BURU, MALUKU, Yutelnews,com.
“Suasana penuh sukacita menyelimuti Desa Widit, Kecamatan Waeapu, Kabupaten Buru, pada acara pernikahan Ananda Nyai-Unding Fina Nur Rahmah waedurat, putri dari Bapak Kelit Waedurat, yang bersanding dengan Ananda Fendi Latbual, putra dari Ibu Sahalaa Latbual serta cucu dari Kakek Jalil Latbual. Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri keluarga besar, kerabat, tokoh masyarakat, tamu undangan, serta Tim A.1. Mitra Wartawan yang terpercaya. Rabu, 26/8/2026.
Kepala Desa Widit, Bapak Hasan Waedurat, dalam sambutannya turut menyampaikan kebahagiaan dan doa restu secara langsung kepada kedua mempelai dan kedua keluarga besar. Beliau membuka sambutan dengan penuh kehangatan, diawali dengan dua pantun yang disusun khusus untuk momen bahagia tersebut.
“Di laut banyak ikan, lautnya berwarna biru,
Dipandang-pandang tiada jenuh.
Alangkah serasi pengantin baru.”
“Dapat piala sang juara naik ke mimbar,
Orang berdua kuantarkan segala doa,
Moga sakinah, mawaddah, warahmah,
Amin ya Rabbil alamin.”
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, Bapak Islani, S.A.G., beserta stafnya. Dalam suasana akrab yang penuh canda khas masyarakat Waeapu, Kepala KUA pun sempat berbisik-bisik kepada Kepala Desa, menanyakan tentang “duriang mantega” yang masih ada di desa, dan dijawab dengan santai: “Duriang su mati,” yang disambut tawa hangat seluruh tamu undangan yang hadir.
Suasana semakin hangat terasa di sesi minum kopi bersama yang dilanjutkan usai acara resmi. Hadir bersama para tamu terhormat, Kepala Desa Widit, Bapak Soa Waedurat, serta Bapak Soa Tihun. Di meja hidangan, tawa dan canda pecah di antara para tokoh masyarakat tersebut bersama rekan-rekan media, mitra jurnalis dan wartawan terpercaya. Keakraban yang terjalin terlihat begitu tulus – tanpa sekat, penuh kehangatan persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat di tanah Waeapu.
Kepala Desa Hasan Waedurat menegaskan bahwa pernikahan ini bukan sekadar penyatuan dua orang, melainkan pengikat erat dua keluarga besar di Desa Widit. Beliau berpesan kepada kedua mempelai agar senantiasa menjaga keharmonisan rumah tangga, saling menghormati kedua orang tua, dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Semoga rumah tangga yang baru dibangun ini senantiasa dilimpahi keberkahan, kemudahan rezeki, dan kebahagiaan yang langgeng hingga akhir hayat.
Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan penuh kehangatan kekeluargaan. Kehadiran tamu undangan dari berbagai pelosok desa menunjukkan betapa tingginya rasa hormat dan kebersamaan yang terjalin di tengah masyarakat Desa Widit. Tradisi gotong royong dan kebersamaan warga tampak nyata dalam setiap tahapan pelaksanaan acara pernikahan ini.
Dengan terselenggaranya pernikahan ini, doa dan harapan seluruh masyarakat Desa Widit tercurah untuk kebahagiaan pasangan muda tersebut. Semoga nyai,unding Fina Nur Rahmah waedurat dan Fendi Latbual senantiasa menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta membawa kebaikan dan kemajuan bagi keluarga besar maupun masyarakat di tempat mereka tinggal.
(Korwil,M,Ld,rama.)


















