menjadi 6,34 persen pada 2025.
“Peningkatan ini tentu tidak lepas dari kontribusi para pengusaha. Karena itu HIPMI harus terus tumbuh menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” kata Dadang.
Namun bagi Dadang, peran HIPMI tidak berhenti pada urusan bisnis. Organisasi ini juga harus menjadi kawah candradimuka yang menyiapkan kader-kader bangsa untuk menjadi pemimpin masa depan.
Dadang mengaku memahami dunia usaha karena sebelum terjun ke politik dirinya lebih dahulu menjadi pengusaha. Ia bahkan telah berwirausaha sejak usia remaja sebelum kemudian menjadi kepala desa pada usia 26 tahun.
Dari pengalamannya itu, ia meyakini keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan modal, melainkan keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab.
“HIPMI harus menggodok kader-kader yang dipersiapkan menjadi pemimpin. Tapi jangan dulu berpikir menjadi bupati kalau kebutuhan pribadi dan keluarga belum selesai. Sukseskan dulu diri sendiri, baru siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama menilai Kabupaten Bandung memiliki potensi ekonomi yang besar dan membutuhkan organisasi pengusaha muda yang mampu bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah.
Egi mengingatkan HIPMI tidak boleh hanya hadir ketika ada proyek atau kepentingan bisnis semata. Sebaliknya, organisasi itu harus mampu melahirkan inovasi, program yang berdampak, serta membantu pelaku usaha mikro dan kecil naik kelas.
“HIPMI jangan hanya menjadi organisasi yang datang meminta proyek. HIPMI harus menjadi mesin pencetak pengusaha, melahirkan program-program yang berdampak, dan membantu pengusaha kecil berkembang menjadi lebih besar,” kata Egi.
Menurut Bupati Lampung Selatan itu, HIPMI Kabupaten Bandung memiliki peluang besar menjadi katalis lahirnya pengusaha-pengusaha baru mengingat besarnya potensi ekonomi daerah dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kewirausahaan.
Ia berharap kepengurusan baru hasil Muscablub mampu menyelaraskan program organisasi dengan agenda pembangunan Kabupaten Bandung sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Bupati, HIPMI Kabupaten Bandung bisa bertransformasi menjadi lebih Bedas dan ikut mempercepat kemajuan daerah,” ujar Egi.
Muscablub I BPC HIPMI Kabupaten Bandung digelar untuk memilih kepengurusan baru organisasi sekaligus menyusun arah gerak HIPMI Kabupaten Bandung ke depan. Sejumlah pengusaha muda, pengurus HIPMI, organisasi dunia usaha, dan unsur pemerintah daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.(*)
Yans.










